Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
125. Doa Alan.


__ADS_3

Keesokan harinya, Alan datang kerumah Denis untuk menjemput Denis dan Risa, karena kemarin mobil Denis dibawa oleh Alan untuk membawa kabur Ayumi.


Alan baru saja sampai dirumah Denis, kini Alan langsung mengetuk pintu rumah Denis.


"Tok....tok..." suara ketukan pintu.


Denis dan Risa yang sedang menikmati sarapan paginya, kini mereka saling menatap satu sama lain lalu Risa bertanya pada Denis.


"Siapa, yang pagi-pagi sekali datang kerumah ya?" tanya Risa pada Denis.


"Aku juga tidak tau sayang, Aku bukakan pintu dulu ya, Kamu lanjutin sarapannya." jawab Denis sambil beranjak dari tempat duduknya.


Denis langsung menuju kedepan untuk membukakan pintu rumahnya.


"Ceklek.." Denis membuka pintu.


Melihat Alan yang datang Denis begitu kaget, karena tidak biasanya Alan datang kerumahnya pagi-pagi seperti ini.


"Alan, tumben banget?" tanya Denis dengan raut wajah yang begitu bingung.


"Iya Aku kesini untuk menjemput kalian, kan kemarin Aku membawa mobilmu." jawab Alan


sambil melihat kearah Denis.


Denis yang paham akan jawaban Alan, akhirnya Denis menyuruh Alan untuk masuk kedalam rumahnya.


"Oh gitu, masuk dulu saja ayo sarapan bareng sekalian!" kata Denis.


Denis masuk kedalam rumahnya, Alan mengikuti langkah kaki Denis kedalam rumahnya.


Melihat Alan datang Risa langsung mempersilahkan Alan untuk duduk.


"Sekertaris Alan, duduklah ayo sarapan bareng." kata Risa dengan begitu sopan.


Alan duduk dikursi meja makan, sedangkan Risa bangun dari tempat duduknya untuk mengambilkan piring di dapur.


Setelah mengambil piring, Risa langsung memberikannya pada Alan.


"Sekertaris Alan sarapanlah yang banyak." kata Risa sambil menyunggingkan senyum manisnya.


Denis yang melihat kearah Risa dengan tatapan yang begitu membunuh, lalu Denis berkata pada Risa.


"Sayang berhentilah tersenyum pada Alan! atau Aku akan mencabik-cabikmu diatas ranjang nanti malam." kata Denis sambil mengancam Risa seperti biasanya.


Dengan tidak tahu malunya Denis mengacam Risa di depan Alan, namun Alan tidak menjadikan masalah sikap Denis pada Risa, karena Alan juga mempunyai sifat yang sama seperti Denis yaitu suka cemburuan dengan berlebihan.


Alan hanya tertawa, lalu mengedipkan satu matanya pada Risa, Denis yang melihat tingkah Alan langsung melirik Alan dengan tatapan yang begitu tajam.


"Berhentilah melirik genit pada wanita yang sudah bersuami," kata Denis pada Alan.


Alan hanya menggelengkan kepalanya, Risa juga hanya diam saja karena tidak mau Denis sampai mengeluarkan drama yang lainnya lagi.


"Denis... Denis perasaan dulu waktu sama Maya Kamu tidak segila ini, lah ini sama Risa cemburumu saja sampai berlebihan seperti ini." gumam Alan.


Waktu Denis pacaran dengan Maya, Denis memang tidak pernah cemburu berlebihan pada Maya, bahkan apapun yang dikatakan oleh Maya itu bisa menjadi kelemahan Denis.


Setelah selesai sarapan, mereka bertiga langsung berangkat menuju ke kampus Risa. kali ini Risa dan Denis duduk di jok belakang sedangkan Alan menyupir mobilnya.


Didalam mobil.


"Sayang, ingat ya nanti dikampus jangan melihat laki-laki brengsek itu lebih dari 3 detik!" kata Denis pada Risa.


"Panji, namanya Den." jawab Risa.


"Tidak usah menyebut namanya, atau Aku akan menghukummu di depan Alan." kata Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.


Risa hanya terdiam, tanpa menjawab.


"Dasar sukanya mengacam, Suami cemburuan, lama-lama Aku bisa gila gara-gara peraturan konyol dari Denis ini." gumam Risa dengan perasaan yang begitu kesal.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan lama, akhirnya sampailah dikampus Risa.


Alan memberhentikan mobilnya ditepi jalan, lalu tanpa sengaja Alan melihat Ayumi turun dari mobil yang begitu mewah, lalu Alan bertanya pada Risa.


Risa melakukan ritual paginya sebagai seorang istri, kini Risa berpamitan dengan Denis.


"Aku berangkat dulu ya suamiku." pamit Risa, sambil mencium punggung tangan Denis.


Denis mencium bibir Risa, Alan yang melihat adegan tersebut langsung melakukan protes.


"Den, jagalah sikapmu! tidak baik melakukan hal seperti di depan seorang jomblo." protes Alan pada Denis.


"Makanya cari pacar, jadi tidak ngeces Mulu setiap lihat adegan romantis seperti ini." Denis mengomeli Alan.


Risa turun dari mobilnya, namun sebelum turun tiba-tiba Alan memcengahnya.


"Risa tunggu." kata Alan.


"Iya kenapa?" tanya Risa.


"Aku mau bertanya, Apa Ayumi selalu diantar oleh supir pribadinya?" tanya Alan pada Risa.


"Iya Dia selalu diantar oleh supirnya." jawab Risa.


Alan terdiam, lalu bergumam.


"Ternyata Ayumi bukan wanita biasa, mudah-mudahan kejadian dimasalaluku tidak terjadi untuk kedua kalinya." Doa Alan dalam hatinya.


"Sekertaris Alan, kenapa diam?" tanya Risa.


"Tidak apa-apa, Kamu berangkatlah." jawab Alan.


"Al, Kamu tidak menyapa gadis pujaanmu lebih dulu? biar semangat gitu kerjanya." kata Denis pada Alan.


Alan melihat kearah Denis, lalu menjawab perkataan dari Denis.


"Tidak perlu, Dia sukanya laki-laki sialan itu." jawab Alan dengan perasaan yang masih kesal pada Ayumi.


Tanpa mendengarkan jawaban dari Alan, kini Risa langsung turun dari mobilnya.


"Risa..." sapa Ayumi sambil melambaikan tangannya.


Risa menghampiri Ayumi yang sudah berdiri didepan gerbang kampus.


"Ayo kita masuk." ajak Ayumi.


"Ada sekertaris Alan, Kamu tidak ingin bertemu dengannya lebih dulu." kata Risa.


"Tidak perlu, Dia sedang cemburu tidak jelas." jawab Ayumi.


Risa tersenyum.


"Pantesan sekertaris Alan disuruh menyapa Ayumi tidak mau, ternyata Dia sedang cemburu." gumam Risa.


"Cemburu dengan Levin." kata Risa tiba-tiba.


"Iya dengan Levin, lagian Dia menyebalkan sekali sukanya maksa." jawab Ayumi.


"Bertemannya sama Denis sih jadi mereka sama-sama suka cemburuan, bahkan sama-sama bodoh dalam hal wanita." kata Risa yang diiringi dengan tawanya.


Tanpa disadari ternyata Denis dan Alan sudah berdiri dibelakang mereka. Denis dan Alan diam-diam turun dari mobilnya mengikuti Risa tanpa sepengetahuan Risa.


"Bagus ya, bukannya kuliah yang benar ini malah jadiin Suami sebagai bahan gosip pagi hari." Denis mengomeli Risa sambil menjewer telinga Risa seperti biasanya.


"Hehe sayang, maafkan Aku sungguh Aku tadi tidak sengaja lidahku tiba-tiba kepleset, jadi mengatakan hal seperti itu." kata Risa dengan penuh alasan.


Denis melepaskan tangannya dari telinga Risa, sedangkan Ayumi terus menatap Alan yang diam saja tidak seperti biasanya.


"Apa Alan sekarang marah padaku? sampai Dia hanya diam saja dihadapanku?" pikir Ayumi sambil terus melihat kearah Alan.

__ADS_1


Denis dan Risa kini mereka memperhatikan Ayumi dan Alan.


"Mereka sudah seperti patung saja." kata Denis.


"Tahu itu mereka, padahal mah mereka tidak tahan dengan sikap mereka yang seperti itu." sambung Risa.


Alan melihat kearah Denis, lalu mengajak Denis berangkat ke kantor.


"Den, ayo kita berangkat!" kata Alan pada Denis.


"Iya iya ayo kita berangkat, Kamu tidak menyapa gadis pujaanmu dulu?" tanya Denis dengan tatapan jailnya.


"Tidak perlu, Dia sudah menyukai laki-laki lain soalnya." jawab Alan sambil melirik kearah Ayumi.


Ayumi hanya terdiam.


"Kenapa sikap Alan jadi seperti ini ya? tapi sudahlah Aku kan memang sukanya sama Levin." gumam Ayumi.


Sebelum berangkat ke kantor, lagi-lagi Denis menujukan adegan mesra di depan para kedua jomblo miris.


"Sayang, Kamu masuklah! oh iya nanti kalau Aku lembur dikantor, Aku akan suruh supir untuk menjemputmu ya." kata Denis sambil sambil mencium pipi Risa.


"Iya Kamu hati-hati, nanti jangan lupa makan siang ya." jawab Risa.


Denis langsung menarik tekuk leher Risa, lalu langsung mencium bibir Risa dihadapan Alan dan Ayumi.


"Cup..." Denis mendaratkan dibibir Risa.


Tanpa sadar Alan langsung reflek, menarik Ayumi kedalam pelukannya agar tidak melihat adegan romantis yang ada dihadapannya.


"Kamu belum cukup umur untuk melihatnya." kata Alan ditelinga Ayumi.


Ayumi hanya terdiam, karena detak jantungnya sekarang lebih kencang dari biasanya.


"Ada apa dengan jantungku." tanya Ayumi dalam hatinya.


Denis sudah melepaskan ciumannya dari bibir Risa, sedangkan Alan masih terus memeluk Ayumi.


"Lepaskan Aku." pinta Ayumi.


Pelan-pelan Alan melepaskan pelukannya dari Ayumi.


"Dasar, sukanya mencuri kesempatan." omel Ayumi pada Alan.


Alan hanya terdiam.


"Aku merasakan detak jantung Ayumi dengan begitu kencang." gumam Alan.


"Yumi, segeralah periksakan jantungmu karena tadi jantungmu berdetak dengan begitu kencang." ledek Alan pada Ayumi.


Kini Ayumi hanya tersipu malu, lalu langsung menarik tangan Risa untuk meninggalkan Denis dan Alan.


Setelah Risa dan Ayumi pergi, kini Alan dan Denis saling tos penuh kemenangan.


Alan dan Denis langsung pergi menuju ke kantor mereka, setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh akhirnya Alan dan Denis sampai dikantor.


Dikantor Denis.


Alan langsung menuju keruangan, lalu Denis juga langsung menuju keruangan.


Diruangan Alan.


Alan duduk dikursi kerjanya sambil membayangkan Ayumi.


"Aku merasakan detak jantungnya." gumam Alan sambil tersenyum bahagia.


"Levin sialan, Aku yakin Ayumi akan Tahu sebenarnya Kamu itu seperti apa?" kata Alan.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2