
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Denis dan Risa langsung turun menuju keruang bawah, hari ini Denis sengaja cutti kerja karena Orangtuanya dan Orangtua Risa akan datang kerumah.
"Sayang, Aku pingin yang makan yang asem-asem." rengkek Risa.
"Katakan Kamu mau makan apa?" tanya Denis dengan begitu antusias.
"Itu sayang pohon mangga tetangga sebelah, Aku lihat sedang berbuah Aku mau mangga muda yang dipetik langsung oleh dirimu sayang." rengkek Risa dengan manja.
"Aku belikan saja ya disupermarket." Kata Denis pada Risa.
Risa langsung memanyunkan bibirnya, lalu menggeleng kepalanya.
"Sih Ucil maunya Papanya langsung manjat pohonnya." jawab Risa dengan manja.
Denis terdiam, lalu bergumam.
"Apa sekarang Aku juga harus memanjat pohon mangga?" gumam Denis.
Tiba-tiba Risa meneteskan air matanya, membuat Denis begitu bingung, lalu Denis bertanya pada Risa.
"Istriku Kamu kenapa?" tanya Denis.
"Papa Aku mau mangga." kata Risa sambil menangis.
Akhirnya mau tidak mau Denis langsung pergi menuju kerumah tetangga sebelah, untuk meminta mangga.
Denis langsung meminta izin pada pemilik pohon mangga, setelah mendapatkan izin Denis langsung memanjat pohon mangga tersebut sambil membawa plastik kresek untuk menaruh mangga.
"Sayang petik yang banyak!" pinta Risa.
"Iya Aku akan petik kalau perlu nanti Aku tebang pohonnya sekalian." jawab Denis sambil memetik satu persatu mangga yang ada dihadapannya.
Risa duduk dibawa sambil menuju Denis.
"Sayang lihat Papamu! Dia sedang memetikkan mangga muda untuk Kita." kata Risa sambil mengelus perutnya.
Setelah kantong plastiknya terisi penuh dengan buah mangga muda, Denis langsung turun dari pohon mangga tersebut.
Denis dan Risa langsung mengucapkan terimakasih pada pemilik pohon mangga tersebut, lalu mereka langsung pulang menuju kerumah mereka.
Sesampainya dirumah, Risa langsung menuju ke dapur untuk membuat sambal rujak sedangkan Denis langsung mengupas mangganya.
Setelah semuanya siap, Denis dan Risa langsung membawa sambel dan mangga muda yang sudah dikupas keruang tengah.
Lalu mereka menikmati rujak mangga muda berduaan dengan begitu nikmat.
"Enak sayang." kata Denis yang terus menerus menyuapkan mangga muda ke dalam mulutnya.
Risa hanya menggelengkan kepalanya.
"Sebenarnya yang ngidam Aku apa Denis sih? kenapa Dia yang begitu lahap memakan mangga mudanya." gumam Risa.
__ADS_1
Risa juga menikmati mangga mudanya, namun Risa tidak selahap Denis.
Sedang asik ngerujak bareng suami, tiba-tiba pintu rumah ada mengetuknya.
"Tok..tok.." suara ketukan pintu.
"Sayang, bukakan pintunya." Denis menyuruh Risa, sedangkan Denis sibuk makan rujak.
Risa langsung bangun dari tempat duduknya, lalu berjalan ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.
"Ceklek.." Risa membuka pintu.
Melihat Risa yang membuka pintu, Mama Rasti dan Mama Dina langsung memeluk Risa dengan begitu bahagia.
"Mama, Papa." sapa Risa.
"Main peluk-pelukannya nanti saja! ini Papa sudah bawakan bermacam-macam buah-buahan untuk menantu Papa." kata Papa Andi.
"Iya Ris, Papa juga sudah bawakan banyak cemilan untuk Kamu." sambung Papa Risa.
Tadi waktu mau kerumah Risa, mereka sengaja mampir ke supermarket untuk membelikan cemilan dan berbagai macam buah-buahan untuk Risa.
Mama Rasti dan Mama Dina melepaskan Risa dari pelukannya, lalu mereka langsung masuk kedalam rumah.
"Lihat Nak, Mama juga sudah membeli berbagai macam susu untuk Ibu hamil." kata Mama Rasti pada Risa.
"Mama juga sudah membeli beberapa baju Ibu hamil." sambung Mama Dina.
Risa yang hamil, tapi Orangtua Risa dan mertua Risa juga sangat berantusias menyambut kehamilan Risa.
Kini Risa dan semuanya sudah duduk di sofa ruang tengah, melihat Denis makan rujak begitu lahap Mama Rasti hanya menggelengkan kepalanya.
"Lihatlah Ris, suamimu! Dia makan rujak seperti orang kesetanan." kata Mama Rasti.
"Risa saja, sampai bingung Ma. siapa yang sebenarnya sedang ngidam?" jawab Risa.
Denis memberhentikan makannya, lalu berkata pada Mamanya.
"Yang penting Denis yang bikin Ma." jawab Denis.
"Tunggu.. tunggu bikin apanya ini?" tanya Papa Andi sambil melihat kearah Denis.
"Bikin rujaknya Pa." jawab Denis.
"Kirain bikin Anaknya." sambung Mama Dina.
Akhirnya mereka semua langsung mengeluarkan tawanya secara bersamaan.
"Dasar Mama ini ih." omel Papa Risa.
"Kan kirain Pa." jawab Mama Dina.
__ADS_1
"Sangking asiknya ngobrol, Risa sampai lupa membuatkan minuman untuk Mama dan Papa." kata Risa sambil tersenyum.
"Nak, Kamu duduk saja! Nanti Mama kalau haus ambil sendiri." kata Mama Rasti sambil tersenyum.
Namun Risa tetap bangun untuk membuatkan minuman untuk mertuanya dan Orangtuanya.
Setelah membuatkan minuman untuk semuanya Risa kembali keruang tengah, dengan membawa teh dan cemilan untuk semuanya.
"Den, Kamu tidak pindah kerumah Mama saja? kan Risa sedang hamil." tanya Mama Rasti.
"Tidak Ma, Denis mau mandiri dan Denis akan menjaga istri Denis dengan baik." jawab Denis.
Biar bagaimanapun Denis adalah seorang suami jadi Denis harus bertanggung jawab penuh mengurus istrinya, apalagi istrinya sedang hamil tanggung jawab Denis pasti lebih besar.
"Baiklah Nak, jangan buat Risa kecapean." kata Mama Rasti.
"Siap Ma, Denis nanti akan menyuruh Risa duduk diatas ranjang saja biar tidak kecapean." jawab Denis.
"Yang ada Aku merasa bosan sayang jika Kamu sampai melakukan itu padaku." protes Risa.
"Jangan sampai Denis benar-benar menyuruhku untuk diam diatas ranjang." gumam Risa.
Mama Dina dan Papa Risa merasa sangat bahagia melihat Denis dan Risa begitu bahagia, kini keduanya saling bergumam.
"Aku tidak salah menjodohkannya Anakku dengan Nak Denis." gumam Papa Risa.
"Mama senang Nak melihatmu bahagia seperti sekarang ini, biarpun kalian dijodohkan tapi akhirnya kalian bisa saling mencintai." gumam Mama Dina.
Mereka semuanya asik ngobrol, sedangkan Denis kembali menikmati makan rujaknya dengan begitu nikmat.
Risa melihat Denis hanya bisa bergumam.
"Dasar, istri yang ngidam Kamu yang hampir menghabiskan rujaknya." gumam Risa yang melihat mangga muda dipiring hanya tersisa dua potong.
"Sayang.... rujaknya habis." kata Denis sambil tersenyum pada Risa.
"Aku sudah tidak pingin rujak." jawab Risa.
"Katakan Kamu pingin apa?" tanya Denis.
"Bilang aja Ris pingin mobil baru." sahut Papa Andi yang diiringi dengan tawa jailnya.
Mendengar sahutan dari Papa mertuanya Risa hanya tertawa, lalu menjawabnya.
"Ide bagus itu Pa, bilang saja sih Ucil yang minta." jawab Risa yang diiringi dengan tawanya.
"Sih Ucil siapa, Ris?" tanya Mama Rasti dan Mama Dina secara bersamaan.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1