Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
143.Permintaan maaf Maya.


__ADS_3

Setelah berciuman dengan Risa, Denis tersenyum pada Risa. lalu Denis berkata pada Risa.


"Jangan berani membahas tentang Maya dihadapanku lagi! atau Aku tidak akan mengampunimu." kata Denis sambil melirik Risa dengan tatapan tajam.


Setelah melihat kebusukan Maya secara langsung didepan kedua matanya sendiri, Denis benar-benar membenci Maya.bahkan Denis tidak mau mendengar nama Maya lagi dalam hal apapun.


"Iya iya, Aku tidak akan membahasnya lagi." jawab Risa sambil memeletkan lidahnya pada Denis.


"Ayo Kita jalan-jalan, Aku mau mengajakmu belanja!" kata Denis pada Risa.


"Baiklah, Aku juga sudah lama tidak membeli pakaian baru." jawab Risa.


Akhirnya mereka langsung pergi kesalah satu, pusat perbelanjaan terbesar dikotanya.


Dipusat perbelanjaan, Denis dan Risa langsung menuju ke toko pakaian wanita. Ditoko pakaian Risa melihat sosok wanita yang tidak asing, lalu Risa berkata pada Denis.


"Den, bukankah itu Maya." kata Risa sambil melihat sosok wanita yang sedang memilih baju.


Denis mengikuti arah mata Risa, lalu Denis melihat sosok Maya yang sedang sibuk memilih pakaian.


"Iya Dia memang Maya." jawab Denis.


Maya berjalan menuju ketempat lain, Denis dan Risa kaget melihat perut Maya yang begitu bucit dan tampak tubuhnya sepertinya Maya sedang hamil.


"Sepertinya Maya sedang hamil." kata Risa.


Risa langsung melihat kearah Denis.


"Maya tidak mungkin hamil Anak Denis kan?" gumam Risa.


Karena pikiran Risa yang kemana-mana, akhirnya Risa langsung bertanya pada Denis.


"Wanita murahan itu, tidak hamil Anakmu kan sayang?" tanya Risa dengan tatapan yang begitu tajam.


"Bukanlah! Aku tidak pernah tidur dengannya." jawab Denis dengan suara kesal.


"Takutnya itu Anak Kamu, Aku tidak mau Anakku nanti punya saudara tiri soalnya." kata Risa dengan nada serius.


"Tidak usah kawatir, biarpun Aku sangat mencintai Maya dulu, tapi Aku tidak pernah menanam benih dirahimnya." jawab Denis dengan penuh keyakinan.


"Lagian kejadian dulu waktu Aku tidur dengannya, Aku yakin itu hanya jebakan." gumam Denis.


Maya yang melihat Denis dan Risa, tiba-tiba menghampiri mereka.


"Hay..." sapa Maya pada Denis dan Risa.


Denis dan Risa saling menatap, lalu menjawab sapaan dari Maya.

__ADS_1


"Hay juga May." jawab Denis dan Risa.


"Sebenarnya Aku tidak mau melihatnya, tapi sudahlah." gumam Denis.


"Kamu sama siapa?" tanya Denis.


"Aku sendirian saja." jawab Maya.


"Memangnya suamimu kemana?" tanya Risa tiba-tiba.


Maya terdiam, lalu menjawab pertanyaan dari Risa.


"Aku tidak punya suami." jawab Maya.


"Lalu anak yang ada dalam kandunganmu, Anak siapa?" tanya Denis pada Maya.


"Yang jelas ini bukan Anak Kamu Den, tapi Bapaknya tidak mau bertanggung jawab, jadi ya Aku akan berusaha menjadi Ayah dan Ibu untuk Anak yang sedang Aku kandung." jawab Maya yang berusaha memancarkan senyumnya.


"Apa Itu Anak laki-laki yang bersamamu dihotel waktu itu?" tanya Denis memastikan.


"Iya ini Anaknya Keanu, tapi Dia tidak mau bertanggung jawab dan pergi meninggalkanku begitu saja." sambung Maya.


Risa melihat kearah Maya, lalu berkata pada Maya.


"Sabar ya May, makanya lain kali jangan pernah menyia-nyiakan laki-laki yang begitu mencintaimu hanya demi laki-laki lain." kata Risa pada Maya.


Salah Maya dulu, Denis begitu mencintainya tapi Maya memilih berselingkuh dengan Keanu. padahal Denis jelas lebih dari segalanya daripada Keanu, ntah apa yang dilihat dari Keanu oleh Maya selama ini? itu semua hanya Maya yang tahu. padahal Keanu juga cuma pegawai biasa yang ditugaskan diluar negeri sedangkan Denis jelas pewaris kekayaan keluarga Kusuma.


"Oh Aku pamit dulu, Risa maafkan kesalahanku di masalalu ya." Maya berpamitan dengan mereka dan juga meminta maaf pada Risa.


"Iya May tidak apa-apa, mulai sekarang jadilah wanita yang biak! Aku yakin suatu saat akan ada laki-laki yang bisa menerimamu apa adanya." jawab Risa sambil melihat kearah Maya.


"May, sebenarnya Aku sangat membencimu, tapi Aku doakan mudah-mudahan Kamu segera bertemu dengan jodohmu." kata Denis pada Maya.


"Terimakasih Den, Kamu pantas membenciku." jawab Maya.


"Ya sudah, Aku pergi dulu." kata Maya yang langsung pergi meninggalkan Denis dan Risa.


Setelah putus dari Denis bahkan Denis mengambil semua fasilitas yang diberikan pada Maya, Maya memulai hidupnya kembali menjadi seorang model, tapi tiba-tiba Maya hamil akhirnya Maya cutti dari dunia model, sedangkan mendengar Maya hamil Keanu sama sekali tidak mau bertanggung jawab. bahkan Keanu sudah mempunyai kekasih lain.sekarang Maya hanya bekerja sebagai staf disalah satu kantor yang ada dikotanya.


Biarpun gajinya tidak besar tapi masih bisa untuk menjalani hidupnya dan bisa menabung untuk anak masih ada dalam kandungannya.


Denis dan Risa saling menatap, lalu Risa berkata pada Denis.


"Sekarang Maya kasian ya." kata Risa.


"Sudahlah tidak usah dipikirkan sayang, ayo Kita lanjutkan belanjanya." jawab Denis.

__ADS_1


Risa terdiam.


"Maya Aku sebenarnya sangat membencimu, tapi melihat nasibmu sekarang Aku kasian padamu, mudah-mudahan Kamu segera bertemu dengan laki-laki yang baik, yang bisa menerimamu apa adanya." Doa Risa untuk Maya.


"Ris, sampai kapan Kamu diam saja?" tanya Denis sambil menarik tangan Risa.


"Aku tahu Ris, pasti Kamu merasa kasian pada Maya." gumam Denis.


"Ehh iya, ayo Kita jalan." ajak Risa.


Risa dan Denis mulai memilih baju untuk Risa, setelah memilih beberapa baju, Denis langsung membawanya ke kasir, lalu membayarnya.


Denis dan Risa kembali menelusuri mall tersebut, sampai Risa memberhentikan langkah kakinya disebuah toko baju Anak bayi.


"Sayang, lihat gaun cantik itu." kata Risa sambil menujukan gaun Bayi yang begitu cantik.


"Iya itu sangat cantik, Kita beli nanti kalau Kamu sudah hamil." jawab Denis.


"Iya Aku pingin punya Anak kembar perempuan." kata Risa sambil terus melihat baju-baju cantik Anak kecil.


"Makanya Kita harus rajin olahraga malamnya, biar sih Ucil kita cepat jadi nanti." Bisik Denis ditelinga Risa.


Risa hanya tersenyum, lalu menarik tangan Denis. kali ini Risa mengajak Denis tempat permainan.


"Sayang, ambilkan satu boneka lucu ini untukku!" rengek Risa sambil melihat kotak jepit boneka.


Denis langsung menuruti permintaan Risa, kini Denis terus berusaha mengambil boneka yang ada didalam kotakan tersebut.


Berkali-kali Denis gagal mengambilnya, Risa langsung memasang wajah cemburut.


"Sayang, masa gitu saja tidak bisa sih." omel Risa pada Denis.


"Ini sangat susah, sudahlah Kita beli saja sekalian mesinnya biar nanti Aku lanjutkan mainnya dirumah." kata Denis yang sudah merasa kesal karena terus-terusan gagal Mendapatkan boneka yang ada didalam kotak tersebut.


"Apa Kamu ini sudah gila, mana boleh Kita membeli mesin game itu." jawab Risa.


Karena terus gagal, akhirnya Denis menyerah lalu langsung membelikan Risa boneka panda yang begitu besar.


"Ini untukmu, Aku tidak mau lagi main game itu! atau Aku akan menghancurkannya nanti." kata Denis sambil memberikan boneka panda yang baru saja dibelinya.


Biarpun dengan rasa kesal, namun Risa menerima boneka pemberian dari Denis.


"Terimakasih, dasar suami payah main game seperti itu saja tidak bisa." Risa kembali mengomel pada Denis.


Hari sudah semakin sore, akhirnya Denis mengajak Risa untuk segera pulang kerumah.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


Author pingin bikin karya baru lagi, tapi Author seleseikan kedua karya Author dulu yaa semuanya 😘😘


__ADS_2