Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
86. Gara-gara mie instan.


__ADS_3

Keesokan harinya, Risa merasakan berat dibagian tubuhnya. Risa menyingkirkan tangan Denis yang kini memeluk tubuh rampingnya.


Dengan pelan Risa menyingkirkan tangan Denis dari tubuhnya. namun Denis malah memperat pelukannya.


"Biarkan Aku memelukmu" kata Denis, yang masih memejamkan matanya.


"Awas!! Aku mau berangkat kuliah!" omel Risa.


"Aku melarangmu kuliah, Aku hanya mau Kamu nemenin Aku diranjang kalau bisa lebih dari itu" kata Denis, yang kini sudah membuka kedua matanya.


Dengan kasar Risa, langsung menyingkirkan tangan Denis dari pelukannya.


"Jangan harap, Aku mau melayanimu Suamiku yang plin-plan" bentak Risa, yang kini sudah duduk.


Denis bangun dari tidurnya kali duduk disampingnya Risa. kini Denis memegang dagu Risa dengan begitu lembut.


"Aku yang akan memaksamu nanti istriku" kata Denis dengan nada menggoda.


Risa menyingkirkan tangan Denis dari dagunya dengan begitu kasar.


"Sudah sana, bukannya kamu harus ke kantor" kata Risa, yang berusaha mengalihkan pembicaraan Denis.


Denis tersenyum, lalu mencium pipi Risa dengan lembut.


"Cup.." satu ciuman mendarat dipipi Risa.


Risa langsung menatap Denis dengan tatapan begitu kesal.


"Kenapa sih Manusia ini selalu mengambil kesempatan dariku" kesal Risa.


"Apa Kamu bahagia istriku, mendapatkan ciuman mesra dari suamimu pagi hari ini?" tanya Denis, yang sekarang sudah memainkan rambut Risa dengan tangannya.


Risa tidak menggubris pertanyaan dari Denis, Risa beranjak dari tempat duduknya, namun Denis menarik tangan Risa.


"Den, lepaskan Aku mau kuliah, Kamu juga harus berkerja" kata Risa, dengan tatapan kesal pada Denis.


"Sudah kubilang, Aku melarangmu masuk kuliah hari ini" kata Denis dengan begitu lembut pada Risa.


Denis menarik Risa kedalam pelukannya.


"Aku juga tidak masuk kantor hari ini, lagian Aku tidak bawa baju kerja, terus dirumahmu juga tidak ada bajuku" kata Denis, sambil membelai pipi Risa dengan tangannya.


mendapat kembali sentuhan dari tangan Denis, kali ini Risa tidak menolak dan hanya menikmatinya saja. ntah setan apa yang merasuki tubuh Risa saat ini.


"Kamu bisa meminta orang suruhanmu, membawakan baju untukmu" kata Risa.


"Risa berhentilah melakukan protes, setidaknya biarkan Aku menghabiskan waktuku bersamamu hari ini" kata Denis, yang sudah merasa kesal.


Apalagi beberapa hari ini Denis sangat merindukan Risa, dirumah sendirian tanpa Risa itu rasanya ada yang kurang.


Akhirnya Risa terdiam.

__ADS_1


"Apa Kamu pernah melakukan hubungan suami istri dengan Maya?" tanya Risa tiba-tiba, yang masih berada dipelukan suaminya.


"Tidak pernah, tapi kalau ciuman bibir sering" jawab Denis, dengan begitu jujur.


"Kenapa Dia menjawab dengan sedetail itu?" gumam Risa yang merasa kesal.


"Aku yakin malam itu Aku dan Maya tidak melakukan apapun, itu hanya jebakan Maya saja" gumam Denis, yang begitu yakin apalagi setelah mendengar Maya punya selingkuhan dari Alan. rasa cinta Denis untuk Maya pudar begitu saja.


Sekarang yang Denis harus lakukan adalah, berusaha mendapatkan hati Istrinya dan meninggalkan Maya.


"Ada yang mau kau tanyakan lagi?" tanya Denis, yang semakin mempererat pelukannya.


"Tidak, tapi Kamu membuatku sesak nafas kalau Kamu memelukku dengan begitu erat seperti ini" protes Risa, yang kini sudah mulai berbicara dengan nada lembut.


Denis melepaskan Risa dari pelukannya.


"Selama ada Aku disampingmu, Kamu tidak akan merasa sesak nafas karena nafas buatanku selalu siaga untukmu" kata Denis, yang kembali menggoda istrinya.


Risa kembali melirik Denis dengan lirikan tajam.


"Tapi nafas buatanmu tidak akan membuatku kenyang, sekarang Aku lapar jadi ayo kita turun untuk sarapan" jawab Risa, yang langsung bangun dari tempat tidurnya.


Denis tersenyum pada Risa.


"Risa... Risa kamu benar-benar membuatku gila" gumam Denis.


"Baiklah, pagi ini Aku yang akan memasakkan sarapan untukmu" kata Denis, yang sudah bangun dari tempat tidurnya juga.


"Ntah mengapa pagi ini, Denis begitu beda dari Denis yang dulu Aku kenal" gumam Risa.


"Berhentilah tersenyum padaku seperti itu, atau Kamu akan jatuh cinta lebih dulu padaku!" Denis meledek Risa.


"Bukankah Kamu sudah jatuh cinta lebih dulu dariku?" kata Risa, yang tidak mau kalah dari Denis.


Denis hanya mencubit pipi Risa dengan pelan.


"Memang apa salahnya, jika Aku mencintaimu lebih dulu? Kamu inikan Istriku" jawab Denis, yang memang benar kalau Risa adalah istrinya.


Risa berjalan lebih dulu meninggalkan Denis.


"Kamu tidak bisa jawabkan" kata Denis.


"Risa, jawab" pinta Denis.


Berbagai perkataan keluar dari mulut Denis, namun Risa hanya berjalan sambil menyembunyikan perasaannya yang pagi ini sebenarnya sangat bahagia sekali.


Didapur


Denis langsung mengangkat Risa, untuk duduk dimeja dapur, lalu Denis sekarang sedang sibuk memasak untuk membuat sarapan.


"Kamu mau masak apa?" tanya Risa.

__ADS_1


"Aku mau masak mie instan" jawab Denis.


"Biar Aku saja yang masak, masa pagi-pagi makan mie instan" protes Risa.


"Diamlah, biarkan suamimu ini fokus dalam memasak" jawab Denis, yang sedang mengaduk-aduk mie instan yang sudah dimasukkan dalam panci.


Risa hanya terdiam sambil memperhatikan suaminya.


"Dasar Aku kira Serigala buas ini mau masak apa tadi? ternyata hanya membuat mie instan" gumam Risa, sambil memperhatikan suaminya.


Setelah beberapa menit, mie instan sudah jadi kini Denis membawa mie instan yang buatnya ke meja makan, setelah menaruh mie instannya Denis kembali ke dapur lalu mengangkat Risa menuju meja makan.


"Den, turunkan Aku!" pinta Risa.


"Aku akan menurunkanmu, setelah sampai dimeja makan" jawab Denis.


Setelah sampai dimeja makan, Denis langsung menarik kursi lalu mendudukan Risa dikursi yang dirinya tarik barusan.


Risa melihat hanya ada satu mangkok mie saja, membuat Risa bingung dan akhirnya bertanya.


"Den, mana mie Aku?" tanya Risa.


Denis tersenyum penuh arti pada Risa.


"Aku sengaja membuat hanya 1 mangkok, Aku mau kita makan satu mangkok berdua" jawab Denis, yang tentunya punya maksud lain.


Risa mulai naik darah, namun Risa menuruti aja apa mau Suaminya saat ini. akhirnya mereka menikmati satu mangkok mie berdua.


Denis menyuapkan mie ke mulut Risa, lalu Denis juga ikut makan yang masuk kedalam mulut Risa, Denis sengaja melakukannya untuk mengingatkan waktu dulu mereka berciuman gara-gara mie instan.


Kini jarak wajah mereka hanya beberapa centi, dengan cepat Denis langsung melahap mienya akhirnya tepat kena bibir Risa.


Denis langsung menarik tekuk leher Risa, lalu ******* bibir Risa dengan begitu kasar, tangan Risa merangkul leher Denis.


"Eemmhhh...." desahan dari mulut mereka berdua, yang saling menikmati ciuman panas pagi ini.


Denis langsung menggendong Risa, lalu merebahkan tubuh Risa di sofa, Denis melanjutkan ciumannya dengan posisi Risa berada dibawahnya.


Desahan demi desahan keluar dari mulut keduanya, sampai beberapa menit kemudian Denis melepaskan ciumannya. lalu membersihkan bibir Risa dengan jarinya.


Risa langsung membenarkan posisinya menjadi duduk, Denis tanpa meminta izin dari Risa langsung merebahkan kepalanya dipaha Risa.


"Ciumanmu sudah lumayan lebih baik" kata Denis, sambil mengelus-elus tangan Risa lalu menciumnya.


Risa hanya terdiam, karena sedang mengatur nafasnya yang masih belum teratur.


"Ris, Aku mau kita punya Anak secepatnya" kata Denis, dengan begitu serius.


"Apa Aku harus setuju dengan kemauan Denis" gumam Risa.


Kini Risa sedang memikirkan perkataan Denis.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2