
Waktu menunjukkan hampir pukul setengah 6 sore, akhirnya Denis dan Risa pulang dari tempat wisata buah, kemudian mereka pergi menuju kesebuah tempat makan yang ada diatas sungai dan dikelilingi dengan pemandangan yang begitu indah.
Visual tempat makan diatas sungai.
"Kamu sudah pernah ketempat seperti sebelumnya?" tanya Denis pada Risa.
Kini mereka berdua sudah duduk disalah meja pelanggan, sambil menunggu pesanan makanan mereka datang.
"Belum, disini indah sekali bahkan udara sangat sejuk." jawab Risa sambil melihat pemandangan sekelilingnya.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya makanan mereka datang.
"Kamu makanlah yang banyak, biar tubuhmu agak sedikit berisi." kata Denis.
"Apa tubuhku terlalu kurus?" tanya Risa sambil memakan makanan yang sudah Risa pesan.
"Tubuhmu terlalu kecil sayang, jadi biarkan sedikit berisi! ingat jangan melakukan diet." jawab Denis, sambil mengusap rambut Risa.
Risa tersenyum pada Denis, lalu menjawab jawaban dari Denis.
"Aku diet jika tubuhku terasa berat saja, Aku takut berat badanku naik." kata Risa.
"Aku tidak perduli, biarpun Kamu gendut Aku akan tetap mencintaimu dan menjadikanmu satu-satunya wanita dibidupku." jawab Denis.
Risa hanya tersenyum, lalu memegang tangan Denis dengan tangannya.
"Siapa yang tahu berawal dari perjodohan karena hutang, menjadikan kita saling benci jadi cinta." kata Risa sambil tersenyum pada Denis.
Denis langsung menarik Risa, kemudian merebahkan kepalanya Risa dibahunya.
"Karena takdir tidak ada yang tahu Istriku." sambung Denis, lalu mencium kening Risa.
Setelah selesai makan, kemudian Risa dan Denis langsung pulang ke penginapan mereka.
Dipenginapan Denis dan Risa langsung pergi mandi, kini mereka mandi bersama mereka berendam didalam bathtub.
Denis menyabuni punggung Risa, setelah selesai Denis memeluk Risa dari belakang.
"Dingin tidak sayang?" bisik Denis ditelinga Risa.
"Iya Dingin, Kita jangan berendam lama-lama ya! Aku tidak mau sampai beku didalam bathtub ini." jawab Risa.
"Tenang saja, Aku nanti hangatkan biar Kamu tidak beku." sambung Denis.
Setelah beberapa lama berendam bersama, Denis langsung memakaikan handuk pada Risa, lalu Denis memakai handuk untuk dirinya sendiri. kemudian Denis langsung mengangkat tubuh Risa dengan kedua tangannya, Risa langsung mengalungkan tangannya ke leher Denis.
Denis langsung menaruh Risa diatas ranjang, kemudian Denis langsung melakukan aksinya Denis langsung menindih tubuh Risa, lalu mengangkat kedua tangan Risa keatas.
Ciuman, belean Denis berikan pada setiap tubuh Risa hingga bekas merah, berceceran dimana-mana ditubuh Risa.
"Eemmhh emmmcchh.." desahan Risa.
__ADS_1
"Aahh sayang, malam ini Kita harus melakukannya lebih dari sekali biar sih Ucil Kita cepet jadi." kata Denis yang diiringi dengan desehan penuh kenikmatan.
Denis terus melakukannya aksinya, hingga Risa kelimpungan karena ulahnya.
"Ahh sayang pelan-pelan!" kata Risa sambil mendesah.
"Ahhh ahhhcchhh..." Kini keduanya sama-sama mengeluarkan desahanannya secara bersamaan.
"Aku masukan sayang." kata Denis sambil mengarahkan miliknya kedalam milik Risa.
"Jlebbbb...." milik Denis masuk dengan sempurna kedalam milik Risa.
"Ahhh... acch." teriak Risa yang merasakan benda tumpul menusuk miliknya.
Denis mulai mengeluar masukan miliknya, setelah beberapa menit akhirnya keduanya mencapai puncaknya, lalu Denis langsung mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Risa.
Denis langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa, kini mereka sama-sama mengatur nafasnya, lalu beristirahat.
Setelah dua jam kemudian, Denis kembali melakukan aksinya, kemudian Denis kembali mengeluarkan cairan hangatnya kedalam rahim Risa.
"Baru dua kali sayang, apa Kamu masih kuat?" tanya Denis yang sudah merebahkan tubuhnya disamping Risa.
"Kita istirahat dulu." jawab Risa.
Akhirnya mereka berdua sama-sama tertidur, jam menunjukkan pukul 2 malam kini Denis kembali melakukan aksinya untuk ketiga kalinya.
Sampai akhirnya Denis kembali mengeluarkan cairan hangatnya kembali kedalam rahim Risa.
"Ahh sayang, Aku puas sekali malam ini." kata Denis lalu mencium kening Risa.
"Tidurlah Istriku! terimakasih untuk malam ini." kata Denis pada Risa.
"Sama-sama Suamiku." jawab Risa.
Kini keduanya sama-sama tertidur karena sama-sama merasa kelelahan, Denis yang sudah ngebet banget pingin punya Anak makanya Denis terus berusaha.
Keesokan harinya, Risa terbangun dari tidurnya.
"Sakit semua badanku." kata Risa sambil memijat punggungnya.
"Untung suami cuma satu, tapi sayang tidak pernah ada puasnya." gumam Risa.
"Andai saja Aku punya Anak kembar pasti itu Akan lucu sekali." kata Risa sambil membayangkan jika dirinya punya Anak kembar.
Denis terbangun dari tidurnya, lalu memanggil Risa.
"Risa..." panggil Denis.
"Iya ada apa?" Sahut Risa.
"Aku haus, ambilkan Aku minum." kata Denis.
Risa mengambil handuk yang ada dilantai, lalu memakainya. kemudian Risa pergi mengambil minum untuk Denis.
__ADS_1
"Ini minumlah!" kata Risa sambil memberikan segelas air putih pada Denis.
Denis meminum air putih tersebut, lalu memberikan gelasnya kembali pada Risa.
"Ini sayang sudah." kata Denis.
Risa menerima gelas tersebut, kemudian menaruhnya diatas nakas dekat tempat tidur mereka.
Mereka mandi bersama, setelah mandi, mereka berganti pakaian.
Risa membereskan semua pakaiannya ke dalam koper, karena sore ini mereka harus segera pulang. Karena Denis harus kembali bekerja dan memang ada klien penting yang harus ditemui besok pagi.
"Kamu tidak apa-apakan, kita pulang sore ini?" tanya Denis pada Risa.
"Tidak apa-apa, lagian Aku juga harus masuk kuliah." jawab Risa.
"Iya besok pagi Aku harus bertemu dengan klien penting dari luar negeri, jadi tidak bisa ditunda atau dibatalkan." Denis menjelaskan pada Risa.
Setelah selesai membereskan semuanya, kini mereka sarapan didalam kamar, karena Risa tidak mau sarapan diluar, selain karena kelelahan Risa merasakan nyeri dibagian miliknya karena ulah suaminya.
"Apa Kamu bahagia." tanya Denis pada Risa.
"Iya Aku sangat bahagia." jawab Risa.
"Kamu ingin punya Anak berapa?" tanya Risa sambil melihat kearah Denis.
"7 cewek semua, biar rumah Kita rame." jawab Denis.
"Kebanyakan Den, dua cukup!" kata Risa.
"Aku mau punya banyak anak, biar kalau tua nanti Aku tidak merasakan kesepian." jawab Denis sambil tersenyum pada Risa.
Alasan Denis ingin punya banyak adalah agar rumah rame, wajar Denis adalah Anak satu-satunya, bahkan setiap hari Denis dirumah hanya sendirian karena Orangtuanya sibuk mengurus pekerjaan. jadi Denis lebih sering ditinggal dirumah sendirian membuat Denis selalu merasa kesepian.
"Aku pingin punya Anak kembar 2 cewek semuanya, lalu Aku akan sering-sering membeli gaun cantik dan sepatu cantik untuk mereka nanti." kata Risa yang lagi-lagi membayangkan jika dirinya mempunyai Anak kembar.
"Baiklah, 2 anak cukup." kata Denis yang akhirnya mengalah pada Risa.
"Iya 2 saja, nanti Kita satu-satu jagainnya." kata Risa sambil tersenyum bahagia.
Denis merasa bahagia melihat senyuman dari bibir Risa.
"Terimakasih Mama, Papa, sudah memilihkan istri yang baik untukku." gumam Denis.
"Apakah, Aku juga harus menjaganya? Aku akan sudah membuatkan untukmu." protes Denis.
"Aku juga ikut membuatnya." Risa tidak mau mengalah pada Denis.
Sambil menikmati sarapan mereka asik, mengobrol masalah Anak yang diiringi dengan tawa dan kebahagiaan diantara mereka berdua.
Sore hari kemudian, mereka langsung bergegas untuk pulang kerumah mereka.
Diperjalanan Risa hanya tertidur sedangkan Denis fokus menyetir, setelah beberapa lama menempuh perjalanan yang jauh akhirnya mereka sampai dirumah mereka.
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π