
ANJENI POV
Kita sepeakat akan bertemu di sebuah restoran , Rayana Atau biasa di panggil Ana sudah mengirim alamat lengkap a nya , setibanya disana rupanya dia sudah menungggu.
"Anjeni !!!" Teriak Ana sambil berdiri .
Aku pun menghampiri nya dan membalas pelukannya .
"Ciee yang udah jadi istri konglomerat". Sindir Ana
"Apa si , emang kamu tau?". Tanya ku sambil melepaskan pelukan dan duduk di kursi berhadapan dengan Ana.
"Ya elah , dia orang yang berpangaruh disini kali , makanya saat dia menikah beritanya langsung tersebar disini , perusahaannya juga merupakan Vendor tempat ku bekerja jadi pasti tau lah". Jelas Ana sambil melihat daftar menu .
"Oh , gitu kah . Memang kamu kerja dimana?". Tanya ku
"Aku kerja di perusahaan kamera , Namun aku bagian kantornya , dan aku lah yang bertugas untuk memesan spare part gitu , dan kebetulan pak Daniel itu Vendor untuk Optik gitu , memang si banyak yang juga rekomen lensa optik gitu , tapi setelah observasi lensa optik punya pak Daniel lah yang paling bagus gitu". Ucap Ana panjang lebar
"Keren juga yah he he he". Ucap ku sambil cekikikan
"Keren lah , dia kalau ngeluarin produk juga keren keren , ya bisa di bilang kita kerja sama gitu lah yah , dia yang bikin lensa lah kita yang merakit mesin mesin gitu". jelas Ana lagi
"Yuk ahh kamu mau pesen apa ?" .Ucap Ana karena sudah memutuskan mau pesen apa .
"Samain saja lah ya , aku gak tau makanan disini yang enak apa ". Titah ku
"Sip , kupilihkan yang palingggg enak". Ucap Ana .
Setelah Satu jam lebih kita mengobrol membahas hal yng penting maupun tak penting , kita pun memutuskan untuk jalan jalan . Aku jalan jalan memakai kartu kredit dari mas Daniel karena uang cash ku masih pakai Rupiah jadi tak laku disini .
Mulai dari menonton bioskop , jalan ke taman , masuk ke area bermain , naik beberapa wahana dan terakhir sedang duduk di Danau buatan pemerintah . Waktu sudah malam pukul 8 .
"Sebelum pulang antar aku belanja oleh oleh bentar mau gak Na? besok aku akan pulang ke indonesia". Pintaku
"Lahh? besok mau pulang?" Tanya Ana lesu
"Aku cuma seminggu disini dan beruntung nya aku ketemu dengan mu jadi aku disini ada lah bahan ceritaan di Rumah". Ucapku.
__ADS_1
"Memang selama disini kau tak kemana mana apa?". Tanya Ana heran.
Aku pun hanya menggeleng , Aku langsung berdiri dan menggandeng tangan Ana .
"Yuk ahh , keburu malam .nanti kuantar kau pulang!" . Ajaku dan Ana mengiyakan .
Setelah puas belanja oleh oleh mulai dari baju , celana , sampai makanan , akupun mengatar Ana pulang .
"Jen , kau baik baik saja? , mukamu sangat pucat". Ucap Ana khawatir saat aku sampai didepan Apartemen nya .
"Izt tak apa , udah masuk gih , dah malam , makasih ya untuk hari ini". Ucap ku santai .
"Ya sama sama , makasih juga traktiran nya, nanti kalau datang ke London lagi kabarin ya , ku ajak jalan jalan lagi ". Ucap Ana sambil melambaikan tangan .
Aku tak menjawab hanya membalik kan badan akan masuk ke mobil .
"BAYYY !! HATI HATI YA !!'. ucap Ana sambil teriak .
Aku tak menjawab hanya senyum dan menutup pintu mobil .
Di mobil pun aku merasa tak enak badan , entah lah tadi pagi pun baik baik saja , tapi sekarang terasa mual , mungkin masuk angin atau kecapean karena seharian jalan jalan .
Beberapa pengawal maupun pelayan menawarkan untuk menggendongku namun aku tak mau , dan hanya di papah oleh satu pelayan wanita .
"Silahkan minum nyonya". Ucap Bi Sus memberiku air putih hangat saat sudah sampai di ranjang .
Beberapa pelayan yang lain sibuk menaruh belanjaan ku dan ada yang sibuk melepas sepatuku , membetulkan posisi bantal dan selimut .
"Apa si mas udah pulang Bi?". Tanyaku setelah tiduran dan di selimut oleh bibi Sus
"Belum nyonya , tapi tadi pak Nanang memberi kabar kalau di sedang di jalan dari bandara kesini , makanya kami jaga jaga untuk menyambutnya .
"Oh , yasudah ". Ucapku lemas.
"Istirahat lah nyonya ini minumnya saya taruh disini barang kali mau minum lagi , jika butuh bantuan tekan saja angka satu nanti saya akan datang". Ucap Bi Sus ramah .
"Makasih Bi". Ucapku .
__ADS_1
Bibi Sus berlalu dan mematikan lampu , lalu menutup pintu . Aku pun memejamkan Mataku dan langsung tertidur.
AUTHOR POV
Daniel pulang sampai rumah jam 12 malam . Pelayan membukakan pintu .
Semua pelayan membukukan badan saat Daniel masuk ke dalam rumah .
"Anda ingin sesuatu tuan?". Ucap Bibi Sus di awal tangga.
"Apa Anjeni sudah pulang ?".Ucap Daniel berhenti
"Sudah tuan , tadi pukul 11 lebih , namun sepertinya dia sedang tidak enak badan , wajahnya sangat pucat". Ucap Bibi mei Ramah
"Lalu?". Ucap Daniel bersiap naik anak tangga pertama.
"Dia sudah tertidur Tuan". Ucap Bibi Sus .
Daniel tak menjawab lalu masuk ke kamarnya untuk mandi . Nampak Anjeni sedang tertidur Namun Daniel sama sekali tak ada keniatan melihat atau mengecek nya sama sekali , dia cuek masuk ke kekamar mandi .
Pukul 4 Pagi Daniel masih bekerja di ruang kerjanya , ia sedang menyenderkan kepalanya di ujung kursi , memejamkan mata , baru saja memejamkan mata tiba tiba ada suara benda besi terjatuh .
Sontak Daniel langsung ke luar dan nampak 2 Pelayan sedang mengambil baskom besar terbuat dari aluminium yang terjatuh di depan ruang kerja Daniel . 2 pelayan tersebut nampak Kaget melihat Daniel dan ketakukan , mereka tau Daniel keluar pasti karena merasa terganggu karena suara baskom Jatuh tersebut . 2 pelayan itu membukukan badan dan langsung lari tergopoh gopoh menuju kemar Anjeni .
Daniel pun merasa heran dengan tingkah 2 Pelayanan tersebut. Dan berjalan masuk ke kamar.
Saat Daniel membuka pintu kamar ia terkejut , namun beberapa detik kemudian ia langsung menetralkan lagi wajahnya menjadi datar seperti semua . Nampak ada pelayan sedang merapihkan pecahan gelas , dan merapikan telfon yang terjatuh di lantai . Dan juga terlihat Pelayan tadi memeberikan baskom tadi untuk Anjeni . Bibi Sus memijat tengkuk Anjeni dengan minyak angin dan Pak Nanang nampak Memegang bahu Anjeni agar ia bisa terduduk dan satu pelayan memegang baskom di depan wajah Anjeni , nampak Anjeni muntah muntah di dalam baskom tersebut .
"Ada apa?". Tanya Daniel
"Nyonya sepertinya sakit tuan". Ucap Bibi Sus .
"Pak Thomas panggil dokter!". Ucap Daniel pada pak Thomas yang sedang mengelap Bekas muntah Anjeni di lantai .
Pak Thomas langsung berdiri dan mengambil handphone di Sakunya . Setelah selesai pak Thomas kembali ke kamar namun kali ini dia membawa air jahe Hangat.
"Minumlah nyonya ini akan membuatmu baik ". Ucap Pak Thomas .
__ADS_1
Minuman itu di terima oleh bibi Sus dan membatu Anjeni minum , setelah minum sedikit pak Nanang mecoba menyenderkan Anjeni ke bahu ranjang namun baru saja mau menyenderkan Anjeni langsung menginstruksikan untuk meminta baskom dan yang terjadi Anjeni muntah lagi , namun hanya cairan bening yang keluar .