
"Den, Mau kemana sih?" Tanya Risa dengan raut wajah yang masih kesal, Namu diabaikan oleh Denis dan Alan.
Alya dan Panji juga beranjak dari tempat duduknya, Lalu mengikuti Denis dan Alan. Ntah kemana mereka akan pergi?
Denis dan Alan langsung menyuruh Risa dan Ayumi masuk kedalam mobil, Mereka yang merasa bingung hanya mengikuti saja.
"Sebenernya Denis dan Sekertaris Alan itu kenapa sih?" Batin Risa.
Alan langsung membuka pintu mobil depan, Lalu langsung naik, Denis juga ikut naik. Kini posisi Ayumi dan Risa duduk dibelakang, Alan yang menyetir dan Denis duduk di jok depan sebelah Alan.
Mobil Panji juga langsung mengikuti mobil Alan, Jail banget Alya sama Panji sampai-sampai ngikutin mereka berempat, Ntar kalau baper kan kasian apalagi Alya dan Panji belum ada status pacaran.
"Pan, Apa kita harus mengikuti mereka?" Tanya Alya pada Panji.
"Ikutin saja, Aku yakin mereka mau bujukin agar pasangan mereka tidak ngambek lagi pada mereka." Jawab Panji yang terus fokus menyetir mobilnya.
Alya hanya menganggukkan kepalanya, Ya pertanda dirinya setuju dengan Panji yaitu mengikuti Alan dan Denis, Yang ntah mau kemana mereka pergi?
Didalam mobil Denis.
Ayumi dan Risa hanya diam saja, Dan bersikap acuh tak acuh pada pasangan mereka. Namun Ayumi tiba-tiba mengeluarkan suaranya.
"Ris, Tadi murid baru itu tampan sekali ya tadi dia juga terus menatapmu tanpa berkedip," Kata Ayumi yang mengada-ada, Denis langsung menatap Risa dengan tatapan kesal sedangkan Risa menatap Ayumi dengan tatapan bingung.
"Apa maksud Ayumi? Apa jangan dia sengaja?" Pikir Risa yang mengerti maksud sahabatnya bicara seperti itu.
Padahal mah dikampus tidak ada murid baru, Karena itu hanya karangan Ayumi untuk membuat suami Risa kesal saja.
"Emmhh iya Yum, Dia tampan sekali. Oh iya aku juga tadi lihat Levin terus menatapmu aku yakin tatapan Levin itu masih menyukaimu." Sambung Risa yang ikut mengada-ada juga, Risa dengan sengaja mengikuti permainan sahabatnya untuk membuat pasangan mereka masing-masing kesal pada mereka.
"Kepanasan biarin sajalah, Lagian kamu sudah mengabaikan sahabatku gara-gara game online." Batin Risa dengan kesal.
"Hahaha pastilah Ris, Dia tahu Ayumi itu gadis yang cantik dan baik pasti dia masih ingin terus mengejarku." Ayumi makin menjadi, Ayumi sadar laki-laki yang sedang menyetir dan kini sudah menjadi kekasihnya, Pasti hatinya sedang panas dingin. Namun Ayumi sengaja terus memanas-manasinya.
"Kamu bisa ngabain aku, Aku juga bisa manasin kamu."Batin Ayumi dengan licik.
"Ternyata pesona kita masih bagus ya Yum dikampus," Sambung Risa yang sadar Denis sudah mengepalkan kedua tangannya karena merasa kesal.
"Emang enak, Aku yakin kamu sudah seperti cacing kepanasan." Batin Risa yang tahu seperti apa suaminya.
"Ris, Nanti minum jamu resep dari Papa ya, Biar kamu tidak bandel terus." Timpal Denis tiba-tiba, Membuat Ayumi bingung.
"Jamu? Kamu doyan jamu Ris?" Tanya Ayumi dengan begitu polosnya, Alan hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kepolosan kekasihnya.
"Apa kamu harus menunjukkan keb*dohanmu Ayumi." Kesal hati Alan tidak percaya.
__ADS_1
"Tidak Yum, Sudah jangan dengarkan suamiku dia kalau sedang kepanasan memang suka tidak waras." Jawab Risa yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Yang dimaksud Denis itu jamu nafsu makan," Cetus Alan agar Ayumi tidak bertanya lagi.
"Ohh jamu nafsu makan," Kata Ayumi yang langsung menganggukan kepalanya.
"Iya jamu nafsu makan," Tegas Denis yang sebenarnya ingin mengeluarkan tawanya.
"Nafsu makan diranjang maksudnya." Batin Denis.
Ayumi yang masih polos dibahasin masalah jamu dia tidak tahu, Ehh malah dibodohi sama pacar sendiri katanya jamu nafsu makan.
Alan langsung memberhentikan mobilnya disebuah mall besar yang ada dikotanya, Setelah memarkirkan mobilnya Alan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Ayumi, begitu juga dengan Denis, Ia sudah membukakan pintu mobil untuk Istrinya.
Alya dan Panji juga sudah turun dari mobilnya, Melihat mereka berdua Denis dan Alan begitu terkejut.
"Kalian?" Kata Alan dengan raut wajah terkejut.
"Kenapa kak? Kita mengikuti kakak tadi." Jawab Panji dengan santai.
"Dasar penguntit." Omel Denis yang menatap kesal pada Panji.
Panji dan Alya mereka sama-sama tersenyum, Sedangkan Denis dan Alan menatap mereka dengan tatapan kesal.
"Sekarang kita mau kemana?" Tanya Risa yang langsung ditatap oleh Denis, Lalu Denis berbisik-bisik pada Risa.
"Apaan sih, Jadi aja game itu istri keduamu!" Cetus Risa dengan kesal.
"Aku tidak mau menikah dengan game, Lebih baik aku menikahi satu wanita lagi." Denis kembali berbisik ditelinga Risa.
Risa langsung menginjak kaki Denis, Membuat Denis merasa kesakitan.
"Jika kamu berani punya istri lagi, Akan aku potong burungmu biar tidak bisa menanam benih dilahan baru." Batin Risa dengan kesal.
Jangan harap Risa akan memberikan cela agar wanita lain masuk kedalam rumah tangganya, Baru jadi bibit saja Risa langsung membasminya dengan kilat.
"Sudahlah kalian jangan main bisik-bisikkan terus!" Pinta Alan dengan kesal.
"Sirik aja, Wajarlah main bisik-bisikkan biar kalian tidak pada ngeces." Jawab Denis dengan tatapan jailnya.
Alan hanya geleng-geleng kepala, Lalu langsung berjalan menuju ke mall, Panji dan Alya juga langsung mengikuti langkah kaki mereka. Denis dan Risa juga mengikuti langkah kaki Alan biarpun mereka masih terus berdebat dengan suara pelan, Ntah apa yang mereka debatkan?
Sesampainya didalam mall, Alan langsung mengajak semuanya ke tempat permainan untuk bermain game bersama.
Panji dan Alya langsung asik bermain game, Sedangkan Risa dan Ayumi masih diam karena kesal kalau teringat dengan game.
__ADS_1
"Kenapa kalian mengajak kita kesini?" Tanya Ayumi dan Risa secara bersamaan.
"Aku ingin menunjukkan pada kalian betapa asiknya kalau sudah main game," Jawab Alan yang dianggukin oleh Denis.
Tanpa menunggu jawaban dari Ayumi dan Risa, Denis dan Alan langsung mengajak para wanitanya untuk bermain game.
Mereka asik main pancing-pancing, Main game balapan, Pokoknya semua game mereka coba dan ternyata Risa dan Ayumi sampai tertawa ngakak sangking asiknya bermain game.
"Senangkan main game." Bisik Alan ditelinga Ayumi membuat Ayumi senyum malu-malu.
"Senang ya tidak senang itu diabaikan," Cetus Ayumi yang terus menarik pancingannya.
"Ah sial gagal, Padahalkan dapat ikan besar sekali." Keluh Ayumi dengan raut wajah sedih, Alan hanya tersenyum lalu mengantikan Ayumi bermain.
"Kamu duduklah biar aku yang bermain!" Pinta Alan, Dan ternyata Alan begitu hebat memainkan game memancing tiket hadiah terus keluar dari lubang kecil membuat Ayumi girang dan terus mengumpulkan kupon-kupon tersebut."Waahh banyak sekali, Pasti nanti akan dapat hadiah besar." Batin Ayumi.
Risa dan Denis juga tidak kalah seru mereka main game basket, Namun Risa selalu gagal memasukan bola basket tersebut kedalam ring, Ya mungkin karena Risa pendek jadi agak susah.
Denis tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
"Dasar pendek, Sini biar aku saja!" Ledek Denis yang langsung mengambil bola basket dari tangan Risa.
"Coba memangnya kamu bisa memasukkannya?" Tantang Risa sambil memayunkan bibirnya.
"Kalau aku bisa, Berikan aku ciuman 21 kali." Denis seteju dengan tantang Risa, Tapi tetap saja Denis itu selalu punya ide cerdik agar mendapatkan ciuman dari sang istri.
"Baiklah, Tapi jika kamu gagal kamu tidur di sofa." Risa setuju ya tentu saja dengan syarat juga.
Akhirnya mereka langsung berjabat tangan, Denis terus berusaha memasukkan bola basket kedalam ring dan akhirnya Denis berhasil, Kini lubang kecil mengeluarkan banyak kupon dari dalamnya. Denis langsung mengambilnya lalu membawanya.
"Yes aku berhasil, Jangan lupa ciuman 21 kalinya." Denis senang dan langsung mengingatkan hukuman untuk Risa.
"Iya tapi nanti dirumah!" Cetus Risa dengan wajah kecewa karena kalah.
Alya dan Panji mereka juga tidak kalah antusias, Bahkan Alya sudah mengantongi banyak boneka, Karena Panji selalu berhasil memainkan game japit boneka.
Akhirnya semuanya asik bermain game, Risa yang tadinya ngambek akhirnya tertawa dan sudah berbaikan dengan suaminya, Begitu juga dengan Alan dan Ayumi, Mereka juga sudah berbaikan.
Kini setelah selesai main game mereka langsung menukarkan kupon-kupon yang mereka dapat.
Panji dan Alya dapat gantungan ponsel kembaran, Ayumi dan Alan dapat boneka panda besar sedangkan Denis dan Risa hanya boneka kecil.
Tapi hari ini semuanya bahagia, Biarpun Denis masih penasaran dengan murid baru yang berani menatap istrinya, Alan juga masih kesal dengan Levin yang katanya masih menyukai Ayumi.
Akhirnya ide Alan mengajak Denis ke tempat bermain game tidak sia-sia, Karena akhirnya mereka berbaikan.
__ADS_1
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π