
Jam menunjukkan pukul 8 malam, Risa dan Denis baru saja keluar dari kamar mereka.
Mama Rasti juga sudah menunggu dimeja makan untuk makan malam bersama.
"Denis, Risa, Duduklah nak!" Pinta Mama Rasti dengan begitu lembut.
Risa melihat sekeliling namun tidak menemukan sosok Alya dimanapun.
"Alya mana ma?" Tanya Risa yang sudah duduk dikursi meja makan.
"Iya tumben sih bawel belum keliatan." Sambung Denis yang merasa heran.
"Alya masih dikamar, Belum keluar dia dari tadi." Jawab Mama Rasti.
"Risa panggil dulu ya ma, Sayang aku ke kamar Alya dulu ya." Pamit Risa pada mama mertuanya dan suaminya.
"Aku ikut ya." Rengek Denis.
"Kamu jangan ikut!" Risa beranjak dari tempat duduknya, Dan langsung menuju ke kamar Alya.
"Jika Denis ikut yang ada ribut mereka nanti." Batin Risa.
Sesampainya di depan pintu kamar Alya, Risa langsung mengetuk pintu kamar Alya.
"Tok...tok Alya!" Risa memanggil Alya sambil mengetuk pintu kamar Alya.
"Masuk kak, Pintunya tidak dikunci!" Sahut Alya dari dalam kamarnya.
"Ceklek." Risa membuka pintu kamar Alya, Lalu langsung masuk kedalam kamar Alya.
Melihat Alya hanya diam duduk ditengah-tengah ranjang tempat tidurnya membuat Risa bingung, Apalagi malam ini Alya memasang wajah sedihnya yang begitu menggemaskan.
Risa berjalan menghampiri Alya, Lalu duduk disamping Alya.
"Kamu kenapa?" Tanya Risa yang melihat wajah sedih Alya.
"Aku kesal dengan Panji kak, Dia tega sama aku, Dia berfoto-foto sok akrab gitu dengan seorang gadis aku lihat distatusnya tadi." Alya mengadu pada Risa kenapa dirinya sedih.
Risa langsung menarik Alya kedalam pelukannya, Risa tahu Alya itu manja jadi apa-apa suka berlebihan, Kadang tidak mau bertanya langsung pada orangnya tapi terus menjadi beban pikirannya.
"Kamu sudah bertanya pada Panji?" Tanya Risa dengan lembut.
"Aku tidak mau menelponnya kak, Aku juga tidak mau mengirim pesan padanya, Aku kesal padanya kak!" Alya terus merajuk pada Risa, Membuat Risa hanya bisa menahan tawanya dalam hatinya.
"Sudah, Besok kita tanyakan saja pada Panji saja gadis itu siapa? Kalau Panji sampai macam-macam dibelakangmu, Aku akan menendang Dia nanti." Risa berusaha membujuk sang adik.
"Tapi kalo Risa, Nanti Panji akan menelponku tidak ya?" Tanya Alya membuat Risa hanya bias tersenyum.
"Aku tidak tahu, Ayo kita makan malam dulu! Ajak Risa yang sudah melepaskan Alya dari pelukannya.
Alya menganggukan kepalanya, Alya dan Risa langsung beranjak dari tempat tidur Alya, Mereka langsung pergi menuju meja makan untuk makan malam bersama.
Sesampainya dimeja makan, Alya dan Risa langsung duduk, Denis menatap Alya dengan tatapan bingung.
"Tumben itu wajah ditekuk mulu sih bawel." Batin Denis yang melihat wajah Alya tidak seriang seperti biasanya.
Alya dan Risa langsung menyendok makanan kedalam piring, Denis dan Mama Rasti sudah selesai makan dari tadi soalnya menunggu Alya dan Risa lama sekali jadi mereka makan duluan tadi.
"Alya, Risa, Kalian makan yang banyak ya! Mama istirahat dulu sekalian mau telpon papa." Pamit Mama Rasti yang langsung beranjak dari tempat duduknya, Lalu berjalan menuju ke kamarnya.
__ADS_1
Alya hanya memainkan nasinya, Malam ini Alya sungguh tidak nafsu makan karena kepikiran dengan Panji dan gadis itu.
"Apa jangan-jangan Panji punya gadis lain yang dia cintai?" Batin Alya.
"Alya, Makan yang benar!" Cetus Denis yang melihat Alya hanya memainkan nasi yang ada dipiringnya.
"Aku tidak lapar kak, Aku mau ke kamar dulu." Alya langsung beranjak dari tempat duduknya dan langsung pergi meninggalkan makannya begitu saja.
Risa hanya diam, Denis menatap Risa dengan tatapan menginginkan penjelasan, Risa yang tahu maksud sang suami, Akhirnya Risa bercerita Alya itu kenapa?
"Alya sedang cemburu, Gara-gara Panji berfoto dengan gadis lain dengan begitu akrab." Jelas Risa, Denis langsung membulatkan matanya kini dirinya benar-benar merasa kesal.
"Dasar br*ngsek, Awas saja jika kamu sampai menyakiti hati Alya aku akan menghajarmu!" Ancam Denis yang penuh cacian untuk Panji.
Setelah selesai makan malam, Denis dan Risa langsung masuk ke kamar mereka, Malam ini Mereka langsung tidur tanpa mengobrolkan apapun.
Dikamar Alya.
Alya terus memandangi layar ponselnya dengan tatapan kesal Alya melihat foto-foto Panji dengan gadis itu.
"Rasanya tidak sabar pingin cepat-cepat pagi biar bisa jewer telinga Panji." Kesal Alya dalam hatinya.
"Apa dia sengaja tidak menelponku?" Tanya Alya pada ponsel yang tidak bisa bicara.
Tiba-tiba ponsel Alya berdering dan ternyata itu telpon dari Panji, Alya langsung menolak panggilan dari Panji.
"Aku tidak mau mengangkat telponmu." Kesal Alya yang langsung mematikan telponnya.
Alya melempar ponselnya kesembarang tempat, Dan dia langsung tidur Alya menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut tebal.
Ntahlah apa mau Alya? Giliran Panji menelponnya Alya langsung mematikan telpon dari Panji, Padahal dari tadi Alya sangat berharap Panji menelponnya. Ntahlah Wanita kalau sedang kesal apalagi gara-gara cemburu itu sulit ditebak.
Panji baru saja pulang dari arisan bersama Mamanya, Panji langsung masuk kedalam kamarnya karena merasa sangat lelah sekali.
"Pan, Kamu tidak ajak Alya main kerumah?" Tanya Mama Anita sebelum Panji masuk ke kamarnya.
"Sedang sibuk dia ma, Kan sebentar lagi mau wisuda." Jawab Panji yang langsung berjalan menuju ke kamarnya.
Dikamar Panji.
Tanpa mandi terlebih dahulu, Panji merebahkan tubuhnya diatas kasur tempat tidurnya yang begitu empuk.
Panji mengambil ponselnya dari saku celananya, Lalu mengecek apa ada pesan dari Alya atau tidak.
"Tumben dia tidak mengirim pesan padaku?" Gumam Panji.
Panji menggeser layar ponselnya, Lalu menekan tombol no Alya dan langsung menelponnya, Namun Alya tidak mengangkat telpon dari Panji.
"Kenapa dia tidak mengangkat telponku?" Gumam Panji lagi.
Panji berulang kali menelpon no ponsel Alya, Namun sudah tidak aktif.
"No yang anda tujuh sedang tidak aktif."
"Alya kenapa sih? Tumben ditelpon tidak diangkat? Terus ini malah tidak aktif no ponselnya." Gerutu Panji dengan kesal.
Berulang kali menelpon Alya namun no ponselnya tidak aktif, Akhirnya Panji memilih untuk tidur karena merasa lelah sekali. Bahkan Panji malam ini tidur tanpa mandi terlebih dahulu.
Keesokan harinya.
__ADS_1
Panji sudah tiba dikampus, Kini dirinya sedang duduk sambil membaca buku.
Ayumi juga baru datang, Pagi ini Ayumi diantar oleh Alan sang kekasih.
"Sayang, Ingat ya jaga mata jangan lirik-lirik laki-laki lain, Atau aku akan mencongkel kedua bola mataku." Pesan Alan yang dipenuhi dengan ancaman, Membuat Ayumi kesal.
"Terlalu lama berteman dengan suaminya Risa, Jadi sukanya cemburuan sama main ancaman-ancaman." Batin Ayumi.
"Iya aku akan menjaganya, Tapi kalau hilaf ya aku juga tidak tahu." Jawab Ayumi yang malah bercanda dengan Alan.
"Turunlah, Atau aku akan membawamu ke kantorku?" Pinta Alan yang tiba-tiba menjadi jutek, Bahkan Alan enggan membukakan pintu mobilnya untuk Ayumi.
"Dasar tukang manyun." Batin Ayumi yang langsung turun dari mobil Alan.
"Aku berangkat dulu!" Pamit Ayumi.
"Iya hati-hati, Masuklah!" Biarpun kesal tetap saja Alan memperhatikan Ayumi.
Ayumi langsung masuk kedalam kampus, Sedangkan Alan langsung pergi menuju ke kantornya.
Denis, Risa dan Alya juga baru saja datang.
"Kak, Aku duluan ya aku tidak mau melihat kakak mesra-mesraan," Pamit Alya yang langsung turun dari mobil Denis.
Denis hanya terkekeh, Lalu melihat kearah Risa.
"Alya masih cemburu?" Tanya Denis.
"Suasana hatinya sedang tidak senang, Sudah kamu berangkat ke kantor sana!" Jawab Risa yang menyuruh suaminya berangkat ke kantor.
"Apa kamu mengusir suamimu?" Tanya Denis dengan tatapan kesal.
"Tentu saja tidak, Jika aku mengusir suamiku, Nanti bagaimana nasib anakku?" Jawab Risa dengan raut wajah pura-pura sedih.
"Dasar kamu, Pintar sekali bersandiwara." Omel Denis yang langsung mendaratkan bibirnya dibibir sang istri.
Risa hanya menikmati ciuman dari suaminya, Tanpa membalasnya, Denis melepaskan ciumannya dengan kesal.
"Kenapa kamu tidak membalasnya?" Denis memayunkan bibirnya.
Dengan cepat Risa langsung menghujani wajah tampan suaminya dengan banyak ciuman.
"Apa sudah cukup?" Tanya Risa setelah memberikan banyak cimuman pada suaminya.
"Sudah sayang, Kamu belajar yang pintar ya! Tapi ingat masalah ranjang kamu cukup belajar denganku saja!" Jawab Denis sambil meledek istrinya.
Setelah main cium-ciuman dipagi hari, Risa langsung turun dari mobil Denis untuk segera masuk ke kampus, Sedangkan Denis langsung pergi menuju ke kantornya.
Risa melangkahkan kakinya namun dengan cepat Ayumi menarik tangan Risa, Membuat Risa sangat kaget.
"Ayumi ada apa?" Tanya Risa bingung.
"Lihat Panji dan Alya, Sepertinya Alya sedang marahan dengan Panji." Jawab Ayumi sambil menunjukkan Panji dan Alya yang saling menatap dengan tatapan tajam.
"Ada apa dengan mereka?" Tanya Ayumi penasaran.
Risa dan Ayumi hanya mengawasi Panji dan Alya dari kejauhan.
BERSAMBUNG π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π