
Ditaman cinta Denis dan Risa begitu bahagia, mereka bersenang-senang dengan penuh canda tawa, meskipun ada perdebatan itu hanya sedikit saja.
Risa sedang Asik bermain-main dengan anak-anak kecil yang ada ditaman cinta.
"Kakak cantik sekali!!" puji anak kecil laki-laki kira-kira dia berumur 5 tahun.
"Terimakasih, siapa namamu?" tanya Risa dengan nada lembut.
"Nama aku Zian, kak!!" jawab anak kecil tersebut.
Risa tersenyum pada Zian.
"Menggemaskan sekali!!" Guman Risa.
"Nama kakak siapa?" tanya Zian.
"Nama kakak adalah Clarissa!!" jawab Risa.
Zian tiba-tiba menarik tangan Risa dan mengajak Risa untuk bermain, Risa yang memang menyukai anak kecil akhirnya menerima ajakan Zian untuk bermain dengan dirinya.
Risa dan Zian bermain lempar-lemparan bola.
"Kak tangkap bola ini!!" pinta Zian.
"Baiklah, lemparkan bolanya!!" suruh Risa.
Denis yang sedang berdiri memperhatikan Risa dan Zian sedang bermain rasanya senang sekali.
"Melihat Risa yang begitu bahagia bermain dengan anak kecil, rasanya ingin sekali punya anak!!" guman Denis dalam hati.
Denis berjalan menghampiri Risa dan Zian yang sedang bermain.
"Risaaa!!" panggil Denis.
Risa menengok ke arah suara Denis.
"Denis, ada apa?" tanya Risa.
Denis berjalan menuju ke arah Risa.
"Apa kamu akan main terus dengan anak itu!! lalu kamu melupakanku!!" keluh Denis dengan nada merajuk.
__ADS_1
Risa belum menjawab ucapan Denis, tiba-tiba Zian datang.
"Kak Risa siapa laki-laki itu?" tanya Zian ingin tau.
"Aku suaminya!!" jawab Denis.
Zian memeletkan lidahnya ke wajah Denis.
"Bohong!! Kak Risa nanti akan menjadi istriku ketika aku besar nanti!!" ucap Zian dengan begitu imutnya.
Risa tersenyum pada Zian sedangkan Denis menatap Zian dengan tatapan wajah kesal.
"Dasar bocah menyebalkan!! bagaimana bisa istriku menikah dengan bocah kecil sepertimu!!" guman Denis yang merasa kesal.
"Bocah kecil, kakak Risa tidak bisa menjadi istrimu karena kakak Risa sudah menikah denganku!!" jawab Denis yang tidak mau mengalah dengan anak kecil.
Risa hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Dasar Denis selalu saja tidak mau mengalah!!" guman Risa, yang memang Denis tidak pernah mau mengalah dalam hal apapun itu.
"Denis, dia hanya anak kecil bagaimana bisa kamu bilang seperti itu padanya!!" kesal Risa pada Denis.
"Kenapa aku bisa bersikap bodoh seperti ini? hanya karena bocah kecil itu!!" kesal Denis dalam hati.
"Masa aku harus bersaing dengan anak ingusan seperti dia!!"
Untuk kesian kalinya hati Denis mengularkan beberapa kata-kata yang bisa membuat Denis semakin gila.
"Benar-benar sudah tidak waras aku ini!!!" kesal Denis dalam hati.
Tiba-tiba orang tua Zian datang.
"Zian, apa yang kamu lakukan disini? kami mencarimu dari tadi!!" ucap orangtua Zian dengan nada panik.
"Mama, Papa!! Zian sedang bermain kakak cantik ini!!" jawab Zian, sambil menunjukkan Risa pada kedua orangtuanya.
Orangtua Zian tersenyum pada Risa.
"Terimakasih ya nona" ucap kedua orangtua Zian pada Risa.
"Sama-sama Bapak, Ibu" saut Risa dengan nada sopan.
__ADS_1
"Zian, ayo kita pulang" ajak orangtua Zian.
Orangtua Zian mengandeng tangan Zian dan pergi meninggalkan Risa dan Denis berdua.
"Apa-apaan bocah kecil itu, masa mau menikahi istriku!!" kesal Denis, ntah Denis sedang cemburu atau tidak hanya Denis yang tau.
Risa hanya tertawa mendengar ucapan suaminya.
"Berhentilah mengomel dia hanya anak kecil yang tidak tau apa-apa!!" protes Risa.
"Dia menyebalkan sekali!!" kesal Denis.
"Apa kamu sedang cemburu dengan anak sekecil itu" ucap Risa dengan tawanya.
Denis menatap Risa dengan wajah yang begitu kesal.
"Sudahlah lupakan saja!!" kesal Denis.
Mana mungkin aku mengakui kalau aku sedang cemburu dengan bocah kecil itu!!
"Dasar tidak jelas!!" ucap Risa.
Denis tiba-tiba menarik tangan Risa.
"Denis, lepaskan aku!!" ucap Risa.
"Diamlah, ayo aku akan mengajakmu ke suatu tempat lagi!!" ajak dengan nada yang begitu antusias.
Risa hanya menuruti ucapan Denis tanpa .melakukan protes apapun.
"Kemana dia akan membawaku?" guman Risa dalam hati.
Denis terus menarik Risa untuk menuju sebuah tempat yang tidak lain adalah tempat kenangan Denis bersama kakek dan neneknya. selain taman cinta kakek dan nenek Denis punya tempat kenangan yang indah lagi letaknya tidak jauh dari taman cinta itu. makanya Denis berniat mengajak Risa untuk ke tempat itu.
"Den, kita mau kemana sih?" keluh Risa.
"Nanti kamu akan tau Risa, jangan bawel!!" jawab Denis, yang tidak melepaskan tangannya dari tangan Risa.
"Kamu akan tau nanti Risa!! dan perlu kamu tau kamu adalah wanita yang pertama kali aku ajak ke tempat ini!!" guman Denis dalam hati.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Risa dan Denis sampai ditempat kenangan kakek dan neneknya yang kedua setelah taman cinta.
__ADS_1
Bersambung.