Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
196.Lagi Demam game.


__ADS_3

Risa juga melihat Ayumi dan Alan, Ntah apa yang sedang mereka lakukan karena hari ini mereka semesra biasanya.


"Mereka kenapa? Tumben ngobrol saja jarak jaga jarak gitu. Sudah seperti truk saja." Batin Risa yang hendak berjalan mendekati Ayumi.


Namun Alya dan Panji langsung menghampiri Risa, Lalu menarik tangan Risa.


"Kenapa?" Kesal Risa yang melihat Alya dan Panji dengan tatapan tajam.


"Kak Risa, Jangan kesana Kak Ayumi dan Kak Alan sedang bertengkar!" Alya melarang Risa mendekati Ayumi dan Alan.


Iya Alya tahu Ayumi dan Alan sedang bertengkar, Karena Alya melihat sendiri waktu Ayumi dan Alan sedang cecok tidak jelas.


Akhirnya Alya mengajak Risa untuk duduk agak jauhan untuk memantau Ayumi dan Alan Dari kejauhan.


Risa, Alya dan Panji duduk dikursi taman yang tidak terlalu jauh dari tempat Ayumi dan Alan berdiri.


Ayumi dan Alan.


Alan sedang berusaha meminta maaf pada Ayumi, Namun Ayumi hanya memanyunkan bibirnya kali ini Ayumi benar-benar kesal pada lelaki yang kini berstatus menjadi kekasihnya.


"Sayang maafin aku!" Pinta Alan dengan wajah melas, Namun Ayumi tetap diam membuat Alan semakin gelisah.


"Gara-gara game semuanya kacau." Batin Alan.


Alan berniat memegang tangan Ayumi, Lalu dengan cepat Ayumi menepis tangan Alan.


"Pergilah, Aku masih ada kelas!" kata Ayumi yang hendak berlalu meninggalkan Alan, Namun dengan cepat Alan langsung menarik tangan Ayumi, Ayumi menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke Alan.


"Apalagi?" Cetusnya dengan tatapan kesal.


"Aku tahu, Aku salah semalam sudah mengabaikanmu begitu saja. Aku minta maaf sayangku." Alan berusaha meminta maaf kembali pada Ayumi.


Ayumi mengibaskan tangan Alan dengan kasar, Membuat Alan begitu terkejut.


"Dia benar-benar marah." Gumam Alan.


"Iyalah kamu mengabaikanku karena kamu sedang asik dengan gadis lain, Sudahlah tidak perlu diperjelas!" Ayumi berpikir Alan asik dengan gadis lain dan mengabaikan dirinya.


Padahal semalam Alan asik main game online dengan Denis, Gara-gara mengajaknya bertanding, Tapi salahnya Alan terlalu asik dengan game hingga mengabaikan sang kekasih. Pesan chatnya dia abaikan, Telpon darinya juga diabaikan setelah selesai bermain game bukannya mengabari Ayumi, Alan malah langsung tidur begitu saja.


"Apa kamu bilang? Aku asik dengan gadis lain, Jaga mulutmu semalam aku bermain game dengan Denis!" Tegas Alan yang merasa kesal karena Ayumi yang menuduhnya yang tidak-tidak.


Alan mengatakan yang sesungguhnya pada Ayumi, Namun Ayumi masih tetap belum percaya dan pergi begitu saja meninggalkan Alan yang masih berdiri, Alan berniat menarik kembali tangan Ayumi namun Alan mengurungkan niatnya karena Alan juga merasa kesal pada Ayumi. Bisa-bisanya Ayumi menuduh Alan asik dengan gadis lain. Padahal kalau Ayumi tahu yang ada dipikiran Alan itu bisa cepat-cepat menikahi dirinya.


Setelah Ayumi pergi meninggalkannya begitu saja, Alan langsung berjalan menuju mobilnya untuk segera pergi ke kantornya.


Risa, Panji dan Alya langsung berjalan menghampiri Ayumi, Dengan cepat Ayumi langsung memeluk Risa membuat Risa terkejut namun Risa tetap membalas pelukan Ayumi, Risa juga mengusap-usap punggung Ayumi dengan tangannya.

__ADS_1


"Ada apa?" Tanya Risa, Ayumi melepaskan pelukannya dari tubuh Risa.


Kini mereka langsung mengajak Ayumi duduk.


"Alan main gadis lain." Jawab Ayumi yang langsung meneteskan air matanya, Dengan cepat Risa langsung menghapus air mata sahabatnya.


"Itu tidak mungkin, Alan itu sangat mencintaimu Yum." Tepis Risa yang berusaha memberikan pengertian pada Ayumi.


"Dia mengabaikanku semalaman, Dia tidak membalas pesanku, Dia juga tidak mengangkat telponku." Jelas Ayumi yang kini sudah menangis, Karena berpikir Alan punya gadis lain dibelakangnya.


Panji melihat kearah Ayumi, Lalu berkata pada Ayumi.


"Yum, Tidak semua laki-laki mengabaikan kekasihnya hanya karena gadis lain. Mungkin Dia sibuk dengan kerjaan." Kata Panji yang mencoba ikut memberikan pengertian pada Ayumi.


"Iya Kak Yumi, Jangan pernah berpikir kekasih kita punya gadis lain, Aku yakin Kak Alan tidak seperti itu, Aku lihat juga Kak Alan sangat mencintaimu." Sambung Alya.


"Aku juga tidak tahu, Dia bilang padaku semalaman dia main game ntah benar atau tidak, Rasanya aku kesal sekali." Jelas Ayumi lagi.


Risa tersenyum, Lalu melihat kearah Ayumi. Risa ingat semalam sang suami juga sampai membentaknya gara-gara game online.


"Kenapa kamu malah tersenyum?" Tanya Ayumi yang langsung memayunkan bibirnya.


Risa melihat kearah Ayumi,Lalu berkata pada Ayumi.


"Yum semalam Denis juga membentakku hanya gara-gara game, Mungkin mereka berdua main game online berdua." Kata Risa pada Ayumi.


Dikantor Denis.


Denis hari males ngapa-ngapain, Karena terus memikirkan Risa yang sedang ngambek padanya.


"Wanita itu seperti itu, Sukanya ngambekkan tapi salah aku juga, Aku membentaknya." Batin Denis, Yang terus memikirkan cara agar Risa tidak marah lagi padanya.


Alan yang baru datang langsung masuk ke ruangan Denis tanpa mengetuk pintu, Karena ruangan Denis juga tidak terkunci. Alan langsung menjatuhkan tubuhnya diatas sofa membuat Denis bingung.


"Ada apa dengan sih b*doh ini?"Batin Denis.


"Ehh kamu kenapa?" Tanya Denis yang langsung beranjak dari kursi kerjanya, Lalu menuju ke sofa.


Denis sudah duduk disamping Alan, Alan hanya diam gini dirinya merasa frustasi karena ini pertama kalinya Ayumi ngambek sampai mengancamnya, "Jika Ayumi benar-benar ingin putus denganku bagaimana?" Batin Alan yang mengingat isi pesan Ayumi semalam.


"Hey b*doh kamu kenapa?" Tanya Denis lagi.


"Ayumi marah padaku gara-gara aku mengabaikannya." Jawab Alan yang enggan melihat kearah Denis.


Denis mengerti apa yang dibicarakan oleh sahabatnya, "Pasti Ayumi marah gara-gara game juga." Pikir Denis.


"Apa gara-gara game?" Cetus Denis, Yang langsung membuat Alan menganggukan kepalanya.Denis tersenyum lalu menepuk pundak Alan dengan tangannya.

__ADS_1


"Kita senasib, Istriku juga marah gara-gara game." Sambung Denis dengan nada malas.


Keduanya sama-sama geleng-geleng kepala, Lalu mengangguk-menganggukan kepalanya.


"Wanita itu sama saja, Selalu saja marah gara-gara hal sepele." Cetus Alan dengan nada datar, Denis langsung menganggukan kepalanya.


"Benar Den, Coba kalau mereka kita larang shopping pasti mereka bisa langsung menjambak rambut kita sampai copot dari kepala." Sambung Alan yang akhirnya membuat keduanya saling mengeluarkan tawanya.


Mereka berdua stress gara-gara memikirkan pasangan mereka yang sedang ngambek pada mereka. Sekarang bukannya bekerja mereka saling mengobrol dan bercanda.


Jam menunjukkan pukul 9 pagi, Mereka sedang fokus bagaimana cara membujuk pasangan mereka agar tidak ngambek lagi pada mereka.


"Den, Ayo ikut denganku!" Ajak Alan yang sudah berdiri dengan wajah penuh ide.


Denis menatap Alan dengan tatapan meminta penjelasan, Alan yang paham akan tatapan Denis enggan menjawabnya, Ntah Alan mau mengajak Denis kemana?


Alan langsung menyalakan mesin mobilnya, Lalu pergi begitu saja, Alan yang menyetir Denis hanya diam mengikuti Alan saja.


Dikampus Risa.


Risa dan Ayumi sedang dikantin, Kali ini mereka terus-terusan memasang wajah cemberutnya.


Alya dan Panji hanya senyam-senyum, Melihat Ayumi dan Risa.


"Panji, Hanya gara-gara game membuat dua wanita ini benar-benar galau." Ledek Alya dengan senyum jailnya.


Ayumi langsung menatap Alya dengan tatapan sinis.


"Pan, Kamu main game terus cuekin Alya! Kalau Alya tidak ngambek berati Alya hebat." Timpal Risa dengan tatapan kesal.


"Alya, Berhentilah meledek mereka kasian suami dan pacar mereka sedang demam game online," Lerai Panji dengan senyum jailnya, Membuat Ayumi dan Risa langsung memasang sorot mata membunuh.


Alya hanya tersenyum, Lalu berkata pada Panji.


"Tuh kan, Macan betinanya mau menerkammu." Kata Alya yang melihat sorot mata Ayumi dan Risa begitu tajam pada Panji.


Sedang asik mengobrol tiba-tiba Denis dan Alan datang, Lalu langsung menarik tangan Ayumi dan Risa.


"Lepaskan aku." Ayumi meronta-ronta meminta Alan melepasnya, Namun Alan mengabaikannya.


"Den, Mau kemana sih?" Tanya Risa dengan raut wajah yang masih kesal, Namu diabaikan oleh Denis dan Alan.


Alya dan Panji juga beranjak dari tempat duduknya, Lalu mengikuti Denis dan Alan. Ntah kemana mereka akan pergi?


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2