
Keesokan harinya, Denis sudah bangun lebih dulu hari ini Denis libur kerja jadi hanya dirumah saja.
Risa membuka matanya pelan-pelan dan melihat Denis sudah tidak ada disampingnya.
Risa langsung pergi mandi karena mau berangkat ke kampus, setelah beberapa saat Risa keluar dari kamar mandi dan kini Risa sudah rapi dengan dress yang begitu cantik warna biru langit.
Dengan langkah gontai Risa melangkahkan kakinya menuju ruang makan.
Denis sedang duduk sambil menonton televisi.
"Kamu mau kemana?" tanya Denis, ingin tau.
"Ke kampus!!" jawab Risa singkat.
Denis langsung menghampiri Risa dan menarik tangan Risa.
"Kamu mau apalagi?" kesal Risa.
"Aku melarangmu ke kampus hari ini!!" suruh Denis, dengan nada kesal.
"Kenapa? aku muak melihat wajahmu" kesal Risa.
Denis menarik tangan Risa, untuk menuju ke kamarnya.
"Den, lepaskan aku! kenapa kamu selalu menarik tanganku?" tanya Risa, yang merasa kesal. karena pagi-pagi Denis sudah membuat ulah.
Denis tidak menggubris pertanyaan Risa.
"Diamlah!!" bentak Denis.
Denis membawa Risa untuk berkaca dimeja rias yang ada dikamar mereka.
"Lihatlah!!" kesal Denis, sambil menunjukkan beberapa bekas merah dibagaian tubuh Risa.
Risa merasa kesal sekali, melihat banyak bekas merah ditubuh terutama dileher Risa itu sangat terlihat sekali.
"Apa-apaan ini? apa Denis seorang drakula sampai-sampai dia mengigitku seperti ini!!" Guman Risa dalam hati.
"Hari ini Aku melarangmu ke kampus, Aku juga tidak mau kamu sampai bertemu dengan laki-laki brengsek itu!!" kesal Denis, dengan tatapan tajamnya.
Risa yang malas melanjutkan pedebatannya dengan Denis, akhirnya menuruti apa kata Denis.
"Denis, kenapa kamu melakukan ini padaku? sepertinya aku harus minum obat pencegah kehamilan, aku takut Denis benar-benar melakukannya padaku, biar bagaimanapun aku tidak boleh sampai hamil apalagi dalam satu tahun ini Denis akan segera menceraikanku" pikir Risa dalam hati.
"Mungkin semalam tidak terjadi apapun tapi lain kali dan seterusnya aku tidak pernah tau!!" Gumam Risa dalam hati.
__ADS_1
"Baiklah, aku tidak akan pergi ke kampus" jawab Risa, dengan nada kesal.
Setelah selesai berkaca dimeja Risa, Denis kembali menarik tangan Risa kali ini Denis melakukannya dengan lembut.
"Mau kemana?" tanya Risa.
"Bikinkan aku sarapan!!" suruh Denis.
Akhirnya mau tidak mau Risa membikinkan sarapan buat Denis.
Di dapur.
Risa sedang sibuk membuat sarapan Denis hanya duduk sambil memperhatikan Risa.
"Coba kalau Maya mana bisa dia masak" pikir Denis, yang terus memperhatikan Risa memasak.
Tiba-tiba ponsel Denis berdering dan ternyata itu telpon dari Maya.
*Denis mengangkat telpon dari Maya.
"Sayang!!" panggil Maya dengan manja.
"Iya katakan ada apa?" tanya Denis.
"Aku hanya, takut orang suruhan mama atau papa, menjaga Risa!!" alasan Denis, agar Maya tidur bertanya lagi.
"Baiklah, datanglah ke rumahku!!" pinta Maya.
"Aku tidak bisa sayang, orangtuaku akan berkunjung kerumah soalnya" alasan Denis dengan penuh kebohongan.
"Baiklah!!"
Akhirnya Maya mematikan saluran teleponnya dengan begitu kasar.
"Jangan sampai Denis suka dengan gadis bodoh itu!!" kesal Maya dalam hatinya.
"Risa, mana sarapanku?" tanya Denis.
"Tunggu sebentar lagi!!" jawab Risa.
Akhirnya setelah beberapa menit masakan sudah siap dan pagi ini mereka sarapan bersama tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut mereka.
Selesai sarapan seperti biasanya, Risa langsung membersihkan meja makan dan langsung mencuci piring bekas makan mereka.
Denis kembali duduk sambil menonton televisi, setelah selesai Risa juga ikut duduk sambil menonton televisi bareng Denis.
__ADS_1
"Rissa!!" panggil Denis.
"Apa?" saut Risa.
"Siapa laki-laki yang kemarin bersamamu?" tanya Denis ingin tau.
"Dia adalah Panji, laki-laki yang populer dikampus" jawab Risa jujur.
"Apa kau menyukainya?" tanya Denis.
"Ntahlah, lagian kalau aku menyukainya juga tidak ada salahnya dia begitu tampan dan sangat baik tidak seperti serigala!!" sindir Risa.
Denis yang merasa tersindir langsung merasa kesal.
"Kau bilang apa tadi serigala?" tanya Denis dengan nada kesal.
"Iya, kamu seperti serigala!!" ledek Risa.
"Risa, awas kamu ya!!" ancam Denis, sambil melempar bantal yang ada disofa pada Risa yang sedang duduk.
Betapa kesalnya Risa, akhirnya Risa membalas Denis dengan lemparan bantal.
Pagi ini mereka asik perang bantal karena pedebatan sepele.
Setelah capek perang bantal, Denis membuka obrolan kembali.
"Risa, kamu belum menjalankan hukumanmu selama 24 jam" ucap Denis.
"Bukankah kamu sudah menciumku?" saut Risa dengan tatapan kesal.
"Lupakan itu, hukumannya hari ini saja mumpung aku libur kerja" protes Denis.
"Curang!!!" protes Risa.
"Kamu mau menerima hukuman dariku atau aku akan membuatmu kelelahan diranjang?" ancam Denis, dengan nada penuh kemenangan.
"Baiklah, aku terima hukuman darimu saja!!" jawab Risa, biarpun terpaksa yang penting tidak Denis tidak berbuat macam-macam.
"Hukuman dimulai!!" ucap Denis.
"Katakan!!" jawab Risa.
Ntah hukuman apa yang akan diberikan Denis buat Risa nanti, hanya Denis yang tau!!
Bersambung
__ADS_1