Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
185.Kejutan untuk Alya.


__ADS_3

"Aku juga tidak tahu, Ayo Kita kesana!" Jawab Risa, Sambil mengajak Alya ke taman kampus.


"Kira-kira ada apa ya?" Gumam Alya, Sambil terus menuju kelapangan.


Ditaman kampus Panji sudah menyiapkan kejutan yang begitu indah, Banyak semua teman-teman kampus sudah memegang balon untuk diterbangkan.


Begitu juga Panji sudah rapi dengan setelan jas bermotif kotak-kotak, Bahkan Panji menyiapkan kue tart yang begitu besar bertuliskan "I love you Alya"



Visual Panji.


Dengan tatapan tajam, Panji tersenyum pada Alya, Namun Alya malah menatap sinis kearah Panji.


"Sepertinya Panji sudah benar-benar tidak waras." Gumam Alya.


Risa melihat kearah Alya, Lalu meledek Alya.


"Ciee... Dapat kejutan," Ledek Risa.


"Kak Risa apaan sih? aku yakin otak Panji mungkin sudah tidak waras." Jawab Alya.


"Iya tidak waras gara-gara Kamu Alya," Sambung Risa dengan senyum jailnya.


Alya langsung memutar balikkan tubuhnya, Namun dengan cepat Panji memberikan kue tart yang ada ditangannya pada Ayumi. Lalu Panji langsung mengejar Alya, Kini Panji langsung menarik tangan Alya membuat Alya langsung memberhentikan langkahnya.



Visual Alya.


Dengan tatapan tajam, Alya meronta-ronta meminta Panji untuk melepaskan tangannya.


"Dasar manusia aneh, Lepaskan tanganku!" Pinta Alya, Sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman tangan Panji, Namun dengan cepat Panji langsung menarik tangan Alya ke dalam pelukannya.


"Pan, Lepasankan!" Bentak Alya, Dengan nada Kesal.


"Alya, Kita kan sudah dijodohkan, Lalu apa salahnya jika pacaran dari sekerang?" Tanya Panji dengan tatapan tajam, Kali ini wajah Panji dan wajah Alya beranjak begitu dekat.


Detak jantung Alya pun berdetak tidak beraturan, Membuat Alya semakin salah tingkah.


"Apa ini detak jantungku." Pikir Alya, Yang merasakan detak jantungnya lebih cepat dari biasanya.


Panji merasakan detak jantung Alya, Yang begitu kencang membuat Panji juga senarnya mereka tidak nyaman.


"Aku merasakan detak jantungnya." Gumam Panji, Yang berusaha menyembunyikan rasa bahagianya, Biarpun merasa tidak nyaman namun Panji tetap merasa bahagia.


Panji sengaja mengajak Alya untuk berpacaran, Karena bagaimanapun biarpun Alya menolak perjodohan ini tapi Panji menerimanya dengan senang hati.


"Nanti coba periksakan detak jantungmu ke Dokter ahli jantung ya!" Bisik Panji ditelinga Alya, Membuat Alya langsung mendorong Panji hingga terjatuh.


Brukkkkk


Panji terjatuh, Melihat Panji di dorong Alya hingga terjatuh Ayumi, Risa dan teman-teman kampus lainnya semuanya tertawa.


"Dasar Alya, Aku sumpahin Kamu jadi istri Aku." Gumam Panji, Yang masih memegang pinggangnya sambil bangun dari tempat dirinya terjatuh.


"Ris, Sepertinya mereka menyembunyikan sesuatu dari kita." Kata Ayumi tiba-tiba.


"Maksud Kamu Yum?" Tanya Risa dengan raut wajah yang begitu bingung.


"Kamu tahu, Panji menyiapkan ini semua dari tadi pagi sekali bahkan Dia yang biasanya jam 8 nan baru datang, Kamu tahu tadi pagi Panji datang jam 6 pagi." Cerita Ayumi pada Risa.


"Darimana Kamu tahu?" Tanya Risa lagi.

__ADS_1


"Dia menjemputku pagi-pagi sekali kerumah, Untung saja Alan hari ini tidak menjemputku." Jelas Ayumi, Sambil melihat Risa.


Menurut Ayumi, Panji benar-benar ada sesuatu dengan Alya, Karena Ayumi merasa ada yang aneh dengan Alya dan Panji. padahal mereka baru kenal belum lama, Namun mereka sepertinya mempunyai hubungan khusus yang tidak Ayumi dan Risa tahu.


"Akhirnya Panji kembali jatuh cinta pada seorang gadis, Setidaknya Dia tidak menyukai sesama jenis."Rasa syukur Risa, Yang diiringi dengan ledekan dan disambut tawa oleh Ayumi.


Kini Ayumi dan Risa saling melempar tawa mereka, Sedangkan Panji masih terus menyakinkan Alya untuk menjadikan pacarnya.


"Alya, Kita kan dijodohkan, Lalu apa salahnya jika pacaran?" tanya Panji pada Alya.


"Pan, kita memang dijodohkan tapi aku belum menyetujui perjodohan ini," jelas Alya, Sambil menatap mata Panji.


Panji hanya terdiam, Kini mereka saling menatap satu sama lain.


"Alya, Apa itu tandannya kamu menolakku?" gumam Panji.


Untuk saat ini memang Alya belum bisa menerima Panji sebagai pacarnya, Karena Alya juga belum lama kenal dengan Panji.


Dengan rasa kecewa Panji berjalan menuju kearah Ayumi dan Risa berdiri.


"Kamu kenapa Pan?" tanya Ayumi yang melihat Panji begitu sedih.


"Kue nya kamu makan saja Yum!" pinta Panji, Yang membuat Ayumi merasa bingung.


Panji langsung pergi meninggalkan Ayumi dan Risa begitu saja, Alya yang baru datang hanya bisa menatap punggung Panji.


"Pan, Kita memang dijodohkan tapi untuk menjalin hubungan lebih seperti pacaran, Aku tidak bisa karena kita belum lama kenal." gumam Alya.


"Alya, Panji kenapa?" tanya Risa.


"Apa kamu menolaknya?" tanya Ayumi.


"Aku hanya merasa ini terlalu cepat, Aku dan Panji kan kenal belum lama," jelas Alya pada Risa dan Ayumi.


Alya melihat kue tersebut, Lalu dalam hatinya Alya langsung tersenyum.


"Panji, Ternyata kamu romantis sekali." gumam Alya, Sambil menyembunyikan rasa senangnya dalam hatinya.


"Kasian, Panji sudah menyiapkan semua ini dari pagi."kata Ayumi dengan raut wajah sedih, Membuat Alya merasa bersalah.


"Kak Ayumi, Mungkin saat ini aku tidak bisa berpacaran dengan Panji, Tapi sautu saat pasti kalian akan terkejut." kata Alya pada Ayumi dan Risa.


Iyalah terkejut siapa tahu nanti tiba-tiba Alya dan Panji langsung nyebar undangan pernikahan.


"Asal jangan buat kita jantungan aja Al!" jawab Ayumi.


"Aku akan menyiapkan Dokter tebaik, Untuk memeriksa jantung kalian nanti." Ledek Alya, Yang akhirnya membuat Ayumi dan Risa mengeluarkan tertawanya.


Mereka bertiga langsung menuju ke kantin sambil membawa kue yang Panji sudah siapkan, Sedangkan balon-balon yang sudah disiapkan oleh Panji diterbangkan begitu saja.


Panji.


Panji duduk dibawah pohon yang rimbun, Sambil melemparkan batu-batu kecil kesembarang tempat.


"Alya, Kamu boleh menolakku."


"Tapi jangan harap, Aku akan membiarkan laki-laki lain mendekatimu,"


"Pokoknya Aku sudah menyetempel kamu sebagai calon istriku."


"Mau kamu setuju atau tidak, Yang penting Orangtua kita sudah menjodohkan kita."


Kini biarpun Alya menolak Panji untuk berpacaran, Tetap saja Panji sudah menyetempel Alya sebagai calon istrinya.

__ADS_1


Tiba-tiba perut Panji berbunyi, Lalu dengan cepat Panji langsung menuju ke kantin.


Sesampainya dikantin, Panji langsung duduk disamping Alya.


"Sudah galaunya?" tanya Alya, Dengan diiringi tawa jailnya.


"Aku sudah menyetempel, Kalau kamu itu calon istriku, Jadi jangan harap kamu bisa macam-macam dengan laki-laki lain," bisik Panji ditelinga Alya.


Alya hanya diam, Lalu menggelengang kepalanya dengan pelan.


"Panji sudah benar-benar tidak waras." gumam Alya.


Dikantor Denis.


Diruangan Alan.


Alan sedang memainkan pulpen ditangannya, Kini Alan sedang memikirkan bagaimana cara melamar Ayumi nanti.


"Apa, Aku lamar tepat dihari wisudanya?" tanya Alan pada diri sendiri.


"Atau setelah selesai wisuda, Aku culik Ayumi lalu membawanya ke tempat yang indah untuk melamarnya," Pikir Alan.


Alan bingung apalagi dirinya yang sudah tidak punya orangtua, Mau melamar Ayumi saja Alan harus benar-benar berpikir panjang.


"Aku akan meminta bantuan Mama Rasti dan Papa Andi, Untuk membantuku melamar Ayumi nanti." gumam Alan.


Alan yakin kedua orangtua Denis pasti akan siap melamarkan Ayumi buat Alan, Apalagi Orangtua Denis sudah menganggap Alan seperti Anaknya sendiri.


Diruangan Denis.


Denis sedang sibuk dengan laptopnya, Denis melepaskan pandangannya dari laptopnya. Kini Denis hanya diam sambil berpikir.


"Risa, Sebentar lagi wisuda dan juga ulang tahun, Aku bingung kado apa yang cocok untuk dirinya," pikir Denis.


Iya ulang tahun Risa bertepatan dengan wisuda Risa, Jadi Denis harus memikirkan dua kado sekaligus.


"Kalau aku kasih mobil, Janganlah nanti Risa keluyuran." kata Denis, Sambil menggelengang kepalanya.


"Kalau Papa dirumah, Pasti Papa akan menyuruhku memberikan jet pribadi pada Risa." kata Denis, Sambil senyum-senyum sendiri.


"Mungkin, Aku kasih anak kembar saja kali ya? tapi Aku tidak tahu cara membuatnya." kata Denis lagi.


.


Denis terus berpikir, Sampai akhirnya Denis menemukan jawabannya kado apa yang cocok untuk istri tercintanya.


Risa dan Ayumi sebentar lagi wisuda, Kini Alan dan Denis sedang sibuk dengan pikiran masing-masing.


Sedangkan Panji ditolak sama Alya, Tapi Panji juga sudah menyetempel Alya sebagai calon istrinya.


Jadi buat laki-laki yang deketin Alya, Harap hati-hati ya.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


**Baca juga karya Author yang lain 😘


Baca juga karya Author yang lain 😘**



Baca juga karya teman Author nya 😘

__ADS_1



__ADS_2