
Anjeni pun tidur di sebrang ranjang dari Daniel , nampak Daniel tidur sangat pulas , Anjeni melirik sejenak dan melihat seksama wajah Daniel tidur .
'Aku tak bisa membohongi , kau sangat tampan mas , pasti sangat beruntung park minnaa punya kekasih seperti mu'. Ucap Anjeni sambil terpukau melihat hidung mancung Daniel , lama lama akhirnya ia tertidur .
Jam 3 pas Anjeni di bangunin oleh mamah Nur , sedangkan Daniel di bangunkan oleh Mamih Maharani .
"Ya Allah jarang tidur , tapi sekali tidur kaya orang mati , DANIIELLLL BANGUNNNNNNN !!!!!!" . Teriak Maharani .
Mamah nur pun ikut membangunkan Daniel . sedangkan Anjeni langsung masuk kamar mandi untuk mandi . Setengah jam Anjeni mandi saat selesai dan keluar kamar mandi pun Daniel masih belum bangun .
Mulai di cubit , di tutup hidung ,di cipratin air , di tampar , sampai di goyang goyang badannya pun tak bangun . Maharani pun frustasi bagaimana cara membangun kan nya .
Anjeni pun mulai watir bagaimana kalau dia tak bangun juga.
"DANIELLLLLL BANGUNNNNNNNNNN!!!" entah sudah berapa kali Maharani berteriak namun tetap nihil.
Jam sudah jam 4 dan Daniel masih tidur sementara acara jam 7 malam . Saat semua sudah lelah dan bingung meilan pun masuk .
"Kakak belum bangun juga mih ". Tanya Meilan
"Tuh , Au ah capek". Jawab Maharani
"Apa selalu seperti ini mbak kalau tidur?". Tanya Nur yang juga Cape dari tadi bantu Bangunin
"Iya , dia sangat susah tidur , tapi sekali tidur kadang nyampe berhari hari ". Jawab Rani masih ngos ngosan .
"Kak , bangun kak , bangun!". Ucap Meilan bentak
Tiba tiba Daniel melek dan duduk nafasnya ngos ngosan matanya merah, . Seperti habis mimpi buruk , semua kaget , lalu Daniel yang merasa ditatap pun langsung melangkah ke kamar mandi sambil menjabak rambutnya sendiri.
...
Jam sudah pukul 7 . Dikamar Anjeni nampak Daniel masuk dengan pakaian Tuxedo lengkap dasi kupu kupunya sangat tampan dengan sedikit lipstik di bibirnya.
"Eh , pengantin pria sudah tiba , bentar ya pak sebentar lagi selesai". Kata Rere sambil merapikan aksesoris di gaun pesta .
"Ini udah siap ayoo gandeng istrinya". Ucap rere sambil memberikan tangannga Anjeni pada Daniel .
__ADS_1
Sekarang mereka berdua sedang berjalan di lorong hotel menuju lift , sedangkan Rere di belakang memegang ekor gaun Anjeni yang panjang Agar mudah jalannya .
Resepsi berjalan dengan lancar , dan betul saja kebanyakan tamu adalah kolega bisnis dari Daniel , wajahnya pun bule bule kebanyakan .
Tamu Anjeni pun ada cuma tak sebanyak pas acara akad .
Saat sesi foto sedang istirahat , manager dari Daniel yaitu pak nanang membisikan sesuatu pada Daniel .
Lalu setelah mebisikan sesuatu nampak Daniel sedang berfikir dan berbicara sangat lirih pada Anjeni .
"Anjeni , Bukankah Davin itu mantan pacarmu?". Ucap Daniel dengan suara berat nya .
"i..iya mas, kenapa ?". Tanya Anjeni Kaku karena posisi mukanya dengan Daniel sangat dekat hanya beberapa senti saja.
"Dia sedang mengamuk di pintu masuk , dan mencoba membobol lewat pintu karyawan."Ucap Daniel datar
"Dia tak kau undang?". sambung Daniel.
Anjeni hanya menggeleng pelan.
"iya , jangan kasih masuk ya pak , tolong". Pinta Anjeni .
"Baik nyonya , saya permisi". Ucap pak nanang membungkuk lalu pergi .
Dan resepsi pun berjalan dengan lancar , Anjeni di tawari oleh MUA untuk istirahat mengingat sudah jam 11 malam . Sedangkan Daniel masih harus menemani tamu nya . Jadi Anjeni memutuskan untuk ke kamarnya dahulu .
Jam pukul 1 malam dan Daniel masih belum kembali ke Kamar sedangkan Anjeni sudah berada di kamar dan sudah menempatkan diri disisi ranjang seperti saat tidur siang .
Anjeni memutuskan untuk tidur dahulu namun susah . Jam menunjukan pukul 3pagi , lagi lagi Anjeni terbangun dan mengecek sebelahnya ternyata Daniel masih belum kembali , mungkin masih banyak tamunya .
Pukul tengah 5 Anjeni terbangun lagi , namun ini nampak ada suara air di kamar mandi , lalu tak lama pintu kamar mandi terbuka dan Anjeni langsung pura pura tidur . Nampak Daniel habis mandi dan memakai baju santai , saat semua selesai Daniel langsung keluar lagi dari kamar .
Saat Daniel keluar kamar Anjeni langsung menghela nafas panjang .
" Mau kemana lagi dia ?? , apa tak lelah , dia manusia bukan si?". gumam Anjeni ngelantur. .
Pukul Tengah 7 Anjeni turun kebawah ke restauran hotel untuk sarapan , saat sedang mencari kursi kosong Anjeni melihat Daniel sedang bersama teman nya , Wajah nya bule semua .
__ADS_1
'emm pantas langsung keluar temennya saja masih banyak' . Ucap Anjeni dalam hati
"ndok sini nok ayu ". Ucap Damar sambil melambai tangan .
Senyum Anjeni pun langsung merekah . dan langsung menghampiri meja makan keluarga besar itu .
"gimana istirahat nya enak?" .Ucap papih .
"Enak pih". Ucap Jeni riang
"Semalem Daniel gak kekamar ya ? gapapa ya masih banyak tamu". Kata mamih
"Tenang , Aman kok , kan papih juga melek sampai pagi cuma nyampe jam 4 saja gak kuat ngantuk". Ucap papih .
"Heran yah kok cowo pada kuat melek gitu aku mah dah cape jam 11 aja langsung tidur". Ucap mamah
"Tau kak Jeni tidur sendirian , aturan aku ke kamar kakak yah". Ucap mei
"Izt kau nih kan sudah punya kamar ndiri". Ucap Mamih
Nampak dari kejauhan Daniel melirik beberapa kali ke Anjeni yang duduk jauh dari nya . Saat Anjeni tertawa lepas bersama keluarganya entah kenapa wajahnya sangat mirip dengannya . Disaat sudah mulai melupakan nya , dia malah datang lagi di sosok wanita lain .
'Maksudnya apa Minnaa , setiap tidur kau selalu datang , dan sekarang sosok mu sangat mirip dengannya yang sekarang sudah jadi istriku . apa kau sengaja mempermainkan aku ?' batin Daniel sambil terus menatap Anjeni .
Pak nanang sosok yang paling dekat dengan Daniel pun merasakan yang Daniel rasakan , karena saat dulu Daniel akan terjun dari gedung rumah sakit dia lah yang selalu menggagalkan nya, Saat Daniel diam diam akan menusukan gunting diperutnya pun pak nanang yang menggalkan , . Saat Daniel sedang dimasa terpuruk mata ditutupi perban karena kecalakaan pak nanang yang siaga stay di samping Daniel menjadi mata Daniel , menuntun Daniel saat ingin kan sesuatu , menjadi sosok yang setia mendampingi dan membantu Daniel belajar jalan saat habis operasi. Pak nanang bisa di katakan lebih dekat dibandingkan dengan kedua orang tuanya Daniel sendiri
Pak nanang mengelus tangan Daniel lembut , dan Daniel pun menatap pak nanang lelah , terlihat jelas Daniel sedang kalut , Pak nanang tersenyum sambil berbisik .
"Dia orang berbeda tuan , anda jangan terlalu di fikirkan". Ucap pak nanang lembut
Daniel hanya menunduk terdiam , setetes air mata lolos jatuh ke telapak tangan dan mengenai tangan pak nanang .
Pak nanang mengelus lengan Daniel pelan berusaha menguatkan.
'KU TITIPKAN HAL YANG PALING PENTING DI HIDUPKU , TETAPLAH SEHAT DAN JAGALAH SELALU UNTUKKU , JANGAN JADIKAN PENGORBANANKU SIA SIA , JANGAN SEDIH KAU DAN AKU TELAH MENYATU".
Daniel mengingat surat kecil pemberian Minnaa untuknya , Daniel memang menjanjikan agar ia dan Minnaa menyatu tapi bukan menyatu seperti ini , bukan menyatu memberikan jantung untuknya tapi menyatu dalam ikatan pernikahan .
__ADS_1