Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
69. Keanu.


__ADS_3

Risa sudah duduk disofa, Denis juga membaringkan tubuhnya disamping Risa duduk.


"Den, ini cobain enak banget" kata Risa, yang sedang makan ayam pedas yang dibelikan oleh Denis.


"Tidak, buat kamu saja! lain kali Aku melarangmu memakan makanan yang begitu pedas!" kata Denis, karena takut Risa akan sakit gara-gara memakan makanan pedas.


"Ya sudah kalau tidak mau" kata Risa.


"Nanti, jangan lupa dandan yang cantik! Aku akan mengajakmu datang ke acara kantor" kata Denis, sambil menelan ludahnya karena melihat Risa makan.


"Ris.." panggil Denis.


Risa, menengok kearah Denis.


"Kenapa?" tanya Risa, yang terus memasukkan ayam pedas itu kedalam mulutnya.


"Sepertinya enak, Aku mau itu" kata Denis, yang menunjuk ke arah makanan tersebut.


Risa langsung tertawa.


"Tadi katanya tidak mau, dasar plin plan!!"


"Ini ambillah!" suruh Risa.


Denis menggelengkan kepalanya.


"Lalu?" tanya Risa, dengan tatapan kesal.


Denis tersenyum jail pada Risa.


"Suapin!" kata Denis, dengan begitu manjanya.


Risa menggelengkan kepalanya.


"Kamu kan punya tangan" kesal Risa.


"Aku mau disuapin dari mulutmu langsung" kata Denis, dengan ide penuh kejailan sengaja biar Risa kesal.


Denis paling senang menjaili Risa dengan ide-idenya yang konyol agar membuat Risa marah, dan kesal pada dirinya. sehari tidak berdebat dengan Risa rasanya ada yang kurang.


Risa menatap Denis, dengan tatapan ingin memakan orang.


"Ide macam apa ini? harus gitu Aku menyuapkan ayam pedas ini melalui mulutku ke mulut manusia serigala itu" pikir Risa.


"Ris apa kamu tidak mau melakukannya?" tanya Denis, dengan tatapan penuh ancaman.


Akhirnya mau tidak mau, Risa menyuapkan Ayam pedas itu kemulutnya Denis dari mulut Risa langsung.


Risa menggigit Ayam pedas itu, tidak sampai dalam ayam pedas itu masih terlihat dibibir munggil Risa, seperti biasa dengan sigap Denis langsung memakan Ayam pedas yang dimulut Risa.


Kini wajah mereka hanya berjarak beberapa senti saja, Dan akhirnya Denis memakan ayam pedas itu. lalu langsung menarik tekuk leher Risa agar bibirnya lebih maju kearah Denis.


"Cup" ******* yang begitu kasar dari Denis untuk Risa.


Denis melepaskan ciumannya, koboran Api mengumpul dimata Risa.


"Denis, dasar kurang aja! kamu selalu membodohiku" kesal Risa, namun Denis malah pergi meninggalkan Risa sambil menjulurkan lidahnya.

__ADS_1


"Memang kamu itu bodoh, Ris" teriak Denis, yang berlari menuju kamarnya.


Risa langsung mengelap bibirnya dengan tisu.


"Kenapa Denis, selalu melakukan hal ini?"


Dikamar


Denis, langsung pergi ke kamar mandi untuk segera mandi.


"Ris, maafkan Aku, karena Aku sudah kecanduan dengan bibirmu" sesal Denis.


Denis terdiam didalam kamar mandi, sambil menyalakan showernya untuk menguyur tubuhnya.


"Kalau dengan Risa biarpun pedebatan kecil, pokoknya hal kecil bersama Risa itu sangat membuatku bahagia, beda sekali dengan Maya, dia hanya memikirkan belanja, kesalon dan kerjaannya ngabisin duit" gumam Denis, yang akhir-akhir ini selalu membandingkan Maya dengan Risa.


Setelah beberapa menit Denis keluar dari kamar mandi dan langsung berganti pakaian.


Setelah selesai, Denis kembali menghampiri Risa yang masih ada diruang bawah. kali ini Risa sudah selesai makan dan langsung pergi mencuci piring bekas Risa makan.


"Ris" panggil Denis tiba-tiba.


Risa menatap Denis penuh kekesalan.


"Apa?" saut Risa.


"Aku akan memperkerjakan Art dirumah kita, agar kamu tidak capek mengurus semuanya sendiri lagi" kata Denis, ntah Denis kesambet setan darimana?


Risa sudah selesai mencuci piring, Risa menghampiri Denis yang sedang duduk dikursi dekat dapur.


Denis, mengeluarkan ATM tanpa batasnya dan memberikan pada Risa.


"Ini, gunakan dengan baik! beli apapun yang kamu mau!" kata Denis, sambil memberikan ATM tanpa batasnya pada Risa.


Risa menerima ATM tersebut, biar bagaimanapun benar kata Denis. sekarang Risa sudah menjadi tanggung jawab Denis sepenuhnya.


"Terimakasih, Aku akan menggunakannya nanti kalau Aku membutuhkannya" kata Risa, dengan senyum manisnya.


Denis tersenyum pada Risa, ntah mengapa hati dan perasaannya saat ini sangat bahagia.


**Jam menunjukkan pukul 5.


Maya sudah selesai berbelanja, dan sudah selesai dari salon. sore ini Maya akan menemui laki-laki yang menelponnya waktu dikantor Denis.


"Aku sudah tidak sabar, bertemu denganmu" kata Maya, yang kini sudah naik taksi untuk menuju ke hotel tempat mereka janjian.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu macet, Akhirnya Maya sampai dihotel tersebut.


Kini Maya masuk kedalam hotel dan langsung menuju ke kamar laki-laki itu.


Sampailah dikamar hotel.


Maya, mengetuk pintu kamar hotel tersebut.


"Tok..tok..!" Maya mengetuk pintu.


Laki-laki tersebut dengan senang hati langsung membukakan pintunya, karena tau Maya yang datang.

__ADS_1


"Ceklek" suara membuka pintu.


laki-laki itu langsung menarik Maya kedalam pelukannya.


"Aku sangat merindukanmu, sayang" kata laki-laki itu.


Maya langsung mencium bibir laki-laki itu.


"Aku juga sangat merindukanmu, Ken" kata Maya, yang sekarang memeluk tubuh Keanu dengan erat.


Keanu membawa Maya ke ranjang tempat tidurnya.


"Apa laki-laki itu, memberikanmu banyak uang? sekarang kamu makin cantik" kata Keanu, yang melihat Maya hari ini begitu cantik dan barang-barang yang Maya pakai semuanya barang branded.


Maya tersenyum pada Keanu.


"Tentu, tapi Aku hanya mencintaimu saja,


Ken" kata Maya, dengan begitu manjanya.


"Aku tau itu sayang" kata Keanu, yang langsung membenamkan wajahnya ke lehernya Maya.


"Apa laki-laki itu tau, kalau kamu menemuiku?" tanya Keanu, yang kini sibuk dengan leher Maya.


"Tentu saja tidak" jawab Maya.


"Boleh Aku melakukannya, sayang? Adik kecilku sudah sangat merindukanmu" kata Keanu, sambil mengarahkan tangan Maya ke Adik kecilnya, yang masih tertutup celana.


"Lagian kamu lama sekali diluar negeri" kesal Maya, iya Keanu diluar negeri karena bekerja dengan seseorang disana.


"Tunggu, Apa kamu membawa pengaman?" tanya Maya mastikan, biar bagaimanapun Maya tidak mau sampai hamil apalagi status mereka belum menikah.


"Aku sudah menyiapkan, sayang" jawab Keanu.


Keanu sudah tidak sibuk dengan leher Maya lagi, Maya menundukkan wajahnya mengarahkan ke Adik kecil Keanu.


"Cup" Maya mencium Adik kecil Ken yang masih rapi terbungkus celana, bahkan sedikit menggigitnya.


"Ahhh" rintih Keanu.


"Sayang, Kamu membuatnya berdiri. sekarang Kamu harus tanggung jawab!" kata Keanu, yang langsung membuka celananya.


Keanu langsung memasukkan adik kecilnya kemulutnya Maya.


"Ahhh sayang, buku mulutmu" suruh Keanu, kini Maya sudah membuka mulutnya, Keanu langsung memasukkan adik kecilnya kedalam mulut Maya.


"Ahhh" desahan dari mulut Keanu, yang merasa keenakan karena ulah Maya.


Setelah bener-beber tegang Keanu, langsung membuka c*l*na d*la Maya dan langsung memasukkan miliknya ke milik Maya, tanpa memakai pengaman karena Keanu lupa memakainya.


Desahan erangan keluar dari mulut mereka, Akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya dan kini keduanya sama-sama terbaring lemas di atas kasur, Maya tidur dipelukan Keanu dengan begitu hangat.


Dirumah Denis dan Risa.


Kini Denis dan Risa sedang sibuk bersiap-siap menuju ke acara kantor.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2