Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
220.Mengungkap kebenaran.


__ADS_3

"Dia bilang ada Alan, Bukankah Alan itu adalah kekasihnya Ayumi?" Tanya Levin pada dirinya sendiri.


"Tapi untuk apa dia datang kerumahku?" Pikir Levin dengan perasaan bingung.


Levin terus berjalan menuju ke pintu depan dan benar dirinya melihat sosok Alan ada di depan pintu.


"Dia benar Alan, Tapi untuk apa dia datang ke rumahku." Batin Levin dalam hatinya.


"Syahfiya kenapa kamu tidak menyuruhnya masuk?" Tanya Levin dengan sorot mata penuh tanda tanya.


Syahfiya bingung harus menjawab apa? Syahfiya melihat Levin dengan senyuman penuh rasa bersalah.


"Emm aku sudah menyuruhnya masuk dari tadi." Dengan nada terbata-bata Syahfiya menjawab pertanyaan Levin.


Levin menatap Syahfiya dengan sorot mata penuh tanda tanya.


"Sepertinya Syahfiya sedang ketakutan, Apa yang sebenarnya terjadi?" Pikir Levin dalam hatinya.


"Al masuklah!" Levin menyuruh Alan masuk.


Alan masuk kedalam rumah Levin diikuti oleh Panji dan Denis.


"Silahkan duduk!" Levin menyuruh Alan duduk sedangkan Syahfiya hanya diam saja karena merasa ketakutan.


"Tidak perlu! Aku kesini hanya untuk mengungkapkan kebenaran." Dengan lantang Alan menolak tawaran Levin untuk duduk.


Levin menatap Alan dengan tatapan sorot mata bingung.


"Ini ada apasih?" Tanya Levin.


Alan melihat kearah Panji, Panji mendekat kearah Alan.


"Mana ponsel kamu Pan?" Tanya Alan dengan tatapan serius, Panji mengeluarkan ponselnya dari saku celananya lalu memberikanya pada Alan.


Alan langsung menggeser layar ponsel Panji lalu menujukan sebuah foto pada Levin.


"Ini foto mobil kamu kan?" Tanya Alan dengan sorot membunuh.


Levin terus memperhatikan foto tersebut lalu menganggukan kepalanya.


"Iya benar itu mobilku, Tapi darimana kamu mendapatkan foto mobilku?" Tanya Levin dengan raut wajah bingung.


"Apa kamu pergi membawa mobilmu ke mall xx jam sekian?" tanya Alan dengan tegas.


Levin terdiam kini dirinya sedang berpikir. Levin tidak merasa pergi mall atau kemanapun karena memang dirinya hanya dirumah saja dari tadi.


"Aku tidak pergi kemana-mana, Tadi mobilku yang membawa Syahfiya katanya mau ke mall untuk membeli apa gitu?" Jelas Levin dengan jujur.


Mendengar penjelasan dari Levin membuat Alan menatap Syahfiya dengan tatapan garang, Melihat tatapan Alan membuat Syahfiya takut.


"Kenapa sih harus ketahuan." Batin Syahfiya dalam hatinya.

__ADS_1


Alan dengan kesal hampir menapar pipi mulus Syahfiya, Tapi dengan cepat Denis menahan tangan Alan.


"Alan jangan memakai kekerasan itu tidak akan menyelesaikan masalah dan yang ada akan menambah masalah." Denis menahan tangan Alan dan Alan langsung menurunkan tangannya dengan kasar.


"Syahfiya aku tahu ini bukan pertama kalinya kamu hampir menabrak Ayumi, Dulu kamu juga hampir menabrak Ayumi, Aku menyelidiki semuanya tapi aku diam saja dan sekarang kamu malah melakukan hal menjijikkan seperti ini lagi, Katakan padaku mau kamu itu apa sebenarnya?" Dengan amarah yang menguasai hatinya, Alan mengatakan semuanya dengan nada yang menggebu-gebu.


Dulu waktu Ayumi masih dekat dengan Alan dan sedang berjalan bersama dengan Denis dan Risa, Ayumi juga hampir tertabrak tapi untungnya Alan menyelematkannya. Alan juga langsung mencari tahu pada waktu itu siapa yang hampir menabrak Ayumi? Dan ternyata adalah Syahfiya.


Syahfiya terus tersenyum penuh kemenangan, Kini dirinya berjalan mendekati Alan.


"Dengarkan aku baik-baik Alan Mahendra, Aku melakukan semua ini karena aku tidak mau kamu dimiliki oleh wanita manapun termasuk Ayumi, Aku tidak akan rela melihat kamu bahagia dengan wanita lain." Jawab Syahfiya dengan nada lantang.


Mendengar pengakuan sang istri Levin tidak percaya, Levin hendak menjawab jawaban dari Syahfiya tapi dengan cepat Syahfiya meliriknya dengan tajam.


"Kamu diam dan sudah tidak usah ikut campur, Karena ini urusan aku dan mantan kekasihku." Syahfiya melarang Levin ikut campur.


Alan geleng-geleng kepala, Denis juga sudah ikut kesal apalagi Panji rasanya sudah ingin sekali menerkam Syahfiya.


"Syahfiya aku ini suamimu!" Bentak Levin dengan nada menggema.


Syahfiya tertawa lantang mendengar bentakan dari Levin, Kali ini dirinya geleng-geleng kepala.


"Tuan Levin yang terhormat jika bukan karena kamu sudah meniduriku, Aku tidak akan sudih menikah dengan laki-laki sepertimu!" Dengan lantang Syahfiya memberikan penegasan pada Levin.


Hati Levin begitu tersentak, Karena biar bagaimanapun Levin tulus menikah dengan Syahfiya, Levin juga sadar apa yang dilakukan itu salah makanya Levin mempertanggung jawabkan perbuatannya.


"Dasar istri kurang ajar, Baliklah setelah anakku lahir, Aku akan langsung menalakmu!" Dengan sorot mata yang tajam Levin memberikan penegasan pada Syahfiya.


"Kalian bicarakan masalah rumah tangga kalian bisa lain kali, Levin sekarang biarkan aku menyelesaikan masalahku dengan wanita ini." Pinta Alan dengan tatapan garang.


Tatapan Alan kembali fokus ke Syahfiya.


"Syahfiya, Aku tidak menyangka Syahfiya yang dulu begitu baik dan sangat penyayang bisa menjadi seperti iblis seperti sekarang ini." Alan terus geleng-geleng kepala karena tidak percaya seorang Syahfiya bisa berbuat jahat dan hampir membunuh orang lain.


Syahfiya gadis cantik yang begitu baik, Lembut dan sangat penyayang, Siapa yang menyangka bisa berubah menjadi iblis seperti sekarang ini? Alan sebagai mantan kekasihnya juga tidak percaya.


"Kamu mau tahu kenapa? Itu semua karena kamu aku ingin memilikimu sepenuhnya Alan, Tapi kenapa kamu lebih memilih wanita itu daripada aku?" Dengan nada marah Syahfiya bertanya kepada Alan.


"Tanyakan pada orang tuamu, Dia tahu semua jawabannya!" Jawab Alan dengan tegas.


Syahfiya tidak tahu apa yang sudah dilakukan oleh kedua orang tuanya pada Alan saat itu.


"Aku tidak mau berurusan lebih panjang lagi denganmu, Dan aku punya bukti-bukti semua tentang kejahatanmu, Maka aku akan menyerahkan semuanya pada polisi untuk mengurusnya." Tegas Alan dengan sorot mata tajam.


"Denis, Panji ayo kita pulang sekarang, Kita serahkan masalah ini pada polisi saja!" Alan mengajak Denis dan Panji untuk pulang.


"Kamu benar Al, Kita serahkan pada polisi saja lagian ini bukan pertama kalinya dia hampir menabrak Ayumi." Denis setuju dengan rencana Alan.


Alan, Denis dan Panji pergi begitu saja meninggalkan rumah Levin, Levin juga pergi begitu saja meninggalkan Syahfiya.


"Urus masalahmu sendiri! Aku mau bersenang-senang dengan wanita lain." Sangking marahnya Levin berlalu begitu saja dari hadapan Syahfiya.

__ADS_1


Kini Syahfiya sudah tersungkur dilantai meratapi nasibnya.


"Kenapa hidupku jadi seperti ini." Teriak Syahfiya dalam hatinya.


Levin menuju kesebuah club malam yang sering dirinya datangin. Di dalam club banyak wanita yang menghampirinya dan mengajak dirinya bersenang-senang, Tapi Levin menolaknya dengan halus.


"Sebentar lagi aku akan punya anak, Aku kesini hanya untuk menenangkan diri saja karena aku tidak mau sampai melampiaskan amarahku pada istriku, Syahfiya kenapa kamu bisa melakukan hal bodoh seperti ini? Aku menikah denganmu karena aku juga sudah menyukaimu dari awal kita bertemu." Batin Levin terus meronta-ronta.


Seorang Levin laki-laki yang brengsek suka main wanita akhirnya menjatuhkan pilihan hatinya pada Syahfiya, Tapi sayangnya Syahfiya itu tidak tahu terimakasih dan malah menjadi istri kurang ajar.


Alan menghentikan mobilnya dikantor polisi, Alan melaporkan semua kejahatan Syahfiya pada polisi, Semua bukti juga Alan berikan pada polisi, Setelah melaporkan semuanya Alan kembali melanjutkan perjalanan kerumah Denis karena Ayumi sudah menunggunya disana.


Alan terus fokus menyetir, Denis dan Panji juga hanya diam saja, Mereka tahu pikiran dan hati Alan sedang kacau jadi mereka tidak ada yang membuka suara.


"Syahfiya aku tidak menyangka kamu tega berbuat hal jahat seperti ini." Hati Alan masih tidak percaya dengan apa yang Syahfiya lakukan.


Sesampainya dirumah Denis, Mereka semua turun dari mobil dengan cepat Alan berjalan masuk kedalam rumah Denis untuk menemui Ayumi.


"Alan....." Panggil Ayumi yang langsung berlari kepelukan Alan, Alan memeluk Ayumi dengan sangat erat.


Ayumi menyentuh belakang kepala Alan, Ayumi merasakan basah pada tangannya lalu Ayumi segara melihat tangannya.


"Darah...."


"Kita kerumah sakit sekarang!" Pinta Ayumi.


"Tidak usah sayang, Kamu baik-baik saja aku sudah sangat bersyukur, Luka ini tidak ada apa-apanya." Tolak Alan dengan senyum manisnya.


Risa dan Denis saling berpelukan, Risa tersenyum pada Denis.


"Lihat Seketaris Alan begitu di sweet." Risa memuji hubungan Alan dan Ayumi.


"Aish suamimu juga tidak kalah so sweet." Denis kesal karena Risa memuji laki-laki lain.


"Iya kamu so sweet diatas ranjang." Sambung Risa dengan tawa simpul dibibirnya.


Mereka semuanya duduk diruang keluarga, Denis duduk sambil terus memeluk Risa, Panji dan Alya sibuk memakan cemilan yang ada diatas meja dan Ayumi sedang mengobati luka di kepala Alan.


Dirumah Levin dan Syahfiya...


"Tok...tok..tok.." Suara ketukan pintu.


"Siapa yang datang?" Dengan kasar Syahfiya bangun dari tempat dirinya tersungkur.


Syahfiya berjalan menuju ke depan untuk membukakan pintu.


"Ceklek....." Suara gagang pintu.


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2