Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
Jati diri


__ADS_3

Pernikahan tinggal 2hari lagi . akad akan di laksanakan di hotel bintang 5 milik keluarga Daniel . Rumah Anjeni sudah mulai sepi karena semua orang sudah mulai chek hotel , apalagi mamah dan mamih yang dari pagi stay di aula untuk melihat dekorasi pernikahan . Maharani benar benar ingin membuat pesta yang sangat meriah . Lain halnya Anjeni yang masih guling guling di kamar , dari pagi sampai siang banyak banget orang salon datang untuk perawat . Biasanya sehari cuma 1jam cuma hari ini sampe 4jam baru pulang , ada yang lulur , pijat , urut , medicure , dari ujung rambut sampai ujung kaki di pegang oleh salon .


Baru saja Anjeni mau tidur siang tiba tiba temennya Anjeni datang , hanya cewe , karena setelah kejadian kemarin Davin yang mondar mandir di rumah , Damar jadi nyewa orang untuk menjaga gerbang dan melarang tamu cowo datang siapapun itu .


"mbak , tadi Pak davin ikut kesini". Ucap tari sambil duduk disofa .


"Serius??" . Kata anjeni sambil melotot tak percaya


"Iya mbak , ngikutin kita dari belakang". Ucap ratna


"iya , tp gak boleh masuk sama satpam". Kata Ratna


seketika Anjeni bernafas lega . Satpam barunya memang topcer .


"Untuk mas bayu gak ikut , tadi aslinya mau ikut tapi gak jadi karena tiba tiba diare".KataTari


"Kok bisa emang habis makan apa?". tanya Anjeni sambil ketawa tipis .


"Biasa seblak!" . Kata ratna dan Tari kompak


Lantas mereka bertiga pun tertawa lepas .


Jujur hanya ini yang membuat Anjeni lupa akan Davin , karena sulit rasanya melupakan 7tahun bersama .


Esoknya Anjeni kedatangan oleh pihak salon yang akan melukis tangan nya atau henna . Anjeni memilih henna hitam . Sungguh sangat lelah Anjeni rasanya , ingin cepat selesai dan beraktifitas seperti biasa .


Jam sudah pukul 7malam , Anjeni sedang siap siap untuk berangkat ke Hotel, karena akad akan dilaksanakan pukul 8pagi. Setibanya di hotel Anjeni melihat mamah nur dan mamih Maharani , nampak wajah cemas di wajah Maharani .


"Mamih kenapa?" .Tanya Anjeni .

__ADS_1


"gapapa kok , Ini kamu ada dikamar 78 yah, pisah dulu kamarnya sama Daniel , nanti kalau sah baru masuk kamar 70 okeh?". Kata Maharani sambil senyum namun masih kelihatan cemas .


"Yaudah masuk dulu kekamar , istirahat , ingat besok bangun jam 3untuk siap siap". Ucap Nur santai .


Saat Anjeni mau masuk kamar , ia merasa terpanggil ternya dia itu Meilan , adik dari Daniel . Sontak Meilan langsung menghampiri Anjeni dan langsung menghamburkan badannya memeluk Anjeni .


"Oo...ohh Haii". Kata Anjeni kakuk .


"Haiii kak .. ini aku meilan , ternyata kita sebelahan kamarnya". Jawab meilan girang .


Anjeni sangat kaku , karena ini pertama kalinya melihat Meilan . Saat pertunangan pun ia tak datang karena sedang sekolah di jepang .


"Emm... Mei boleh masuk kak?". Tanya Meilan .


"Tentu , masuklah" . Jawab Anjeni yang sudah mulai terbiasa dengan Mei


"Sampai jam berapa Mei?". Tanya Anjeni sambil melihat wajah Mei secara seksama , ternyata Mei sangat cantik , badannya pun lebih tinggi dari Anjeni .


"Abis maghrib kak , tadi ke McD dulu". Jawab Mei sambil Mengamati seksama tangan Anjeni yang sudah di Henna.


"Kau mau diginiin Mei?". Tanya Anjeni sambil senyum memperhatikan wajah Meilan yang sangat antusias memegang tangannya .


"Apa ini tato?, " tanya Mei lucu


"Bukan , ini Henna , satu minggu pun hilang, bukankah sangat cantik?". Tanya Anjeni menggoda


"Kak , kok bisa ?". Tanya Mei nglantur sambil melongo


"Apanya ?". Tanya Anjeni bingung

__ADS_1


"Wajahmu sangat mirip dengan park minnaa ". Wajah Mei sangat serius


"si.. siapa itu minnaa ?". Tanya Anjeni bingung


Meilan diam dan membuang wajahnya , tanpa terasa wajahnya memerah menahan tangis .


"Mei, cerita lah ". Ucap Anjeni penasaran


Meilan menarik nafas panjang


"Dulu kakaku tak seperti ini , dia sangat ceria , baik , bisa dibilang bad boys , dia juga punya tindik di lidah dan telingannya , suka klub malam , suka ajakin temen main kerumah , dia juga suka curhat padaku , lalu saat Sekolah menengah Atas dia suka dengan Park minaa , hidupnya berubah , jadi baik , masih suka ngajak temen main tapi lebih kearah positif". Cerita Meilan pelan .


"Lalu?". Tanya Anjeni sambil mengamati wajah Meila.


"Sampai Mamih tau dan melakukan segala cara untuk memisahkan Minnaa dan Kak Daniel , namun kakak masih kekeh tak mau pisah , sampai mereka bertahan 8tahun . Mamih pun masih selalu mengusik mereka untuk putus karena Mamih mau jodohin Kak Daniel dan kak Anjenj , samapai suatu ketika kak Daniel berniat untuk melamar kak Minnaa tanpa sepengetahuan mamih saat lulus kuliah namun takdir berkehendak lain. Disaat waktu nya hampir tiba kelulusan , Kak Minnaa mengalami kecelakaan dan terluka parah". Sambung Meilan sambil menitikan air mata .


"Dia tertabrak saat sedang bekerja paruh waktu mengantar pizza , kulitnya terluka parah , tulang tulangnya pun remuk karena saat kecelakaan dia terpelanting dan tertabrak truk besar , kakinyapun terlindas sampai harus diaputasi. Kemungkinan hidup pun kecil sekalipun hidup pun dia cacat karena beberapa sendinya mati rasa . Saat itu Kak Minna memutuskan untuk mengakhiri hubungan dengan Kak Daniel karena malu dan kasian jika dilanjutkan pun dia tak bisa apa apa dan hanya bisa menyusahkan nya saja , kak Daniel tak mau dan kekeh akan selalu disamping kak Minna . Kondisi kak Minna semakin buruk karena tak mau minum obat , dipaksa pun tak mau kecuali Kak Daniel mau putus dengannya , sampai ibu nya kak Minnaa memohon agar Kak Daniel mau melepasnya agar kak Minna mau minum obat . Kak Daniel tak menjawab dan malah menemui Mamih karena Kak Daniel mengira ini ulah Mamih padahal ini murni kecelakaan . Kak Daniel yang merasa frustasi melaju kediskotik , saat pulang dia mabuk dan mengalami kecelakaan parah sampai mobilnya meledak. Kak Minna yang mendengar berita itu langsung drop , dan berpesan untuk mendonorkan semua organ yang masih bisa digunakan pada Kak Daniel atau siapapun yang membutuhkannya ,setelah itu kak Minnaa pergi untuk selama lamanya". cerita Meilan panjang lebar


"Lalu kak Daniel jadi pendiam seperti ini?". Tanya Anjeni ikut sedih .


"Iya , dulu kak Daniel sudah hampir mati kak , parah banget kecelakaannya , lalu akhirnya dia mendapatkan donor jantung dari Kak Minna , saat dia sadar dan menyadari jantung dari kak Minna ia ngamuk tak mau hidup , beberapa kali ia ketauan akan melompat dari lantai tinggi rumah sakit kak ". Jalas Meilan sambil senyum tipis


"Namun saat dia membaca tulisan kecil dari kak Minna ia baru sadar dan mau hidup , hidup pun ya kak Jeni bisa lihat sendiri , dia seperti mayat hidup . Dia tak mau tidur karena kalau dia tidur pasti akan di datangin oleh kak Minna , saat dia sudah sehat dan bertekad akan melupakan kak Minnaa makannya dia gila gilaan kalau kerja , akupun sampai tak mengenalinya karena saking dinginnya". Ucap Meilan menambahkan


"Ini kalau kak Jeni mau liat , aku punya fotonya , dulu kami sangat dekat karena kak Daniel sering mengajak aku bertemu dengannya". Ucap Meilan sambil memamerkan layar kaca di Hp nya .


Anjeni menerima nya dan melihat foto di layar tersebut dan langsung menutup mulutnya , karena memang mirip dengan wajahnya


'bagaimana bisa ia sangat mirip dengan ku' . Batin Anjeni

__ADS_1


__ADS_2