
Pokoknya hari ini Denis dan Risa seperti pengantin baru yang hanya dikamar saja, Sebenarnya Risa malas tapi semua ini mau sang suami jadi Risa hanya menurut saja.
"Daripada suamiku jajan diluar," batin Risa.
Risa merasa sangat jenuh hanya di dalam kamar saja, Lalu Risa berkata pada Denis.
"Sayang keluar yuk." ajak Risa..
"Aku capek, Kamu membuatku berkerja keras sendirian terus akhir-akhir ini." keluh Denis dengan raut wajah yang sudah lemas.
Iya gimana tidak lemas mentang-mentang dikamar seharian bareng istri, Mintanya main kuda-kudaan mulu. Iya biarpun akhirnya harus kerja keras sendirian dikamar mandi, Tapi Denis cukup puas.
Denis langsung memejamkan matanya, Sedangkan Risa langsung pergi menuju ke kamar mandi.
"Dasar, Lihat nak Papamu, Dia sangat kelelahan." batin Risa sambil mengelus perutnya yang sudah semakin terlihat.
Sesampainya dikamar mandi Risa langsung bathtub untuk beremdam, Tubuhnya yang sudah polos tanpa sehelai benang membuat Risa langsung masuk kedalam bathtub.
"Seger sekali, Akhirnya bisa terlepas dari singa jantanku." gumam Risa.
Setelah beberapa lama, Risa selesei dan Risa langsung keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk saja. Membuat bagian dada begitu jelas terlihat "Tidak-tidak terlihat kan Denis sudah tidur ini." batin Risa.
Risa langsung menganti pakaiannya, Lalu meninggalkan Denis yang masih tertidur.
Risa menuju keruang tengah dan ternyata a ada mertuanya yang sedang menonton flim kesukaannya, Seperti biasanya mertuanya selalu marah-marah tidak jelas gara-gara flim tersebut.
"Laki-laki macam apa kamu ini, Demi pelakor jelek dan tidak ada akhlak seperti dia kmu rela meninggalkan anak dan istrimu."
"Dasar wanita perebut laki orang, Tidak ada akhlak sama sekali."
Mama Rasti marah-marah tidak jelas gara-gara adegan sebuah flim yang ditontonnya.
"Mama, Kenapa?" Tanya Risa yang langsung duduk disamping Mama mertuanya.
"Itu Ris, Pelakor tidak ada ahklak banget." jawab Mama sambil melihat kearah televisi, Risa hanya tersenyum dan ikut nonton flim tersebut.
Akhirnya Risa dan Mama Rasti sama-sama kesal, Bahkan mereka sama-sama marah tidak jelas gara-gara flim yang ditontonnya.
Setelah beberapa lama akhirnya flimnya selesei, Mama Rasti langsung memanggil Risa.
"Risa?" Panggil Mama Rasti.
"Iya Ma?" Jawab Risa pelan.
"Denis mana, Kamu tidak makan?" Tanya Mama Rasti, Karena tidak melihat sosok Denis.
Risa tersenyum, Risa tidak mungkin bilang sama sang mertua kalau anaknya tepar dikamar gara-gara permainannya diatas ranjang.
"Masih tidur Ma, Mungkin dia kelelahan ma." jawab Risa dengan senyum manisnya.
Mama Rasti langsung tersenyum, Lalu bergumam.
"Iyalah kelelahan dari pagi kalian tidak keluar kamar, Dan Risa juga sudah mandi basah. Aduh sadar kalian ini." batin Mama Rasti.
__ADS_1
Biarpun Risa tidak mengatakannya dengan jujur, Tapi sebagai Orangtua dan sudah berpengalaman Mama Rasti tahu apa habis dilakukan oleh Denis dan Risa sampai-sampai mereka tidak keluar dari kamar dari tadi pagi.
"Iya kelelahan buatin cucu untuk mama dan papa ya." cetus Mama Rasti dengan jail, Membuat Risa jadi malu.
Mama Rasti bangun dari tempat duduknya, Lalu mengusap rambut Risa.
"Tidak usah malu nak, Namanya pasangan masih muda itu wajar. Dulu mama sama papa juga iya" kata Mama Rasti pada Risa. Risa langsung mengembangkan senyumnya.
"Mama, Terimakasih sudah menjadi mertua yang sangat baik." Risa mengucapkan terimakasih pada Mama Rasti.
Mama Rasti tersenyum, Lalu memeluk tubuh Risa sambil mengusap-usap rambut Risa dengan penuh kasih sayang.
"Itu sudah tugas mama nak, Kalau suamimu macam-macam atau menyakitimu bilang mama ya nak, Biar Mama yang memarahinya." kata Mama Rasti, Yang membuat Risa semakin mengembang senyumnya.
Betapa bahagianya Risa mempunyai mama mertua yang sangat menyayanginya. Mama Rasti melepaskan pelukannya dari tubuh Risa.
"Oh iya Ris, Setelah kamu lulus kuliah nanti kan dua hari setelah lulusan kamu 7 bulanan. Nanti bicarakan sama Denis ya, Mau gelar acara tujuh bulanan dimana?" Kata Mama Rasti dengan nada lembut.
"Iya Ma, Nanti aku bicarakan sama Denis." jawab Risa.
Mama Rasti dan Risa menuju meja makan, Siang ini mereka makan berdua saja karena Denis masih tidur, Alya juga belum pulang ntah Alya itu pergi kemana?
Panji dan Alya.
Panji mengajak Alya kesebuah tempat, Iya Panji mengajak Alya ke tempat belajar memasak.
"Kita mau apa kesini?" Tanya Alya yang merasa bingung karena Panji mengajaknya ke tempat belajar memasak.
"Aku mau mengajakmu belajar memasak," jawab Panji yang langsung mengidipkan satu matanya pada Alya.
"Kita pergi ke mall saja!" ajak Alya.
"Setelah ini, Aku akan mengajakmu ke mall sayang." jawab Panji yang tanpa sadar memanggil Alya dengan sebutan sayang.
Alya merasa sangat kesal karena Panji mengajaknya ke tempat belajar memasak.
"Apa aku harus belajar memasak, Aku bisa masak mie instan, Aku juga bisa masak air." keluh Alya dalam hati.
"Jangan panggil aku sayang, Memangnya aku siapamu?" Omel Alya pada Panji.
"Keceplosan, Iya siapa lagi? Alya adalah colan istri Tuan Panji yang tampan ini." jawab Panji yang langsung ditatap kesal oleh Alya.
Panji tidak memperdulikan tatapan Alya, Panji langsung menarik tangan Alya masuk ke dalam tempat tersebut.
Sesampainya di dalam, Panji langsung bertemu dengan salah satu pengajar yang akan mengajari mereka masak nanti.
Alya dan Panji mulai belajar memasak, Kini mereka sudah memakai celmek, Alya juga sudah memegang pisau ditangannya.
"Maaf Nona, Bisa tinggalkan kita berdua saja?" Tanya Panji pada sang pengajar.
"Tapi Tuan," jawab sang pengajar.
Panji langsung memberikan isyarat pada sang pengajar tersebut, Sang pengajar itu tahu maksud Panji "Mungkin kedua sejoli ini pinginnya berduaan, Sudahlah aku pergi mengajar yang lain saja." Gumamnya.
__ADS_1
"Kenapa kamu menyuruhnya pergi?" Tanya Alya dengan raut wajah kesal.
"Kenapa lagi, Iya tentu saja biar aku saja yang mengajarimu." jawab Panji dengan ide liciknya.
Alya langsung memanyunkan bibirnya, Lalu Panji langsung memegang tangan Alya yang sudah memegang pisau.
Panji mengarah tangan Alya pada bawang yang sudah Alya pegang ditangan kirinya. Lalu pelan-pelan dengan rasa sabar Panji mengajari Alya memotong bawang merah.
Setelah beberapa potongan, Mata Alya langsung berkaca-kaca ingin menangis..
"Ini pedas sekali." keluh Alya dengan manja.
Alya memang tidak pernah memasak sebelumnya, Jadi Alya ini pertama kalinya mengiris bawang merah.
"Ini baru bawang merah, Nanti setelah menikah aku tidak akan mengajarimu memasak lagi." kata Panji yang membuat Alya bingung, Lalu bertanya pada Panji.
"Terus kamu mau mengajarkan apa padaku?" Tanya Alya pelan.
Panji menghentikan tangannya yang sedang mengajari Alya mengiris bawang, Lalu berbisik pada Alya.
"Aku akan mengajarmu perang diatas ranjang, Dan itu tidak akan pedas tapi akan terasa nikmat." bisik Panji.
Alya langsung terdiam "Apa seperti flim ehem-ehem yang aku tonton waktu itu," batin Alya.
"Kenapa kamu diam? Jika kamu belum bisa maka biarkan aku yang melakukannya nanti setelah menikah, Dan kamu hanya dibawah saja menikmati permainanku." Bisik Panji lagi yang membuat wajah cantik Alya menjadi merah.
Sebenernya Panji sudah sangat ingin mengeluarkan tawanya, Namun Panji menahannya.
"Sungguh mama pintar sekali, Memilikikan calon istri untukku. Dia bahkan sangat menggemaskan sekali, Rasanya aku ingin memakannya sekarang." batin Panji dengan pikiran mesumnya.
"Panji sudahlah jangan bicara macam-macam, Lagian hubungan kita jugakan masih sebatas teman saja." kata Alya dengan pelan.
"Iya teman terus menikah." tegas Panji yang membuat Alya semakin malu.
"Panji kamu membuatku malu ih." batin Alya.
Alya tidak memperdulikan perkataan Panji, Alya melanjutkan memotong bawang merah yang ada ditangannya.
Lalu tanpa sengaja tangan Alya menyentuh mata Alya, Dan itu membuat mata Alya terasa peri.
"Ahh peri sekali." keluh Alya.
Alya hendak mengucek-ucek matanya, Lalu Panji menahannya.
"Jangan menguceknya, Nanti malah tambah peri." Larang Panji.
Panji langsung mendekatkan wajahnya pada wajah Alya, Kali ini ntah apalagi yang akan dilakukan Panji pada Alya.
Alya hanya diam, Wajah mereka semakin dekat, Membuat jantung Alya berdetak lebih cepat dari biasanya.
"Aduh jantungku berdetak sangat kencang." batin Alya yang berusaha menyembunyikan detak jantungnya.
Bersambung π
__ADS_1
Terimakasih para pembaca setia π