Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
133.Sama-sama cemburuan.


__ADS_3

Denis berjalan tanpa melihat kearah Risa, Risa yang masih duduk bingung melihat Suaminya begitu cuek pada dirinya.


"Sayang, Kamu tidak makan malam dulu?" tanya Risa sambil melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 8 malam.


Denis menjawab pertanyaan Risa, tanpa melihat kearah Risa.


"Tidak, Aku sudah kenyang." jawab Denis dengan jutek.


Risa hanya menggelengkan kepalanya.


"Gara-gara Panji sekarang Kamu jadi nyuekin Aku. dasar suami cemburuan." gumam Risa.


"Ya sudah, Aku lapar Aku mau makan dulu, dicuekin sama Kamu juga butuh tenaga yang kuat jadi Aku harus makan yang banyak." kata Risa yang langsung menuju ke dapur.


"Terserah Kamu." jawab Denis singkat.


"Apa-apaan suami lagi kesal, Dia malah makan.bukan bujukin suami."gumam Denis.


Setelah selesai memasak, Risa menikmati makanannya diatas meja makan.


"Ngambek saja Den, Aku lapar mau makan." gumam Risa sambil menikmati makanannya.


Risa menikmati makanannya sedangkan Denis langsung masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamar.


Denis langsung pergi ke kamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi Denis langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Gedek banget, kenapa laki-laki brengsek itu harus datang hari ini." kata Denis sambil mengacak-acak rambutnya.


Denis menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut, Risa yang sudah selesai makan langsung masuk kedalam kamar.


Melihat Denis menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut, Risa hanya mengabaikannya saja.


Risa merebahkan tubuhnya disamping Denis tidur, kini Risa tidur dengan posisi membelakangi Denis.


Didalam selimut, Denis bergumam.


"Apa sungguh Dia tidak membujukku?" gumam Denis.


Denis membuka selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


"Lagian Risa kan harus menerima hukuman dariku, untuk apa juga Aku cuek pada dirinya? mending Aku gangguin Dia, tapikan Dia lagi pms." kini pikiran Denis sedang berperang.


"Risa...." panggil Denis.


"Iya kenapa?" tanya Risa.


"Aku akan menghukummu." kata Denis.


"Aku kan sedang pms, jadi hukum Aku setelah selesai pms nanti." jawab Risa tanpa menghadap kearah Denis.

__ADS_1


Denis merasa sangat kesal sekali, karena Risa bicara tanpa melihat kearahnya.


"Bahkan Dia sekarang bicara tanpa menatap wajahku." gumam Denis.


Denis langsung menarik Risa dengan kasar, agar Risa menghadap ke dirinya.


"Bicaralah yang sopan pada suamimu! lihat wajahnya jika bicara pada Suami!" kata Denis dengan tatapan kesal.


Risa hanya terdiam.


"Bukannya Dia yang mulai nyuekin? lalu Dia juga yang tidak tahan dicuekin." gumam Risa.


"Sepertinya Aku harus memberikan pengawal pribadi untukmu." kata Denis dengan begitu serius.


"Aku tidak mau, Lagian Aku bukan seorang putri jadi Aku tidak perlu pakai pengawal." tolak Risa sambil memasang wajah yang begitu cemberut.


"Kamu memang bukan seorang putri, tapi Kamu adalah Istri dari Denis Kusuma dan Kamu ingat siapa suamimu? suamimu adalah pewaris tunggal kekayaan keluarga Kusuma." kata Denis dengan penuh penegasan.


Risa langsung merubah sikapnya, menjadi begitu manis dan manja pada Denis.


"Sayang, Aku memang istri dari Denis Kusuma tapi Aku sungguh tidak mau pakai pengawal." kata Risa sambil mengelus-elus dada bidang Denis.


Denis langsung menyingkirkan tangan Risa dari dadanya, lalu Risa bertanya pada Denis.


"Kenapa sayang?" tanya Risa dengan begitu lembut.


"Berhentilah merayuku, Aku tidak mau tahu pokoknya Kamu harus pakai pengawal mulai sekarang! itu hukuman dari Aku karena Kamu hari ini menatap laki-laki brengsek itu lebih dari tiga detik, bahkan Kamu menatapnya langsung dihadapanku." kata Denis dengan tatapan yang begitu tajam.


Risa langsung memanyunkan bibirnya, lalu Denis berkata pada Risa.


"Tapi... sayang." jawaban Risa terpotong karena Denis memotongnya.


"Tidak ada kata tapi, Aku juga tidak butuh penolakan darimu!" tegas Denis.


"Tidurlah, sekarang sudah malam!" suruh Denis.


Denis hendak memeluk Risa, namun Risa langsung menolaknya.


"Menjauhlah tidak usah peluk-peluk Aku." Risa marah pada Denis.


Akhirnya Denis tidak jadi memeluk Risa.


"Marah saja, itu tidak akan merubah keputusanku untuk memberikan dua pengawal pribadi untukmu istriku." gumam Denis dengan tawa penuh kemenangannya.


Akhirnya Risa tidur kembali membelakangi Denis.


"Dasar suami cemburuan, apa-apaan sekarang Dia mau main pengawal-pengawalan." kesal Risa dalam hatinya.


Malam ini mereka tidur berjauhan, bahkan ditengah-tengah mereka terlahang bantal guling.


Ayumi dan Alan.

__ADS_1


Jam menunjukkan pukul 9 malam, namun Alan dan Ayumi masih pacaran sambil menikmati pemandangan malam ini disebuah taman kota yang begitu indah.


"Aku sudah lama tidak melihat indahnya pemandangan malam dikota kita." kata Ayumi sambil tersenyum begitu bahagia.


"Kita sudah beberapa jam tidak berdebat, rasanya ada yang beda." kata Alan.


Ayumi melihat kearah Alan, lalu menjawab pertanyaan dari Alan.


"Sekarang Kita baikan dulu, berdebat bisa lain kali.lagian kan kita baru saja jadian masa kita mau berdebat." jawab Ayumi.


Alan menyandarkan kepalanya dibahu Ayumi, lalu Alan berkata pada Ayumi.


"Yum, apa mulai sekarang Aku boleh mengantar jemputmu kuliah?" tanya Alan.


Ayumi tersenyum pada Alan.


"Memangnya Kamu mau jadi pacarku atau supir pribadiku." jawab Ayumi.


"Aku mau jadi satu-satunya dihatimu." Alan menggombali Ayumi.


"Aku tidak janji kalau itu." canda Ayumi.


Namun Alan langsung mengangkat kepalanya dari bahu Ayumi, lalu menatap Ayumi dengan tatapan begitu tajam.


"Apa Kamu berniat selingkuh dibelakangku? awas saja jika Kamu berani Aku akan mematahkan kaki laki-laki yang mendekatimu atau menjadi selingkuhanmu." kata Alan yang penuh dengan ancaman.


Ayumi terdiam.


"Aku kan hanya bercanda, sepertinya Alan dan Denis itu mereka sama saja sama-sama cemburuan." gumam Ayumi sambil membayangkan jika Alan cemburuan seperti Denis.


"Tentu saja tidak, Aku hanya bercanda saja padamu." jawab Ayumi.


"Aku tidak suka dengan candaanmu, pokoknya Kamu tidak boleh punya laki-laki lain dibelakangku." kata Alan dengan tegas.


Ayumi hanya menggelengkan kepalanya.


"Apa Aku salah? sudah menerima laki-laki menyebalkan ini menjadi kekasihku?" pikir Ayumi.


"Iya iya Aku tidak akan punya laki-laki lain, dan Kamu akan menjadi satu-satunya dalam hatiku." jawab Ayumi agar masalahnya tidak semakin panjang kali lebar.


Setelah perdebatan kecilnya, akhirnya Alan langsung mengantar Ayumi pulang kerumahnya.


Alan memberhentikan mobilnya di depan rumah Ayumi, kini Alan llangsung turun dari mobilnya untuk membukakan pintu mobilnya untuk Ayumi, setelah Ayumi masuk kedalam rumah Alan langsung pergi meninggalkan rumah Ayumi.


"Aku pulang dulu ya, Kamu tidurlah yang nyenyak dan ingat jangan berani memikirkan laki-laki lain selain Aku." kata Alan sambil melihat wajah cantik Ayumi.


"Iya iya Kamu pulanglah, hati-hati dijalan." jawab Ayumi.


Alan langsung menuju kembali mobilnya, lalu Alan masuk kedalam mobilnya, Alan membuka jendela mobilnya lalu melambaikan tangannya kepada Ayumi, Ayumi langsung membalas lambaian tangan Alan.


Setelah mobil Alan tidak terlihat, Ayumi langsung masuk kedalam rumahnya.

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2