
"Yaudah Kami pamit ya . Salam buat Daniel yah ". Ucap mamah nur , pamit pulang ke pada Anjeni
Sedangkan Anjeni masih kamar Hotel menunggu Daniel untuk pulang Bareng kerumah .
Lama menunggu dan pukul jam 2 Daniel masuk kekamar hotel .
"Mas , sudah selesai??". Tanya Anjeni ramah.
" Sudah ". Jawab Daniel cuek lalu duduk di kursi dekat jendela .
"Duduk !". Ucap Daniel sambil Nunjuk ranjang, yang mengisyaratkan untuk Anjeni duduk .
"Aku akan pergi ke london". Ucap Daniel
"Kapan mas ?" Tanya Anjeni lembut
"Jam tengah 6". Ucap Daniel , lalu mengambil dompet di celananya dan mengeluarkan kartu kredit dan memberikan pada Anjeni.
"Kartu Kredit , kau bisa menggunakannya kapanpun kau mau , itu limit tak terbatas , mau ngambil duit pun bisa , sandinya 11 10 9 8 , hanya itu yang bisa aku berikan untuk saat ini ".Ucap Daniel panjang lebar.
"Aku masih ada tabungan mas " . jawab Anjeni masih belum mau nerima Kartu Kredit itu
"Simpan uangmu , dan terima ini ! aku tak suka di tolak !!". Ucap Daniel lebih terdengar memerintah .
"I..iya ma..maksih mas , aku trima". Ucap Anjeni sedikit takut.
"Aku sudah mendengar kabarmu dengan Davin , dari bapak , dan bapak sepertinya sangat terganggu". Ucap Daniel.
"To the point saja , aku tak melarang jika kau masih mau lanjut dengan nya , silahkan . Tapi satu yang kau tau pernikahan kita sangat meriah dan seluruh kolegaku tau semua , sedangkan image ku sebagai pengusaha harus selalu positif , jika kau dekat dengan Davin kesorot media pasti imbasnya langsung padaku , apa lagi kau juga sering wira wiri di tv . Jadi kuharap kau sadar diri kau sudah bersuami jadi jaga sikap apa lagi suami mu ini bukan orang sembarangan".Ucap Daniel panjang lebar .
"....." Anjeni hanya diam , sekarang ia persis seperti anak SD yang lagi di omeli oleh bapaknya karena nakal .
"Image itu sangat berpengaruh sama orang yang bermain saham seperti ku , kau paham??, jadi jika kau mau berhubungan dengannya usahakan backstreet , sudah jelaskan?". Ucap Daniel
"Tapi mas , kita baru menikah apa tidak masalah jika mas langsung berangkat ke london? apa kata mamah nanti?" . Ucap Anjeni ragu sambil menunduk .
"Gak masalah nanti aku yang menjelaskan". Ucap Daniel berdiri
"Letakan apa saja yang akan di bawa biar pengawal ku saja yang bawa". Ucap Daniel dan berjalan berlalu.
Dimobil pun hanya diam yang di rasakan . Benar benar hening , Anjeni hanya melihat jendela mobil , mau mainan Hp rasanya kaku .
Sesampainya dirumah Mamah Nur , Anjeni dan Daniel masuk ke dalam , diikuti oleh pengawal yang membawa barang barang mereka berdua .
"Assalamualaikum".. Ucap Anjeni dan masuk Barengan Daniel ,
"Eh , udah sampe ". Ucap Damar sambil nonton tv .
Lalu Daniel pun ikut bergabung dengan Damar menonton TV bersama , benar benar Daniel sangat pandai beracting , saat bersama dengan Anjeni sangat berbeda 180 derajat sikapnya .
Saat Anjeni sedang dikamar Daniel masuk , terlihat Daniel terkejut karena melihat kamar Anjeni yang kecil Berbeda dengan kamar Daniel yang luasnya bisa nyampe 4x lipat lebih besar dari kamar ini.
"Gimana mas?". Ucap Anjeni sambil merapihkan barang barang .
__ADS_1
"Aku mau berangkat ". Ucap Daniel datar .
Lalu Daniel melangkah keluar dan Anjeni mengukuti dari belakang .
"Yah ditinggal lagi gak papa ya jen". Ucap Nur
"Ya gapapa lah Mah orang mau nyari duit kok yah ya kan niel". Ucap Damar di pintu.
"Iya nih , pamit ya mah , pak , nitip Anjeni ". Ucap Daniel ramah .
"Iya , pasti ati ati ya . semoga sukses ". Ucap Damar .
Dan Daniel pun masuk ke mobil dan perlahan mobil meningglkan rumah Nur .
Hari berlalu seperti biasa sudah satu minggu sejak Daniel ke london . Anjeni beraktivitas seperti biasa . Banyak teman di grub nya mengajak untuk mulai produksi film lagi tapi Anjeni masih malas dan masih ingin santai dulu .
Dilain tempat , Daniel sedang memeriksa Email masuk dari pegawainya yang ia tugaskan untuk melaporkan kegiatan Anjeni , sudah 3minggu sejak Daniel dan Anjeni melakukan hubungan itu , Entah kenapa Daniel masih berharap Anjeni Hamil . Selagi Belum kelihatan Anjeni hamil atau tidak . Selama itu juga Daniel akan selalu mengikuti gerak gerik Anjeni .
"Bagaimana Anjeni mau balik lagi denganku , aku tau mereka menikah hanya untuk sementara". Gumam davin di meja kerjanya sambil menyenderkan kepalanya di kursi.
Berulang kali davin menelfon Anjeni namun tidak Menyambung ini pasti nomornya telah di blokir , bagaimana akan melanjutkan hubungan kalau komunikasi saja sulit , mau main kerumahnya sudah pasti tidak boleh oleh bapaknya.
"Sayang , jalan yuk?". Ucap Sandra langsung duduk di atas meja kerja Davin .
"Sayang ????!!". Rengek Sandra .
"Ada apa kesini ?". Ucap Davin ketus . sambil tetap fokus menatap laptopnya.
"kenapa si vin?? sekarang dingin banget ih!". Ucap Sandra sambil melipat tangan di dada .
"Dari kemarin kemarin saat aku ngajak jalan pasti jawabannya begini , kau sudah bosan dengan ku apa !". Ucap Sandra ngotot .
"Kalau iya kenapa?". Ucap Davin santai
"Davin !!! kau !!!!"... Ucap sandra sambil mengacungkan jarinya pada Davin .
"Baiklah , kalau kau tak mau pergi , aku aja yang pergi". Ucap Davin sambil jalan cepat .
"DAVINNN !!! KEMBALII DAVINN !!" .ucap Sandra sewot namun tak di gubris oleh Davin .
Davin melaju motornya dan sengaja lewat ke area rumah Anjeni , dia ingat dulu sering menjemput Anjeni di depan pertigaan ini . Davin berhenti sejenak di bawah pohon mangga sambil mengamati rumah tingkat satu itu .
Tak lama ada Ojek online yang berhenti di depan rumah tersebut , dan tak lama ada seorang wanita menghampiri Ojek berjaket hijau itu .
Davin mendadak langsung bersemangat , dan langsung mengikuti Ojek itu . Setelah diikuti Ternyata Anjeni menuju ke sebuah kafe. Entah siapa yang ia tunggu , secepat kilat Davin menghampiri Anjeni .
"Jen".. Ucap Davin pada Anjani yang sedang main Hp sambil duduk di kafe .
Anjeni benar benar kaget .. Reflek Anjeni berdiri untuk pergi namun langsung di cekal oleh Davin .
"Plis Vin , jangan ginii". Ucap Anjeni melas
"Enggak Jen , aku mau ngomong pliss Jen , Aku nelfon kau blokir , aku kerumah Kau usir , lalu sekarang kau minta aku melepas mu?". Ucap Davin .
__ADS_1
"Vin , aku sudah menikah jangan begini!". Ucap Anjeni yang takut karena ingat Ucapan Daniel masalah image pemegang Saham
"Masa bodo jen , coba kalau kau gampang dihubungi , aku tak akan segila ini" . Ucap Davin kekeh
"Lepas Vin , kita akan bicara lewat telfon". Ucap Anjeni sudah kehabisan Akal
"Kau memblokirku Anjeni bagaimana bisa ngobrol". Ucap Davin yang tak mau di tipu lagi
Lalu Anjeni mengambil HP dan menunjukan kalau ia membuka blokir nomor Davin .
."Sekarang pergilah , kita akan bicara lewat telfon". Ucap Anjeni
"Okeh , aku akan langsung menelfonmu , awas kalau kau berani memblokir aku lagi". Ancam Davin dan berlalu pergi .
Namun tak benar pergi , Davin hanya bersembunyi memperhatikan Anjeni dari jauh .
Setelah pertemuan itu Anjeni pulang , selama dijalan Anjeni menengok ke belakang , sangat jelas Davin mengikuti nya dari belakang , sepanjang jalan Anjeni ngedumel dalam hati .
Saat sampai dirumah Anjeni langsung turun dan buru buru masuk dan lari kedalam rumah , saat baru masuk kemarin langsung Davin menelpon , sontak Anjeni langsung kaget dan mengintip di jendela nampak Davin sedang melambai tangan kepada Anjeni .
"Haloo'. Ucap Anjeni akhirnya mengangkat telfon dari Davin .
"Hai cantik ". Ucap Davin
"Ada apa ?"ucap Anjeni ketus
"Aku pengen Ketemuan". Ucap Davin ngeyel
"Plis , jawab mau mu apa ? hentikan mengejar ku!". Ucap Anjeni frustasi
"Aku main kita balikan jen". Ucap Davin
"Untuk apa ? kau kan punya Sandra?''. Ucap Anjeni
"Aku sudah Bosan dengannya ". Ucap Davin jujur.
"Kenapa ? Baru berapa bulan kau bosan , bagaimana denganku yang sudah tahunan , tak muak kah?". Ucap Anjeni sambil duduk di meja rias.
"Kau beda Anjeni". jawab Davin
"Apa bedanya ? Aku dan Sandra sama sama Perempuan". tanya Anjeni muak
"Kau dengannya sesuai kontrak kan ?". Tanya Davin to the point .
"....." Anjeni diam
"Anjeni ?? kapan kalian akan bercerai ?". Tanya Davin lagi
"...''
"Jen, jawab??!". Ucap Davin tak sabaran .
"Itu bukan urusanmu Davin". jawab Anjeni kesal
__ADS_1
" Aku akan menunggu mu Anjeni , plis balik ke aku lagi". ucapan Davin memohon
" Vin , udah ya. aku lelah , mau tidur. terserah kau mau nunggu depan rumahku sampe kapan , aku capek !". Ucap Anjeni lalu mematikan telfon sepihak .