Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
57. Jalan berempat.


__ADS_3

Malam harinya.


Denis baru saja pulang dari kantor, sekarang Denis langsung pergi untuk menjemput Maya dirumahnya. sedangkan Risa masih ada dikampus karena setelah kelas selesei Risa ada acara kampus dan baru selesai tadi jam 6 sore.


Risa sedang duduk dikursi taman menunggu Panji yang sedang ke kamar mandi.


Panji sudah selesai dari kamar mandi, kini dia langsung menghampiri Risa yang sedang duduk sendirian.


"Risa, maaf ya lama!!" ucap Panji.


"Iya tidak apa-apa Pan" jawab Risa.


Panji menarik tangan Risa dengan pelan.


"Siap jalan barengkan?" tanya Panji dengan nada begitu senang.


"Tentu!!" jawab Risa dengan begitu senang.


Aku tidak peduli Denis mau menghukumku atau tidak, yang penting aku mau pergi jalan berdua sama Panji!!


Dengan senang hati Panji mengandeng tangan Risa menuju ke mobilnya. Panji membukakan pintu mobilnya untuk Risa.


"Masuklah hati-hati!!" ucap Panji yang penuh dengan perhatian.


Risa sampai kapan harus menyimpan perasaanku untukmu!!


Risa sudah masuk ke dalam mobil, namun melihat Panji yang diam saja ntah apa yang Panji pikiran saat ini.


"Panji, apa kamu akan tetap berdiri seperti itu?" tanya Risa, sambil menyunggingkan senyuman.


Panji tersenyum malu pada Risa.


"Maaf Ris!!" ucap Panji, sambil menutup pintu mobilnya dengan begitu pelan.


Panji langsung naik kedalam mobilnya, kini Panji sudah duduk disamping Risa.


Panji melanjukan mobilnya ke mall terbesar dikotanya.


Denis


Denis sudah sampai dirumah Maya, Maya juga sudah siap dan kini Maya menunggu Denis di depan rumahnya.


"Denis!!" panggil Maya.


"Kamu sudah siap, ayo kita berangkat sekarang!!" ajak Denis,sudah mengandeng tangan Maya.


Denis membukakan pintu mobilnya untuk Maya dan langsung menutupnya kembali.


Denis masuk kedalam mobil, Denis langsung melajukan mobilnya menuju mall terbesar dikotanya.


Di mall.


Panji dan Risa sudah sampai, kini Panji mengajak Risa untuk bermain game.


"Risa, ayo kalahkan aku!!" pinta Panji.


Risa menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak bisa!!" jawab Risa.

__ADS_1


"Game apa yang kamu bisa?" tanya Panji.


Risa menarik tangan Panji dengan penuh semangat.


"Ambilkan aku snack itu!!" ucap Risa, sambil menunjukkan game jepit snack.


Panji langsung menuruti kemauan Risa. Panji berusaha mengambil snack yang ada di dalam bok dengan japitan, namun beberapa kali Panji gagal hingga japitan ke sekian kalinya akhirnya Panji berhasil.


"Hore, akhirnya dapat!!" sorak Risa sambil bertepuk tangan.


Panji langsung mengupaskan Snack yang dirinya dapat untuk Risa.


"Makanlah!!" suruh Panji, sambil menarik tangan Risa untuk duduk disalah satu kursi yang ada didalam mall.


Risa memakan snacknya berdua dengan Panji, sambil tertawa bercanda yang membuat mereka semakin akrab.


Setelah selesai makan Snack, Panji mengajak Risa berjalan-jalan sambil melihat-lihat.


"Ris, kamu pingin beli apa?" tawar Panji.


"Belum tau, kita lihat-lihat dulu ya!!" pinta Risa.


Akhirnya Risa dan Panji berjalan sambil bergandengan tangan, ya seperti ABG yang sedang pacaran.


Denis dan Maya sedang berada ditoko tas, Denis yang sedang duduk tidak sengaja sekilas melihat sosok istrinya.


"Bukankah itu Risa!!" gumam Denis, yang terus memperhatikan langkah kaki Risa.


"Tidak salah itu benar Risa, disapa laki-laki yang bersamanya!!" tanya Denis dalam hati.


Maya yang sedari tadi ternyata memperhatikan Denis, akhirnya mata Maya mengikuti arah tatapan mata Denis.


"Den, bukankah itu istrimu!!" ucap Maya.


"Ini saatnya aku membuat Denis, semakin benci dengan Risa!!" gumam Maya dengan ide liciknya.


Maya menarik tangan Denis, membuat Denis kaget karena Denis sedang fokus melihat istrinya yang sedang bergandengan dengan laki-laki lain.


"Mau kemana?" tanya Denis dengan nada agak kesal.


"Ikutlah denganku!!" ajak Maya.


Panji dan Risa sedang asik tertawa karena obrolan mereka yang mereka obrolkan.


"Ris, apa kamu senang jalan berdua denganku!!" tanya Panji, dengan senyum manisnya.


Risa tersenyum.


"Tentu saja aku senang!!" jawab Risa, dengan senyum manisnya.


Denis yang melihat pemandangan di depannya, betapa kesal dan wajahnya sudah merah karena amarahnya.


"Berani-beraninya Risa tersenyum dengan laki-laki lain!!" kesal Denis.


Maya dan Denis sekarang sudah ada di hadapan Risa dan Panji, betapa terkejutnya Risa melihat suaminya dan kekasih suaminya ada di hadapannya.


"Denis...!!" ucap Risa terkejut.


Kenapa dia berada di mall yang sama??

__ADS_1


"Apa? kamu kaget melihatku ada disini?" kesal Denis, dengan tatapan yang begitu membunuh.


Maya yang melihat pemandangan di depannya, bertapa senangnya Maya.


"Lihat saja nanti, Denis pasti akan menghukummu!!" gumam Maya dengan tawanya di dalam hatinya.


"Tidak mengapa harus kaget!! inikan tempat umum" jawab Risa, yang berusaha mencairkan suasana yang ada saat ini.


"Kebetulan kita bertemu disini, ayo kita jalan berempat!!" ajak Maya, sengaja ingin menunjukkan kemesraannya dengan Denis di depan Risa.


"Dasar wanita murahan, jalan dengan suami wanita lain saja sangat bangga!! pelakor memang tidak punya hati!!" kesal Risa dalam hatinya.


Panji menggegam tangan Risa dan dengan sengaja Risa, mempererat genggaman tangannya dengan tangan Panji.


"Lihatlah Denis, bukan hanya kamu saja yang bisa bersenang-senang dengan wanita lain, aku juga bisa melakukan hal yang sama!!" gumam Risa, yang tidak mau kalah dengan denis.


Denis terus menatap Risa dengan tatapan yang begitu kesal.


"Lihat saja Ris, nanti aku akan menghukummu karena kamu berani menggegam tangan laki-laki lain dihadapanku!!" kesal Denis dalam hati.


Akhirnya mereka berempat jalan bareng dan kini mereka sudah ada disebuah tempat makan yang ada di mall tersebut.


"Katakan Risa, kamu ingin makan apa?" tanya Panji dengan penuh perhatian.


"Aku mau makan kentang goreng sama jus jeruk saja, Pan!!" jawab Risa, dengan senyum manisnya kepada Panji.


Maya terus memanggil Denis, karena dari tadi Denis terus mengabaikan Maya.


"Den..Den... Denisss!!" bentak Maya, karena sudah merasa kesal.


Denis langsung melihat kearah Maya.


"Iya sayang!!" jawab Denis mesra.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Maya, dengan nada sok imut.


"Rasanya aku pingin muntah sekali!!" gumam Risa, yang mendengar suara sok imut dari Maya..


"Aku sama denganmu saja sayang" jawab Denis, tapi matanya terus melirik ke Risa.


Akhirnya Maya dan Panji sudah memesan makanan dan kini mereka sedang menunggu pesanan makanan mereka, setelah beberapa lama akhirnya pesanan makanan mereka datang.


Maya dengan begitu mesra menyuapi Denis dengan makanan miliknya.


Risa hanya pura-pura tidak melihat mereka.


"Risa, itu dibibirmu ada sesuatu!!" ucap Panji.


Tangan Risa langsung meraba bagian seluruh mulutnya, akhirnya Panji mengarahkan tangannya untuk membersihkan sesuatu yang ada di dekat mulut Risa.


Denis sangat geram sekali melihat pemandangan yang ada di depannya saat ini.


"Tadi tangan!!"


"Sekarang mulut!!"


"Nanti apalagi!!"


Berbagai kekesalan Denis terlontar dari mulutnya, gini hati Denis merasa sangat kesal dan rasanya ingin menarik Risa untuk segera pulang.

__ADS_1


Denis langsung bangun dari tempat duduknya dengan kasar.


Bersambung


__ADS_2