Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
160.Terjatuh dikamar mandi.


__ADS_3

Alan langsung mengajak Ayumi keruangan kerjanya, dengan langkah yang ragu-ragu dan pikiran Ayumi yang kemana-mana dan tidak-tidak, Ayumi terus mengikuti langkah kaki Alan.


"Kenapa Kita tidak diruangan suaminya Risa saja?" tanya Ayumi dengan nada pelan.


Alan melihat wajah Ayumi yang begitu menggemaskan, lalu menjawab pertanyaan dari Ayumi.


"Aku masih ada kerjaan yang harus Aku selesaikan, jadi harus kembali keruanganku." jawab Alan sambil tersenyum pada Ayumi.


Karena langkah Ayumi yang ragu-ragu, akhirnya Alan menggandeng tangan Ayumi.


"Ayo, tidak usah takut! Aku tidak akan berbuat macam-macam padamu." kata Alan pada Ayumi.


Ayumi tersenyum malu-malu pada Alan.


"Haduh kalau ada setan lewat pasti tidak tahu apa yang akan terjadi nanti." gumam Ayumi.


Sesampainya diruangan Alan, Alan langsung menyuruh Ayumi untuk duduk di sofa yang ada diruang kerjanya.


"Kamu duduklah, katakan padaku jika butuh sesuatu." kata Alan dengan penuh perhatian.


Ayumi langsung duduk di sofa, kini Ayumi benar-benar mendapatkan perhatian lebih dari Alan.


"Gimana tidak jatuh cinta pada laki-laki menyebalkan ini, kalau terus-terusan diperlakukan seperti ini." gumam Ayumi yang merasa senang mendapatkan perhatian dari Alan.


Tiba-tiba ponsel Ayumi berdering, lalu Ayumi bergumam.


"Untuk apa David menelponku?" gumam Ayumi, yang langsung mematikan telpon dari David.


Ayumi kembali menaruh ponselnya ke dalam tas, namun ponsel Ayumi kembali berdering, lalu Ayumi kembali mengambil ponselnya lagi di dalam tasnya.


"Aduh Dia menelpon lagi." gumam Ayumi yang kembali mematikan telpon dari David.


Alan yang ternyata sudah berdiri didekat Ayumi duduk, dan Ayumi tidak menyadarinya membuat Ayumi kaget.


"Alan Kamu mengagetkan saja!" kata Ayumi dengan raut wajah yang begitu kaget.


"Siapa yang menelponmu." tanya Alan dengan tatapan tajam.


"Eemmhh bukan siapa-siapa kok." jawab Ayumi yang tidak mau jujur pada Alan.


"Jika Aku bilang yang menelponku adalah David dan Dia seorang laki-laki, pasti Alan akan berubah menjadi macan yang begitu garang." gumam Ayumi yang terus membayangkan jika Alan marah nanti.


"Katakan padaku! siapa yang menelponmu?" Alan kembali bertanya dengan begitu tegas.


"Emmmhh Dia...." Ayumi menghentikan kata-katanya, karena pintu Alan tiba-tiba ada yang mengetuknya.


"Tok...tok..." suara ketukan pintu.


"Tunggu sebentar!" kata Alan.


"Oke hari ini Kamu selamat dan tidak mau jujur padaku siapa yang menelponmu, Aku yakin itu pasti laki-laki lain." pikir Alan dalam hatinya.


Alan langsung berjalan menuju kearah pintu ruangannya, lalu langsung membuka pintu ruangannya.


"Ceklek.."Alan membuka pintu.


"Lissa, ada apa?" tanya Alan.

__ADS_1


"Sekertaris Alan, sedang sibuk tidak?" tanya Lissa dengan nada begitu lembut.


"Aku sibuk, masih banyak kerjaan!!" jawab Alan dengan tegas.


Ayumi yang melihat sosok wanita di depan pintu ruangan Alan, hanya bisa bergumam.


"Siapa Dia? cantik sekali, pantesan Alan betah kerja dikantor Denis orang pegawainya cantik-cantik." gumam Ayumi.


"Aku mau mengajakmu makan siang bareng." kata Lissa.


"Maaf Lis, Aku sudah makan." jawab Alan yang langsung menutup pintu ruangannya dengan kasar.


Lalu langsung kembali ke tempat Ayumi duduk dan langsung menyenderkan kepalanya di bahu Ayumi.


"Biarkan, Aku merebahkan kepalaku sebentar." kata Alan pada Ayumi.


Diruang Denis.


Karena ada Risa, Denis jadi males kerja sekarang Denis hanya bermanja-manja dengan Risa di sofa yang ada diruangan.


Denis merebahkan kepalanya dipangkuan Risa, lalu Denis terus memegangi tangan Risa dan sesekali menciuminya.


"Kamu tidak lanjutkan pekerjaanmu." kata Risa dengan lembut.


"Karena Istriku disini, jadi kerjaanku biar Aku lanjutkan besok saja!" jawab Denis.


"Dasar Kamu ini, ya sudah Aku mau pulang, Kamu seleseikan pekerjaanmu." kata Risa.


Denis hanya diam tidak bergeming dan terus menciumi tangan Risa.


Risa hanya menghela nafasnya.


"Mending Kamu menyebalkan seperti dulu saja Den, daripada sekarang jadi BUCIN banget." Gumam Risa.


Mengingat suaminya dulu, waktu belum menerima perjodohan ini selalu bersikap menyebalkan itu membuat Risa kadang suka merindukan masa-masa kebencian mereka yang menjadikan cinta.


"Biarkan saja mereka sedang main bucin-bucinan." sambung Risa.


Akhirnya Denis bangun dari pangkuan Risa, lalu kembali ke meja kerjanya.


"Duduklah, tunggu Aku sampai selesai kerja dan biarkan Aku melihat wajah cantikmu dari meja kerjaku." kata Denis pada Risa.


"Baiklah sana lanjutkan kerjaanmu, Aku akan menunggumu disini suamiku, sampai Kamu pulang kerja." jawab Risa yang diiringi dengan senyum manisnya.


Melihat senyum dari bibir Risa, Denis langsung mendaratkan bibirnya ke bibir Risa.


"Cup...." Denis langsung mendaratkan bibirnya di bibir Risa.


Risa menikmati ciuman bibir dari suaminya, bahkan, setelah beberapa lama Denis menciumnya akhirnya Risa mengigit bibir Denis agar Denis melepaskan ciumannya.


"Auh... kenapa?" tanya Denis dengan raut wajah kesalnya.


"Nanti lanjutkan dirumah atau Alan dan Ayumi akan masuk, terus melihat kita sedang berciuman." jawab Risa yang langsung berjalan menuju ke kamar mandi.


Denis mengelap bibirnya dengan jari-jarinya, lalu Denis tersenyum.


"Sayang, Aku selalu kecanduan dengan bibir mungil itu! rasanya sudah tidak sabar pingin cepet-cepet sampai rumah terus kita main perang-perangan diatas ranjang." gumam Denis dengan pikiran mesumnya.

__ADS_1


Denis langsung kembali ke meja kerjanya, kini dirinya langsung duduk dikursi kerjanya. sekarang Denis sedang sibuk dengan laptopnya.


"Badannya rasanya pegal-pegal banget, nanti sampai rumah main pijat-pijatan lah sama Risa." kata Denis sambil terus menatap laptopnya.


"Risa lama banget dikamar mandi, sebenarnya apa yang Dia lakukan?" tanya Denis sambil terus melihat pintu kamar mandi yang tertutup rapat.


Ntah apa yang terjadi pada Risa, tiba-tiba Risa berteriak dengan suara keras.


"Ahhhcchhh ahhhcchhh....!!" teriak Risa dari dalam kamar mandi.


Denis yang mendengar teriakan suara Risa, langsung bangun dari tempat duduknya dengan cepat lalu langsung menuju ke kamar mandi.


Denis langsung membuka pintu kamar mandi dengan cepat, melihat Risa terjatuh Denis langsung mengangkat tubuh Risa dengan perasaan begitu kawatir.


"Risa sayang, apa terjadi? kenapa Kamu bisa terjatuh." tanya Denis yang sudah mengangkat tubuh Risa.


"Ahh sakit..." rintih Risa.


Dengan cepat Denis langsung membawa Risa kerumah sakit, Denis langsung memasukkan Risa ke dalam mobilnya.


Lalu dengan cepat Denis melajukan mobilnya kerumah sakit terdekat.


Para pegawai yang melihat Denis mengangkat tubuh Risa, dengan wajah yang begitu kawatir membuat mereka bertanya-tanya, bahkan ada yang mendoakannya.


"Nona Muda kenapa?


"Aku tidak tahu, mudah-mudahan Nona Muda baik-baik saja!"


"Wajah Tuan Denis tadi kelihatan hawatir sekali."


"Kita doakan mudah-mudahan tidak ada apa-apa dan Nona Muda juga baik-baik saja."


Alan dan Ayumi yang baru keluar dari ruangannya, mereka bingung karena melihat banyak pegawai sedang berkumpul, lalu Alan bertanya pada mereka.


"Ada apa ini?" tanya Alan.


"Tadi saya, lihat Tuan Denis terburu-buru sambil mengangkat tubuh Nona Muda, ntahlah sepertinya Tuan Denis mau kerumah sakit." jawab salah pegawai.


Alan dan Ayumi saling menatap satu sama lain, lalu Ayumi bertanya pada Alan.


"Apa yang terjadi pada Risa?" tanya Ayumi pada Alan dengan perasaan begitu kawatir.


"Ayo Kita susul mereka kerumah sakit, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa." jawab Alan.


Alan dan Ayumi langsung menyusul Risa dan Denis kerumah sakit, Alan langsung melajukan mobilnya kerumah sakit terdekat dari kantornya karena pasti Denis membawa Risa kerumah sakit terdekat dari kantornya.


"Risa.... mudah-mudahan tidak terjadi padamu!" doa Ayumi untuk Risa.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya-karya teman-teman Author Kakak-kakak semuanya 😘😘**



__ADS_1


__ADS_2