Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
128.Lipstik dan parfum.


__ADS_3

Keesokan harinya, kebetulan ini hari Sabtu jadi Denis libur kerja. Denis dan Risa sama-sama belum bangun dari tidurnya.


Tiba-tiba Risa terbangun lalu menggoyangkan tubuh Denis.


"Den, bangun sudah jam berapa ini?" tanya Risa sambil menggoyangkan tubuh Denis.


Denis hanya bergulat, lalu menjawab pertanyaan dari Risa.


"Aku tidak tahu Ris, Aku masih mengantuk." jawab Denis dengan suara yang masih begitu mengantuk.


Akhirnya Risa bangun dari tidurnya, lalu mengambil ponsel untuk melihat sekarang jam berapa?


Melihat jam sudah menunjukkan pukul 7 pagi, Risa langsung panik.


"Haahh jam 7, Aku kan jam setengah 9 nanti ada kuliah." kata Risa yang langsung kembali menaruh ponselnya diatas nakas.


"Aku bisa terlambat." kata Risa.


Risa langsung membangunkan Denis.


"Sayang, bangunlah Aku ada kuliah pagi ini." kata Risa sambil terus menggoyangkan tubuh Denis.


Karena merasa terusik dengan ulah Risa, akhirnya Denis langsung membuka matanya. lalu dengan cepat Denis langsung menarik tangan Risa, hingga Risa terjatuh di dalam pelukannya.


"Kenapa Kamu berisik sekali, Aku masih mengatuk." kata Denis sambil mempererat pelukannya.


"Den lepaskan, Aku ada kuliah pagi." kata Risa sambil berusaha melepaskan dirinya dari pelukan Denis.


"Kuliahnya dirumah saja, biar nanti Aku yang mengajarimu." jawab Denis.


Risa hanya terdiam, lalu bergumam.


"Kalau kuliah sama Kamu yang ada kuliah diranjang doang." gumam Risa.


Risa tahu seperti apa Suaminya, Dia adalah laki-laki pecandu yang tidak ada puasnya. kalau hari ini Risa kuliah dirumah dengan suaminya, pasti kuliahnya diatas ranjang bukan pelajaran yang akan Risa dapat namun kenikmatan yang akan Risa rasakan.


"Kamu sudah selesai pms?" tanya Denis tiba-tiba pada Risa.


"Belum Aku cek, Aku mandi dulu sekalian Aku mau mengeceknya." jawab Risa agar bisa terlepas dari pelukannya Denis.


Perlahan-lahan Denis melepaskan pelukannya Risa dari tubuhnya.


"Mandilah yang bersih." kata Denis.


"Bangunlah, antar Aku ke kampus." jawab Risa.


Denis akhirnya bangun sedangkan Risa langsung menuju masuk kedalam kamar mandi.


setelah selesai mandi, Risa langsung berganti pakaian lalu merias dirinya secantik mungkin.


Denis langsung masuk ke kamar mandi, setelah selesai mandi Denis langsung Bersiap-siap untuk mengantar Risa ke kampusnya.


"Sayang, itu lipstiknya ketebalan." protes Denis yang melihat Risa memakai lipstik agak tebal.


"Ini lipstik keluaran terbaru." kata Risa.


"Ganti, Aku tidak suka." kata Denis sambil melihat kearah Risa dengan tatapan tajam.


Akhirnya dengan terpaksa, Risa langsung menganti warna lipstiknya dengan warna yang natural seperti biasanya.


"Sudah, ayo cepat berangkat nanti Aku terlambat." kata Risa sambil menahan rasa kesalnya.


"Jangan memakai lipstik seperti tadi lagi atau Aku akan memarahimu." kata Denis pada Risa.

__ADS_1


"Iya Tuan Denis, Aku tidak akan memakainya lagi." jawab Risa.


Denis langsung mengambil lipstik terbaru punya Risa, lalu langsung mematahkannya dan membuangnya ke tempat sampah.


Risa hanya menahan rasa kesalnya.


"Mahal-mahal Aku membelinya tapi cuma untuk dipatahkan saja." gumam Risa.


Kini keduanya langsung menuju ke mobil, tanpa sarapan lebih dulu mereka langsung pergi ke kampusnya Risa, hari ini Denis memakai mobil Denis yang lainnya karena mobil yang biasa Denis pakai dibawa oleh Alan.


Didalam mobil.


Risa hanya diam saja, lalu Denis berkata pada Risa.


"Hari ini, Aku mau nungguin Kamu sampai selesai kuliah." kata Denis.


"Tidak usah, Kamu pulang dulu saja nanti baru jemput Aku lagi." jawab Risa.


"Kenapa, Kamu mau bertemu dengan laki-laki brengsek itu." kata Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.


Risa menghela nafasnya.


"Selalu saja Panji yang ada diotaknya." gumam Risa.


Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Denis dan Risa sampai dikampus Risa. tiba-tiba Denis mengedap-edap kearah Risa seperti kucing.


"Kenapa?" tanya Risa.


"Aroma parfum Kamu kok beda, tidak seperti biasanya?" tanya Denis.


"Ini parfum oleh-oleh dari Panji." jawab Risa dengan begitu jujurnya.


Denis langsung menatap Risa dengan tatapan yang begitu garang.


"Buang sekarang parfumnya, terus baju yang Kamu pakai juga harus dibuang, Aku tidak mau tahu." Denis langsung marah pada Risa.


"Lakukan apa yang Aku suruh dan jangan membantahku." kata Denis dengan begitu tegas.


"Iya iya, Aku barangkat dulu ya." pamit Risa.


"Dasar laki-laki cemburuan, cuma gara-gara parfum aja Aku harus membuang baju yang Aku pakai." gumam Risa.


Seperti biasanya sebelum masuk ke kampus, Risa selalu mencium punggung tangan Denis lebih dulu dan memberikan ciuman pada Denis.


Setelah selesai Risa langsung turun dari mobilnya, lalu menuju masuk kedalam kampus sedangkan Denis menunggu Risa di dalam mobilnya.


Risa berjalan menuju kedalam kampus, tiba-tiba Ayumi menghampiri Risa.


"Risa.." sapa Ayumi pada Risa.


"Kamu sendirian, Panji mana?" tanya Risa.


"Dia ada penting tadi pergi." jawab Ayumi.


Ayumi terus melihat-lihat kesana kemari, seperti ada yang Ayumi cari.


"Kamu lihat apaan sih Yum?" tanya Risa.


"Kamu diantar sama siapa?" tanya Ayumi.


"Iya diantar sama Suamiku Yum, memangnya siapa lagi?" jawab Risa.


"Oh gitu Ris." kata Ayumi.

__ADS_1


"Ini hari sabtu, Sekertaris Alan libur jadi Dia tidak ikut mengantarku." kata Risa yang sebenarnya tahu Ayumi itu sedang mencari sosok Alan.


"Apaan sih Ris, siapa juga yang mencari laki-laki menyebalkan itu." elak Ayumi pada Risa.


"Iya tidak mencarinya, hanya ingin melihatnya saja." sindir Risa.


Karena tidak mau mengakui bahwa dirinya sedang mencari sosok Sekretaris Alan, akhirnya Ayumi langsung menarik tangan Risa untuk menuju ke kelas mereka hari ini.


"Ayo, Dosen sudah datang." kata Ayumi sambil menarik tangan Risa.


Mereka berdua langsung masuk kedalam kelas, kini mereka berdua fokus mendengar mata kuliah hari ini. setelah selesai kelas mereka berdua langsung menuju ke kantin untuk makan.


"Ris, lihat ini." kata Ayumi sambil menunjukkan foto Levin dan seorang wanita sedang berciuman di dalam perpustakaan.


Risa melihat foto tersebut, lalu langsung bertanya pada Ayumi.


"Bukankah ini Levin, laki-laki yang katanya menyukaimu?" tanya Risa dengan tatapan ingin tahu.


"Iya, Aku tidak menyangka Dia sebrengsek ini." kata Ayumi sambil menggelengkan kepalanya.


"Akhirnya Sekertaris Alan masih punya kesempatan untuk mendekatimu." kata Risa dengan senyum manisnya.


"Berhentilah membawa-bawa nama laki-laki menyebalkan itu." Ayumi mengomeli Risa.


"Mending yang menyebalkan Yum, daripada yang brengsek seperti Levin ini." kata Risa.


Ketika mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba Levin menghampiri Risa dan Ayumi.


"Ayumi, boleh Aku ikut bergabung." tanya Levin.


"Tidak boleh, disini tidak menerima laki-laki brengsek sepertimu." jawab Ayumi dengan tatapan yang begitu sinis.


Levin terdiam, lalu bergumam.


"Ada apa dengan Ayumi?" gumam Levin.


"Maksudnya Yum?" tanya Levin pada Ayumi.


"Sudahlah tidak usah bersikap sok manis lagi!" kata Ayumi..


"Kamu kenapa sih Yum?" tanya Levin lagi.


"Lihat saja sendiri." kata Ayumi sambil menunjukkan foto yang ada diponselnya.


Levin melihat foto tersebut.


"Sial darimana Ayumi mendapatkan foto ini?" gumam Levin.


"Ini tidak seperti apa yang Kamu lihat Yum, Aku bisa jelaskan semua ini padamu." Levin berusaha membujuk Ayumi.


"Sudahlah Vin, Aku tidak butuh penjelasan darimu pergi dari hadapanku sekarang." kata Ayumi dengan begitu tegas pada Levin.


Karena dikantin sedang rame, akhirnya Levin langsung pergi meninggalkan Ayumi dan Risa dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Awas saja Kamu Yum, Aku akan terus berusaha mendapatkanmu." gumam Levin.


"Sudahlah Yum, yang pentingkan Kamu sudah tahu Levin seperti apa jadi Kamu tidak boleh menyukai Levin lagi." nasehat Risa untuk Ayumi.


Kini Risa dan Ayumi makan berdua dikantin, biarpun dengan raut wajah yang masih kesal namun Ayumi tetap memakan makanannya dengan lahap.


Denis tertidur dimobil, sambil menunggu istrinya selesei kuliah.


"Risa lama sekali..." kata Denis yang langsung memejamkan matanya.

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2