Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
61. Uler keket.


__ADS_3

Jam sudah menunjukkan pukul 5 sore, sesuai permintaan Denis hari ini tidak memasak karena Denis mengajak Risa makan diluar.


Risa sedang duduk di depan meja rias.


"Aku masih kepikiran dengan Panji, pasti Panji bertanya-tanya siapa Denis sebenarnya?"


"Katakan aku harus bagaimana sekarang?"


"Nasib jadi gadis pembayar hutang!!"


Berbagai ucapan dari hati Risa, yang terlontar begitu saja. saat ini Risa hanya bisa merenungi nasibnya.


Denis baru selesai mandi, kini dia keluar dari kamar mandi seperti biasanya hanya memakai handuk saja.


"Ris, ambilkan bajuku!!" suruh Denis.


"Iya tunggu" saut Risa, yang langsung bangun dan tempat duduknya menuju lemari pakaian Denis.


"Ini bajunya" ucap Risa, sambil memberikan baju yang ada ditangannya pada Denis.


Denis berganti pakaian di depan Risa.


"Den, kamu apa-apaan? jangan berganti pakaian di hadapanku!!" kesal Risa.


"Memangnya kenapa? kamu istriku, lagian kamu sudah pernah melihat seluruh tubuhku" kata Denis, yang memang benar Risa sudah pernah melihat semua bagian tubuh Denis.


Betapa geramnya Risa mendengar perkataan Denis.


"Den!!"


"Diamlah, aku tidak menerima protes darimu!!" kata Denis, dengan nada penuh kemenangan.


"Ris, bersyukurlah!! biarpun banyak wanita yang menyukaiku, mengagumiku, bahkan banyak yang ingin menjadi istriku" kata Denis, dengan begitu bangganya.


"Tapi aku tetap menerimamu menjadi istriku" kata Denis lagi.


"Dasar manusia serigala, lagian siapa juga yang mau jadi istrimu kalau bukan karena hutang orang tuaku pasti aku sudah bahagia dengan laki-laki yang aku cintai dan mencintaiku" jawab Risa, yang kesal karena mendengar perkataan Denis yang begitu sombong.


"Ingat ya Ris, awas saja jika kamu berani mencintai atau menyukai laki-laki lain dibelakangku!!" kata Denis, dengan nada mengancam.


Risa hanya tertawa sambil menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak peduli!!" ledek Risa.


Denis selesei memakai bajunya.


"Ayo, pergi kencan!!" ajak Denis.


Tiba-tiba bell rumah Denis berbunyi.


"Siapa yang datang jam segini?" pikir Risa.


"Ntahlah, mungkin Mama atau Papa" jawab Denis.


Akhirnya Denis dan Risa turun kebawah untuk membukakan pintu.

__ADS_1


Sampailah diruangan bawah.


"Ceklek" suara pintu terbuka.


Betapa terkejutnya ternyata Maya yang datang, dengan rasa tidak tahu malunya Maya langsung menghambur ke pelukan Denis.


"Maya, lepaskan aku!!" pinta Denis, sambil melepaskan tangan Maya dari tubuhnya.


"Oh ternyata Wanita tidak punya akhlak yang datang" kata Risa, yang langsung pergi meninggalkan Denis dan Maya.


"Kenapa pelakor selalu saja tidak punya malu? mungkin urat malunya sudah putus" sindir Risa, dengan suara yang agak keras sengaja biar Maya mendengarnya.


Risa melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam rumah. namun tiba-tiba Maya menahannya.


"Kau bilang apa? aku tidak punya ahklak!!" kesal Maya, yang kini sudah menatap Risa dengan tatapan begitu tajam.


Risa hanya menganggukan kepalanya.


"Lalu apa?" tanya Risa.


"Wanita yang berpacaran dengan suami wanita lain, itu tandanya dia tidak punya akhlak atau mungkin urat malunya sudah putus!!" sindir Risa dengan begitu pedas.


"Sayang lihatlah gadis bodoh ini, menghinaku!!" Maya mengadu pada Denis.


"Sudahlah, biarkan saja! ayo masuk" ajak Denis, sambil menggandeng tangan Maya.


Ide jail Risa muncul di otaknya.


"Sayang, bukankah kamu tadi mengajakku berkencan" Kata Risa, dengan begitu sengaja agar Maya merasa kesal.


"Jangan dengarkan Risa, dia hanya iri pada kita sayang" bujuk Denis, agar Maya tidak merasa kesal.


"Sayang, bukankah semalam kita habis memadukan cinta kita diatas ranjang" kata Risa, dengan begitu sengaja agar Maya kepanasan.


Maya sangat geram sekali mendengar perkataan Risa bahkan wajahnya kini sudah merah seperti api yang menyala.


"Denisss!!" teriak Maya.


"Risa, berhentilah mengarang cerita tidak benar" pinta Denis, yang langsung mengandeng tangan Maya.


Denis dan Maya kini sudah duduk sofa.


"Lihat saja Den, kali ini aku akan membuat Maya seperti cacing kepanasan!" gumam Risa, yang penuh ide licik diotaknya.


Risa tersenyum jail pada Denis.


"Sayang, kamu bilang aku mengarang cerita. lalu ini apa?" kata Risa, yang menunjukkan bekas merah dilehernya dan di dekat dadanya.


"Hahaha syukurin kamu Den, wanita yang mencintai suami wanita lain memang harus dikasih pelajaran!!" Risa tertawa bangga dalam hatinya.


"Ini apa Den" kata Maya, yang menuntut penjelasan pada Denis.


Risa tersenyum penuh kemenangan, sambil meletakkan lidahnya kerarah Denis.


"Emang enak, rasain tuh!!" kata hati Risa.

__ADS_1


"Maya apa kamu bodoh? aku yakin kamu tau ini apa? Dan pasti kamu juga lebih berpengalaman dariku" jawab Risa, dengan nada yang dibuat-buat.


"Aku yakin kamu yang menggoda Denis!!" kesal Maya, dengan nada yang menggebu-gebu.


Risa tertawa lepas mendengar perkataan Maya.


"Maya apa kamu lupa semalam Denis yang menarikku pulang kerumah?" tanya Risa, yang mengingatkan kejadian semalam di mall waktu jalan sama Panji saat itu Denis begitu marah dan langsung menarik tangan Risa untuk segera pulang.


"Risa, kamu masuklah!!" bentak Denis, yang kini sudah merasa geram karena ulah Risa.


"Dasar Risa sialan, Dia sengaja melakukan ini agar Maya marah padaku!!" geram Denis dalam hatinya.


"Baiklah aku masuk dulu!!" jawab Risa, dengan senyum jailnya.


Risa langsung bangun dari tempat duduknya dan langsung berjalan menuju ke kamarnya.


Di dalam kamar.


Risa langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang, kini hati Risa begitu senang karena sudah membuat Maya begitu marah.


"Rasanya hari ini bahagia sekali, sudah membuat uler keket itu kepanasan!!" kata Risa dengan penuh tawa.


Kembali ke Denis dan Maya.


Denis sedang berusaha membujuk Maya agar tidak marah padanya.


"Sayang, jangan dengarkan omongan Risa!!" pinta Denis, dengan nada merayu.


"Kamu bilang kamu hanya menikahinya, Dan tidak akan menyentunya lalu apa semua itu? bekas merah banyak sekali ditubuh gadis bodoh itu!!" kesal Risa, dengan amarah yang sudah tidak bisa dibendung lagi.


Denis turun dari sofa dan kini sudah duduk didepan Maya sambil memegang kedua tangan Maya.


"Sayang percayalah padaku! semalam tidak terjadi apa-apa, aku melakukan itu karena hanya ingin memberikan hukuman pada Risa" jelas Denis, menceritakan apa yang terjadi semalam.


Maya hanya diam.


"Sayang, ayo aku ajak kamu membeli tas keluaran terbaru!!" bujuk Denis, karena Denis yakin Maya tidak akan menolaknya dan pasti langsung memaafkannya.


Maya langsung tersenyum.


"Jangan lakukan itu lagi pada gadis bodoh itu!!" pinta Maya, dengan nada merajuk.


Denis terdiam.


"Kamu tidak tau Maya, jika di dekat Risa aku tidak bisa mengontrol diriku bahkan aku sampai kecanduan ciuman bibir Risa"


"Siap sayang, jadi mau tidak membeli tas keluaran terbaru?" bujuk Denis lagi, kali ini dengan nada begitu lembut.


"Mau sayang" jawab Maya, dengan senang hati.


Akhirnya Denis langsung pergi mengajak Maya kesalah satu mall dikotanya, agar Maya tidak marah lagi padanya.


Sedangkan Risa sudah terlelap begitu nyenyak diatas kasur yang begitu empuk.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


__ADS_2