
Setelah capek perang bantal, Akhirnya Denis dan Risa tertidur. Denis juga tidak jadi mandi karena sudah terlalu mengantuk.
Keesokan harinya.
Seperti biasa, Risa sudah rapi untuk berangkat ke kampus Denis juga sudah siap untuk berangkat ke kantor.
Pagi ini mereka sarapan bersama, Risa sudah membuatkan nasi goreng untuk Denis.
"Den, sarapan dulu" Risa menyuruh Denis sarapan.
Denis menghampiri Risa yang sudah duduk dikursi meja makan. Risa mengambilkan nasi goreng untuk Denis.
"Makanlah yang banyak" pinta Risa, yang sudah menaruh piring berisi nasi goreng didepan Denis.
"Terimakasih Ris" jawab Denis.Denis langsung memakan nasi goreng tersebut dengan begitu nikmat.
***Tring 1 pesan masuk diponsel Denis.
Dari Maya.
"Sayang, uang bulananku sudah habis untuk bulan ini. Kamu segera transfer ya"
Denis membaca pesan dari Maya.
"Padahal belum lama Aku transfer uang buat Maya, cepat sekali habisnya!"
***Denis membalas pesan Maya.
"Bukankah udah Aku transfer lebih bulan kemarin?"
Maya membalas pesan Denis.
"Sayang kamu mentransfer tidak ada 50 juta, itu tidak cukup untuk satu bulan"
Denis membalas pesan Maya.
"Kenapa, Kamu boros sekali? padahal Risa Yang istriku saja tidak pernah meminta uang dariku bahkan uang bulanan saja tidak pernah Risa minta karena semua kebutuhan sudah Aku penuhi"
Maya membalas pesan Denis.
"Oh jadi sekarang, Kamu mulai membanding-bandingkan Aku dengan gadis bodoh itu!!"
Denis membalas pesan Maya.
"Sudahlah Aku malas berdebat denganmu, Nanti Aku transfer"
Maya membalas pesan Denis.
"Terimakasih sayang, Aku sayang kamu"
Denis hanya membuka pesan Maya tanpa membalasnya lagi.
Risa yang melihat wajah kesal Denis, Akhirnya bertanya.
"Kamu kenapa?" tanya Risa, yang melihat wajah kesal Denis.
"Tidak apa-apa, Ayo kita berangkat sekarang! ajak Denis, yang belum menghabiskan sarapannya.
"Tapi sarapanmu belum habis" tanya Risa.
"Nanti Aku makan lagi dikantor" jawab Denis, yang sudah menarik tangan Risa menuju ke mobilnya.
Risa hanya mengikuti langkah kaki Denis, tanpa melakukan protes apapun.
"Denis kenapa? tiba-tiba kesal seperti itu?"
__ADS_1
Di dalam mobil.
Kali ini di dalam mobil, Denis hanya terdiam.
"Tidak biasanya, Denis hanya diam saja"
Sampai dikampus Risa, Denis pun masih terdiam, Denis mengentikan mobilnya.
Sebelum Risa masuk ke kampus, sesuai perintah Denis kemarin Risa harus mencium tangan suaminya untuk berpamitan.
"Den, Aku berangkat dulu ya" pamit Risa, Denis langsung menyodorkan tangannya.
"Cium tanganku jangan lupa!!" pinta Denis.
"Dasar menyebalkan!!"
"Iya aku tau" jawab Risa, sambil mencium punggung tangan suaminya.
Setelah selesai berpamitan dengan suaminya Risa, langsung membuka pintu mobilnya namun Denis menarik tangan Risa.
"Kenapa?" tanya Risa, yang menghentikan tangannya untuk membuka pintu mobil.
"Kamu melupakan sesuatu" kesal Denis.
"Melupakan apa?" tanya Risa, yang merasa bingung dengan ucapan Denis.
Denis langsung melirik Risa dengan tatapan tajam.
"Semangat pagi untukku mana?" tanya Denis, yang sudah memasang wajah kesal.
Risa menghela nafasnya, Denis menujuk pipinya dengan jari telunjuknya.
"Cium dulu, disini!!" suruh Denis, yang sudah menunjukkan pipinya agar Risa menciumnya.
Risa memanyunkan bibirnya.
"Apa kamu tidak mau, biar Aku saja yang menciummu" ancam Denis, penuh kemenangan.
Akhirnya Risa mengarahkan bibirnya ke pipi Denis, namun Denis langsung membalikkan wajahnya dan akhirnya bukan pipi yang dicium oleh Risa namun bibir Risa langsung dilumat habis oleh Denis.
Denis melepaskan ciumannya, karena Risa tidak bisa mengimbangi permainannya.
"Payah Kamu, lain kali akan ku ajarkan bagaimana cara ciuman yang benar" kesal Denis, dengan nada meledek.
"Kenapa kamu selalu menciumku tanpa izin?" kesal Risa, dengan lirikan tajamnya.
"Haha, dasar bodoh. Kamu ini istriku untuk apa Aku meminta izin darimu?" jawab Denis.
"Turunlah, kuliah yang benar biar jadi anak pintar. Terus ingat jangan bertemu dengan laki-laki brengsek itu" ucap Denis.
"Iya, Panji namanya bukan laki-laki brengsek" kesal Risa, yang sudah membuka pintu mobilnya dan segera turun.
Denis kembali menarik tangan Risa.
"Apalagi?" bentak Risa.
"Jika kamu berani menemui laki-laki brengsek itu, Maka sampai rumah Aku akan langsung mencabik-cabik dirimu tanpa ampun" ancam Denis, kali ini dengan nada serius.
"Hmmmm..! jawab Risa singkat.
Setelah turun dari mobilnya Denis, Risa langsung berlari menuju ke dalam kampusnya.
Denis langsung melajukan mobilnya menuju ke kantornya, sampailah dikantor Denis langsung menuju masuk keruangannya.
"Denis" panggil Maya.
__ADS_1
Denis langsung menengok kearah Maya.
"Maya?" Denis terkejut.
Maya langsung menghambur ke pelukan Denis.
"Maya, lepasankan Aku! ini dikantor" pinta Denis.
Maya langsung melepaskan pelukannya, kini Denis langsung menarik Maya menuju keruangannya.
Alan yang baru saja datang, bingung melihat Maya ada situ.
"Rere, kapan wanita brengsek itu datang?" tanya Alan dengan nada kesal.
Rere menatap Alan, dengan tatapan bingung.
"Wanita brengsek, siapa Lan?" tanya Rere.
"Ehh maksudku Maya" jawab Alan.
"Dia sudah datang dari tadi pagi, padahal sudah dilarang masuk tapi tetap saja tidak mau tau" jelas Rere.
"Oh gitu, baiklah Aku keruanganku dulu" pamit Alan.
"Iya Lan" jawab Rere.
Alan langsung pergi meninggalkan Rere untuk menuju keruangan.
Diruangan Denis.
Denis sudah duduk dikursi kerjanya, Sedangkan Maya berdiri dibelakang Denis sambil mengalungkan tangannya ke leher Denis.
"Katakan, kenapa Kamu sampai datang ke kantor?" tanya Denis dengan nada sedikit kesal.
"Aku merindukanmu sayang" jawab Maya, dengan begitu manja.
"Aku sudah transfer uang bulanan kamu" ucap Denis, yang baru saja mentransfer uang bulanan Maya lewat ponselnya.
Maya langsung mencium pipi Denis.
"Sayang terimakasih" ucap Maya, Maya melepaskan tangannya dari leher Denis.
"Iya, kamu pulanglah! Aku sibuk hari ini" pinta Denis, yang sebenarnya sedang merasa kesal dengan Maya.
"Iya sayang" jawab Maya.
Maya langsung pergi meninggalkan ruangan Denis, Dan langsung berjalan menuju keluar diperjalanan Maya bertemu dengan Alan.
"Hay, sekertaris brengsek" sapa Maya.
"Wanita pengeretan Ada disini" saut Alan.
"Apa Kamu bilang!" kesal Maya.
"Apalagi? kerjaanmu kan menghabiskan uang Tuan Denis, Tuan Denis itu bodoh sekali mau-maunya diporotin sama wanita murahan seperti kamu" ucap Alan, Alan yang memang sangat tidak suka dengan Maya, jadi mengatakan hal yang buruk tentang Maya itu udah bisa.
"Jaga ucapanmu, sekertaris kurang ajar" kesal Maya, dengan tatapan tajamnya.
"Aku akan berhenti, jika Kamu meninggalkan Tuan Denis" jawab Alan dengan tegas.
Betapa geramnya Maya saat ini, mungkin rasanya ingin menelan orang hidup-hidup.
"Dengarkan Aku baik-baik, suatu saat Tuan Denis akan sadar, Dan akan lebih memilih Nona muda menjadi satu-satunya wanita yang ada dihatinya" Ucap Alan lagi, kali ini dengan nada memberi peringatan pada Maya.
"Alan....." bentak Maya, yang sudah mau menampar pipi Alan. Namun dengan begitu tegas Alan langsung menepis tangan Maya.
__ADS_1
Alan langsung mengibaskan tangan Maya dengan kasar, Lalu langsung pergi meninggalkan Maya begitu saja.
Bersambung