Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
158.Main pijat-pijatan.


__ADS_3

"Eemm iya Ma Dia adalah...." Ayumi menghentikan kata-katanya.


"Katakan Nak, atau Mama akan melarang Alan datang kerumah lagi nanti." Ancam Mama Renita.


Ayumi menghela nafasnya.


"Mama itu bisanya mengancam saja." gumam Ayumi.


"Baiklah Ma, Aku katakan laki-laki tampan itu adalah kekasih Ayumi." jawab Ayumi dengan raut wajah yang begitu malu-malu.


"Ciee.. Akhirnya Anak Mama sudah punya pacar." ledek Mama Renita.


"Mama apasih Ma." kata Ayumi sambil tersenyum.


"Baiklah, nanti Mama akan bilang pada Papa setelah lulus kuliah, Kamu harus langsung nikah!" jawab Mama Renita yang langsung berlalu meninggalkan Ayumi yang sedang duduk.


Ayumi kembali menghela nafasnya.


"Dasar Mama, tapi baguslah tidak apa-apa Nikah biar ada yang nemenin bobok kalau malam." gumam Ayumi yang diiringi senyum bahagianya.


Ayumi beranjak dari tempat duduknya, lalu langsung menuju ke kamarnya.


Alan.


Alan sudah sampai dirumah, sekarang Alan sedang membaringkan tubuhnya diatas kasur sambil senyum-senyum sendiri.


"Beruntung sekali Mama Ayumi tidak seperti Mamanya Syafiah. tapi kalau Papa Ayumi orangnya seperti apa ya?" kata Alan sambil membayangkan seperti apa Papanya Ayumi.


Malam ini Alan bahagia gara-gara habis ketemu sama mertua ehh calon mertua maksudnya.


Keesokan harinya, Denis dan Risa keduanya sama-sama baru bangun dari tidurnya, setelah pertempuran semalam kini keduanya sama-sama merasakan badannya pada pegal semua.


"Padahal, semalam cuma sekali main tapi kok badannya pada pegel banget ya." keluh Denis.


"Sama, Aku aja pada pegal semua badannya." sambung Risa sambil memijat pundak dengan tangannya.


Akhirnya Risa dan Denis main pijat-pijatan terlebih dahulu sebelum mereka pergi meninggalkan ranjang tempat tidur mereka.


"Sayang, pijitin Aku ya! nanti gantian deh." rengek Risa dengan manja.


Akhirnya Denis memijat Risa lebih dulu, setelah selesai kini gantian Risa yang memijat Denis.


"Sayang sebalah sini." kata Denis sambil menunjukkan bagian punggungnya.


Risa terus memijat Denis, hingga Denis merasakan keenakan.


"Terus sayang, enak sekali pijatan Kamu." kata Denis pada Risa.


Setelah setengah jam berlalu, akhirnya Risa selesei memijat Denis. Risa langsung beranjak dari tempat tidurnya namun Denis langsung mehanan tangan Risa.


Denis tersenyum penuh kelicikan.


"Mumpung Risa sedang tidak mual dekat denganku, Aku mau ngerjain Dia ahh." gumam Denis

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Risa sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.


Denis menarik selimut tersebut hingga terjatuh.


"Kamu mau apalagi? jangan bilang Kamu mau minta lagi." Risa merasa curiga.


"Tidak Sayang, Aku cuma pingin itu saja padamu." kata Denis dengan senyum kemenangannya, sambil melihat kearah g*n*ng k*mbar Risa.


"Tapi...." kata-kata Risa terpotong karena Denis langsung mengarahkan mulutnya ke salah satu g*n*ng k*mbar Risa.


Kini Denis terus m*ny*su pada Risa, setelah beberapa menit Denis memindahkan mulutnya ke g*n*ng k**bar Risa yang satunya.


Kini Risa hanya membiarkan suaminya melakukan hal itu.


"Daripada jajan diluar mending biarkan sajalah, lagian sih Ucil nya juga tumben tidak merasakan mual di dekatin Papanya." pikir Risa.


Setelah beberapa lama akhirnya Denis melepaskan mulutnya dari g*n*ng k**bar Risa, kini g*n*ng k**bar Risa terlihat agak bengkak karena ulah Suaminya.


"Sudahlah, selesei sayang Kamu mandilah." kata Denis yang diiringi senyum kemenangan.


Risa langsung pergi menuju kamar mandi, Denis juga langsung ikut masuk ke dalam kamar mandi, akhirnya mereka mandi bareng.


Setelah selesai, kini keduanya sama-sama siap-siap, karena Denis harus berangkat ke kantor sedangkan Risa juga sudah mulai masuk kuliah.


"Aku sudah siap, Kamu mau sarapan dulu tidak?" tanya Risa pada Denis.


"Tidak, Aku sudah minum susu pagi-pagi." jawab Denis sambil tersenyum jail pada Risa.


"Dasar Kamu ini pecandu." omel Risa.


Sesampainya dikampus, seperti biasa Risa tidak lupa melakukan ritual sebagai Istri.


Risa mencium punggung tangan Denis, lalu memberikan semangat pagi untuk Denis, yaitu sebuah ciuman dibibir, setelah selesai Risa langsung turun mobil Denis.


"Ahh.." rintih Risa yang merasakan nyeri pada g*n*ng k**barnya karena ulah suaminya.


"Dasar Denis, Kamu membuat g*n*ng k**barku bengkak." gumam Risa.


Ayumi dan Panji yang melihat Risa berjalan, langsung menghampiri Risa.


"Hay Ris..." sapa Panji.


"Sepertinya badan Risa agak berisi." gumam Panji sambil memperhatikan Risa.


"Hay juga Pan." sahut Risa.


"Risa, Aku kangen sama Kamu." kata Ayumi yang langsung memeluk Risa.


"Sama Aku juga Yum." jawab Risa yang langsung membalas pelukan Ayumi.


Risa melepaskan pelukannya dari Ayumi, lalu mereka bertiga langsung menuju ke kelas.


Dosen pembimbing mereka sudah datang, kini mereka langsung diam dan memperhatikan Dosen yang sedang menjelaskan mata kuliah hari ini.

__ADS_1


Dikantor Denis.


Denis sedang berjalan menuju ruangan, melihat ruangan Alan terbuka akhirnya Denis memberhentikan langkah kakinya.


Denis melihat Alan sedang duduk dikursi kerjanya sambil senyam-senyum sendiri.


"Aku rasa Alan sudah tidak waras." gumam Denis.


Denis melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan Alan, lalu Denis berkata pada Alan.


"Berhentilah tersenyum! nanti gigimu kering." kata Alan tiba-tiba membuat Alan kaget lalu langsung menoleh kearah Denis.


Alan langsung berhenti tersenyum.


"Selamat pagi Tuan Denis." sapa Alan dengan begitu sopan.


"Aku kesini sebagai sahabatmu bukan sebagai atasanmu." jawab Denis dengan tegas.


"Katakan padaku! apa yang membuat senyum-senyum sendiri seperti orang yang tidak waras?" tanya Denis yang sudah duduk dikursi depan meja Alan.


Alan kembali tersenyum, lalu menjawab pertanyaan Denis dengan begitu senang.


"Semalam Aku ketemu sama calon Mama mertua." jawab Alan sambil tersenyum-senyum.


"Apakah sudah mendapatkan restu?" tanya Denis tanpa bertele-tele.


"Belum." jawab Alan singkat.


"Maka berhentilah tersenyum, dapatkan restu kedua orangtua Ayumi." kata Denis yang diiringi dengan tawanya.


"Baru ketemu belum mendapatkan restu saja, Alan sudah seperti orang tidak waras." gumam Denis.


"Siap akan segera Aku dapatkan restunya." jawab Alan dengan penuh semangat.


"Oh Iya, Aku sudah membatalkan kerja sama Kita dengan perusahaan Angel." kata Alan pada Denis.


"Baguslah, oh iya kalau Dia datang kesini jangan perbolehkan Dia masuk." jawab Denis dengan tegas.


"Siap Tuan Denis." kata Alan.


Denis langsung pergi meninggalkan ruangan Alan, lalu menuju keruangannya.


Diruangan Denis.


Denis sedang sibuk dengan kerjaan yang sudah tertumpuk diatas meja kerjanya.


"Beberapa hari lagi Risa ulang tahun, kira-kira apa yang akan Aku berikan pada Risa nanti?" gumam Denis sambil berpikir.


Denis tahu tanggal ulang tahun Risa, karena Denis melihatnya waktu itu dibuku nikah mereka.


"Apa Aku kasih Risa mobil baru saja? ah tapi janganlah nanti Risa pergi-pergi terus, terus Aku kasih apa ya?" Denis terus memikirkan kado yang cocok untuk Risa.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2