Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
70. Acara kantor.


__ADS_3

Risa sudah siap dengan gaun yang dipilihkan oleh suaminya, yang dipadukan dengan riasan yang begitu natural. kini Risa terlihat Begitu cantik dan sangat Anggun sekali.



Visual Risa.


Denis sudah menunggu diruang bawah, kini Denis sudah rapi dengan setelan jas warna putih. yang membuat terlihat lebih tampan dengan dasi kupu-kupu.



Visual Denis.


Denis menatap Risa tanpa berkedip sedikitpun.


"Ternyata Risa sangat cantik" puji Denis dari dalam hatinya.


Risa menghampiri Denis yang masih bengong tanpa berkedip.


"Apa, kamu tergoda dengan kecantikanku?" kata Risa, sambil mengedipkan satu matanya kearah Denis.


"Apa? cantik darimananya?" jawab Denis, sambil menjulurkan lidahnya.


Risa merasa kesal dengan Denis.


"Dasar menyebalkan!!" kesal Risa, yang sudah memanyunkan bibirnya.


Denis yang melihat Risa, hanya bisa menyembunyikan senyumnya.


"Kamu memang sangat menggemaskan" Denis kembali memuji Risa dari dalam hatinya.


"Apa, kamu akan terus memanyunkan bibirmu seperti itu? Apa perlu Aku menciumnya lebih dulu" kata Denis, yang sudah menatap Risa dengan tatapan tajam.


Risa semakin kesal, namun terpaksa tersenyum karena tidak mau mengurangi kecantikannya.


"Ayo berangkat!" ajak Denis, yang kini sudah mengandeng tangan Risa begitu mesra.


Denis langsung membukakan pintu mobilnya untuk istrinya, kini Risa sudah masuk ke dalam mobil. Denis kembali menutup pintu mobilnya, sekarang Denis sudah duduk disampingnya Risa, Denis langsung melajukan mobilnya menuju tempat acara kantor diadakan.


Sampailah ditempat acara kantor.


Kini Risa berjalan ditengah-tengah para tamu undangan yang datang, Risa yang memakai gaun pink muda dan riasan begitu natural, menjadi pusat perhatian para tamu yang datang diacara kantor tersebut.



Dengan senyum manisnya Risa, melewati banyak tamu undangan.


"Cantik sekali gadis itu"


"Iya Dia benar-benar cantik"


"Dia sendirian saja, Apa tidak punya pasangan?"


"Sepertinya Dia belum menikah"


"Iya, kelihatannya baru umur 20 tahunan"


"Aku mau mengajaknya dansa bareng"


"Memangnya Dia mau?"


Berbagai pujian, kata-kata terlontar dari mulut para tamu laki-laki yang melihat kecantikan Risa.


Denis baru saja selesai dari kamar mandi, Dan langsung menghampiri Risa yang sudah menunggunya dari tadi.


"Ris, maaf lama" kata Denis, yang baru saja selesai dari kamar mandi.


"Tidak apa-apa, Den" jawab Risa.

__ADS_1


Denis langsung mengandeng tangan Risa untuk menemui rekan bisnisnya.


Para laki-laki yang tadi memuji Risa, bahkan yang mau mengajak Risa dansa akhirnya kembali menarik ucapan mereka.


"Sepertinya gadis itu kekasih Denis"


"Tidak tau, coba saja samperin Denis nya"


"Aku tidak jadi mengajaknya dansa"


"Jangan, nanti Denis bisa menghancurkan perusahaanmu"


"Aku tarik kembali ucapakku"


Denis sedang berbincang dengan salah satu rekan bisnisnya.


"Den, gadis ini siapa?" tanya rekan bisnisnya Denis.


"Dia istriku, Rio" jawab Denis.


"Sungguh?" tanya Rio belum percaya.


"Tanyakan saja padanya jika kamu tidak percaya!" suruh Denis, agar Rio langsung bertanya pada Risa.


"Nona, Apa nona cantik ini benar istrinya Denis?" tanya Rio, dengan begitu hati-hati.


Kali ini Risa, menujukan senyuman termanisnya.


"Iya, Saya istrinya Denis" jawab Risa, dengan senyum termanisnya.


Rio menatap Denis, penuh tanda tanya?


"Kapan kamu menikah?" tanya Rio.


Denis tersenyum pada Rio.


"Kamu tidak mengundangku" protes Rio.


"Tidak banyak yang aku undang waktu itu" jelas Denis, karena memang pernikahannya waktu itu yang mengatur semuanya Orangtuanya.


Denis, Rio dan Risa kini sedang asik berbincang tiba-tiba, laki-laki yang tadi ingin mengajak Risa dansa menghampiri mereka.


"Hay Denis" sapa laki-laki tersebut.


"Hay juga Vito, kamu datang sama siapa?" tanya Denis, yang melihat Vito sendirian


Vito melirik kearah Risa dengan tatapan begitu genit, Risa yang sadar Vito menatapnya dengan tatapan genit merasa kesal.


"Ini semua gara-gara Denis, Dia menyuruhku memakai gaun terbuka seperti ini" kesal Risa dalam hatinya.


Denis yang tau Vito menatap istrinya dengan tatapan genit, merasa sangat kesal.


"Berhentilah menatapnya!" kesal Denis.


"Pelit banget Den, Aku kan masih jomblo" jawab Vito, yang tidak tau kalau Risa adalah istri Denis.


"Dia istriku" Jelas Denis.


"Aku tidak percaya" kata Vito, membuat Denis semakin kesal.


"Aku tidak peduli, lain kali jaga matamu itu" kesal Denis dengan tatapan tajam.


Denis langsung mengandeng tangan Risa, untuk segera pergi dari situ.


"Rio, Aku kesana dulu ya" pamit Denis.


"Baiklah" jawab Rio.

__ADS_1


Denis dan meninggalkan mereka berdua.


"Apa gadis itu benar-benar istrinya" tanya Vito, yang masih belum percaya.


"Iya mereka sudah menikah hampir 2 bulan ini" jelas Rio.


Denis membawa Risa ke arah kolam renang, namun Denis meninggalkan Risa karena merasa kesal dengan Risa.


"Den, tunggu Aku!" pinta Risa, yang kesusahan berjalan karena gaunnya.


"Denis ini kenapa sih?" kesal Risa.


Denis duduk sambil main piano, Risa langsung menghampiri Denis.



Risa sekarang sudah duduk disebelah Denis, jari-jari lentik Risa ikut bergabung memainkan piano.



"Kamu, kenapa?" tanya Risa, yang kini sudah ikut memainkan piano.


"Aku kesal dengamu" jawab Risa.


"Memang, Aku melakukan kesalahan apa?" tanya Risa, yang dibikin bingung oleh Denis.


"Gara-gara gaun yang kamu pakai, Vito menatapmu dengan tatapan genit seperti tadi" aduh Denis pada Risa.


Risa menelan ludahnya dengan kasar.


"Apa-apaan Denis ini? Bukankah dia yang menyuruhku memakai gaun ini?" kesal Risa.


"Bukankah ini gaun pilihanmu" jawab Risa.


"Aku tidak mau tau, kamu harus menggantinya sekarang juga!" suruh Denis dengan tegas.


"Apa kamu sedang gila, Den? dimana Aku harus menganti gaunnya? bahkan Aku tidak membawa baju lain" protes Risa.


Denis diam sambil berpikir.


"Benar juga kata Risa, dimana Dia harus menganti gaunnya?" tanya Denis pada pikirannya.


Akhirnya Denis melepaskan jasnya, lalu memakaikan pada Risa.


"Pakai ini, Aku tidak akan membiarkan laki-laki lain kembali menatapmu dengan genit lagi apalagi tatapan mesum" kata Denis dengan begitu tegas.


Hari semakin larut, acara juga sudah selesai Akhirnya Denis langsung mengajak Risa untuk segera pulang.


Maya dan Keanu.


Jam menunjukkan pukul 10 malam, kini mereka baru saja bangun.


"Ken, Aku lapar" rengkek Maya.


Keanu membuka matanya.


"Iya sayang, Sebentar lagi pelayan hotel akan mengantarkan makan malam kita" saut Keanu, dengan nada masih mengantuk.


Setelah beberapa lama, Akhirnya makan malam mereka datang. kini keduanya makan malam diatas ranjang tempat tidur layaknya pengantin baru.


"Sayang, Apa kamu pernah melakukannya dengan laki-laki itu?" tanya Ken, yang dimaksud Ken adalah Denis.


Maya langsung memeluk Ken.


"Tidak pernah, Aku hanya melakukan dengamu saja" jelas Maya, yang memang selama ini tidak pernah melakukan apapun dengan Denis kecuali ciuman.


Ken, langsung ******* bibir Maya dengan kasar kini mereka kembali berperang dibawah selimut untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2