
Denis langsung melajukan mobilnya kerumah Maya.
Skip..
Setelah sampai dirumah Maya, Denis langsung mengetuk pintu rumah Maya.
"Tok...tok..." Denis mengetuk pintu rumah Maya.
Maya yang sedang berbaring diatas tempat tidur, langsung bangun untuk membukakan pintu.
"Ceklek" suara gagang pintu.
Maya yang melihat Denis di depan pintu, langsung menghambur ke pelukan Denis.
"Sayang, akhirnya kamu datang juga" kata Maya, yang langsung mempererat pelukannya.
Maya langsung melepaskan pelukannya dari Denis, lalu menarik Denis masuk kedalam rumahnya.
"Bukankah kamu sedang sakit" tanya Denis, yang melihat Maya ternyata baik-baik saja.
Maya tersenyum.
"Aku hanya tidak ingin Kamu menghabiskan waktu, dengan gadis bodoh itu" gumam Maya.
"Iya tadi badanku agak panas, karena kena hujan tadi waktu pulang dari kantor kamu" kata Maya, yang memang benar kena hujan waktu jalan pulang menuju Kerumahnya.
Maya beranjak bangun dari tempat duduknya.
"Kamu mau kemana?" tanya Denis.
"Tunggulah, Aku mau buatkan minum untukmu" jawab Maya.
Maya langsung menuju ke dapur.
Didapur
Maya mengambil gelas, lalu menuangkan air putih ke dalam gelas tersebut.
Maya mengeluarkan sebuah obat dari saku celananya, ntah obat apa itu? lalu memasukkan ke dalam air putih tersebut.
"Lihat Denis, Aku tidak akan membiarkanmu pulang kerumahmu malam ini" gumam Maya.
Setelah memasukkan obat tersebut lalu Maya menganduknya pakai sendok, agar obat tersebut larut dengan sempurna.
Kini air putih itu hanya terlihat seperti air putih biasa.
Maya kembali keruang tengah, tempat Denis duduk.
"Den, minumlah dulu!" pinta Maya, sambil duduk disamping Denis.
Denis yang tidak merasa curiga sedikitpun, lalu meminum air putih itu sampai habis karena memang dirinya juga sangat haus.
Denis menaruh gelas tersebut diatas meja yang ada di depannya.
"Kamu sudah minum obat?" tanya Denis.
"Sudah tadi, sayang" jawab Maya, sambil menyandarkan kepalanya dibahu Denis.
"Kamu istirahatlah, Aku harus segera pulang" kata Denis, karena tidak mau membiarkan istrinya menunggu terlalu lama.
"Kenapa obatnya belum beraksi?" gumam Maya.
"Temenin Aku sebentar lagi, sayang!" rengkek Maya dengan nada manja.
Akhirnya mau tidak mau Denis, tetap menemani Maya.
__ADS_1
Denis mengedip-edipkan matanya berusaha menahan kantuknya.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Maya dengan nada pura-pura kawatir.
"Aku sangat mengantuk" keluh Denis.
Denis langsung merebahkan kepalanya disofa, lalu tertidur begitu pulas.
"Berhasil, lihat saja Risa aku tidak akan membiarkan Denis pulang malam ini" gumam Maya dengan begitu senang.
Maya berusaha mengangkat tubuh Denis agar tidur diatas ranjang Maya, dengan sudah payah akhirnya Maya berhasil menaruh Denis diatas ranjang tempat tidurnya.
Maya mulai beraksi, kini Maya langsung membuka baju Denis hingga Denis telanjang. lalu membuang baju Denis kesembarang tempat.
Maya langsung membaringkan tubuhnya yang sama-sama sudah telanjang disamping Denis, sambil mengambil beberapa foto tidak senonoh dengan Denis.
Malam sudah semakin larut Denis tidur begitu lelap malam ini, Maya juga tertidur disamping Denis tanpa memakai baju sama sekali.
Dirumah Denis.
Risa masih tidak bisa tidur, kini Dia masih terjaga menunggu suaminya pulang, berulang kali Risa melihat ponselnya tapi tidak ada pesan dari Denis, Risa juga sudah menghubungi ponsel Denis namun tidak aktif.
"Denis, bukankah kamu tadi bilang hanya sebentar"
"Sekarang sudah hampir jam dua malam, tapi kamu masih belum juga"
"Sudahlah, aku tidur saja"
Berbagai perkataan keluar dari mulut Risa.
Risa kembali membaringkan tubuhnya diatas kasur, Risa berusaha memejamkan matanya namun tetap tidak bisa tidur.
Keesokan harinya.
Dirumah Maya.
"Apa yang terjadi?" tanya Denis pada diri sendiri.
Denis terdiam sambil memikirkan kejadian semalam.
Tiba-tiba Maya datang, membawa segelas susu putih.
"Sayang, kamu sudah bangun" tanya Maya.
"Minumlah ini, pasti kamu sangat lelah gara-gara permainan semalam" kata Maya, sambil memberikan segelas susu yang dibawanya pada Denis.
Denis tidak menerima susu itu, lalu Maya menaruhnya dinakas dekat tempat tidurnya.
"Maya, apa yang terjadi sebenarnya?" tanya Denis, dengan raut wajah yang masih bingung.
"Sayang permainanmu semalam begitu hebat!!" kata Maya berbohong.
"Maksudmu apa?" tanya Denis tidak percaya.
"Jangan pura-pura lupa, kamu semalam bermain begitu hebat" kata Maya yang kembali berbohong pada Denis.
Denis langsung bangun dari tempat tidurnya, lalu kembali memakai bajunya.
"Aku harus segera pulang, Risa pasti semalam menungguku" kata Denis, yang sudah tidak memperdulikan perkataan Maya.
"Aku pulang May" pamit Denis, yang langsung mengambil kontak mobilnya yang ada meja.
Denis meninggalkan Maya begitu saja.
Setelah kepergian Denis, Maya langsung tertawa penuh kemenangan.
__ADS_1
"Pergilah Denis, yang penting Aku sudah punya kartu As agar kamu tidak meninggalkanku" gumam Maya.
Denis melajukan kecepatan mobilnya dengan begitu cepat, karena ingin segera sampai dirumah.
Skip...
Sampai rumah Denis, langsung ke dalam rumah dengan begitu terburu-buru.
"Ris... Risa.." panggil Denis berulang kali.
Didapur.
Denis begitu lega, melihat istrinya berada didapur.
"Risa, maafkan Aku" gumam Denis.
Denis langsung menuju ke dapur, lalu memeluk Risa dari belakang.
Risa yang merasa ada yang memeluknya, akhirnya Risa membalikkan badannya.
"Denis..."
"Lepas aku" kata Risa, dengan nada jutek.
"Maafkan aku" kata Denis.
"Untuk apa? sudah lupakan saja!" jawab Risa, dengan nada kesal.
Risa melepaskan tangan Denis yang saat ini memeluknya, lalu meninggalkan Denis menuju ruang makan.
"Ris, Aku sungguh minta maaf" kata Denis, yang berusaha mempertegas ucapannya.
"Minggir, nanti aku terlambat masuk kuliah" jawab Risa, yang malah mengalihkan pembicaraan.
"Ayo aku antar!" kata Denis.
"Tidak usah, Aku naik taksi saja" jawab Risa, dengan nada jutek.
"Risa jangan marah!" pinta Denis, dengan wajah penuh salah.
Risa langsung bangun dari tempat duduknya.
"Den, kamu itu laki-laki berhentilah bersikap plin-plan! kalau kamu mencintai wanita murahan itu, lepas aku sekarang juga! aku akan berusaha melunasi hutang orang tuaku dengan cara lain" kata Maya, yang sudah tahan menahan emosinya.
"Aku juga seorang wanita Den, mungkin Aku hanya gadis pembayar hutang tapi Aku juga punya hati dan perasaan" kata Risa, yang sekarang hati dan perasaannya dipenuhi dengan rasa emosi.
Denis hanya terdiam mendengar perkataan dari Risa.
"Apa Aku begitu plin-plan? Aku mau Risa tetap disampingku tapi juga tetap tidak mau melepaskan Maya, Aku ini terlalu egois, Aku tidak punya perasaan" gumam Denis, yang penuh dengan sumpah serapah untuk dirinya sendiri.
Risa meninggalkan Denis begitu saja, tanpa berpamitan terlebih dahulu.
Denis duduk disofa, sambil memegang kepalanya dengan dua tangannya.
"Tunjukkan siapa yang terbaik untukku" gumam Denis.
Risa memberhentikan taksi, hari ini Risa berangkat ke kampus naik taksi.
Dikampus Risa.
Panji sudah menyambut Risa dengan senyum manisnya.
Bersambung.
Buat yang suka dengan cerita gadis miskin yang dicintai oleh laki-laki kaya, boleh ya mampir ke karya pertama author π siapa tau pada sukaππ
__ADS_1