Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
205.Mencari nama anak.


__ADS_3

Malam semakin larut, Biarpun semuanya gosong tapi Denis dan Alan tetap menghabiskannya untuk menghargai usaha Panji dan Alya malam ini.


Alan mengantar Ayumi pulang sedangkan Panji mengantar Alya, Denis dan Risa pulang karena Denis tidak membawa mobil, Jadi Panji sekalian mengantarnya.


Sesampainya dirumah Alya, Panji langsung pulang karena sudah larut malam juga.


Alya masuk kedalam kamarnya, Denis dan Risa juga langsung masuk kamar mereka.


Dikamar Alya.


Alya langsung membanting tubuh mungilnya ke atas kasur.


"Rasa empuk sekali." Ucap Alya yang langsung mengambil guling untuk dipeluknya.


Alya senyam-senyum pada guling bahkan beberapa kali Alya menciumi guling tersebut dengan begitu menggemaskan.


"Andaikan ini Panji." Batin Alya dengan hayalannya.


Malam ini Alya benar-benar menjadi tidak waras gara-gara kesem-sem cintanya Panji.


Alya tidur sambil memeluk guling, Tanpa mandi terlebih dahulu, Pokoknya diotak Alya malam ini hanya ada Panji seorang.


Dirumah Panji.


Sesampainya dirumah Panji terus senyam-senyum sendiri, Orang tuanya yang kebetulan belum tidur bingung melihat Panji yang malam ini begitu senang.


"Mama, Papa." Sapa Panji yang langsung berlalu pergi dari hadapan orang tuanya yang sedang duduk di sofa sambil menonton televisi diruang tengah.


"Panji kenapa ya pa?" Tanya Mama dengan tatapan bingung.


Melihat anaknya senyam-senyum sendiri seperti orang gila, Membuat Mama Anita bingung.


"Mungkin dia sedang jatuh cinta ma." Jawab Papa, Yang membuat sang mama tersenyum.


"Jatuh cinta pada Alya." Batin Mama.


"Sudah yuk ma, Kita ke kamar saja!" ajak Papa, Mama dan Papa langsung beranjak dari tempat duduknya lalu masuk ke kamar mereka.


Dalam pikiran Mama Anita jika Panji benar-benar jatuh cinta, Itu adalah kabar baik untuk dirinya. Hanya saja Mama Anita tidak tahu pada siapa Panji jatuh cinta?


Dikamar Panji...


Panji membanting tubuh ke kasur tempat tidurnya yang begitu empuk.


"Alya, Aku tidak sabar ingin menikahimu aku bosen tidur sendirian terus." Panji sudah tidak sabar ingin menikah dengan Alya.

__ADS_1


"Bulan depan sudah wisuda, Dan setelah wisuda aku akan langsung menikahinya." Kata Panji dengan begitu semangat.


Dengan perasaan bahagianya Panji langsung tidur, Dan tidak mandi terlebih dahulu.


Kalau sedang jatuh cinta itu benar-benar seperti orang gila, Kadang senyam-senyum sendiri, Bantal guling saja dianggap orang yang sedang kita cintai. Seperti Panji dan Alya yang sedang dilanda cinta mereka sudah sama-sama seperti orang tidak waras.


Dikamar Denis dan Risa.


Malam menunjukkan pukul 12 malam, Risa dan Denis masih terjaga satu sama lain kali ini mereka memperdebatkan masalah nama untuk anaknya nanti.


"Jika anak kita perempuan nanti, Aku mau memberi nama Kim Hana, Biar nanti cantik seperti artis-artis korea." Kata Risa dengan begitu antusias.


"Tidak bisa, Anak kita tidak ada keturunan Koreanya sayang!" Tolak Denis dengan cepat.


"Tapi aku suka nonton drama korea." Bantah Risa dengan tegas.


"Risa anak kita bukan pemain drama, Untuk apa kita memberikan nama seperti di drama Korea yang kamu tonton." Denis kembali melakukan penolakan.


Risa menatap Denis dengan tatapan kesal, Kini dirinya benar-benar ingin mencakar sang suami karena menolak pendapatnya.


"Memang kamu mau memberikan nama anak kita apaan?" Tanya Risa dengan kesal.


"Avanza jika itu laki-laki, Shaqila jika itu perempuan." Saran Denis, Denis senyum-senyum, Risa menatap Denis dengan tatapan sengit.


"Avanza, Memangnya anak kita mobil." Protes Risa sambil geleng-geleng kepala.


Denis memayunkan bibirnya, Terus Risa langsung mengecupnya membuat Denis langsung membalas kecupan dari Risa.


Risa menggigit bibir Denis dan Denis langsung melepaskan ciumannya.


"Sudah cukup, Kita lanjutkan cari nama lagi!" Kata Risa sambil membenarkan posisinya.


Denis memainkan rambut Risa, Kali ini dirinya tidak lagi memikirkan nama untuk anaknya melainkan memikirkan miliknya yang ternyata sudah berdiri tegak karena ciuman dari Risa.


"Sayang..." Rengkek Denis sambil terus menarik-narik rambut Risa, Membuat Risa kesal dan langsung mencubit Denis.


"Auh sakit sayang ih." Rintih Denis dengan suara yang dibuat-buat dan terdengar manja.


"Sayang punyaku itu." Rengek Denis sambil menunjuk kearah miliknya yang sudah terusik karena ulah Istrinya.


Risa tersenyum, Kali ini dirinya benar-benar sudah salah memberikan ciuman disaat seperti ini.


"Kamu bangun disaat yang tidak tepat adik kecil." Gumam Risa.


"Cepat pikirkan nama untuk anak kita." Suruh Risa dan Denis hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


Risa menatap Denis, Denis tersenyum penuh arti pada sang istri Risa tahu pasti ujung-ujungnya suaminya minta main tempur-tempuran diatas ranjang.


"Aku sudah tidak bisa berpikir, Adik kecilku yang didalam sangkar sana sudah terus mengusikku." Denis terus mengeluarkan suara manjanya, Membuat Risa berdengus kesal.


"Apa kamu menyalahkanku?" Kesal Risa.


"Kamu yang tadi mulai mrnciumku, Kamu yang memulainya sayang." Jawab Denis dengan tangan yang sudah mengelus-elus perut Risa dengan lembut.


"Biarkan aku menyiramnya malam ini sayangku." Bisik Denis dengan nada menggoda.


Risa mulai terbuai karena sentuhan demi sentuhan yang suaminya berikan pada dirinya, Denis mencium leher Risa membuat Risa semakin terangsang.


Tanpa seizin dari Risa, Denis membuka kancing baju Risa dan Risa membiarkannya saja, Karena kalau masalah ranjang sang suami pasti tidak akan bisa dilarang, Apalagi Denis begitu pencandu itu membuat Risa paham seperti apa suaminya.


"Aku mau nakal malam ini, Anak papa anteng ya didalam sana," Denis terus bersikap manja dan terus mengelus-elus perut Risa agar anaknya anteng didalam sana.


Malam semakin larut, Kecupan demi kecupan Denis berikan pada istrinya, Belaian demi belaian Denis terus melakukannya membuat Risa semakin kelimpungan dan tidak tahan ingin sekali dimasukan.


"Sayang, Malam ini jangan biarkan aku main solo didalam kamar mandi lagi ya." Rengek Denis yang terus mengelus-elus perut Risa.


"Eemmhh....." Risa hanya menjawabnya dengan desahan.


Denis langsung menanggalkan seluruh pakaian Risa dan juga pakaian dirinya, Hingga kedua polos tanpa sehelai benang apapun.


Denis tersenyum melihat perut sang istri yang sudah mulai kelihatan membuncit.


"Sih Ucil, Maafkan papa." Gumam Denis.


Malam ini Denis melakukannya dengan pelan agar tidak menyakiti sang bayi yang ada dalam kandungan Risa.


Denis terus mengeluar masukan miliknya dengan pelan, Erangan dan desahan pelan keluar dari mulut keduanya.


Sampai akhirnya Denis mencapai puncaknya, Denis langsung mencabut miliknya dan mengeluarkan cairan hangatnya diatas perut Risa, Membuat Risa menjadi kesal.


"Kamu jorok sayang ih." Omel Risa.


"Maaf sayang, Aku sudah tidak tahan sekali." Denis meminta maaf dengan rasa bersalahnya.


Setelah selesai dengan urusannya, Denis langsung mengangkat tubuh Risa menuju kamar mandi.


Malam yang dingin Risa dan Denis mandi berdua.


Malam ini bukannya mencari nama untuk calon anaknya, Risa dan Denis malah asik bercinta ditengah malam yang begitu dingin ini.


BERSAMBUNG πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2