
Malam ini Risa dan Denis menginap dirumah Orangtua Risa.
Malam yang begitu indah Denis dan Risa duduk disaung depan rumah Risa, Risa menyadarkan kepalanya di bahu Denis. Namun Denis terus sibuk dengan ponselnya.
"Sebenernya apa yang membuat Denis sibuk sekali dengan ponselnya?" Gumam Risa.
"Sayang, Kamu main ponsel mulu." Cetus Risa yang sudah memanyunkan bibirnya.
"Kamu diamlah, Jangan gangguin aku!" Bentak Denis yang membuat Risa langsung menjauhkan kepalanya dari bahu Denis.
"Dia berani membentakku." Batin Risa.
Risa terus ngedumel sekarang hati dan perasaan sangat kesal pada suaminya.
"Hanya gara-gara ponsel kamu membentakku, Jadi ponsel itu lebih penting dariku." Gerutu Risa dalam hatinya.
Risa langsung turun dari saung tersebut, Lalu meninggalkan Denis begitu saja. Risa juga tiba-tiba mengeluarkan air matanya begitu saja mungkin karena sedang hamil jadi perasaannya begitu sensitif.
Risa membuka pintu kamarnya, Lalu langsung masuk kedalam kamar, Risa langsung merebahkan dirinya diatas kasur sambil terus menangis.
"Sekarang papa lebih sayang ponselnya dari pada mama nak." Risa mengadu pada anak yang masih dalam kandungannya.
Denis disaung malah asik dengan ponselnya, Ternyata Denis asik main game online.
"Ahh sial." gerutu Denis.
"Aku tidak akan membiarkanmu menang Alan sialan." Denis terus menggerutu.
"Jika aku sampai kalah darimu, Maka aku akan menghajarmu brengsek!" Denis merasa tambah kesal karena hampir kalah.
Ternyata Denis sedang sibuk main game online dengan Alan.
"Syukurin kamu Den, Aku pastikan malam ini kamu kalah!" Alan merasa senang karena dari tadi team dia begitu hebat.
"Yes aku hampir menang dari sih Denis bodoh." Alan terus kegirangan.
Alan terus main game melalui laptopnya, Bahkan Alan sampai mengabaikan telpon dari Ayumi, Pesan dari Ayumi.
Dirumah Ayumi.
Ayumi berulang kali mengirim pesan pada Alan, Ayumi juga terus menelpon Alan namun Alan tidak mengangkat telponnya ataupun membalas pesan darinya.
"Sebenarnya Alan itu sedang apa?" Tanya Ayumi pada ponselnya.
Ayumi mencoba mengirim pesan lagi pada Alan.
Jika kamu terus mengabaikan pesanku dan telpon dariku, Lebih baik kita sudah tidak usah pacaran lagi saja!!
Mendengar ponsel berbunyi Alan membukanya tanpa membalas pesan dari Ayumi.
Apa kamu sudah benar-benar gila, Bahkan kamu hanya membaca pesan dariku saja!!
Alan kembali membuka ponselnya, Lalu hanya membaca pesan Ayumi saja.
"Nanti aku akan mengurusmu sayang, Biarkan aku menyelesaikan permainan gameku dulu." Batin Alan.
Setelah 1 jam berlalu akhirnya permainan game dimenangkan oleh Alan, Alan langsung menelpon Ayumi namun Ayumi menolak panggilan dari Alan.
__ADS_1
"Dia marah rupanya." Gumam Alan.
Bukannya bujukin Ayumi Alan malah merebahkan tubuhnya diatas kasur, Lalu menyelimuti dirinya.
"Sayang aku ngantuk, Besok saja bujukin kamunya." Gumam Alan.
Denis dan Risa.
Denis merasa kesal karena kekalahan melawan Alan, Denis terus menggerutu sampai akhirnya Denis sadar sang istri sudah tidak ada disampingnya.
"Sial pasti Clarissa marah." Denis menyesal karena asik main game dan mengabaikan istrinya.
Denis mengingat-ingat tadi apa saja yang terjadi, Hingga Denis ingat dirinya telah membentak Risa dengan agak kasar.
Denis langsung menjambak rambut dengan kedua tangannya, Kali ini Denis benar-benar merasa menyesal karena telah membentak sang istri tercinta.
Denis langsung turun dari saung, Lalu berlari menuju ke kamarnya.
"Sayang maafkan aku." Batin Denis yang merasa sudah keterlaluan pada istrinya.
Dengan begitu hati-hati Denis membuka pintu kamar Risa, Mendengar suara pintu terbuka Risa langsung memalingkan wajahnya.
Denis menarik nafasnya, Lalu menghembuskan dengan pelan-pelan. Denis mendekati istrinya yang sudah berbalut dengan selimut tebal.
Denis menarik-narik selimut yang menutupi tubuh sang istri, Namun Risa tetap mengabaikan Denis begitu saja.
"Sayang, Kamu marah ya." Tanya Denis pelan, Namun tidak mendapat jawaban dari Risa.
Denis memainkan telinga Risa dengan tangannya, Lalu menggigitnya dengan pelan.
"Istriku maafin aku." Denis meminta maaf pada Risa, Namun Risa kembali mengabaikannya.
Risa masih tetap diam dan terus mengabaikan sang suami. Sampai Denis merasa sangat kesal akhirnya Denis menarik Risa agar menghadapkan wajahnya pada dirinya.
"Apasih aku mau tidur." Bentak Risa dengan ketus, Denis langsung memegang dagu Risa lalu melihat mata Risa yang agak sembab.
"Apa kamu habis menangis?" Tanya Denis dengan perasaan kawatir.
Denis merasa sangat bersalah, Hanya gara-gara game online dia sampai membuat sang istri menangis gara-gara dia membentaknya.
"Apakah itu penting buatmu, Minggir aku ngantuk aku mau tidur!" Cetus Risa namun Denis malah mengunci tubuh Risa dengan kakinya.
Risa berusaha melepaskan dirinya, Namun Denis terus memeluknya.
"Lepaskan aku!" Pintanya dengan nada kesal.
"Maafin aku dulu, Baru aku akan melepaskanmu." Bujuk Denis agar Risa mau memaafkannya.
"Aku tidak mau, Sana keluar main game lagi!" Tolak Risa yang malah menyuruh suaminya main game lagi.
Dengan gemasnya Denis malah mencium leher jenjang Risa, Bahkan sesekali menciumnya membuat Risa merasa geli.
"Lepaskan aku, Atau aku akan menendang Adik kecilmu itu." Ronta Risa sambil mengacam sang suami.
"Jika kamu menendangnya, Maka kita tidak bisa produksi banyak anak sayang." Goda Denis yang membuat Risa semakin naik darah.
Karena Risa terus meronta-ronta akhirnya Denis melepaskan Risa, Lalu dengan cepat Risa menjauh dari sang suami bahkan Risa memberikan pembatas tempat tidurnya dengan bantal guling.
__ADS_1
"Jangan melewati bantal guling ini! Atau aku akan menyuruhmu tidur diluar!" Ancam Risa.
Risa tidur membelakangi Denis, Denis hanya diam menatap punggung Risa.
"Aturan aku tadi tidak usah main game, Gara-gara game Risa jadi ngambek." Batin Denis.
"Sayang, Sayang, Istriku," Denis terus berusaha namun Risa tidak memperdulikannya.
Malam semakin larut, Akhirnya Denis tidur begitu saja. Iya mungkin capek bujukin istrinya tapi dicuekin doang.
Keesokan harinya, Matahari sudah menembus gordeng kamar Denis. Risa sudah bangun dari tadi namun tidak membangunkan sang suami, Mungkin karena Risa merasa kesal pada Denis.
Diruang makan mama dan papa sudah menunggu Risa dan Denis untuk sarapan bersama. Namun Risa keluar dari kamar hanya sendirian.
"Mana suamimu nak?" Tanya Mama yang melihat Risa hanya sendirian keluar dari kamarnya.
"Masih tidur ma, Mungkin dia kelelahan." Jawab Risa yang langsung menarik kursi meja makan, Lalu duduk. Risa langsung mengambil nasi dan bermacam-macam lauk untuk sarapan paginya.
"Sampai kelelahan seperti itu, Memangnya kalian main berapa ronde?" Tanya Mama dengan begitu jailnya, Risa ternganga karena merasa bingung.
"Berapa ronde, Mama mesum banget." Batin Risa.
"Mama apasih," Jawab Risa malu-malu.
Denis baru saja keluar dari kamarnya, Kini dirinya sudah rapi dengan setelan jas warna hitam, Denis menarik kursi lalu duduk disebelah Risa.
"Selamat pagi Ma, Pa," Sapa Denis dengan mertuanya.
"Selamat pagi nak, Sarapan yang banyak ya nak pasti kamu kecapean gara-gara semalam main sampai malam." Kata Mama Dina yang membuat Denis bingung.
"Apa Risa menceritakan pada mama kalau aku main game sampai malam?" Batin Denis.
"Iya ma terimakasih, Iya ma semalam capek banget badan aku saja pegal-pegal semua." Dengan sengaja Denis kembali membuat Risa kesal.
"Pelan-pelan saja mainnya, Kasian istrimu sedang hamil." Timpal Papa yang membuat Risa tersedak.
Denis dengan cepat langsung memberikan segelas air putih pada Risa.
"Hati-hati sayang." Pinta Denis, Risa langsung meminum air putih tersebut
"Mama, Papa, Kalian apaan sih." Jawab Risa yang wajahnya sudah merah karena malu.
Papa dan mama saling melempar senyum, Sedangkan Denis tertawa penuh kemenangan di dalam hatinya.
Setelah selesai sarapan Denis dan Risa langsung berpamitan kepada orangtuanya untuk berangkat kuliah dan ke kantor.
Sesampainya dikampus Risa, Risa langsung turun dari mobil begitu saja tanpa berpamitan dengan sang suami.
"Jadikan saja game online itu Istri keduamu suamiku." Gumam Risa.
Risa juga melihat Ayumi dan Alan, Ntah apa yang sedang mereka lakukan karena hari ini mereka tidak semesra biasanya.
"Mereka kenapa? Tumben ngobrol saja jarak jaga jarak gitu. Sudah seperti truk saja." Batin Risa yang hendak berjalan mendekati Ayumi.
BERSAMBUNG π
Terimakasih para pembaca setia π
__ADS_1
Baca juga karya pindahan Author π