Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
168.Nonton flim drama.


__ADS_3

"Kamu pasti sangat lelah Istriku." kata Denis yang membiarkan Risa tidur dipangkuannya.


Sambil menjaga Istrinya yang sedang tidur dipangkuannya, Denis fokus menonton flim drama yang sedang dirinya setel.


Melihat adegan-adegan yang begitu romantis, membuat Denis menelan ludahnya dengan kasar.


"Coba kalau Risa tidak tidur, pasti Aku akan mengajak Risa mempraktekkan adegan-adegan flim itu." Gumam Denis dengan pikiran mesumnya.


Berbagai adegan panas sungguh membuat Denis cengar-cengir sendiri.


"Mereka cocok sekali."


"Laki-lakinya tampan, wanitanya juga cantik."


"Pantes saja Risa, demen banget nonton film drama, bahkan kadang lupa waktu karena sangking asiknya."


"Dasar Risa, untung Aku mencintaimu jadi Aku membiarkanmu menonton drama kesukaanmu." Omel Denis.


"Haha tapi Aku juga sih sama flim drama." gumam Denis yang diiringi dengan senyum manisnya.


Padahal Denis juga demen banget nonton film drama, tapi Denis mengomeli Risa sesukanya, untung Risa sedang tidur coba kalau Risa bangun pasti bakal terjadi perang untuk kesekian kalinya.


Melihat adegan lucu Denis langsung mengeluarkan tawanya, Risa yang sedang tertidur nyenyak merasa sangat terganggu mendengar suara Denis.


"Emmhh jangan tertawa keras-keras." omel Risa dengan suara khas yang masih memejamkan matanya.


Denis melirik kearah Risa, melihat Risa ternyata masih memejamkan matanya, Denis hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar tidur saja masih bisa ngomel-ngomel." gumam Denis tidak percaya.


20 menit kemudian, Risa bergulat dari tidurnya dan hampir saja terjatuh, beruntung Denis langsung menahan dengan tangannya hingga Risa tidak terjatuh.


"Bangunlah, buka kedua matamu!" pinta Denis sambil melihat wajah cantik Risa yang baru saja bangun tidur.


"Apa Aku tidur begitu lama?" tanya Risa dengan wajah begitu polosnya.


"Kamu tidur lumayan lama." sambung Denis.


Risa bangun dari pangkuan Denis, lalu dengan begitu manja tiba-tiba memeluk Denis.


"Sayang, kok tumben Kamu manja gini?" tanya Denis, karena tidak biasanya Risa bersikap manja seperti ini.


"Memangnya Kenapa? Aku manja dengan Suamiku sendiri." bukannya menjawab Risa malah balik bertanya.


Denis tersenyum lalu mencubit hidung Risa.


"Dasar Kamu ini." omel Denis sambil mencubit hidung Risa dengan pelan.


Sedang asik bermanja-manjaan dengan Suami, tiba-tiba telpon rumah berbunyi.


"Ada telpon." kata Denis.


"Kamu angkat saja!" Risa menyuruh Denis mengangkat telpon.


Denis mengangkat telpon.


"Hallo maaf ini siapa?" sapa Denis.


"Den, datanglah kerumah! Kamu dan Risa temanin Mama, soalnya Papamu sedang ada kerjaan diluar kota." jawab Mama Rasti.


"Iya Ma, nanti Aku datang kerumah dengan Risa." kata Denis.


"Mama tidak mau nanti, Mama maunya sekarang!" pinta Mama Rasti dengan nada tegas.


"Baiklah Ma, Denis akan kesitu sekarang, tunggu ya!" jawab Denis pasrah.


"Daripada Mama ngomel-ngomel mending turuti saja mau Mama." gumam Denis.


"Baiklah jangan lama-lama Mama tunggu." tegas Mama Rasti.


Mama Rasti langsung mematikan saluran teleponnya, lalu langsung tersenyum bahagia.


"Pokoknya nanti Aku mau tidur sama Risa, biarkan saja Denis tidur sama bantal guling." kata Mama Rasti sambil senyum-senyum sendiri.


Mama Rasti sengaja menyuruh Denis dan Risa menginap dirumah, karena Mama Rasti punya niat terselubung yaitu Mama Rasti mau mengajak Risa tidur dikamarnya, untuk mengobrol bagaimana dengan rumah tangga, untuk berbagai cerita bersama menantunya.


Denis menghebuskan nafasnya dengan sedikit kesal, Risa yang tahu suaminya sedang kesal, langsung bertanya pada Denis.


"Kamu kenapa?" tanya Risa pelan.


"Mama nyuruh Kita menginap dirumahnya!" jelas Denis dengan suara agak kesal.


"Apa Kamu kesal gara-gara masalah ini?" tanya Risa memastikan.

__ADS_1


"Iya, kalau menginap dirumah Mama nanti Kita tidak bebas mau ngapain saja." keluh Denis dengan wajah murungnya.


Risa hanya menyimpan tawa dalam hatinya.


"Dasar suami mesumku." gumam Risa yang tidak berani mengeluarkan tawanya di depan Denis.


"Sudahlah, ayo Kita berangkat kerumah Mama! kasian Mama nungguin Kita nanti kemalaman." bujuk Risa dengan manja.


Akhirnya mau tidak mau Denis dan Risa langsung menuju ke kamar mereka, mereka berdua bersiap-siap, Risa juga langsung memasukkan beberapa baju ke dalam koper takutnya lama menginap dirumah Mama mertuanya.


"Baguslah menginap dirumah Mama jadi Aku bisa tidur nyenyak tiap malam." pikir Risa, mengingat Denis selalu saja menganggunya setiap malam jadi ya ini kesempatan untuk Risa bisa tidur nyenyak.


Denis langsung melajukan mobilnya menuju kerumah Orangtuanya, diperjalanan Denis dan Risa hanya saling diam.


Ayumi dan Alan.


Jam menunjukkan pukul 7 malam, setelah pulang dari rumah sakit Alan langsung mengajak Ayumi untuk pulang kerumahnya, namun karena masih jam 7 malam Alan lebih dulu mengajak Ayumi untuk jalan-jalan sebentar, sambil mencari jajan-jajan pingir jalan yang enak-enak.


Alan memberhentikan mobilnya, lalu Ayumi bertanya.


"Kok berhenti?" tanya Ayumi yang merasa bingung, sambil melihat ramenya ditempat itu.


"Tunggulah, Aku ingin membelikan makanan buat Kamu, Kamu kan belum makan dari tadi." jawab Alan dengan begitu perhatian.


Ayumi tersenyum lalu menganggukkan kepalanya, sedangkan Alan langsung turun dari mobilnya untuk membeli kebab dan minuman untuk mereka makan.


Ayumi terus melihat Alan, yang sedang berdiri sambil menunggu pesanan makannya.


"Kamu adalah laki-laki yang baik, benar apa kata Risa mending yang menyebalkan daripada pada br**gsek." gumam Ayumi.


Setelah beberapa lama, Alan kembali ke mobilnya dengan membawa dua kebab dan 2 botol air putih.


Alan menyodorkan kebab tersebut pada Ayumi.


"Kamu makanlah dulu! pasti Kamu lelah sudah menjalankan hukuman dariku hari ini." kata Alan sambil menyodorkan kebab yang dirinya bawa pada Ayumi.


Alan tahu pasti Ayumi sangat lelah hari ini, Ayumi dari tadi membacakan dongeng untuk Anak-anak dirumah sakit hingga beberapa jam.


"Terimakasih." jawab Ayumi dengan begitu menggemaskan.


Alan tersenyum, lalu mengacak-acak rambut Ayumi dengan tangannya.


"Makanlah!" pinta Alan.


Ayumi langsung memasukkan kebab yang dibeli Alan ke dalam mulutnya.


Setelah kebabnya habis, Alan langsung membukakan botol minum, lalu memberikan pada Ayumi.


"Minumlah!" suruh Alan dengan penuh perhatian.


Ayumi mesam-mesem sendiri.


"Aduh seperti ini rasanya diperhatikan sama pacar." gumam Ayumi yang merasa senang.


Wajar Ayumi merasa senang mendapatkan cinta dan perhatian dari Alan, karena Alan beda sekali dengan Levin yang suka main perempuan. Levin adalah cowok yang pernah Ayumi taksir dikampusnya tapi ternyata Levin adalah laki-laki yang suka main perempuan.


"Aku tahu Aku begitu tampan, jadi tidak usah terus mesam-mesem seperti itu!" goda Alan.


Ayumi langsung memayunkan bibirnya.


"Dasar GR, siapa juga yang mesam-mesem gara-gara ketampananmu." omel Ayumi.


"Baiklah, Aku mengalah." pasrah Alan sambil mencubit pipi Ayumi.


Ayumi memegang pipinya, lalu bergumam.


"Sudahlah Al berhenti menggodaku, atau malam ini Aku tidak akan bisa tidur." gumam Ayumi sambil memegang pipinya.


Alan hanya menggelengkan kepalanya, lalu menyalakan mesin mobilnya untuk menuju kerumah Ayumi.


Karena hari sudah semakin malam, jadi Alan harus segera mengantar Ayumi pulang atau Papa Yusuf akan memarahi Alan nanti.


Denis dan Risa sudah sampai dirumahnya Orangtua Denis, melihat Risa Mama Rasti langsung memeluk Risa.


"Menantu Mama, Mama kangen sekali." kata Mama Rasti sambil mencium pipi Risa secara bergantian.


Mama Rasti melepaskan pelukannya, lalu langsung mengandeng Risa untuk duduk di sofa ruang keluarga.


"Sayang, Duduklah! Mama ambilkan Kamu minum dulu." kata Mama Rasti dengan begitu penuh perhatian.


Wajarlah Mama Rasti selalu bersikap perhatian sama Risa, karena Mama Rasti sangat menyayangi Risa sudah seperti putrinya sendiri.


Denis yang masih berdiri sambil menarik koper yang berisi baju dirinya dan Risa, kini hanya menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Sekarang Aku sudah seperti Anak tiri, bahkan Mama juga tidak memelukku, ketika melihat Risa Mama lupa sama Anaknya sendiri." berbagai dumelan dalam hati Denis.


"Mama, tidak usah! biar Risa saja yang membuat teh buat Mama." jawab Risa dengan begitu sopan.


Mama Rasti langsung mengembangkan senyumnya, lalu langsung menuntun menantunya menuju ke dapur.


"Ayo sayang, Kita buat teh bareng." ajak Mama Rasti sambil menggandeng tangan Risa.


Kini Mama Rasti dan Risa sedang membuat teh bersama di dapur, sedangkan Denis langsung berjalan ke sofa lalu duduk.


"Percuma menunggu Mama menyuruhku duduk, sekarang Dia sedang sibuk dengan putrinya." omel Denis dalam hatinya.


Denis merasa kesal karena Mamanya hanya menyambut Risa, bahkan Mamanya saja tidak menyapa dirinya sama sekali.


Setelah selesai membuat teh, Mama Rasti dan Risa kembali duduk di sofa.


"Sayang, minumlah teh nya." kata Risa sambil memberikan teh buatannya pada Denis.


Denis meminum teh buatan Risa, Risa hanya tersenyum melihat raut wajah suaminya yang sedang kesal.


"Den, malam ini Risa tidur sama Mama ya!" kata Mama Rasti tiba-tiba.


Denis yang sedang minum teh hampir saja tersedak mendengar perkataan dari mulut Mamanya.


"Apa Mama?" tanya Denis memastikan.


"Risa malam ini tidur sama Mama!!" Mama Rasti mengulangi kata-katanya.


Denis hanya terdiam.


"Mama ini apa-apaan sih? masa Risa tidur sama Mama." keluh Denis dalam hatinya.


Denis pasti tidak akan bisa tidur tanpa Risa, karena Risa itu sudah seperti guling yang ada nyawanya yang bisa Denis ajak bermain kapan saja.


"Mama, jangan bercanda deh." protes Denis.


Mama Rasti menatap Denis dengan tatapan yang begitu serius.


"Apa Mama pernah bercanda denganmu?" tanya Mama Rasti dengan tegas.


"Tapi Ma...." kata-kata Denis terpotong karena Risa langsung memotongnya.


"Sayang, sudahlah kan tidak setiap hari ini, mungkin Mama juga kesepian tidur sendirian." bujuk Risa dengan begitu lembut.


Denis menatap Risa dengan tatapan begitu kesal.


"Apa ini semua sudah direncanakan?" pikir Denis.


"Tapi Ris, Aku tidak bisa tidur tanpa Kamu." sambung Denis dengan wajah memelas.


"Hanya malam ini Den." rengkek Mama Rasti.


Risa terdiam sebentar, melihat suaminya dan Mama mertuanya, Risa hanya bisa menahan tawanya.


"Kalian begitu lucu." gumam Risa sambil melihat Suaminya dan Mama mertuanya saling bernegosiasi merebutkan dirinya.


"Sayang, nanti pulang dari rumah Mama Aku kasih jatah lebih." bisik Risa ditelinga Denis.


Denis kembali berbisik pada Risa.


"Awas saja jika Kamu berbohong!" Denis memberikan ancaman untuk Risa.


Risa langsung menganggukkan kepalanya, sedangkan Denis langsung menyetujui Risa tidur dengan Mamanya.


"Baiklah Ma, Risa boleh tidur sama Mama, tapi hanya malam ini ya Ma!" kata Denis sambil memayunkan bibirnya.


"Iya iya... ayo Risa Kita ke kamar." jawab Mama Rasti yang langsung mengajak Risa masuk kedalam kamarnya.


Denis memegang kepalanya dengan kedua tangannya, malam ini Denis rasanya kesal sekali apalagi Mamanya mengajak Risa tidur bersamanya.


Denis langsung melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.


Dikamar Denis.


Denis mengambil bantal guling, lalu memeluknya.


"Malam ini Kamu temanin Aku tidur ya, soalnya guling bernyawaku sedang dipinjam sama Mama." gumam Denis sambil memeluk bantal guling.


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya-karya teman Asti 😊

__ADS_1




__ADS_2