Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
138.Hanya sama nama.


__ADS_3

Pagi yang indah mereka berdua pergi ke suatu tempat yang begitu pemandangannya indah.



Visual tempat pemandangan indah.


"Indah sekali." kata Risa sambil menyandarkan kepalanya di bahu Denis.


"Ini adalah restauran diatas bukit, jadi Kita bisa menikmati sarapan pagi disini sambil menikmati pemandangan yang indah." kata Denis pada Risa.


"Kamu tahu saja tempat bulan madu yang indah suamiku." jawab Risa sambil tersenyum melihat pemandangan yang indah di depan matanya.


Denis dan Risa sudah memesan makanan, kini mereka sedang menunggu pesanan makanan mereka.


setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pesanan makanan mereka datang juga.


"Kamu makanlah yang banyak!" pinta Denis.


Risa mulai memakan makanan pesanannya, begitu juga dengan Denis. setelah makanan mereka habis mereka kembali ke penginapan mereka.


Di penginapan Denis dan Risa hanya duduk sambil menonton televisi.


"Kita jalan-jalan yuk sayang!" ajak Denis.


"Nanti sore saja, sekalian menikmati suasana sore hari disini." jawab Risa.


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu penginapan mereka, lalu Risa keluar untuk membukakan pintu.


"Tok..tok...." suara ketukan pintu.


"Ceklek...." Risa membukakan pintu.


Melihat yang datang adalah seorang wanita cantik dengan penampilannya yang begitu sexy, membuat Risa berpikir macam-macam.


"Siapa wanita ini?" tanya Risa dalam hatinya.


"Maaf Nona, mencari siapa?" tanya Risa.


"Saya mencari laki-laki yang bernama Denis." jawab wanita tersebut.


Risa diam, sambil berpikir.


"Apa wanita ini? Maya kedua setelah Maya Calista?" gumam Risa.


"Sebentar ya, saya panggilkan orangnya dulu." kata Risa pada wanita tersebut.


Risa kembali kedalam, lalu Denis bertanya pada Risa.


"Siapa yang datang sayang?" tanya Denis.


"Ada wanita cantik yang datang mencarimu." jawab Risa dengan raut wajah yang begitu kesal karena pikirannya sudah macam-macam.


Denis berpikir.


"Wanita cantik, siapa? pikir Denis.


"Keluarlah temui wanita itu!" kata Risa sambil melihat Denis dengan tatapan kesal.


Akhirnya untuk memastikan Denis langsung keluar ke depan, untuk memastikan siapa wanita yang mencarinya?


"Maaf Nona, Anda mencari siapa?" tanya Denis pada wanita tersebut.


"Saya mencari Denis." jawab wanita tersebut.

__ADS_1


"Saya Denis, tapi maaf saya tidak kenal dengan Anda." kata Denis.


"Kita sering chat-chatan bahkan sering telponan dan sekarang Kamu bilang, Kamu bilang Kamu tidak mengenalku." jawab wanita tersebut dengan nada marah.


"Maaf..maaf mungkin Anda salah orang." kata Denis, yang langsung menutup pintunya.


namun wanita tersebut, menahan pintunya. Risa yang sedari tadi melihat pemandangan yang ada dihadapannya. langsung menghampiri Denis.


"Buka pintunya! jelaskan padaku, apa itu Maya kedua setelah Maya Calista?" tanya Risa dengan raut wajah yang begitu marah.


Denis membuka pintunya kembali, lalu menjawab pertanyaan dari Risa.


"Sayang, Aku sungguh tidak mengenal wanita ini, Aku bahkan tidak tahu siapa namanya?" Denis berusaha menjelaskan pada Risa.


"Tidak kenal di depanku, tapi dibelakangku pasti kalian lebih dari kenalkan." jawab Risa.


Wanita tersebut hanya diam sambil berpikir.


"Bukannya Denis bilang padaku disosial medianya belum punya istri atau kekasih, lalu wanita yang bersamanya siapa?" pikir wanita tersebut.


"Den, Aku Vina Kita kenal satu bulan yang lalu disalah satu akun sosial media, Kamu bilang Kamu masih lajang lalu wanita ini siapa?" tanya Vina sambil melihat kearah Risa.


Wajah Risa langsung memerah, kini hati perasaannya diselimuti rasa kesal dan amarah yang begitu menggebu-gebu.


"Oh jadi gitu, Kamu dibelakangku setelah Maya, lalu Kamu mencari wanita lain lagi dibelakangku, Aku tidak menyangka ternyata Kamu tidak pernah berubah, Kamu adalah laki-laki plin-plan dan munafik." Risa melontarkan semua kemarahan pada Denis.


Denis merasa bingung bagaimana cara menjelaskan semuanya pada Risa.


"Ini apalagi lagi? jangan sampai acara bulan maduku hancur karena kedatangan wanita tidak jelas ini." gumam Denis.


"Maaf Nona siapanya Denis?" tanya Vina pada Risa.


Bukannya Risa yang menjawab namun Denis yang menjawab pertanyaan dari Vina.


Wanita tersebut terdiam sambil mencerna kata-kata Denis dengan baik.


"Denis Kusuma? Laki-laki yang Aku kenal di sosial media memang namanya memang Denis, namun Denistara Sanjaya." gumam Vina sambil berpikir.


"Aduh apa Aku salah orang? Kan Denistara juga tidak memakai foto di akun sosial medianya." gumam Vina lagi.


Risa sudah sangat merasa kesal, lalu Risa hendak meninggalkan Vina dan Denis. namun dengan cepat Vina menarik tangan Risa.


"Tunggu Nona." kata Vina sambil menarik tangan Risa.


"Lepaskan Aku, jangan pernah menyentuhku!" jawab Risa sambil mengibaskan tangan Vina.


"Maaf, sepertinya Aku salah kamar Nona, Aku memang mencari laki-laki bernama Denis namun bukan Denis Kusuma, tapi Denistara Sanjaya." Vina menjelaskan pada Risa.


Namun Risa masih belum percaya.


"Sudahlah jangan berbohong padaku!" pinta Risa dengan tatapan sinis.


"Kalian diamlah, Kita panggil saja pegawai pengurus peningapan ini." kata Denis.


Denis langsung menelpon salah satu pegawai penginapan tersebut, lalu pegawai penginapan tersebut langsung datang ke kamar Denis.


"Selamat pagi, ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai tersebut.


"Pak, saya mau tanya dipenginapan ini apa ada laki-laki yang bernama Denistara Sanjaya?" tanya Denis.


"Ohh iya, ada Tuan kamarnya disebelah kanan Kamar Tuan." jawab pegawai tersebut.


"Maaf Nona, ini yang tadi mencari kamar Denistara Sanjaya kan? maaf ya Nona saya salah memberikan no Kamar Tuan Denistara, pada Nona." pegawai penginapan meminta maaf pada Vina.

__ADS_1


Vina menatap kesal pada pegawai penginapan tersebut.


"Bapak bagaimana sih? gara-gara Bapak saya hampir saja dituduh menjadi pelakor, lain kali jangan sampai salah lagi Pak!" kata Vina pada pegawai penginapan.


"Sekali lagi mohon dimaafkan ya Nona, saya tadi juga pas Tuan Denis Kusuma menelpon Saya sedang berjalan kesini, untuk menjelaskan kesalah pahaman ini." kata pegawai tersebut dengan perasaan bersalah.


"Nona, Tuan, maafkan saya ya, saya sudah membuat kegaduhan ditempat peningapan Nona dan Tuan." Vina meminta maaf pada Risa dan Denis.


"Iya tidak apa-apa, lain kali jangan sampai salah lagi atau rumah tangga orang bisa hancur seketika." jawab Risa dengan perasaan yang masih begitu kesal.


Tiba-tiba Orang yang menginap disebelah Kamar Denis keluar, lalu memanggil nama Vina.


"Vina..." panggil laki-laki yang sedang berjalan menuju kearah Vina.


Vina melihat kearah laki-laki yang menghampirinya, lalu bertanya pada laki-laki tersebut.


"Apa Anda Denistara Sanjaya?" tanya Vina.


"Iya Aku Denistara Sanjaya, Kamu Vina Putri Kan?" tanya Denistara pada Vina.


"Iya Aku Vina Putri." jawab Vina.


"Akhirnya bertemu juga, maaf ya di akun sosial mediaku, Aku tidak memasang fotoku." kata Denistara pada Vina.


"Gara-gara Kamu tidak memasang fotomu, hampir saja Aku menghancurkan rumah tangga orang lain." kata Vina pada Denistara.


Denistara langsung meminta maaf pada Denis dan Risa.


"Tuan, Nona, maaf ya atas kesalah pahaman hari ini." dengan perasaan bersalah Denistara langsung meminta maaf pada Risa dan Denis.


"Baiklah tidak apa-apa, lain kali pasanglah fotomu diakun sosial mediamu!" kata Denis pada Denistara.


"Iya Tuan, akan Aku pasang." jawab Denistara.


Pegawai peningapan sudah meninggal mereka berempat untuk menyelesaikan masalah mereka.


Pagi ini terjadi kesalahpahaman yang begitu rumit membuat Risa langsung naik darah, karena menyangka ada Maya kedua setelah Maya Calista.


"Iya sudah, Kita pamit dulu ya! sekali lagi maafkan Kami." kata Denistara dan Vina.


"Iya Kami maafkan." jawab Denis dan Risa.


Denistara dan Vina langsung pergi menuju ke kamar Denistara sedangkan Risa dan Denis langsung kembali keruang dalam lagi.


Risa duduk di sofa, sambil memanyunkan bibirnya. lalu Denis duduk disamping Risa.


"Apa Istriku sedang marah gara-gara salah paham?" tanya Denis sambil melihat Risa.


Namun Risa tidak menjawab pertanyaan Denis, karena masih sangat kesal apalagi jika mengingat Maya rasanya pingin Risa cakar-cakar.


Denis terus berusaha membujuk Risa, namun Risa masih saja memasang raut wajah kesalnya.


"Sayang, bukankah sudah Aku bilang, Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama lagi untuk kedua kalinya." kata Denis pada Risa.


Risa langsung memeluk Denis, lalu Risa menangis dipelukan Denis.


"Jangan sampai ada Maya Calista kedua lagi atau Aku akan pergi dari hidupmu selamanya." kata Risa pada Denis.


Denis membalas pelukan Risa.


"Aku janji itu tidak akan terjadi." jawab Denis.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2