
"Sih Ucil siapa Ris?" tanya Mama Rasti dan Mama Dina bersamaan.
Risa lupa kalau sebutan sih Ucil yang tahu hanya dirinya dan Denis saja, lalu Risa menjelaskan pada Mamanya dan Mama mertuanya.
"Maksud Risa Bayi yang ada dalam kandungan Risa Ma, Aku dan Denis biasa menyebutnya sih Ucil." Risa menjelaskan kepada Mamanya dan Mama mertuanya.
"Mama kira tadi siapa?" jawab Mama Rasti.
"Kirain sih Ucil yang di Tv Ris." sambung Mama Dina.
"Kalau yang di Tv itu sih Unyil Ma." kata Denis sambil melihat kearah Mama Dina.
Tidak terasa hari semakin sore, Akhirnya Orangtua Denis dan Risa berpamitan pada Denis dan Risa untuk pulang.
"Den, Mama dan Papa pamit dulu ya! ingat jagain Risa baik-baik jangan sampai lecet sedikitpun, terus apapun yang Risa mau Kamu harus menurutinya." kata Mama Rasti pada Denis.
"Iya Ma, Risa minta jet pribadi juga nanti Denis belikan." jawab Denis yang diiringi tawa jailnya.
Papa Andi langsung berkata pada Risa.
"Nak mintalah apapun pada Denis, katakan saja apa yang Kamu inginkan." kata Papa Andi pada Risa.
"Iya Pa, nanti Aku katakan pada Denis jika Aku ingin sesuatu." jawab Risa dengan sopan.
"Aku yang hamil tapi malah Mama, Papa yang begitu antusias, Denis juga gila masa iya Aku ngidamnya minta jet pribadi buat apa coba?" gumam Risa.
"Nak Denis, Papa dan Mama titip Risa ya." kata Mama Dina dan Papa Risa.
"Iya Ma, tanpa Mama dan Papa menitipkan Risa padaku itu sudah tugasku untuk selalu menjaganya dan membuatnya bahagia Ma." jawab Denis yang diiringi dengan senyum manisnya.
Setelah selesai berpamitan Risa dan Denis langsung mengantar Orangtuanya dan Orangtua Denis ke depan rumahnya.
Setelah semuanya naik ke dalam mobil, lalu mobilnya sudah terlihat, Denis dan Risa kembali masuk ke dalam rumahnya.
Denis dan Risa hanya diam sambil memperhatikan banyaknya berbagai macam buah-buahan, cemilan, membuat mereka bingung bagaimana cara mereka menghabiskan semuanya apalagi mereka hanya tinggal berdua.
"Katakan bagaimana cara Kita menghabiskan semuanya?" tanya Risa dengan tatapan yang begitu bingung.
"Tinggal panggil Alan dan Ayumi lalu mereka suruh habiskan semuanya." jawab Denis.
"Kamu benar, Aku juga harus suruh Panji datang kesini Dia kan makannya banyak pasti nanti cepat habis." sambung Risa dengan begitu semangat.
"Hey kenapa? laki-laki brengsek itu juga dibawa-bawa, Aku tidak mengizinkannya." protes Denis.
Denis mengambil salah satu susu Ibu hamil, lalu mengamatinya dengan begitu teliti.
"Sayang, Kamu harus mulai minum ini." kata Denis sambil menunjukkan susu Ibu hamil pada Risa.
"Iya akan Aku minum nanti malam sebelum tidur." jawab Risa.
"Kamu telponlah sekertaris Alan kesini suruh ajak Ayumi, biar mereka habiskan semua ini!" pinta Risa.
Denis langsung mengambil ponselnya, lalu langsung menelpon Alan.
Denis menelpon Alan.
"Halo Den.." sapa Alan.
"Al, lagi dimana?" tanya Denis.
"Baru pulang dari kantor, ini mau kerumah Ayumi." jawab Alan.
"Mau ngapain Kamu kerumah Ayumi?" tanya Denis.
"Ngapelah Den, memangnya mau ngapain lagi?" jawab Alan.
"Batalkan ngapelnya, cepat datang kerumah ajak Ayumi juga!" kata Denis.
Tanpa mendengarkan jawaban dari Alan, Denis langsung mematikan saluran teleponnya.
__ADS_1
Alan hanya menggelengkan kepalanya, lalu bergumam.
"Dasar mengganggu saja, udah tahu mau pacaran." gumam Alan.
Akhirnya Alan langsung menjemput Ayumi kerumahnya untuk pergi kerumah Denis.
Kembali ke Denis dan Risa.
Denis kembali menaruh ponselnya diatas meja, lalu Denis berkata pada Risa.
"Aku sudah telpon Alan, tunggulah sebentar lagi paling mereka datang!" kata Denis pada Risa.
Denis duduk mendekati Risa, namun Risa menolak Denis mendekati dirinya, lalu Denis bertanya pada Risa.
"Kenapa?" tanya Denis.
"Aku tidak suka bau badanmu jadi Kita jaga jarak sementara waktu." jawab Risa.
"Aku tidak mau, peraturan macam apa itu?masa harus jaga jarak udah kaya truk saja." protes Denis sambil menggelengkan kepalanya.
"Kesal sekali Risa tidak mau dekat-dekat denganku, mending Kamu minta dipeluk-peluk daripada harus jaga jarak." gumam Denis.
"Ini mau sih Ucil sayang." jawab Risa.
Mendengar kata-kata sih Ucil, Denis langsung diam dan langsung menuruti peraturan dari Risa yaitu jaga jarak sementara.
"Baiklah Kita jaga jarak sementara." kata Denis dengan begitu pasrah.
"Tidak apa-apalah, kan memang Aku yang ngebet banget pingin Risa hamil, sekarang Risa sudah hamil ya Aku juga harus siap terima permintaan-permintaan aneh dari Risa." gumam Denis.
Tiba-tiba ada suara ketukan pintu, lalu Denis berkata.
"Tok..tok...tok.." suara ketukan pintu.
"Itu pasti Alan, Aku buka pintunya dulu." kata Denis yang langsung bangun dari tempat duduknya lalu menuju ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.
"Masuklah..!" Denis mempersilahkan Alan dan Ayumi untuk masuk ke dalam rumahnya.
Alan dan Ayumi mengikuti langkah kaki Denis, melihat Ayumi datang Risa langsung tersenyum bahagia.
"Ayumi...." panggil Risa.
"Clarissa..." sahut Ayumi yang langsung menghambur ke pelukan Risa lalu cipika-cipiki dengan Risa.
"Duduklah!" suruh Risa.
Ayumi duduk disamping Risa, sedangkan Denis duduk disamping Alan.
"Tumben, duduknya tidak disamping Risa?" tanya Alan dengan tatapan bingung, apalagi biasanya Denis dan Risa, seperti prangko dan Amplop.
"Risa memintaku untuk jaga jarak." jawab Denis dengan tatapan kesal.
"Apa Kalian sedang marahan?" tanya Alan.
"Tidak, ini mau sih Ucil." jawab Denis.
Alan terdiam, sambil berpikir.
"Sih Ucil siapa?" pikir Alan.
"Sih Ucil siapa Den?" tanya Alan.
"Bayi yang sedang dikandung oleh Risa." jawab Denis.
Ayumi yang sedang asik memakan cemilan bersama Risa, mendengar perkataan Bayi langsung menoleh kearah Denis.
"Baby? Apa itu tandanya Risa sedang hamil?" tanya Ayumi dengan wajah polosnya.
"Iya Risa Yum, Risa sedang hamil." jawab Denis.
__ADS_1
Dengan begitu antusias, Ayumi langsung memeluk tubuh Risa.
"Clarissa sebentar lagi Aku akan dipanggil Tante." kata Ayumi dengan begitu senang.
Denis dan Alan saling menatap, lalu berkata.
"Lihat mereka sudah seperti Teletubbies." kata Denis sambil menggelengkan kepalanya.
"Bisa saja Kamu Den, oh iya Kamu menyuruhku datang kerumah ada apa? apa ada kerjaan yang harus Aku kerjakan?" tanya Alan dengan tatapan serius.
"Iya Aku mau kasih Kamu kerjaan, untuk membantu menghabiskan semua ini!" jawab Denis sambil menunjukkan berbagai macam makanan yang dimeja.
"Den, apa Kamu sudah gila! ini terlalu banyak bagaimana bisa Aku menghabiskannya?" jawab Alan dengan kesal.
Denis melihat kearah Alan lalu tertawa.
"Kan ada Ayumi sekretaris Alan." sambung Risa yang sedang asik makan.
"Aku? tidak mau nanti berat badanku naik." keluh Ayumi.
"Sudah-sudah ada baiknya Kita makan bersama saja sambil nonton flim." usul Alan.
"Boleh, tapi flimnya yang romantis." sambung Risa.
Akhirnya mereka menyetel flim romantis, kini mereka berempat menonton sambil makan berbagai makanan yang ada diatas meja.
Berbagai adegan film membuat Denis ngeces apalagi Risa tidak mau dekat-dekat dengan Denis, mereka sedang jaga jarak sementara.
Sedangkan Ayumi hanya fokus makan karena tidak mau ikutan ngiler gara-gara melihat adegan berbagai macam adegan romantis. Alan yang melihat Ayumi terus makan bahkan Ayumi sudah menghabiskan banyak snack, Akhirnya Alan meledeknya.
"Tadi katanya takut berat badannya naik, itu sudah habis snack berkarung-karung." ledek Alan sambil menggelengkan kepalanya.
Ayumi yang sadar dirinya makan terus dari tadi, lalu Ayumi melihat ternyata sudah banyak plastik sampah dihadapannya.
"Aduh malu sekali, kapan Aku memakan semua snack-snack ini?" gumam Ayumi yang tidak sadar sudah menghabiskan banyak snack yang ada dihadapannya.
Dengan wajah malu, Ayumi menjawab ledekan dari Alan.
"Maaf Aku hilaf." jawab Ayumi dengan wajah yang sudah merah karena rasa malunya.
Bayangkan Ayumi dihadapan kekasihnya, kini dirinya menghabiskan banyak snack padahal tadi bilang takut berat badan naik.
Risa dan Denis saling melempar tawa mereka secara bersamaan.
"Yum berkarung-karung loh." kata Risa dengan begitu jail.
"Apasih Ris." jawab Ayumi dengan senyum malunya.
Denis melihat kearah Alan, lalu berkata pada Alan, lalu tertawa.
"Yum, habiskan saja tidak usah malu-malu." kata Denis dengan begitu jailnya.
Ayumi kembali tersenyum malu-malu, lalu mengajak Alan untuk pulang.
"Sayang ayo pulang, Aku sudah kenyang!" kata Ayumi pada Alan.
Alan hanya tersenyum, lalu menuruti Ayumi untuk segera pulang.
Ayumi dan Alan pulang sedangkan Denis dan Risa langsung membereskan semuanya, setelah selesai mereka langsung menuju ke kamar mereka.
Dikamar mereka terus berdebat, bahkan Risa menyuruh Denis tidur di sofa karena Risa tidak suka dengan bau tubuh Denis.
"Sayang, Kamu tidur sofa saja, Aku tidak suka bau tubuhmu." rengkek Risa.
"Aku tidak mau!!!" tolak Denis.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1