
Keesokan harinya.
Risa dan Denis masih diatas tempat tidur, Kini Denis masih terus memeluk Risa yang masih tertidur dengan nyenyak.
"Sudah pagi, Kamu tidak bangun?" Bisik Denis ditelinga Risa.
Risa tidak bangun juga, Mungkin Risa merasakan kehangatan karena pelukan dari sang suami jadi mau bangun rasanya malas.
"Sayang!" Bisik Denis, Sambil dengan jailnya menciumi pipi Risa.
Membuat Risa merasa kegelian, Sampai Risa membuka matanya.
"Aku masih ngantuk." Keluh Risa dengan manja.
"Kamu tidak kuliah?" Tanya Denis pelan.
"Aku mau kuliah sama Kamu saja, Biar hangat." Bukannya menjawab Risa malah menggoda Denis.
Denis langsung mencubit hidung Risa dengan tangannya membuat Risa merintih kesakitan, Namun Denis malah tertawa merasa senang.
"Bangunlah, Jangan menggodaku! Hari ini Aku ada klien penting." Kata Denis, Yang langsung bangun dari tempat tidurnya.
Risa masih terdiam diatas tempat tidur, Sambil menatap punggung suaminya dari belakang, Denis langsung masuk ke dalam kamar mandi, Lalu segera mandi selesei mandi Denis langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kantor.
"Sayang, Apa klienmu seorang wanita?"Tanya Risa dengan rasa cemburunya.
"Mungkin saja, Alan belum memberitahuku." Jawab Denis, Sambil menuju ke tempat Risa yang masih duduk diatas ranjang tempat tidurnya.
Denis duduk, Lalu menyerahkan dasi yang ada ditangannya pada Risa.
"Pakekanlah!" Pinta Denis, Risa langsung menerima dasi tersebut dari tangan Denis.
Risa langsung memakaikan dasi tersebut pada Denis, Setelah seselei dilaksanakan Risa tiba-tiba menarik dasi Denis, Membuat Denis merasa kaget, Kini wajah Denis sudah sangat dekat dengan wajah Risa.
"Kamu mau ngapain?" Tanya Denis dengan tatapan wajah bingung.
"Aku mau memberikan semangat pagi, Untuk suamiku." Jawab Risa dengan wajah menggoda.
Denis tersenyum, Lalu menggelengkan kepalanya.
"Dasar nakal, Coba berikan semangat pagi itu sekarang!" Goda Denis dengan manja.
Tiba-tiba Risa langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Denis, Dengan cepat Denis langsung menikmati ciuman dari sang istri, Hingga beberapa menit akhirnya mereka menyudahi ciuman mereka.
Risa langsung memasang wajah malu-malu, Apalagi pagi ini dirinya begitu nakal pada suaminya, Denis tersenyum lalu mencium kening Risa.
"Aku berangkat dulu, Kamu nanti kuliah diantar sama supir ya!" Pamit Denis pada Risa.
Sebelum Denis berangkat Risa mencium punggung tangan Denis seperti biasanya.
Denis langsung pergi menuju ke kantor sedangkan Risa, Langsung beranjak dari tempat tidurnya untuk segera mandi karena mau berangkat kuliah.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian, Risa langsung menuju keruang makan, Diruang makan sudah ada Alya dan Mama Rasti.
"Selamat pagi." Sapa Risa dengan begitu manis.
__ADS_1
"Pagi Kak Risa." Jawab Alya dengan suara cemprengnya.
"Pagi nak, Sarapan dulu!" Jawab Mama Rasti, Sambil menyuruh Risa untuk sarapan.
Melihat Alya masih memakai pakaian tidur, Risa merasa bingung, Akhirnya Risa bertanya pada Alya.
"Alya, Kamu kok masih pake pakaian tidur?" Tanya Risa sambil memperhatikan Alya.
"Aku tidak masuk kuliah Kak, Soalnya kepala Aku sedang pusing." Jawab Alya dengan alasan yang tepat.
Hari Alya tidak masuk kuliah bukan karena kepalanya pusing, Tapi karena Alya ingin menghindari Panji jadi Alya terpaksa berbohong pada Risa.
"Oh gitu, Ya sudah Kamu istirahat saja." Jawab Risa, Sambil bangun dari tempat duduknya.
Risa langsung berpamitan dengan Mama mertuanya, Sebelum berangkat ke kampus Risa menyalami tangan Mama mertuanya lalu menciumnya.
Hari ini Risa berangkat diantarkan oleh supir, Diperjalanan Risa hanya diam saja.
Dikantor Denis.
Denis sudah sampai dikantornya, Kini Denis sedang bersama Alan diruangan kerja Denis.
"Al, Klien kita hari ini laki-laki atau wanita?" Tanya Denis penasaran.
"Kenapa? Apa Kamu berharap klien kamu adalah wanita?" Ledek Alan, Yang membuat Denis langsung menatapnya dengan tatapan kesal.
"Yang cantik seperti Angel gitu ya, Tapi takut Risa ngamuk." Biar kesal Denis masih membalas ledekan dari Alan.
Alan langsung mengeluarkan tawanya, Lalu Denis membayangkan jika istrinya ngamuk nanti akan seperti apa?
"Bukan diluar lagi, Nanti Aku tidak boleh menjenguk sih Ucil lagi." Sambung Denis sambil menggelengkan kepalanya.
Alan dan Denis langsung pergi menuju keruang meeting, Beruntung kliennya hari ini laki-laki, Denis dan Alan langsung fokus dengan meeting hari ini.
Dikampus Risa.
Risa sudah sampai dikampus, Risa langsung berjalan menuju ke kelas bersama Ayumi.
Panji yang sedang berdiri diambang pintu kelas, Lalu menarik tangan Risa membuat Risa terkejut.
"Panji, Kamu mengangetkanku saja." Kata Risa dengan wajah terkejut.
Panji masih terus memegang lengan tangan Risa, Namun dengan cepat Risa mengibaskan tangan Panji.
"Jangan pegang-pegang! Cctv suamiku ada dimana-mana." Omel Risa, Yang menakuti-nakuti Panji. Membuat Panji langsung terkekeh.
Risa menatap Panji dengan tatapan kesal, Sedangkan Panji terus tertawa sejadi-jadinya.
"Carissa, Aku ini akan menjadi calon adik iparmu." Kata Panji dengan begitu percaya diri.
Kini Ayumi dan Risa saling menatap dengan tatapan penuh tanya.
"Dasar halu." Omel Ayumi.
"Tunggu-tunggu, Kamu bilang adik ipar?" Risa mengulang kembali perkataan Panji.
__ADS_1
"Iya Kamu bilang adik ipar Risa." Sambung Ayumi, Sambil menatap kearah Panji.
Panji hanya senyam-senyum tidak jelas, Kini Panji kembali seperti orang kesambet dedemit ntah darimana?
"Apa kamu dan Alya pacaran?" Tanya Ayumi dengan tatapan tajam.
"Kalian pacaran?" Tanya Risa tegas.
Panji tidak menjawab pertanyaan dari Ayumi dan Risa, Kini Panji malah mencari sosok Alya yang tidak ada ditengah-tengah Ayumi dan Risa.
"Ris, Alya mana?"Tanya Panji yang mencari sosok Alya.
"Alya sedang pusing, Jadi Dia tidak masuk kuliah." Jawab Risa.
"Ini Panji kenapa sih? Tiba-tiba bilang kalau Dia akan menjadi adik iparku, Terus ini Dia tumben mencari Alya, Sebenarnya ada apa dengan mereka." Gumam Risa yang belum tahu tentang perjodohan Alya dan Panji.
Panji terdiam, Kini pikirannya tiba-tiba merasa sangat kawatir pada Alya.
"Alya kenapa? Apa Dia pusing gara-gara masalah perjodohan ini?" Pikir Panji.
"Ris, Nanti Aku ikut kerumahmu ya, Aku mau menjenguk Alya." Kata Panji dengan perasaan kawatir.
"Kalian pacaran ya?" Tanya Risa tegas.
"Tidak, Aku hanya ingin menjenguknya saja. Siapa tahu Dia sakit gara-gara merindukanku." Jawab Panji, Yang diiringi candaan.
"Tidak mungkin Alya merindukanmu, Mungkin Alya juga sudah punya kekasih." Sambung Ayumi dengan sengaja.
Panji langsung menjulurkan lidahnya pada Ayumi.
"Kak Alan itu, Punya pacar lagi." Ledek Panji pada Ayumi.
"Kalau Alan punya pacar lagi, Aku akan menjambaknya." Tegas Ayumi dengan tatapan kesal pada Panji.
Risa hanya terdiam, Lalu pergi meninggalkan Panji dan Ayumi yang masih sibuk berdebat.
Ayumi juga langsung pergi meninggalkan Panji, Lalu langsung duduk disamping Risa.
"Ris, Sepertinya Panji lagi kasambet." Kata Ayumi pada Alya.
"Kesambet apaan?" Tanya Risa sambil membuka buku yang mau dibacanya.
Ayumi melihat kearah pintu, Lalu melihat Panji tidak bergeming Panji malah terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Jangan-jangan Panji kesambet cintanya Alya." Jawab Ayumi, Yang membuat Risa kage lalu langsung melihat kearah Ayumi.
"Kita harus cari tahu!!" Tegas Risa.
"Lagian kalau Alya pacaran dengan Panji Aku setuju kok." Gumam Risa.
Panji masih berdiri diambang pintu, Kini pikirannya sedang memikirkan Alya.
"Alya nanti Aku mau menjengukmu, Siapa tahu kalau Kamu bertemu denganku pusing Kamu akan sembuh." Gumam Panji.
Bersambung π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π