Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
206.Risa dan Alya.


__ADS_3

1 Minggu telah berlalu.


Denis dan Risa sudah kembali kerumahnya, Alya juga ikut bersama Denis karena Mama Rasti pergi menyusul sang papa keluar kota.


Sebenernya Risa dan Denis berencana tinggal ditempat orang tua Denis sampai melahirkan, Tapi karena Mama Rasti menyusul sang papa keluar kota jadi Denis dan Risa kembali kerumah mereka, Alya juga ikut dengan mereka karena Denis juga tidak mau membiarkan Alya dirumah sendirian.


Dirumah Denis.


Risa baru saja selesai menyiapkan sarapan untuk mereka bertiga sarapan.


"Alya kamu sudah bangun?" Tanya Risa yang sudah menunggunya dimeja makan.


"Aku sudah bangun dari tadi kak, Oh iya ini semua kakak yang menyiapkan?" Jawab Alya yang langsung menarik kursi meja makan dan langsung duduk.


"Iya aku yang menyiapkan semuanya, Kamu sarapanlah!" Jawab Risa yang langsung menyuruh Alya untuk segera sarapan.


Alya mengambil nasi dan berbagai lauk menaruh dipiring.


"Kak Denis mana kak?" Tanya Alya karena tidak melihat sosok Denis dimeja makan.


Denis yang sedang berjalan menuju ruang makan dan mendengar pertanyaan Alya pada Risa, Denis langsung menyahutinya.


"Kenapa kamu memcariku? Apa kamu merindukanku?" Tanya Denis yang sengaja meledek Alya, Yang membuat Alya kesal.


"Aku lebih merindukan Panji, Daripada merindukan Kak Denis." Bantah Alya sambil menjulurkan lidahnya.


Risa manaruh piring yang berisi makanan dihadapan Denis.


"Sudah jangan berdebat, Kalian habiskan sarapan kalian, Suamiku kamu juga jangan mengganggu Alya terus." Pinta Risa dan mengomeli suaminya agar tidak menganggu Alya terus.


Alya dan Denis memakan makanan mereka hanya saja saling tatap dengan tatapan sengit, Risa hanya geleng-geleng kepala apalagi Risa paham sekali seperti apa Denis dan Alya jika mereka sudah bertemu ada aja yang mereka debatkan tidak jelas.


Setelah selesai makan, Denis berpamitan dengan Risa untuk pergi ke kantor.


"Sayang, Aku berangkat ke kantor dulu ya. Katakan kamu mau apa? Biar nanti pulang kantor aku belikan untukmu." Denis berpamitan dengan Risa dengan manja.


Alya hanya menatapnya kesal.


"Dasar Kak Denis, Berpamitan saja dibuat manja seperti itu." Gumam Alya sambil menikmati makanannya.


"Iya hati-hati, Jangan pulang kemalaman nanti pulangnya beli sosis bakar pedas." Jawab Risa dengan manja.


Alya yang sedang makan rasanya mual sekali, Ternyata Risa juga tidak kalah manja.


"Dasar pasangan sama-sama manja." Gumam Alya sambil geleng-geleng kepala.

__ADS_1


"Akan aku belikan nanti, Hanya itu saja?" Tanya Denis lagi dengan lembut.


"Iya hanya itu saja, Alya kamu mau apa?" Jawab Risa sambil bertanya pada Alya.


"Belikan aku ayam pedas kak, Kebab, Sama jus alpukat." Jawab Alya dengan penuh semangat.


Denis mendengus kesal, Lalu menatap Alya dengan tatapan datar.


"Alya, Kamu kan perempuan jangan biasakan makan banyak seperti itu." Denis mengomeli Alya karena Alya sering makan berlebihan, Bukan Denis tidak mau membelikan tapi Denis kawatir Alya sakit gara-gara demen banget makan banyak sekali makan.


Alya gadis bertubuh mungil, Tapi kalau soal makanan Alya itu dua mangkok mie ayam saja bisa habis, Soto dua mangkok juga Alya habis. Untung saja berat badan Alya hanya segitu-gitu saja biarpun makannya banyak.


"Tapi aku pingin semuanya kak." Alya ngambek sambil memayunkan bibirnya.


"Suamiku...." Panggil Risa dengan mesra.


"Iya sayang aku belikan, Kalau perlu sekalian sama toko-tokonya dan gerobaknya biar pada jualan di depan rumah sekalian." Kata Denis biarpun dengan rasa kesal, Tetap saja kalau Risa sudah memanggilnya dengan lembut kekesalan Denis luluh seketika.


Denis mencium kening Risa, Kedua pipi Risa tapi disaat Denis akan mencium bibir mungil Risa, Risa langsung menahannya dengan jari telunjuknya.


"Kenapa?" Tanya Denis pelan.


"Ada Alya," Jawab Risa malu.


Denis melihat kearah Alya, Lalu berkata pada Alya.


"Dasar kakak tidak ada ahklak, Mau main cium-ciuman saja harus didepanku." Batin Alya terus meronta-ronta.


Tik...tik...tik......


Setelah beberapa menit berlalu, Alya belum membuka matanya juga karena Denis belum menyuruh membuka matanya.


"Lama sekali, Sebenernya butuh berapa lama untuk berciuman?" Tanya Alya pada hatinya, Wajar Alya belum pernah berciuman soalnya.


Biarpun Alya hidup diluar negeri, Yang bisa dibilang disana ciuman dan hubungan suami-istri bersama pacar itu bebas tapi Mama Yulia dan Papa Hendra menjaga Alya dengan sangat ketat, Alya pulang kemalaman saja sang papa langsung memarahinya. Membuat Alya takut dan tidak berani membantah perintah dari kedua orangtuanya.


Denis berulang kali menciumi bibir Risa, Sebenarnya Denis juga sengaja mengerjai Alya agar menutup matanya dengan lama.


"Sayang, Aku berangkat dulu ya. Biarkan Alya menutup matanya!" Bisik Denis ditelinga Risa.


Risa menganggukan kepalanya,Lalu mencium tangan suaminya, Setelah selesai ritual pagi paginya dengan sang istri Denis berjalan dengan hati-hati menuju kedepan rumahnya.


Risa melanjutkan makannya dan membiarkan Alya tetap menutup matanya.


"Emang dasar kakakmu itu sukanya jail ya." Gumam Risa senang.

__ADS_1


Sampai beberapa lama akhirnya Alya membuka matanya dan ternyata Denis sudah tidak ada dihadapannya.


"Kak Denis mana?" Tanya Alya kesal.


"Dia sudah berangkat." Jawab Risa.


"Kak Denisssss......." Teriak Alya kesal.


"Alya kamu mau membuat telingaku pecah." Omel Risa yang mendengar teriakan Alya begitu keras.


"Kak Denis mengerjaiku, Awas saja nanti." Alya mengancam Denis, Risa hanya senyum.


Setelah selesai makan Alya dan Risa bersama-sama membereskan meja makan dan mencuci piring bersama.


"Apa Kak Denis ini mau menjadi suami yang jahat, Sudah tahu istrinya sedang hamil dan Dia membiarkan Kak Risa mengerjakan semuanya sendiri semuanya, Aku omelin nanti kamu kak." Alya terus menggerutu karena merasa kesal pada Denis.


"Aku yang mau Alya, Aku tidak mau diam saja dirumah jadi pekerjaan rumah tangga yang bisa lakukan ya aku lakukan, Apalagi kan aku dan Denis hanya tinggal berdua." Jelas Risa agar Alya tidak berpikir buruk tentang Denis.


Denis sering meminta Risa agar tidak mengerjakan semuanya, Tapi tetap saja Risa mengurus semuanya sendiri, Tapi kalau Denis dirumah sekarang kerjaan rumah mereka kerjakan berdua agar lebih romantis dan bisa menghabiskan waktu berdua tidak hanya duduk saja. jika keduanya sedang malas Denis langsung menelpon tukang bersih-bersih kerumahnya.


"Tetap saja Kak Denis ini salah kak, Buat apa dia punya uang banyak kalau istri sendiri tetap saja disuruh bersih-bersih." Alya terus menyalahkan Denis, Apalagi dirinya sedang kesal dengan Denis.


"Alya biarpun suami kita punya uang banyak, Itu bukan berarti kita harus malas-malasan dan kalau hanya pekerjaan rumah tangga dan mengurus suami itu sudah tugas kita sebagai istri." Risa memberi nasehat untuk Alya.


"Kakak benar juga sih, Aku juga nanti kalau sudah menikah mau belajar menjadi istri yang baik seperti Kak Risa." Alya langsung memeluk Risa dengan penuh kasih sayang.


Biarpun mereka tidak sedarah dan Alya itu adalah sepupu Denis, Tapi Alya dan Risa itu sudah seperti Kakak dan Adik, Mereka saling menyayangi dan mereka juga sering nonton film drama bersama.


"Kak Risa, Aku yakin Kak Denis pasti bahagia punya istri seperti kakak." Kata Alya yang melepaskan dirinya dari pelukan Risa.


"Bahagia atau tidaknya sebuah rumah tangga, Tergantung kita menjalani hubungan rumah tangga ini seperti apa?" Jawab Risa dengan senyum manisnya.


Buat Risa berumah tangga itu bukan hal yang mudah banyak sekali cobaan yang Risa dari awal menikah, Dan bisa bahagia seperti sekarang ini ya karena keduanya bisa saling menerima dan mencintai satu sama lain.


Risa dan Alya duduk diruang tengah sambil menonton film drama korea berdua.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu.


"Ada yang mengetuk pintu kak." Kata Alya.


"Iya sebentar ya, Aku kedepan dulu." Pamit Risa yang langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Siapa yang datang?"


BERSAMBUNG πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya Authornya tidak bisa up banyak kaya dulu lagi, Soalnya Author sudah mulai masuk kerja, Tapi Author usahakan up setiap hariπŸ™


__ADS_2