Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
161.Rasa takut Denis.


__ADS_3

"Risa.... mudah-mudahan Kamu tidak apa-apa." doa Ayumi untuk Risa.


Denis baru saja sampai dirumah sakit, dengan perasaan yang begitu khawatir Denis langsung mengangkat tubuh Risa.


"Sayang, bertahanlah!" kata Denis yang sudah meneteskan air matanya.


Ini pertama kalinya Denis merasa sangat ketakutan bahkan sampai meneteskan air matanya.


Kedua perawat langsung menghampiri Denis, lalu Denis langsung merebahkan tubuh Risa diatas tempat tidur pasien.


Kedua perawat langsung membawa Risa keruang UGD dengan cepat.


"Tuan silahkan tunggu diluar!" kata salah satu perawat pada Denis.


"Baik Sus." jawab Denis yang langsung terduduk lemas sambil bersandar tembok.


"Sayang, Kamu harus baik-baik saja! jika Kamu atau Anak kita sampai kenapa-kenapa Aku akan menghukum diriku sendiri." gumam Denis sambil memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


Kali ini Denis benar-benar merasa ketakutan, bahkan air mata Denis terus mengalir membasahi pipi Denis.


Alan dan Ayumi yang baru saja sampai dirumah sakit, lalu Alan langsung bertanya pada bagian repsionis.


"Maaf Nona, ruangan Nona Clarissa dimana?" tanya Alan pada pegawai repsionis yang ada dirumah sakit tersebut.


"Nona Clarissa, tadi baru saja dibawa ke ruang UGD." jawab pegawai repsionis tersebut.


"Terimakasih." Alan mengucapkan terimakasih pada pegawai repsionis tersebut. lalu Alan langsung berjalan menuju ke ruang UGD.


Sesampainya diruang UGD, Alan langsung menghampiri Denis yang sedang duduk lemas sambil menyandarkan dirinya ke tembok.


"Den, apa yang terjadi pada Risa?" tanya Alan sambil jongkok dihadapan Denis.


"Risa, jatuh dikamar mandi." jawab Denis dengan raut wajah yang begitu lemas.


"Kita berdoa ya, biar Risa dan Bayinya baik-baik saja." sambung Ayumi yang merasa khawatir pada Risa.


"Risa mudah-mudahan Kamu dan Baby Kamu baik-baik saja." Doa Ayumi dalam hatinya.


Kini mereka sudah duduk duduk dikursi ruang tunggu, Alan terus berusaha menenangkan Denis, Ayumi juga terus berdoa dalam hatinya.


Setelah beberapa lama, Akhirnya Dokter yang menangani Risa keluar dari ruang UGD.


Dengan cepat Denis, langsung menghampiri Dokter tersebut, lalu bertanya pada tersebut tentang keadaan Risa.


"Dok, bagaimana keadaan Istri saya?" tanya Denis dengan perasaan begitu khawatir.


"Istri Tuan baik-baik saja, beruntung Dia langsung dibawa kerumah sakit, mungkin tadi jika terlambat sedikit saja Istri Tuan bisa kehilangan Bayinya." jawab Dokter yang menangani Risa.


Denis langsung mengucap syukur dalam dalam hatinya.


"Terimakasih Istri dan Anakku baik-baik saja, kalian sudah membuat Papa sangat takut." rasa syukur dalam hatinya Denis.


"Oh iya Tuan, nanti Istri Tuan jangan kecapean dulu ya, Dia harus banyak Istirahat, kalau impusnya sudah habis Istri Anda bisa langsung pulang dari rumah sakit." Dokter memberikan penjelasan pada Denis.


"Iya Dok, terimakasih. Oh iya apa saya boleh melihat Istri saya sekarang?" tanya Denis.


"Tunggu sebentar lagi, Istri Anda akan dibawa ke ruang rawat pasien dulu." jawab Dokter yang menangani Risa.


Denis kembali duduk dikursi ruang tunggu, Alan dan Ayumi langsung bertanya pada Denis bagaimana keadaan Risa.


"Bagaimana keadaan Risa." tanya Alan dan Ayumi secara bersamaan.

__ADS_1


"Risa baik-baik saja, nanti setelah impusnya habis Risa bisa langsung dibawa pulang." jawab Denis.


Risa langsung dipindahkan keruang VIP, setelah beberapa lama akhirnya Denis sudah bisa menjenguk Risa diruang rawat pasien.


Suster menghampiri Denis, lalu berkata pada Denis.


"Tuan, Nona Risa sudah dipindahkan ke ruang rawat inap, silahkan jika ingin melihatnya." kata Suster dengan sopan.


"Iya Sus, terimakasih." jawab Denis.


Denis, Alan dan Ayumi langsung masuk ke dalam ruang rawat Risa.


Melihat Istrinya berbaring lemah, Denis langsung menghampiri Risa, lalu Denis menggegam tangan Risa dengan begitu erat.


"Sayang, Aku takut sekali." kata Denis dengan suara lirih.


"Aku baik-baik saja, maaf sudah membuatmu khawatir Suamiku." jawab Risa yang diiringi dengan senyum manisnya.


Alan dan Ayumi mereka duduk disofa yang ada diruang rawat Risa, kini keduanya saling menatap satu sama lain.


"Lihat mereka Aku jadi baper." kata Ayumi.


"Maka segeralah menikah denganku, biar Kita bisa seperti Risa dan Denis." sambung Alan yang penuh harap.


"Nanti Aku pikirkan dulu untuk menikah denganmu." ledek Ayumi dengan jail.


Risa terus memancarkan senyum bahagianya.


"Den, Aku menyayangimu." kata hati Risa.


Alan dan Ayumi berjalan menuju kearah Risa, lalu Ayumi langsung mendekat ke samping Risa.


"Aku baik-baik saja Yum." jawab Risa.


"Lain kali hati-hati, kalau perlu kalau ke kamar mandi Denis biar mengantarmu." saran Alan untuk Risa.


Risa tersenyum mendengar saran dari Alan, namun Denis langsung menjawabnya dengan begitu cepat.


"Kamu benar Al, mulai sekarang Aku harus benar-benar menjaga Risa, kemana pun Risa pergi Aku harus mengantarnya bahkan ke kamar mandi pun Aku harus mengantarnya." jawab Denis dengan cepat.


Risa hanya menggelengkan kepalanya.


"Memangnya Aku anak kecil yang kemana saja harus diikuti, dasar suamiku ini selalu saja berlebihan." omel Risa dalam hatinya.


"Lain kali Aku akan lebih hati-hati Sekertaris Alan." jawab Risa.


"Pokoknya, besok Kamu harus diam saja diatas ranjang dan Aku menyuruh Mama untuk menjagamu dirumah nanti." kata Denis dengan begitu tegas pada Risa.


Risa hanya menghela nafasnya, lalu bergumam.


"Denis.. Denis selalu saja berlebihan! kalau Mama juga tahu masalah ini Pasti Mama akan langsung bersikap berlebihan padaku."


Risa tahu seperti apa sifat Mama mertuanya ya itu tidak jauh-jauh dari Denis, apalagi cucu pertama.


"Sayang, jangan kabari Mama tentang masalah ini, nanti Mama pasti akan khawatir." Risa berusaha merayu Denis.


"Baiklah, Aku tidak akan bilang pada Mama tapi Kamu harus mengikuti peraturan dariku." Denis memberikan penawaran pada Risa.


Risa tersenyum pada Denis.


"Mending Aku menerima aturan dari suamiku saja daripada Mama mertuaku ikut turun tangan." pikir Risa.

__ADS_1


"Iya Suamiku, Aku akan mematuhi peraturan darimu." jawab Risa dengan begitu lembut.


Alan dan Ayumi hanya tersenyum melihat tingkah Denis dan Risa.


"Kalian menggemaskan sekali sih." gumam Ayumi.


Alan terus melihat kearah Denis.


"Denis... Denis drama apalagi yang akan Kamu mainkan dengan Risa." pikir Alan.


Jam menunjukkan pukul 6 sore, impus Risa juga sudah habis, Denis langsung mengajak Risa segera pulang kerumah sedangkan Alan langsung pulang karena harus mengantar Ayumi lebih dulu.


"Ris, cepet sehat ya! ingat jangan kecapean, oh iya Kamu mau makan apa? biar besok Aku bawakan ke rumahmu." kata Ayumi dengan penuh perhatian.


"Soto ayam yang ada dikantin kampus." jawab Risa.


"Baiklah, besok Aku bawakan untukmu, Sekarang Aku pulang dulu ya." kata Ayumi sambil berpamitan pada Risa.


"Den, Aku duluan ya." pamit Alan.


"Iya kalian hati-hatilah." jawab Denis.


Alan dan Ayumi langsung berlalu meninggalkan Denis dan Risa.


Denis dan Risa langsung masuk ke dalam mobil, kini Denis melajukan mobilnya dengan kecepatan pelan karena takut Risa kenapa-kenapa.


Sesampainya dirumah, Denis langsung mengangkat tubuh Risa masuk ke dalam kamarnya.


"Tetaplah berbaring, Aku akan membuatkan bubur untukmu, ingat jangan sampai turun dari tempat tidur!" kata Denis sambil merebahkan tubuh Risa diatas ranjang.


Denis langsung menyelimuti tubuh Risa, lalu setelah itu Denis langsung pergi menuju ke dapur untuk membuatkan bubur untuk Risa.


Setelah beberapa lama akhirnya Denis selesei membuat bubur untuk Risa, Denis langsung kembali ke kamarnya.


"Sayang, Kamu makan dulu! terus minum obat." kata Denis yang sudah duduk ditepi ranjang.


Risa tersenyum pada Denis, rasanya Risa bahagia mempunyai suami seperti Denis biarpun Denis suka bersikap berlebihan tapi Denis juga begitu perhatian.


Denis menyuapkan suap demi suap bubur ke mulut Risa, sampai beberapa suap akhirnya Risa berkata pada Denis.


"Sayang, Aku udah kenyang." kata Risa.


"Baiklah, sekarang Kamu minum obat." jawab Denis.


Denis langsung mengupaskan obat yang diberikan oleh Dokter buat Risa, setelah minum obat Risa langsung istirahat sedangkan Denis langsung menuju ke kamar untuk mandi.


Alan sudah sampai dirumah Ayumi, kini kedua Orangtua Ayumi ternyata sudah ada dirumah.


Melihat Mama Renita dan Papa Yusuf sudah berdiri di depan teras rumah membuat Alan begitu deg deggan.


"Apakah itu Papa Ayumi." gumam Alan yang melihat sosok laki-laki berdiri disamping Mama Renita.


"Kenapa?" tanya Ayumi sambil mengikuti arah mata Alan.


"Itu siapa?" tanya Alan.


Ayumi hanya tersenyum pada Alan.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊

__ADS_1


__ADS_2