Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
94. Kebodohan Alan.


__ADS_3

Denis sedang sibuk diruangan, karena ada kerjaan yang harus diselesaikan. tiba-tiba Alan datang membawa setumpukkan berkas ditangannya.


"Tok..tok...boleh Aku masuk?" tanya Alan dari luar ruangan.


"Masuklah, pintunya tidak dikunci!" saut Denis, dari dalam ruangan kerjanya.


"Ceklek..." Alan membuka gagang pintu.


Denis melihat kearah Alan yang baru datang, lalu bertanya pada Alan.


"Ada apa?" tanya Denis.


"Ini berkas-berkas yang harus Tuan tandatangani" jawab Alan.


"Taruh saja diatas mejaku" kata Denis.


Alan menaruh semua berkas yang dibawanya diatas meja kerja Denis, lalu Alan duduk dikursi depan Denis yang terbatas oleh meja kerja Denis.


"Aku mau bicara sebagai sahabatmu" kata Alan, sambil melihat kearah Denis.


"Katakan ada apa?" tanya Denis.


"Nanti Risa disuruhnya dandan yang cantik ya Den, Kamu juga dandan yang tampan" kata Alan, sambil tersenyum pada Denis.


"Hey, Aku memang sudah tampan dari dulu bodoh! baiklah nanti Aku bilang pada Risa" jawab Denis, dengan senyum yang begitu manis membuat wajah tampannya terlebih terpancar.


"Jam 8 Besok malam, Aku yang jemput kalian pokoknya Aku siap jadi supir kalian nanti" kata Alan, yang lagi-lagi tersenyum pada Denis.


"Awas saja jika kejutannya tidak bagus!" ancam Denis, dengan sorot mata yang tajam.


"Sudahlah, Aku pergi keruanganku dulu" pamit Alan, yang langsung beranjak dari tempat duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan kerja Denis.


"Apa sebenarnya kejutan dari Alan?" tanya Denis didalam hatinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, kini sudah waktunya Denis pulang kerja.


Setelah merapikan semua pekerjaannya, Denis langsung bergegas untuk menuju ketempat parkir.


Sampailah ditempat parkir.


Ditempat parkir Denis bertemu dengan Alan.


"Al, kerumahku yuk!" ajak Denis.


Alan menggelengkan kepalanya.


"Males, ntar dirumahmu cuma ngeliatin Kamu jadi BUCIN doang lagi" jawab Alan, sambil melihat Denis.


"Makanya Al, bukalah hatimu untuk Wanita lain lupakan Dia! ini sudah lima tahun telah berlalu Al bukalah lembaran baru!" kata Denis, yang lagi-lagi meminta Alan untuk kembali membuka hatinya untuk Wanita lain.


Alan hanya terdiam.


"Mungkin kalau Aku terlahir dari anak Orang kaya mungkin kisah cintaku akan berakhir bahagia" gumam Alan, yang mengingat masalalunya.


"Al, sudah saatnya Kamu melupakannya!" kata Denis, yang langsung menghampiri Alan.


Denis tau, Alan pasti merasa sedih mengingat masalalunya. Denis langsung menghampiri Alan lalu langsung memeluknya sebagai sahabat.


"Kamu juga tidak kalah bodoh dariku, Aku bodoh dalam mencintai wanita,Kamu juga bodoh dalam hal melupakan wanita" omel Denis, yang langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Alan.


"Sudah pulang sana, kasian Istrimu sudah menunggumu!" Alan menyuruh Denis pulang agar Denis tidak melanjutkan untuk membahas masalalunya.


Denis menepuk pundak Alan.


"Ayumi sahabatnya Risa juga cantik" ledek Denis, sambil tersenyum jail pada Alan.


"Denisss... sana pulang Kamu!!" Alan mengusir Denis dengan kasar.


Akhirnya Denis pergi meninggalkan Alan, Denis langsung menaiki mobilnya lalu segera melajukan mobilnya menuju Kerumah mertuanya.


Setelah Denis pergi, Alan masuk kedalam mobil didalam mobil Alan terdiam sesaat.


"Aku harus melupakannya!"


"Aku tidak boleh terus mengingatnya"


"Kenapa Aku begitu bodoh, tidak bisa melupakannya sampai saat ini"

__ADS_1


Berbagai perkataan keluar dari mulut Alan, Alan langsung menyalahkan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya dengan begitu kasar menuju rumahnya.


Skip..


Akhirnya Denis sudah sampai rumah, Denis langsung memarkirkan mobilnya lalu langsung turun dari mobilnya.


"Tok..tok..." Denis mengetuk pintu.


Risa yang sedang berada di dapur, langsung jalan menuju pintu depan untuk membukakan pintu.


"Ceklek..." Risa membuka pintu.


Melihat Istrinya membuka pintu Denis, langsung menariknya lalu memeluknya.


"Kenapa Kamu begitu cantik? Apa Kamu bermaksud menggodaku?" tanya Denis, sambil mengacak-acak rambut Risa dengan tangannya.


Risa mencubit pipi Denis dengan tangannya.


"Dasar mesum, mana mungkin Aku menggodamu disore hari seperti ini" jawab Risa, dengan wajah yang begitu menggemaskan.


"Ini sudah hampir jam 7 malam, jadi bukan sore lagi" protes Denis.


Risa tidak menggubris protesan dari Denis.


"Ayo masuk, mandi dulu, terus langsung makan ya Aku udah siapkan makanan untukmu" kata Risa.


Denis melangkahkan kakinya masuk, sambil menggandeng tangan Risa.


"Apa salahnya siang hari, sore hari, malam hari, Kamu sama saja milikku" kata Denis, yang langsung mencium pipi Risa dengan begitu gemasnya.


"Iya iya Kamu menang, sekarang naiklah ke atas terus segera mandi, Aku tunggu dimeja makan" kata Risa.


Denis memberhentikan langkah kakinya.


"Temenin, Aku tidak mau mandi sendirian" rengkek Denis dengan nada manja.


"Kenapa sih, Kamu manja sekali" gumam Risa.


Karena tidak mau melanjutkan perdebatannya dengan Denis, akhirnya Risa menuruti mau Denis, Risa langsung mengikuti langkah kaki Denis menuju ke kamarnya.


Denis melepaskan jas nya, lalu mengambil handuk untuk segera pergi mandi.


"Tunggu Aku, jangan sampai ketiduran lagi!" pinta Denis, yang sudah melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


"Iya iya Aku tunggu" jawab Risa.


Risa menunggu Denis sambil duduk ditepi ranjang tempat tidurnya, setelah beberapa lama akhirnya Denis keluar dari kamar mandi, Denis langsung berganti pakaian di depan Risa, kali ini Risa biasa saja sudah tidak merasa malu lagi karena sudah melihat seluruh tubuh Denis dari atas sampai bawah.


Setelah berganti pakaian, Denis duduk membungkuk dihadapan Risa.


"Kenapa duduk dibawah?" tanya Risa.


"Ris, ayo pulang kerumah kita" ajak Denis, dengan nada begitu lembut.


Risa mengusap-usap rambut Denis, lalu menganggukan kepalanya.


"Baiklah besok pagi Kita pulang kerumah Kita" jawab Risa, dengan senyum bahagianya.


Denis merebahkan kepalanya dipangkuan Risa.


"Oh iya, Alan mau memberikan kita kejutan besok malam jam 8 malam" kata Denis.


"Lalu?" sambung Risa.


"Alan memintamu, dandan yang cantik tapi Aku tidak mau Kamu memakai gaun yang terlalu terbuka apalagi dibagian lehermu bekas merahnya masih terlihat jelas" kata Denis, karena tidak mau membuat istrinya malu.


"Baiklah, itu serahkan saja padaku" jawab Risa menyakinkan Denis.


Risa mengusap-usap kepala Denis dengan tangannya.


"Ris, apa Kamu sudah mencintaiku?" tanya Denis tiba-tiba.


Hati Risa begitu tersentak mendengar pertanyaan Denis.


"Apa Aku sudah mencintai Denis?" gumam Risa.


"Risa jawab...!" pinta Denis.

__ADS_1


"Aku masih belum tau jawabannya, tapi namanya cinta bisa tumbuh kapan saja jadi Aku yakin secepatnya Aku akan mencintaimu" jawab Risa, sambil tersenyum pada Denis.


Denis menatap Risa dengan sorotan mata yang tajam.


"Jawaban macam apa itu? Aku tidak mau tau pokoknya mulai sekarang Kamu harus mencintaiku dan jangan sampai bermain dengan laki-laki lain dibelakangku" kesal Denis, sambil memayunkan bibirnya.


"Dasar BUCIN..!" kata Risa, yang langsung mengecup bibir Denis.


"Cup..." satu kecupan mendarat dibibir Denis.


Denis langsung melihat kearah Risa, kini sorot matanya begitu mesum.


"Istriku sekarang Kamu sudah bisa bersikap nakal ya pada Suamimu" kata Denis, yang langsung ingin menyerang Risa.


Dengan sigap Risa langsung mendorong Denis dari pangkuannya, lalu Risa berlari Denis mengerjar Risa hingga Risa tertangkap dipelukannya.


Kini Denis sudah memeluk Risa dari belakang.


"Mau lari kemana Kamu?" tanya Denis, sambil menciumi telinga Risa.


"Den, geli ih..." omel Risa, yang merasa kegelian pada telinga.


Namun Denis terus menjaili Risa dengan ulahnya, membuat Risa terus merasa kegelian.


"Ayo makan malam dulu!" pinta Risa.


"Aku tidak lapar, Aku mau memakanmu saja" jawab Denis, dengan nada menggoda.


Risa menginjak kaki Denis, hingga Denis merintih kesakitan lalu melepaskan pelukannya.


"Aduh... Risa" rintih Denis sambil memanggil nama Risa.


"Maaf habisan Kamu nakal" sesal Risa dengan wajah yang merasa bersalah.


Bukannya menjawab permintaan maaf dari Risa, Denis langsung menarik Risa kedalam pelukannya.


Risa merasakan dibagian pahanya ada yang menonjol.


"Apa punyamu tegang?" tanya Risa.


"Iya, sebentar saja Aku masukin habis itu Kita makan malam" Denis mencoba menawar pada Risa.


Akhirnya mau tidak mau Risa menganggukan kepalanya, dengan cepat Denis langsung menangangkat rok Risa lalu melepaskan c**ana d**amnya.


Setelah membuka c**ana d**am Risa, Denis langsung membuka celananya sendiri karena miliknya sudah begitu tegang.


tanpa melakukan pemesanan lebih dulu, Denis langsung memasukkan miliknya ke milik Risa dengan sekali hentakan.


"Aaaahhh aahhcchh" desah Risa dengan sedikit berteriak.


Denis mulai mengeluar masukan miliknya kedalam milik Risa, lalu menghentak-hentakan miliknya kedalam milik Risa.


"Ah... ahhhcchhh" kini keduanya sama-sama mengeluarkan desahan demi desahan.


"Tahan sayang, sebentar lagi!" kata Denis, yang diiringi desahan penuh kenikmatan.


Risa dan Denis terus mengeluarkan desahan dan erangan dari mulut mereka, sampai akhirnya Denis akan mencapai puncaknya Denis menghentakan miliknya lebih cepat dari sebelumnya.


Setelah beberapa menit, Akhirnya Denis mengeluarkan semua cairan hangatnya kedalam rahim Risa.


Pelan-pelan Denis mencabut miliknya dari milik Risa.


"Lega banget sayang..." kata Denis.


Risa langsung membenarkan posisinya roknya yang naik keatas, lalu menurukannya.


Denis langsung kembali memakai celananya.


"Ayo kita makan malam dulu" ajak Risa.


"Iya ayo makan dulu" jawab Denis.


Mereka berdua langsung turun kebawah untuk makan malam, setelah selesai makan malam mereka langsung kembali ke kamarnya untuk istirahat, kini keduanya sudah berbaring ditempat tidur.


Denis langsung menarik Risa kedalam pelukannya, lalu mereka tertidur dengan begitu nyeyak.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


__ADS_2