
Malam hari kemudian, Mama Rasti dan Mama Dina sudah pulang dari tadi sore. sekarang Denis dan Risa hanya berduaan dirumah.
Didalam kamar, Denis terus-terusan menciumi perut Risa dengan begitu bahagia.
"Sayang geli." keluh Risa karena ulah Denis.
"Aku mau menyapa Anakku." jawab Denis yang terus menciumi perut Risa.
Risa membiarkan Denis melakukan apa yang Denis mau, karena jika dilarang pasti Denis akan mengomel atau merasa kesal.
"Sayang, dicek dulu! Aku saja belum yakin kalau Aku hamil apalagi Aku tidak merasakan mual sama sekali." kata Risa pada Denis.
Denis langsung memberhentikan aksinya, lalu menjawab pertanyaan dari Risa.
"Baiklah, Kamu tunggu dirumah! Aku mau membeli testpack dulu." jawab Denis.
Risa langsung menganggukan kepalanya, lalu Denis langsung bangun dari pangkuan Risa, kemudian Denis dengan rasa penuh semangat langsung pergi menuju ke Apotek yang tidak jauh dari kompleknya.
Setelah sampai diapotek, pegawai apotek langsung menemui Denis.
"Selamat malam Tuan, ada yang bisa Saya bantu?" tanya pegawai Apotek dengan begitu ramah.
"Saya mau mencari alat tes kehamilan." jawab Denis.
"Mau yang merk apa Tuan?" tanya pegawai Apotek tersebut.
Denis terdiam, lalu bergumam.
"Apa testpack itu ada banyak merk? aduh mana Aku tidak tahu sama sekali tentang alat tes kehamilan lagi." gumam Denis.
"Saya mau beli semua merk yang ada Mba, biar hasilnya lebih akurat." kata Denis yang sebenarnya bingung harus beli yang mana?
"Sudahlah Aku beli semuanya lebih baik, daripada salah." gumam Denis.
Akhirnya pegawai Apotek tersebut langsung mengambil berbagai macam merk testpack lalu memberikan semuanya pada Denis.
"Kalau lebih Akurat lagi ke Dokter Tuan." gumam pegawai Apotek.
"Ini Tuan pesanannya." kata pegawai Apotek sambil memberikan barang tersebut.
Denis langsung menerimanya, lalu Denis bertanya pada pegawai apotek tersebut.
"Berapa mba semuanya?" tanya Denis.
Pegawai Apotek tersebut memberitahu berapa semuanya, lalu Denis langsung membayarnya.
Denis langsung keluar dari Apotek, lalu langsung berjalan menuju kerumahnya.
Sesampainya dirumah, Denis langsung menuju ke kamarnya.
"Sayang Aku sudah beli alat tes kehamilan." kata Denis sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi benda tersebut.
Risa membukanya, melihat berbagai macam testpack membuat Risa menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Dulu pembalut Dia beli dengan semua merk, sekarang Dia juga membeli testpack sebanyak ini, mau buat apa coba? padahal Kita cuma perlu satu aja." gumam Risa.
"Aku beli semua merk, pokoknya Kamu harus yang benar biar hasilnya akurat!" kata Denis dengan penuh semangat.
"Kita hanya perlu satu suamiku, tapi Kamu membeli sebanyak ini." protes Risa sambil menggelengkan kepalanya.
Denis duduk dihadapan Risa, lalu memegang pipi Risa.
"Kamu bisa lakukan tes setiap hari, selama satu minggu biar hasilnya lebih akurat." kata Denis dengan penuh semangat.
Risa hanya menganggukkan kepalanya.
"Kenapa Kamu tidak menyuruhku tes kehamilan satu jam sekali saja Denis." gumam Risa.
"Sayang, tidak perlu melakukan tes setiap hari, Kita lakukan besok pagi kalau Aku bangun tidur ya." jawab Risa mencoba memberi pengertian pada Denis.
"Baiklah, tapi setelah di cek Kita langsung pergi ke Dokter ya." kata Denis.
"Baiklah, sekarang tidurlah sudah malam." kata Risa pada Denis.
Risa langsung membaringkan tubuhnya, Denis juga ikut membaringkan tubuhnya.
"Aku tidak sabar menunggu besok pagi." gumam Denis.
malam ini Risa tidur dipelukan Denis yang begitu hangat.
Keesokan harinya, Risa bangun lebih dulu. melihat Denis belum bangun. Risa merasa senang lalu langsung menuju ke kamar mandi sambil membawa alat tes kehamilan yang semalam Denis beli.
Risa langsung mengambil benda tersebut, lalu langsung berlari menuju ranjang tempat tidurnya.
"Sayang bangunlah... lihat hasilnya sudah keluar!" kata Risa sambil menggoyangkan tubuh Denis.
Denis bergulat, lalu membuka matanya.
"Hasil apa sayang?" tanya Denis dengan suara yang masih mengantuk.
"Buka matamu dengan benar, lihat sih Ucil Kita sudah jadi." kata Risa sambil menarik tangan Denis.
Denis terdiam, lalu berganti posisi, sekarang posisi Denis sedang duduk, Denis langsung mengambil benda kecil tersebut.
"Ini artinya apa?" tanya Denis sambil menunjukkan benda kecil tersebut pada Risa.
"Itu artinya Aku benaran hamil Suamiku." jawab Risa yang langsung menghambur ke pelukan Denis.
Denis langsung memeluk Risa, lalu langsung menghujani Risa dengan banyak ciuman diwajah Risa.
"Akhirnya kerja kerasku tiap malam sudah membuahkan hasil." kata Denis yang langsung mendaratkan bibirnya dibibir Risa.
Kini mereka saling berciuman, setelah selesai berciuman Denis langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi Mama Rasti.
Menelpon Mama Rasti.
"Hallo Mama...." sapa Denis dengan begitu bahagia.
__ADS_1
"Denis pelankan suaramu! katakan pelan-pelan ada apa?" tanya Mama Rasti.
"Ma, Risa sudah melakukan tes kehamilan dan hasilnya positif Ma." kata denis.
"Sungguh, akhirnya Mama akan segera punya cucu." jawab Mama dengan begitu senang.
"Baiklah Den, Mama, Papa dan Orangtua Risa besok akan berkunjung kerumah ya." kata Mama Rasti.
"Baiklah Ma, Aku tunggu." jawab Denis.
Mama Rasti langsung mematikan saluran teleponnya, lalu langsung menuju ke kamarnya untuk menemui suaminya.
"Pa...Papa..." panggil Mama Rasti.
"Apa sih Ma? berisik banget." tanya Papa Andi yang langsung keluar dari kamarnya.
"Pa, Risa hamil." kata Mama Rasti.
"Sungguh, tanyakan pada Risa Dia ingin makan apa? biar Papa langsung kirimkan kerumahnya." jawab Papa Andi yang merasa sangat bahagia.
Mama Rasti dan Papa Andi, mereka sangat bahagia mendengar Risa sedang hamil. apalagi mereka yang memang sudah sangat menginginkan cucu dari Anak semata wayangnya.
Kembali ke Denis dan Risa.
Denis kembali memeluk Risa, lalu Denis mengucapkan terimakasih pada Risa.
"Terimakasih Istriku, karena Kamu sudah mau mengandung anakku." Denis mengucapkan terimakasih pada Risa.
"Sama-sama Suamiku, ini Anak Kita sayang, hasil dari cinta Kita." jawab Risa dengan begitu bahagia.
Denis tersenyum pada Risa, lalu Risa kembali memeluk suaminya dengan begitu bahagia.
"Huek...huek....." Risa tiba-tiba merasakan mual.
"Sayang, Kamu kenapa?" tanya Denis.
"Aku mual, Aku tidak suka dengan bau tubuhmu." jawab Risa.
Denis langsung mencium kedua keteknya, lalu Denis bergumam.
"Ketek Aku baunya wangi, kemarin aja minta dipeluk sambil cium ketek." gumam Denis.
"Sayang, menjauhlah dariku! Aku mual mencium bau tubuhmu." rengek Risa.
"Huek... huek.." Risa kembali merasakan mual.
Akhirnya mau tidak mau Denis dari ranjang berpindah ke sofa.
"Apa semua wanita hamil seperti ini? Kemarin mintanya manja-manjaan, sekarang bilang Dia tidak suka dengan bau tubuhku." gumam Denis.
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1