
Akhirnya mereka sampai juga, Alan kembali membawa Risa dan Denis kesuatu tempat.
"Kita mau ngapain kesini?" tanya Denis, yang melihat Alan membawanya kesebuah hotel.
"Aku menyiapkan sedikit kejutan untuk pernikahanmu, mungkin ini tidaklah mewah tapi Aku menyiapkan semua ini untuk sahabatku" kata Alan, sambil melihat kearah Denis.
Denis dan Risa saling melempar senyum bahagianya.
"Alan mewah atau tidak, Aku tidak pernah melihat hadiah dari harganya" gumam Denis.
"Ayo kita masuk!" ajak Alan.
Alan, Denis, dan Risa, masuk kedalam hotel tersebut secara bersamaan.
Salah satu pegawai hotel menghampiri Alan.
"Pak Alan" sapa pegawai tersebut.
"Semuanya sudah siap?" tanya Alan pada pegawai tersebut.
Pegawai tersebut melemparkan senyum manisnya pada Alan, Denis, dan Risa.
"Sudah Pak, sesuai permintaan Bapak" jawab pegawai tersebut.
Pegawai tersebut mengantarkan Alan dan yang lainnya menuju ke kamar yang sudah dipesan oleh Alan untuk Denis dan Risa.
"Silahkan Pak ini kamarnya, ini kuncinya Pak" kata pegawai tersebut sambil memberikan kunci kamar hotelnya pada Alan.
Alan menerima kunci tersebut, pegawai hotel langsung berpamitan dengan mereka bertiga.
"Saya permisi Pak, mudah-mudahan suka dengan pelayanan hotel Kami" kata pegawai hotel.
"Iya, terimakasih ya" jawab Alan.
Alan langsung memberikan kunci kamar hotel tersebut pada Denis.
"Ini kuncinya, Aku doakan mudah-mudahan pernikahan kalian langgeng" Doa Alan untuk pernikahan Denis dan Risa.
Denis menerima kunci kamar hotel tersebut, lalu mengucapkan terimakasih pada Alan.
"Al, terimakasih untuk hari ini dan semua yang sudah Kamu lakukan untukku" kata Denis, yang langsung memeluk Alan sebagai sahabatnya.
Alan melepaskan pelukannya Denis dari tubuhnya.
"Nikmatilah malam ini"Pinta Alan, sambil menepuk pundak Denis.
Denis tersenyum pada Alan.
"Ris, sekarang Kamu sudah jadi wanita satu-satunya dihidup Denis. kelak jika Denis macam-macam lagi laporkan saja padaku" kata Alan, sambil mengedipkan satu matanya pada Risa.
Risa tersenyum bahagia pada Alan.
"Sekertaris Alan, Kamu yang paling hebat" kata Risa yang kembali lagi memuji Alan didepan Suaminya.
"Haha itu sudah bukan rahasia lagi Ris, Denis memang selalu bodoh kalau masalah wanita" kata Alan, yang dengan sengaja menyindir Denis.
Denis menatap Alan dengan sorotan matanya yang begitu tajam.
"Kamu juga bodoh dalam hal melupakan seorang Wanita, sebenarnya kita itu sama-sama bodoh Al" jawab Denis yang tidak mau kalah.
Alan yang tidak mau kalau sampai aib nya terbongkar di depan Risa, akhirnya pergi meninggalkan Risa dan Denis.
"Sudahlah Aku mau masuk kamar dulu" pamit Alan sebelum Denis membongkar aib nya lebih jauh lagi.
__ADS_1
"Kamu juga menginap disini?" tanya Denis.
"Iya, Aku sangat lelah jadi Aku pesan kamar satu lagi" jawab Alan.
Alan langsung berjalan menuju kamarnya, meningkatkan Denis dan Risa.
Dikamar hotel Alan.
Alan langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk, sambil mengingat masa lalunya.
"Melupakanmu itu hal yang sangat sulit untukku" gumam Alan.
Malam ini Alan langsung tidur tanpa mandi terlebih dahulu, karena sudah sangat lelah
Kembali ke Risa dan Denis lagi.
Setelah Alan pergi, Denis langsung membuka kamar hotelnya. Denis dan Risa masuk ke dalam kamar tersebut.
Betapa terkejutnya Risa, melihat kamar hotel sudah dihias seperti kamar pengantin baru.
"Den, ini indah sekali" puji Risa, yang merasa kagum dengan hiasan yang begitu indah.
Denis tersenyum, tidak menyangka kalau Alan bisa membuatkan kejutan seperti ini untuk dirinya.
"Berasa pengantin baru lagi" kata Denis, yang menatap Risa dengan tatapan mesumnya.
Denis mendekat dirinya pada Risa.
"Risa, kita tidak boleh menyia-nyiakan kejutan dari Alan" goda Denis, ditelinga Risa.
"Siapa yang menyia-nyiakan, ini Aku sedang menikmatinya" jawab Risa, yang kini sudah duduk ditepi ranjang.
"Sayang, ayo mandi bersama!" ajak Denis, yang langsung mengangkat tubuh Risa dengan kedua tangannya.
Kini Denis membawa Risa masuk kedalam kamar mandi, dikamar mandinya pun sudah dihiasi dengan lilin-lilin kecil yang begitu cantik.
"Alan, bahkan kamu membuat kamar mandi seindah ini" puji Denis, yang akhirnya mengakui kehebatan Alan.
Risa berjalan menuju bathtub, lalu Risa duduk dipinggirannya sambil memainkan air dan mengambil bunga-bunga yang ada didalamnya.
"Harum sekali" kata Risa, yang sedang mencium bunga berwarna merah tersebut.
Denis berjalan menuju kearah Risa, lalu berdiri dibelakang Risa.
"Sayang, malam ini sepertinya Kamu harus berkerja keras" kata Denis ditelinga Risa.
Risa melihat kearah Denis.
"Kerja keras?" tanya Risa.
"Iya kerja keras, untuk menghargai kejutan dari Alan" saut Denis, lalu mengedipkan matanya kepada Risa.
Risa tau maksud Denis.
"Apa Dia tidak ada capeknya, sekertaris Alan Kamu memang hebat, tapi Kamu harus membuatku berkerja keras malam ini" gumam Risa.
Denis langsung membuka gaun Risa, lalu membuka pakaiannya sendiri, keduanya sama-sama masuk kedalam bathtub, kini mereka sedang berendam bersama.
Denis duduk menyandar kepalanya dipingiran bathtub sedangkan Risa duduk terlentang didepan Denis.
__ADS_1
Tangan Denis mulai nakal, pijitan demi pijitan mulai Risa rasakan dibagian gunung kembarnya karena ulah Suaminya.
"Sayang, kita lakukan disini ya" pinta Denis.
Denis terus melakukan aksinya, Denis mulai menciumi tubuh Risa dengan lembut.
"Ahhh ahhhcchhh.." desahan mulai keluar dari mulut Risa.
Denis menyuruh Risa menghadap ke dirinya.
"Sayang, balikan badanmu" pinta Denis.
Risa menuruti Denis, lalu membalikkan badannya. sekarang Risa sudah menghadap Denis kini keduanya sudah saling berhadapan.
Risa mulai memainkan Adik Kecil Denis dengan tangannya sampai beberapa lama.
"Sayang lepaskan ahh.." kata Denis yang diiringi dengan desahan, karena ulah Istrinya.
Karena hari sudah begitu larut, malam juga semakin dingin akhirnya Denis langsung memasukkan miliknya kedalam milik Risa.
Denis langsung menghentakkan miliknya kedalam milik Risa dengan sekali hentakan.
"Ahhh..." desehan Risa.
Denis langsung, memulai aksinya lalu mengular masukan miliknya ke dalam milik Risa.
"Eemmhh ahhh ahhhcchhh" desahan dan erangan penuh kenikmatan keluar dari mulut keduanya.
"Tahan Sayang" kata Denis, yang langsung mempercepat permainannya.
Desahan Risa pun lebih cepat dari sebelumnya, sampai akhirnya keduanya sama-sama mencapai puncaknya.
Akhirnya Denis langsung mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Risa, setelah semuanya keluar Denis langsung mengeluarkan miliknya dari milik Risa.
"Enak banget sayang" kata Denis.
"Sakit Denis" keluh Risa, karena beberapa hari ini Denis terus melakukannya.
Denis dan Risa segera membersihkan dirinya, setelah selesai mereka langsung memakai handuk, lalu Denis mengangkat tubuh Risa untuk membawanya keranjang tempat tidur.
Kini keduanya sudah ditempat tidur, Denis kembali menggoda Risa.
"Sayang, ayo sekali lagi" ajak Denis.
Risa mencubit perut Denis.
"Aduh sakit" rintih Denis.
"Tidurlah, Aku sudah lelah sekali" kata Risa.
"Tapi sayang, ini masih mau" jawab Denis, sambil mengarahkan tangan Risa ke miliknya.
"Tidurlah Kamu" gumam Risa, sambil memegang milik Denis dengan tangannya.
Risa tidak menghiraukan perkataan Denis, akhirnya Risa langsung memejamkan matanya agar Denis tidak terus mengangguny, atau besok pagi Risa akan kembali susah untuk berjalan seperti pertama kalinya.
Denis hanya mengelus-elus miliknya.
"Besok lagi ya, kadangnya nolak buat dimasukin lagi" gumam Denis.
Alan sengaja memberikan kejutan ini pada Denis dan Risa, karena ingin Denis dan Risa menyatukan cinta mereka, apalagi Maya sudah dibasmi.
Bersambung π
__ADS_1