Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
214.Berasa jadi anak tiri.


__ADS_3

Perdebatan demi perdebatan Alya dan Panji lakukan, Tapi Denis dan Risa hanya membiarkannya saja.


"Biarkan saja mereka berdebat, Mending kita pacaran sambil nonton flim drama saja sayang." Kata Denis sambil terus memeluk tubuh Risa.


Jam menunjukkan pukul 5 sore akhirnya Panji dan Alya sudah menemukan undangan pernikahan pilihannya.


"Sayang aku pamit pulang ya, Mataku sudah sempet lihat dua sejoli yang mersa-mesraan terus dari tadi." Pamit Panji sambil menyindir Denis dan Risa yang dari tadi mesra-mesraan.


Denis melihat Panji lalu menjulurkan lidahnya.


"Sirik saja kamu, Sana pulang! Aku mau pacaran lagi sama istriku." Dengan halus Denis mengusir Panji.


"Sudah mau punya anak saja masih pacaran, Itu pikirin anak sudah mau bronjol." Sahut Panji yang diiringi tawanya.


"Tahu ih Kak Denis, Sudah mau punya anak juga masih saja mikirin pacaran." Sambung Alya yang sudah ikut tertawa.


"Dasar kalian, Sana kalian jalan saja daripada gangguin kita mesra-mesraan." Omel Denis pada Alya dan Panji.


Risa geleng-geleng kepala, Melihat suaminya terus berdebat dengan Panji dan Alya.


"Benar-benar sih Denis sama anak kecil saja diladenin." Batin Risa dalam hatinya.


"Sudahlah sayang jangan berdebat terus sama anak kecil." Lerai Risa agar suaminya tidak melanjutkan perdebatan dengan Panji dan Alya.


"Dia bilang kita anak kecil, Kamu saja lebih muda dariku Vania Clarissa." Sahut Panji dengan penuh kemenangan.


Risa tertawa simpul, Kini dirinya merasa lucu padahal benar kata Panji dirinya lebih muda dari Panji, Tapi malah Risa bilang Panji kalau dirinya anak kecil.


"Tapikan aku mau kakak iparmu jadi mulai sekarang panggil kakak." Bantah Risa dengan senyum penuh kemenangan.


"Baiklah Kak Risa." Jawab Panji pasrah.


"Alya ayo ikut aku kerumah saja, Kita ketemu sama mama dan papa." Panji mengajak Alya untuk pergi kerumahnya.


Akhirnya Panji pergi bersama Alya kerumah Panji, Sedangkan Risa dan Denis melanjutkan acara pacaran mereka yang tertunda.


Ayumi dan Alan....


Setelah selesai makan es krim berdua, Ayumi dan Alan juga pergi untuk mengurus undangan pernikahan mereka nanti, Setelah selesei mengurus undangan pernikahannya, Alan langsung mengantarkan Ayumi pulang kerumahnya.


Sambil naik mobil Alan dan Ayumi saling membicarakan masalah pernikahan mereka.


"Kata Denis acara pernikahan kita akan diadakan dengan acara pernikahan Panji dan Alya, Apa kamu tidak apa-apa?" Tanya Alan pada Ayumi.

__ADS_1


Dalam hal ini Alan harus meminta persetujuan dengan Ayumi, Karena Alan juga tidak mengambil keputusannya hanya sendiri saja.


"Tidak apa-apa, Aku juga justru senang kalau pernikahan kita dibarengkan dengan mereka." Jawab Ayumi yang setuju dengan rencana Denis.


Denis berencana menggelar pernikahan Panji dan Alya, Alan dan Ayumi jadi satu nanti. Bukan tanpa alasan Denis sengaja mengelar acara pernikahan mereka jadi satu karena biar rame dan tentunya menghemat biaya pernikahan mereka.


"Yang penting pergi bulan madunya jangan bareng ya sayang." Ledek Alan yang membuat Ayumi tersenyum malu-malu.


"Jangan ngomongin bulan madu, Aku takut kalau ngomongin masalah itu." Jawab Ayumi malu-malu, Membuat Alan menatapnya dengan gemas.


"Ayumi apa kamu itu sepolos ini." Batin Alan dalam hatinya.


Dalam hal ini Ayumi memang belum paham dan belum siap juga, Ayumi masih takut jika membayangkan dirinya melakukan malam pertama nanti.


"Kenapa kamu harus takut? Nanti aku akan mengajarimu dengan baik." Jawab Alan untuk meyakinkan Ayumi.


"Kan katanya kalau pertama kali itu sakit." Cetus Ayumi dengan malu-malu.


"Aduh mulutku ini ngomong apasih." Batin Ayumi dalam hatinya.


Alan tersenyum lalu mengacak-acak rambut Ayumi dengan tangannya.


"Itu hanya awalnya saja, Nanti juga kalau sudah merasakan kamu akan meminta setiap hari padaku." Jawab Alan yang diiringi dengan candaan.


Alan hari ini sungguh dibuat begitu gemas oleh Ayumi, Bukan karena apa-apa tapi karena Ayumi itu begitu polos.


"Bilang saja kamu malu, Jangan dipikirkan lagi nanti untuk pertama kalinya aku akan melakukannya dengan pelan biar kamu tidak merasakan sakit." Ledek Alan yang semakin jail menggoda Ayumi, Membuat Ayumi benar-benar malu-malu.


Dalam hati Ayumi, Alan kenapa kamu dari tadi mengobrolnya obrolan dewasa terus sih, Kamu itu membuatku pusing, Aku belum paham apa yang kamu obrolin.


"Sayang sudah ih jangan bahas obrolan dewasa terus, Nanti kalau kita sudah halal saja baru membicarakan hal-hal yang seperti itu." Pinta Ayumi dengan tatapan memohon, Membuat Alan semakin gemas.


"Rasanya aku sudah tidak sabar lagi ingin menghalalinmu sayang." Batin Alan dalam hatinya.


Alan terus melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan menuju rumah Ayumi.


Alya dan Panji...


Alya dan Panji baru saja sampai dirumah Panji, Alya dan Panji mengetuk pintu rumah Panji secara bersamaan.


"Tok..tok..tok..." Panji dan Alya mengetuk pintu rumah Panji bersamaan.


Mendengar suara ketukan pintu, Mama Anita bangun dari tempat duduknya untuk membukakan pintu rumahnya.

__ADS_1


"Ceklek....." Suara gagang pintu.


Melihat yang datang ternyata Alya dan Panji, Mama Anita dengan begitu bahagia langsung memeluk Alya.


"Alya calon mantu mama." Sapa Mama Anita yang langsung memeluk Alya dengan erat.


"Calon mama mertua." Jawab Alya yang langsung membalas pelukan dari calon mama mertuanya.


Panji terus melihat kedua.


"Mereka sekarang seperti Teletubbies." Gumam Panji dalam hatinya.


"Mama apa hanya Alya yang mama peluk?" Keluh Panji pura-pura ngambek, Tapi hanya dilirik oleh sang mamanya.


"Kamu sudah besar, Jadi tidak perlu dipeluk lagi." Jawab Mama Anita yang langsung mengandeng tangan Alya masuk kedalam rumahnya dan meninggalkan Panji begitu saja.


Panji terus menatap sang mama dan Alya, Kali ini Panji benar-benar merasa di anak tirikan oleh sang mama.


"Aku berasa jadi anak tiri." Gumam Panji Sambil mengikuti langkah kaki Mama Anita dan Alya dibelakangnya.


Sesampainya didalam rumah, Mama Anita mengajak Alya duduk diruang tengah.


Alya dan Mama Anita asik berbincang, Sedangkan Panji hanya diabaikan saja. Hari ini Panji benar-benar di anak tirikan oleh sang mama gara-gara calon menantunya.


Dirumah Denis dan Risa, Mereka masih menonton televisi berdua. Hari ini mereka benar-benar seperti dua sejoli yang sedang kasmaran.


Denis mengelus-elus perut Risa dengan tangannya, Risa tersenyum bahagia melihat sang suami begitu menyayanginya.


"Sayang kapan kamu lahir ke dunia ini?" Tanya Denis pada bayi yang masih ada didalam perut Risa.


"Tunggu beberapa bulan lagi papa, Aku akan lahir ke dunia ini." Jawab Risa yang seolah-olah menjadi anaknya yang ada didalam perutnya.


"Papa sudah tidak sabar, Papa ingin kamu panggil aku papa." Denis terus berbicara pada anak yang ada didalam perutnya Risa.


Denis sudah tidak sabar menanti kelahiran anak pertamanya.


"Kapan aku dipanggil papa?" Tanya Denis.


"Tunggu sih Ucil lahir." Jawab Risa.


BERSAMBUNG πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2