
Keesokan harinya, Denis dan Risa sudah bersiap untuk pergi ke suatu tempat untuk bulan madu kedua mereka.
Sebelum berangkat bulan madu, Denis lebih dulu menelpon Alan.
Denis menelepon Alan.
"Hallo Al..." sapa Denis.
"Iya Den, ada apa?" tanya Alan.
"Al, Aku mau pergi bulan madu untuk keduanya kalinya, jadi untuk masalah pekerjaan Aku serahkan semuanya padamu selama Aku pergi ya." jawab Denis.
Alan terdiam, lalu bergumam.
"Kemarin marahan sekarang malah mau pergi bulan madu untuk kedua kalinya, dasar dua sejoli Aneh." gumam Alan.
"Iya Den, Kamu tidak usah kawatirikan masalah pekerjaan! Aku akan tanganin semuanya dengan baik." jawab Alan.
"Baiklah, terimakasih." kata Denis.
"Iya sama-sama." jawab Alan.
Denis langsung mematikan saluran teleponnya, lalu bertanya pada Risa.
"Ris, Kamu sudah siap?" tanya Denis dengan nada agak berteriak karena Risa masih di dalam kamar sedangkan Denis berada diruang bawah.
"Sudah... tunggu sebentar!" jawab Risa dengan suara agak berteriak.
Denis menunggu Risa, semua koper juga sudah Denis masukkan kedalam mobil, namun menunggu Risa dandan itu begitu lama.
Setelah beberapa menit, akhirnya Risa turun dari kamarnya.
"Aku sudah siap, ayo Kita berangkat!" kata Risa pada Denis.
"Apa saja yang Kamu lakukan didalam kamar, mengapa begitu lama sekali?" tanya Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.
Rida hanya terdiam pada Denis, karena merasa bersalah.
"Biasa urusan wanita jadi lama." jawab Risa.
Kini keduanya langsung menuju ke mobil, setelah mereka berdua masuk kedalam mobil Denis langsung melajukan mobilnya ke tempat tujuan.
Setelah menempuh perjalanan yang jauh dari kotanya, kini Denis dan Risa sudah sampai ketempat tujuan mereka.
Denis mengajak Risa menginap disebuah penginapan yang ada ditengah-tengah hutan, namun biarpun penginapan tersebut terletak ditengah-tengah hutan, tempatnya begitu nyaman dan sangat indah cocok untuk mereka yang ingin bulan madu.
Visual penginapan Risa dan Denis.
Kini keduanya langsung masuk kedalam, Risa langsung pergi mandi karena memang tubuhnya sudah sangat lengket sekali, setelah Risa selesei mandi kini gantian Denis yang mandi.
Risa membuka koper pakaiannya, namun banyak sekali bermacam-macam baju tidur yang begitu sexy.
Melihat semua baju tidur itu, Risa langsung ngedumel karena merasa sangat kesal.
"Apa-apaan Denis ini, kenapa koperku banyak terdapat baju tidur seperti ini?" tanya Risa sambil melihat baju tidur yang begitu sexy yang ada ditangannya.
__ADS_1
Risa melempar baju tidur tersebut kesembarang tempat, namun tanpa sengaja Denis keluar dari kamar mandi dan baju tidur yang Risa lempar akhirnya tepat mengenai wajah tampan Denis.
Denis mengambil baju tidur yang saat ini menutupi wajahnya, lalu Denis melihat kearah Risa.
"Ris apa-apaan ini?" kata Denis sambil mendekat kearah Risa.
Risa langsung terdiam tanpa berkutik.
"Kapan Denis keluar dari kamar mandi?" gumam Risa yang tidak melihat Denis keluar dari kamar mandi.
Risa melihat Denis memegang baju tidur sexy yang tadi Risa lempar, Risa merasa sangat kaget sekali.
"Kok bisa ada ditanganmu?" tanya Risa dengan begitu lembut.
"Kamu yang melemparnya." jawab Denis.
"Kenapa, Kamu melemparnya ke sembarang tempat?" tanya Denis dengan sorot mata yang begitu tajam.
"Lagian Kamu, koperku diisi banyak sekali dengan baju tidur sexy." protes Risa sambil memayunkan bibirnya.
Denis mendekat kearah Risa, lalu membisikkan sesuatu pada Risa.
"Sayang, Kita kesini untuk melakukan bulan madu kedua Kita jadi ya wajar Aku harus menyiapkan alat tempur Kita dengan baik." bisik Denis dengan nada mesum.
Risa hanya menggelengkan kepalanya.
"Aturan Aku tadi rapikan sendiri saja koperku." sesal Risa.
Sebelum berangkat memang Denis yang memasukkan semua baju kedalam koper, dengan alasan ingin membantu Risa. namun Denis malah berbuat licik memasukkan banyak baju tidur sexy ke koper Risa.
"Dasar mesum." omel Risa.
Denis mengelus pundak Risa dengan tangannya, lalu menciumnya.
"Sayang, sepertinya Kita tidak perlu semua baju tidur sexy ini! karena Aku lebih suka Kamu tidak memakai baju sama sekali." Denis mulai menggoda Risa.
Bibir Denis mulai menjelajahi setiap inchi tubuh Risa, kini Denis mulai menciumi bagian dada Risa yang tidak tertutup handuk.
"Eemmhh..." desahan Risa yang menikmati permainan dari Denis.
Denis langsung mengangkat tubuh Risa, lalu membaringkan tubuh Risa diatas ranjang.
Denis mengangkat sedikit handuk yang dipakai oleh Risa, sedikit keatas lalu Denis membenamkan wajahnya ditengah-tengah s**angkangan Risa. Denis memulai aksinya membuat Risa kelimpungan karena permainan Denis.
"Ahhh ahhhcchhh...." desahan dari mulut Risa.
Setelah puas dengan permainannya disitu, Denis pelan-pelan langsung membuka handuk yang melilit tubuh Risa, lalu Denis membuang handuk tersebut ke sembarang tempat.
Denis juga sudah melepaskan handuk yang melilit tubuhnya, lalu menjatuhkannya ke lantai.
Risa terlentang dengan posisi s**angkangan yang sudah ngakang, lalu Denis langsung menindih tubuh Risa.
Risa sedang mengatur nafasnya, lalu Risa berkata pada Denis.
"Kita baru saja sampai dan baru selesai mandi, apa tidak sebaiknya nanti saja Kita melakukannya?" kata Risa pada Denis.
Denis sengaja menggesek-gesekkan miliknya ke milik Risa.
__ADS_1
"Tidak sayang, ini sudah nanggung adik kecilku sudah tegang pingin masuk kedalam goa kenikmatan milikmu." jawab Denis.
Risa hanya terdiam, sambil batin dalam hatinya.
"Padahal Aku capek sekali, tapi Denis itu tidak ada capeknya." batin Risa.
"Enak tidak sayang gesekanku?" tanya Denis dengan sorot matanya yang begitu mesum.
Denis mulai mempercepat gesekannya, Risa semakin terbuai dan terus mengeluarkan desahan dan erangannya.
"Eemmhh ahha emm ahh..." desahan dan erangan keluar dari mulut Risa.
Kini milik Denis sudah semakin tegang, akhirnya Denis langsung mengarahkan miliknya agar masuk kedalam goa milik Risa.
"Tahan sayang!" pinta Denis sambil memasukkan miliknya dengan dibantu oleh tangannya.
"Sudah pas, Aku langsung masukan ya sayang." kata Denis yang pelan-pelan langsung memasukkan miliknya kedalam milik Risa.
"Jlebb...." akhirnya milik Denis masuk dengan sempurna kedalam milik Risa.
"Aahhh ahhh.." desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya.
Denis mulai mengeluar masukan miliknya, hentakan demi hentakan terus Denis lakukan hingga Risa kelimpungan karena merasakan permainan Denis yang begitu hebat.
Desahan bercampur erangan kini keluar dari mulut mereka, akhirnya Risa bilang para Denis.
"Sayang, Aku sudah tidak tahan." kata Risa sambil terus mendesah.
"Sebentar lagi sayang, Aku akan mengeluarkan semua cairan hangatku agar sih Ucil cepat jadi." kata Denis yang juga diiringi dengan desahan kenikmatan dari mulutnya.
Setelah benar-benar puas, Denis langsung mengeluarkan semua cairan hangatnya kedalam rahim Risa.
"Ahhh sayang lega sekali." kata Denis.
Denis mengeluarkan miliknya dari dalam milik Risa, lalu Denis menjatuhkan dirinya disamping Risa.
"Terimakasih sayang." kata Denis sambil mengecup bibir Risa.
Denis melepaskan kecupan bibirnya, Risa hendak bangun untuk ke kamar mandi. namun Denis menahannya.
"Jangan bangun, biarkan cairan hangatku mengelari rahimmu dulu." kata Denis sambil menahan tangan Risa.
Akhirnya Risa kembali membaringkan tubuhnya disamping Denis, kini Denis sibuk menyusu seperti anak bayi yang sedang kehausan.
"Pelan-pelan sakit." rintih Risa.
"Kamu itu seperti Bayi tua yang sedang kehausan." kata Risa pada Denis.
"Mumpung belum ada sih Ucil, jadi tidak yang menggangguku." jawab Denis yang terus melakukan aksinya.
Risa hanya menikmatinya, karena memang itu adalah mainan kesukaan suaminya.
"Dulu kecil sayang, sekarang sudah mulai padat dan agak besaran." kata Denis pada Risa.
"Itu semua karena ulahmu." jawab Risa.
Setelah keduanya sama-sama lelah, akhirnya keduanya tertidur dengan begitu pulas.
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π