
Mendengar teriakan Risa, Denis langsung mencium bibir Risa agar Risa diam dalam sekejap.
Setelah Denis puas, Denis langsung melepaskan ciumannya. lalu Denis agak mengangkat kepala Risa kini Denis membenamkan wajahnya dileher Risa.
"Kamu mau apa?" tanya Risa.
Tanpa menjawab pertanyaan dari Risa, Denis langsung menghisap leher Risa dengan begitu nikmat, bahkan Denis menggigitnya dengan begitu lembut.
"Den, Apa yang Kamu lakukan? tanda merah kemarin saja belum hilang" kata Risa.
"Diamlah hanya sedikit, biar Kamu cutti kuliahnya agak lama" jawab Denis, yang memang sengaja melakukannya.
Setelah selesai memberikan tanda merah dileher Risa, Denis langsung tersenyum bahagia.
"Beberapa hari kedepan, Kamu tidak bisa bertemu dengan laki-laki brengsek itu lagi" kata Denis, yang dimaksud Denis adalah Panji.
"Apa-apaan Dia ini, dasar bodoh" gumam Risa. yang merasa sangat kesal karena ulah Denis.
Risa langsung menatap Denis dengan tatapan begitu kesal.
"Aku lelah mau tidur" kata Risa, dengan raut wajah yang begitu kesal.
Denis menjatuhkan tubuhnya, lalu berbaring disebelahnya Risa.
"Itu hukuman untukmu, Karena hari ini Kamu diam-diam bertemu dengan laki-laki brengsek itu" kata Denis, sambil mencubit hidung Risa.
Denis beranjak dari tempat tidurnya, lalu meninggalkan Risa.
"Tunggulah, Aku mandi sebentar! jangan tidur duluan!" kata Denis, dengan sorotan matanya yang begitu mesum.
Denis langsung pergi menuju ke kamar mandi sedangkan Risa berbaring ditempat tidur sambil menunggu Denis selesei mandi.
"Aku juga belum mandi, tapi Aku sudah ngantuk sekali" kata Risa pada diri sendiri.
"Apa malam ini, harus melayani Denis lagi?"
"Tapi badanku masih pada sakit, rasanya semuanya pegal"
"Denis... Denis.. apa tenagamu seperti kuda tidak ada capeknya"
"Dasar Suami mesum"
"Udah gitu cemburuan kaya Anak Kecil"
Berbagai perkataan keluar dari mulut Risa, tiba-tiba ponsel Denis berdering lalu Risa mengambilnya.
"Maya menelpon" kata Risa.
Tanpa pikir panjang Risa langsung mengangkat telpon dari Maya.
"Hallo sayang, Aku sangat merindukanmu" sapa Maya dengan begitu mesra.
"Rasanya Aku pingin menampar mulut wanita ****** ini, bisa-bisanya malam-malam menganggu Suami wanita lain" gumam Risa.
"Tapi Denis, tidak merindukanmu sana sama sekali, kini Denis sedang tidur karena merasa kekalahan habis bermain diranjang denganku" kata Risa, dengan penuh kemenangan.
"Dasar gadis bodoh, berani sekali Kamu mengambil Denis dariku" kesal Maya.
"Hahaha, hey wanita ****** apa Kamu tidak disekolahkan? jelas-jelas Aku ini istri sahnya, jadi cukuplah tidak usah menganggu Suamiku lagi!!" jawab Risa, dengan nada penuh penegasan.
"Dasar kurang ajar...!!" kesal Maya.
"Sudahlah tidur sudah malam, jangan mengganggu Suami wanita lain" kata Risa, yang langsung mematikan saluran teleponnya.
Maya begitu kesal, untuk kesekian kalinya Maya kembali membanting ponselnya yang baru dibeli beberapa hari yang lalu.
"Aku yakin Denis masih sangat mencintaiku seperti dulu" kata Maya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Kembali ke Risa dan Denis.
Risa kembali menaruh ponsel Denis dinakas dekat tempat tidurnya, hari ini Risa merasa sangat lelah sekali hingga tanpa tersadar Risa tidur begitu saja.
Hampir setengah jam lebih Denis dikamar mandi, ntah apa saja yang Denis lakukan di dalam kamar mandi sampai selama itu.
Denis keluar dari kamar mandi, hanya memakai handuk saja.
"Risa, bajuku mana?" tanya Denis.
Melihat Risa sudah tidur, Denis menghela nafasnya dengan begitu kasar.
"Kenapa Kamu tidur? Aku bilang tunggu Aku kan, padahal Aku sudah menyiapkan sesuatu untukmu malam ini, tapi malah tidur dasar Risa" gumam Denis.
Akhirnya Denis mengambil pakaiannya sendiri, lalu segera berganti pakaian setelah berganti pakaian Denis langsung membaringkan tubuhnya disamping Risa.
Denis membelai-belai pipi Risa dengan tangannya, Denis membuka sedikit baju Risa lalu melihat beberapa tanda merah ditubuh Risa karena ulahnya.
"Mulai sekarang Kamu adalah wanita satu-satunya dalam hidupku, awas saja jika Kamu macam-macam dengan laki-laki lain" kata Denis, yang terus membelai pipi Risa dengan tangannya.
"Tunggu secepatnya, Aku juga akan meninggalkan Maya" kata Denis lagi.
Diam-diam Denis memperhatikan gunung kembar Risa dengan kedua matanya.
"Ternyata masih terlalu kecil punya Risa, Aku harus sering memainkan agar lebih berisi lagi" gumam Denis, dengan pikiran mesumnya.
Denis mulai gelisah karena tanpa disadari Adik Kecil begitu keras didalam sana, karena melihat gunung kembar Risa.
"Dasar bodoh! sekarang Aku harus bagaimana? Masa Aku harus menyelesaikan sendiri lagi dikamar mandi seperti waktu itu" gumam Denis.
Akhirnya karena Denis merasa sangat males untuk pergi ke kamar mandi, Denis hanya berusaha memejamkan matanya agar tidur.
Keesokan harinya, Risa sudah bangun lebih dulu dari Denis, Risa baru saja selesai mandi, lalu berganti pakaian kini Risa sudah mengenakan dress rumahan yang begitu cantik.
"Den, bangun sudah jam setengah 6" kata Risa, sambil menggoyangkan tubuh Suaminya.
"Sebentar lagi" jawab Denis, yang kembali memejamkan matanya.
Akhirnya mau tidak mau Denis langsung membuka matanya, lalu bangun sekarang Denis sudah diatas ranjang.
"Aku masih ngantuk, semalam tidurnya tidak nyenyak" keluh Denis, dengan nada masih mengantuk.
"Mandilah biar fresh, Aku akan pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan untukmu" kata Risa dengan suara yang begitu lembut.
Denis beranjak dari tempat tidurnya, lalu menuju ke kamar mandi, sebelum pergi ke dapur Risa menyiapkan baju kerja Suaminya lebih dulu, lalu menaruhnya diatas ranjang tempat tidur.
"Den, bajumu Aku taruh diranjang tempat tidur ya" kata Risa dengan suara sedikit keras.
"Iya Ris..." saut Denis, yang berada didalam kamar mandi.
Risa pergi menuju dapur.
Didapur
Pagi ini Risa, hanya menyiapkan roti tawar isi coklat dan susu putih untuk Suaminya. Risa sudah menunggu Denis dimeja makan.
Setelah beberapa lama, akhirnya Denis turun dari kamarnya, Denis menghampiri Risa yang sudah menunggunya dimeja makan.
"Selamat pagi Istriku" sapa Denis, lalu mencium kening Risa dengan lembut.
Risa tersenyum pada Denis.
"Selamat pagi juga Suamiku, sarapan dulu Aku udah siapkan" kata Risa.
Denis langsung memakan roti yang sudah disiapkan oleh Risa, setelah rotinya habis Denis langsung meminum susunya.
"Kamu tidak sarapan?" tanya Denis pada Risa.
__ADS_1
"Nanti saja Aku belum lapar" jawab Risa.
Setelah menyelesaikan sarapannya, Denis berpamitan dengan Risa untuk pergi ke kantor.
"Aku berangkat dulu ya" pamit Denis, sambil mencium kening Risa.
"Hati-hati, cepat pulang ya" kata Risa.
"Belum berangkat sudah disuruh cepat pulang" goda Denis.
Risa mengantar Denis menuju ke depan rumahnya, setelah mobil Denis sudah tidak terlihat Risa kembali masuk kedalam rumah.
Kini Risa membuka laptopnya, untuk mengerjakan tugas kuliahnya.
Dikantor Denis.
Denis baru saja sampai dikantor, lalu langsung masuk kedalam ruangan.
"Selamat pagi Tuan Denis" sapa salah pegawai dikantor Denis.
"Iya pagi juga" jawab Denis, sambil menyunggingkan senyumnya.
Para pegawai yang melihat Denis pagi ini begitu kaget, karena tidak biasanya Denis mau membalas sapaan dari pegawai.
"*Tumben banget?"
"Senyumnya manis sekali ya"
"Tidak biasanya Tuan Denis, bersikap semanis itu"
"Mungkin Dia lagi kesambet kali"
"Sudahlah ayo kembali bekerja*!!"
Berbagai macam perkataan keluar dari mulut para pegawai dikantor Denis.
"Tuan Denis..." panggil Alan.
"Alan, Kau sudah datang" jawab Denis.
"Memangnya Saya pernah terlambat" kesal Alan, yang mendengar pertanyaan Denis.
Denis tersenyum pada Alan.
"Masih pagi, jangan main baper-baperan!" Ledek Denis, sambil melihat kearah Alan.
Alan menggelengkan kepalanya.
"Sepertinya Denis mulai tidak waras gara-gara Risa" gumam Alan.
"Ikutlah keruangku" ajak Alan, yang langsung menarik tangan Denis.
Denis hanya diam mengikuti langkah kaki Alan.
Diruangan Alan.
Denis dan Alan sudah duduk disofa.
"Besok malam datanglah ke hotel xx jam 8 malam, ajak Risa ya" pinta Alan dengan raut wajah yang begitu serius.
"Baiklah, tapi Kita mau apa kesana?" tanya Denis ingin tau.
"Aku punya kejutan untuk pernikahan kalian" jawab Alan, agar Denis tidak banyak bertanya.
"Kejutan apa?" tanya Denis.
"Yang namanya kejutan ya tidak boleh tau bodoh" omel Alan, yang merasa gemas pada Denis.
__ADS_1
Setelah selesai bicara, Denis langsung menuju keruangan untuk melakukan pekerjaannya.
Bersambung π