
Setelah selesai makan malam, sesuai perintah dari Alan. Denis langsung menelpon Alan, Risa sedang berdiri sambil melihat indahnya pemandangan malam ini.
"Ini pertama kalinya Aku makan malam romantis seperti, wajar soalnya Aku sebelumnya tidak pernah punya pacar" kata Risa, sambil melihat indahnya bulan yang begitu bersinar malam ini.
Denis sedang menelpon Alan.
"Al, kita sudah selesai" kata Denis.
"Baik tunggulah, Aku akan kesitu" jawab Alan.
Jawab Alan yang langsung mematikan saluran teleponnya, lalu Alan langsung pergi menuju ketempat Denis dan Risa sedang makan malam.
Denis jalan menuju kearah Risa, lalu memeluk Risa dari belakang.
"Kamu sudah menelpon Alan?" tanya Risa, sambil terus melihat indahnya bulan malam ini.
"Sudah, Apa Kamu suka dengan makan malamnya?" tanya Denis, sambil mencium rambut Risa.
Risa membalikkan badannya, sekarang posisi Risa menghadap ke wajah Denis, Denis mensejajarkan wajah dengan wajah Risa.
Kini keduanya sudah saling berhadapan, Denis dan Risa sudah hampir berciuman namun Alan tiba-tiba datang.
"Den...!" panggil Alan.
Dengan wajah yang kesal Denis langsung membalikkan wajahnya, lalu melihat kearah Alan.
Alan yang melihat Denis dan Risa hampir berciuman akhirnya menjailinya.
"Bersambung dulu, lanjutkan dirumah saja nanti! kasiankan mata jomblo jadi pedes gara-gara kalian" omel Alan, dengan sorot matanya yang kesal.
"Dasar jomblo, datang disaat yang tidak tepat, menganggu saja Kamu ini" Denis balik mengomeli Alan semuanya sendiri.
Alan menghembuskan nafasnya dengan kesal, sedangkan Risa hanya diam melihat kedua laki-laki itu beraduh mulut didepannya.
"Besok, Aku cari pacar" kata Alan, karena tidak mau memperpanjang urusannya dengan Denis atau Denis akan kembali membuka aib nya dimasalalunya dihadapan Risa.
Denis mengedipkan satu matanya kearah Alan.
"Apaan sih Kamu Den, berhentilah bersikap menjijikkan seperti itu" omel Alan, yang melihat Denis mengedipkan satu matanya pada dirinya.
"Apa kalian sudah selesai?" tanya Risa.
Alan melihat kearah Risa, lalu tersenyum.
"Sudah, ayo kita lanjutkan kejutan yang kedua" kata Alan, yang sudah mengakhiri perdebatannya dengan Denis.
Alan berjalan menuju kearah Denis dan Risa berdiri, lalu Alan memberikan sebuah kunci pada Denis.
"Ini kunci apa?" tanya Denis.
"Ingin kunci hotel, ini kejutan kedua dariku untuk kalian berdua" jawab Alan.
Dipikiran Denis sudah berperang dengan pikiran mesumnya.
"Alan Kamu memang paling tau, Aku pasti akan melakukannya dengan baik kali ini" pikiran mesum Denis.
Dengan wajah yang begitu sumpringgah, Denis terus tersenyum pada Alan.
"Dasar gila" omel Alan, yang melihat Denis terus senyam-senyum pada dirinya.
"Al, Kamu memang paling tau yang cocok untuk pengantin baru" puji Denis, yang terus memancarkan senyumannya.
__ADS_1
"Baru darimananya, orang sudah beberapa bulan dasar BUCIN bodoh" gumam Alan.
"Ikuti Aku!" pinta Alan.
Denis dan Risa mengikuti langkah kaki Alan, sampai akhirnya mereka sampai didepan kamar hotel.
Risa terus memegang tangan Denis.Denis membuka pintu kamar hotel tersebut.
"Ceklek..." Denis membuka pintu.
Lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar bersama Risa.
betapa terkejutnya Denis melihat apa yang ada dihadapannya saat ini.
"Maya.....?" kata Denis.
"Maya...?" saut Risa.
Kini Denis melihat Maya sedang bercinta dengan Keanu, Maya sedang berada diatas Keanu tanpa sehelai baju, begitu juga Keanu Dia juga telanjang tangannya sedang meremas-remas gunung kembar Maya.
Maya yang mendengar suara Denis, lalu melihat kearah Denis.
"Denis...." saut Maya, yang langsung bangun dari atas tubuh Keanu, lalu langsung memakai bajunya.
Keanu langsung menutup miliknya yang masih tegang dengan selimut.
"Dasar Wanita ****** murahan..." kata Denis, yang merasa begitu marah.
Denis langsung menghampiri Maya, lalu menampar Maya dengan begitu keras.
"Dasar Wanita ******.... Plakkk!!" kata Denis, sambil menampar Maya.
"Den... Denis ini tidak seperti apa yang Kamu lihat, laki-laki itu yang memaksaku!" kata Maya yang berusaha membela dirinya, sambil memegangi pipinya yang baru saja ditampar oleh Denis.
"Dan Kamu laki-laki brengsek, bisa-bisanya Kamu meniduri Wanita yang bukan istrimu" kesal Denis, yang langsung menarik Keanu dari dalam selimut.
Denis langsung menghajar Keanu dengan tangannya hingga sudut bibir Keanu berdarah.
"Iya Den, Dia yang sudah memaksaku" kata Maya, yang sudah pura-pura mengeluarkan air matanya.
"Kamu saja bodoh Tuan Denis!" kata Keanu, yang mau membalas pukulan dari Denis namun dengan sigap Denis langsung menahan tangan Keanu.
"Jangan pernah menyentuhku sedikitpun" kata Denis, yang langsung kembali memukul Keanu dengan tangannya.
Kini Keanu tersungkur lemas dilantai, karena ulah Denis.
Karena Alan dan Ray sudah berkerja sama, bahkan mereka sudah menyadap kamar yang ditempati oleh Maya dan Keanu, kini mereka sudah sama-sama memakai alat pendengar ditelinga mereka.mendengar kebohongan dari mulut Maya, membuat Alan begitu kesal.
Alan langsung masuk kedalam kamar tersebut, dengan begitu kasar.
"Hay Kamu Wanita ****** murahan, Kamu bilang laki-laki itu yang sudah memaksamu, bukankah Dia kekasihmu?" kata Alan tiba-tiba.
"Dasar Kamu sekretaris brengsek, apa yang Kamu tau tentangku? jangan fitnah" kesal Maya yang langsung menepis tangan Alan dari dagunya.
Denis terus meluapkan kemarahannya pada Keanu, Risa hanya berdiri merasa sangat ketakutan.
"Denis hentikan...!" pinta Risa, yang merasa ketakutan.
Denis menghentikan aksinya, kini Denis melangkah kearah Risa.
"Kamu tenanglah" kata Denis, yang berusaha menenangkan Risa.
__ADS_1
"Kamu bilang Aku fitnah? Aku punya semua bukti tentangmu, Kamu sering menjajakan sel**kanganmu dengan banyak laki-laki hidung belang, kamu pernah pergi berlibur dengan Pak Alex keluar negeri, Pak Alex memberikanmu mobil baru, lalu Kamu sering ke bar untuk pergi mabuk-mabukan, sampai sering menginap di hotel dengan bergonta- ganti laki-laki" kata Alan, yang memang tau semuanya tentang kebusukan Maya selama ini.
"Aku tidak menyangka, Kamu sejalang itu May" kata Denis, yang merasa kecewa dengan Maya.
"Jangan dengarkan sekretaris brengsek itu, Dia memang tidak suka denganku, makanya Dia mengarang cerita seperti itu" kata Maya yang lagi-lagi mengelak dengan tuduhan Alan.
"Ray, masuklah ke kamar hotel sekarang, bawah semua bukti kejalangan Maya Calista" pinta Alan, lewat alat pendengar.
Tidak berapa lama Ray, masuk dengan membawa laptop dan sebuah falsdick ditangannya.
"Nyalakan, tunjukkan semua bukti untuk menutup mulut Wanita ****** ini" kata Alan dengan begitu tegas.
"Den, Kamu lihat baik-baik bagaimana kelakuan Wanita yang selama ini Kamu puja-puja" kata Alan dengan tegas.
Ray menyalahkan laptopnya, lalu memasangkan falsdick tersebut dan langsung memutarnya.
Kini semua bukti ternyata benar, rekaman Maya berlibur keluar negeri dengan laki-laki hidung belang yang bernama Pak Alex, rekaman Maya sering jalan dengan Keanu, dan semua bukti lainnya lengkap ada didalam flashdisk tersebut.
"Bagaimana apa masih bisa Kamu bilang kalau Aku ini fitnah?" kata Alan, sambil menggelengkan kepalanya.
Denis berjalan menuju kearah Maya.
"Apa ini balasan Cintaku padamu selama ini?" tanya Denis, sambil memegang dagu Maya dengan kasar.
"Den.. maafkan Aku" kata Maya.
"Aku tidak butuh maafmu, sekarang pergilah dari hadapanku dan bawa laki-laki brengsek itu bersamamu" kata Denis, yang menolak permintaan maaf dari Maya.
Maya menjatuhkan dirinya, lalu bersungkur dikaki Denis.
"Den, maafkan Aku" Maya kembali meminta maaf, namun Denis dengan kasar malah meninggalkan Maya yang masih bersungkur.
"Alan, ambil kembali semua fasilitas yang Aku berikan pada Wanita ****** ini, jangan biarkan Dia hidup dengan uangku lagi" kata Denis dengan begitu tegas.
Keanu bangun dari tempat Dia tersungkur, lalu memakai pakaiannya.
"Denis..." rengkek Maya.
"Berhenti memanggil namaku, dan cepatlah pergi dari hadapanku" teriak Denis dengan suara yang begitu mengglenggang.
"Saat ini, detik ini, Aku putuskan Kamu dan Aku sudah tidak ada hubungan lagi" Denis memutuskan Maya untuk mempertegas bahwa mereka sudah tidak ada hubungan lagi.
Maya dan Keanu pergi dari kamar tersebut dengan penampilan yang sudah berantakan tidak jelas.
Setelah Maya dan Keanu pergi meninggalkan kamar tersebut, Kini Denis dan Risa duduk disofa yang ada dikamar hotel tersebut.
Alan dan Ray juga ikut duduk dihadapan Denis dan Risa.
"Tenangkan dirimu" pinta Risa, sambil terus memegang tangan Denis.
"Aku tidak menyangka, kenapa Aku bisa bodoh banget bahkan sekretarisku lebih tau tentang mantan pacarku" kata Denis, yang sudah tidak sudih lagi menyebut Maya sebagai pacarnya.
Kini mata Denis, menuntut penjelasan pada Alan.
"Apa ini kejutanmu?" tanya Denis.
"Ini rencanaku, kejutan yang sesungguhnya bukan ini" kata Alan.
"Ceritakan semuanya dari awal!" pinta Denis.
Bersambung π
__ADS_1
Baca juga ya ini novel teman Asti ππ