Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
Hamil .


__ADS_3

Wajah Anjeni sangat pucat bibir nya yang biasa pink cantik sekarang pucat pasi. Daniel nampak sedang menerima telfon di depan kamar , tak lama Dr.Ariel datang bersama suster nya , dia adalah dokter langganan keluarga Daniel .


Dr.Ariel membukukan badan pada Daniel namun tak berbicara karena tau Daniel sedang menelfon . Segera Daniel mematikan telfon lalu ikut masuk kedalam kamar .


Berkat Air jahe buatan pak Thomas Anjeni agak Baikan sekarang ia sedang duduk menyender di bahu ranjang . Pak Nanang dan Pak Thomas entah sedang jongkok membersihkan sesuatu si bawah ranjang . Saat dokter tiba semua memposisikan berdiri menjauh dari ranjang , Sedangkan Daniel berdiri sambil melipat tangan di dada dan menyenderkan badannya ditembok dekat pak Nanang .


Dokter memeriksa Anjeni dengan mengambil Sampel darahnya dan di bantu oleh sang suster , setelah menunggu beberapa menit dokter tersebut berdiri .


"Sudah saya duga Tuan , selamat istri anda hamil". Ucap Dokter tersebut ramah .


Seketika semua Orang yang berada di kamar langsung tersenyum . Daniel yang tadinya sangat santai langsung berdiri tegap menganga tak percaya . Sedangkan Anjeni seperti di Sambar petir siang bolong. bagaimana mungkin dia hamil sedangkan hari ini harusnya dia pulang .


"Anda serius Dok ? bukannya harus tes Urin?". Tanya Daniel tak percaya.


"iya betul , tes hamil bukan hanya dari urin , namun dari darah juga bisa , saat pak Thomas menelpon saya , dan manjelaskan yang di rasa oleh nyonya saya langsung dapat menyimpulkan pasti nyonya hamil oleh sebab itu saya datang kesini membawa alat tes kehamilan". Ucap dokter panjang lebar .


"Nah kalau boleh tau tanggal berapa anda terakhir mens nyonya ?". Ucap Dokter ramah .


Anjeni hanya terdiam lalu melirik ke sekeliling . Daniel yang peka pun langsung menginstruksikan untuk keluar termasuk suster nya juga kecuali dokter .


"Nyonya??". Tanya dokter lagi karena Anjeni hanya diam


Daniel yang kesal pun menggerang .


"ANJENII JAWAB !!". bentak Daniel


"3Januari". Ucap Anjeni karena takut mendengar bentakan dari Daniel .


"Oh iya , kalau di hitung dari sekarang berarti mau jalan 7Minggu nyonya". Ucap Dokter sambil memperlihatkan kalender kecil .


"jika tuan dan nyonya masih agak ragu bisa di USG saja , sekalian melihat perkembangannya , nanti di pemeriksaan selanjutnya tuan di rumah sakit ". Ucap Dokter sambil memberikan buku kehamilan yang berisi usia kandungan dan tanggal lagi untuk cek up.


"Sekarang apa yang anda rasakan nyonya biar saya tulis resepnya". Ucap dokter .


Anjeni hanya diam terlihat setetes air mata keluar . Daniel yang mulai terpancing emosi pun melipat tangannya di dada .


"Tulis saja , dia mual , dan lemas setauku itu !". Ucap Daniel ketus .


"Itu saja nyonya ?". tanya dokter lagi memastikan pada Anjeni , namun ia hanya diam .


"Aku suaminya jadi tau . sudah tulis saja!!" . Ucap Daniel tak sabar.

__ADS_1


"Baik kalau begitu saya berikan vitamin , dan obat mual nya ya nyonya , terus penambah darahnya juga harus di minum tak boleh telat karena sangat bahaya jika ibu hamil kekurangan darah , dan jangan banyak fikiran , anda harus selalu happy , karena perasaan anda akan sangat terpengaruh pada perkembangan janin anda ,untuk susu ibu hamil juga boleh di rekomendasi kan untuk melengkapi gizi . Dan untuk Tuan kalau bisa dampingi terus istrinya ya , karena masa masa ini lah sangat rawan keguguran karena usia yang masih sangat muda . Itu saja apa ada pertanyaan?". Jelas dokter dan Daniel hanya manggut manggut saja sambil mata tak terlepas dari Anjeni .


"Baik kalau tak ada saya pamit ini resepnya saya kasih ke pak Nanang ya? Obat mual sebelum makan dan vitamin maupun penambah darah sehari satu kali . Sehat terus untuk anda dan janin nya , saya pamit tuan permisi". Ucap Dokter sambil berjalan keluar kamar .


Kini di kamar hanya ada Anjeni dan Daniel . Anjeni menunduk sambil menghirup minyak angin .


"Ehemm.. Sudah enakan?" .Ucap Daniel membuka pembicaraan sambil duduk di kursi dekat ranjang


"Bagaimana perceraian kita?" .Ucap Anjeni sambil menatap Daniel


Daniel yang kesal pun berdiri dan menatap Anjeni intens


"Apa yang harus di jelaskan , bukannya dari awal sudah ku bilang kontrak kita berubah kalau kau hamil!". Ucap Daniel kesal , tapi habis pikir kenapa Anjeni sangat ingin cerai darinya .


"Ini bukan anakmu mas !!". Ucap Anjeni membentak dengan wajah yang merah .


"Lalu anak siapa?".Ucap Daniel santai


"..." Anjeni diam


"Kita melakukan hubungan itu tanggal 12 , menikah tanggal 19 dan terhitung sekarang kita baru sebulan lebih menikah , harusnya kalau kau hamil dengan laki laki lain kau belum mual begini , lihat ini sudah 6 minggu". Jelas Daniel.


"Mas..Aku..". Ucap Anjeni tak mampu melanjutkan .


"Aku tak mencintaimu , dan aku tak mungkin menjalani sisa umurku pada orang yang tak kucintai". Ucap Anjeni menatap Daniel , setetes air mata jatuh , Anjeni langsung buang muka .


Sejenak Daniel terdiam mengingat kenangan masa lalu nya dengan orang yang di cintai nya dulu .


"Percayalah Anjeni jangan terlalu mencintai , jika dia pergi pasti sangat menyakitkan . Biasa saja suka pada orang". Ucap Daniel dalam .


Anjeni yang tau pun hanya diam .


"Jalanin saja hidup mu , dan Jangan lagi menangis , aku akan memberi kan apapun yang kau mau jadi jangan menangis ! , dan lagi walau kau tak menginginkan anak itu tapi kau harus menjaga nya jangan sampai kau sengaja menggugurkan nya atau membahayakannya , jika kau lakukan itu , ingat kau akan habis di tanganku Anjeni !.". Ancam Daniel dengan setiap kalimat .


"Dia penerus ku , jadi kau harus menjaganya ingat itu !!". Ucap Daniel sambil berlalu dan keluar kamar .


Daniel langsung kembali ke Ruang kerjanya , Mood Daniel sangat baik karena mendengar kehamilan Anjeni , tak sia sia ia menyuruh orang untuk mengikutinya dan hasilnya sesuai keinginannya . Ia sangat bahagia .


Daniel mengambil Handphone dan menelpon pak Damar , memberi kabar mengenai kehamilan Anjeni . Sesuai dengan ekspektasi pak Damar sangat senang dan melupakan masalah rumor itu .


Jam 10 pagi Daniel masih dirumah , ia sudah memutuskan untuk lebih banyak di rumah dari pada di kantor , akan keluar jika hanya ada meeting saja , dan membatasi kegiatan luar negeri , karena ia ingin selalu jadi suami siaga .

__ADS_1


Suara ketukan terdengar , saat pintu di buka rupanya itu Anjeni , wajahnya sangat pucat , sejenak Daniel merasa kasian karena kehamilan ini Anjeni merasakan semua ini padahal ini anak Keinginan Daniel bukan keinginan Anjeni.


"Mas ..?? ". Ucap daniel sangat lemah.


"Kenapa?" Tanya daniel lembut


"Bagaimana kepulanganku?". tanya Anjeni hati hati


Daniel langsung serius , yang tadi badannya menyender sekarang langsung duduk tegap.


"Hamil mu masih sangat muda , itu rawan apa lagi naik pesawat , aku tak mau ambil resiko" Ucap Daniel tegas


"Lalu kapan aku bisa pulang ? nunggu hamilku besar?". Tanya Anjeni


"Kau jalan saja masih lemas sekarang mau pulang , menurut padaku ! Aku suamimu!!". Ucap Daniel kesal


"Aku mau pulang "... Ucap Anjeni merengek sambil mewek seperti anak kecil yang sedang minta es krim


"Minta yang lain Anjeni pasti akan ku berikan , asal jangan pulang" Ucap Daniel


Anjeni malah menangis , entah lah sekarang Anjeni mudah sekali menangis .


Daniel panik langsung menghampiri Anjeni , entah dorongan dari mana Daniel langsung memeluk Anjeni dan mengusap rambut .


"Pliss jangan Anjeni , pliss??!!''. Ucap Daniel menenangkan


"Nanti kau akan pulang aku janji tapi nanti ya , nunggu kau sehat baru kita akan pulang , aku yang akan mengantar mu kerumah , sekarang jangan menangis gak baik buat dede nya jangan menangis". Ucap Daniel seperti menenangkan bocah .


"Tapi .. aku... mau... pulang" .Ucap Anjeni sambil menangis.


"Iya nanti pulang tapi nunggu kamu sehat , kalau kau pendarahan atau ada apa di pesawat nanti kau sakit bagaimana? kau tak mau sakit kan?? ". Bujuk Daniel


Anjeni menggelengkan kepala .


"Yasudah pulang nya nanti ya , aku akan mengantarkanmu" Kata Daniel pelan


"Kau janji??" Tantang Anjeni


"Iya Janji" . Kata Daniel mantap .


Lalu Anjeni pun membalikan badan dan kembali ke kamar .

__ADS_1


Daniel langsung menghembuskan nafas kasar , sambil menepuk dadanya .


"Sabar. ... sabar ..." Kata Daniel lalu kembali ke tempat duduknya


__ADS_2