Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
130.Gonta-ganti wanita.


__ADS_3

Alan memakaikan sandal pilihan Panji, dikaki Ayumi. setelah memakaikan sandal dikaki Ayumi Alan langsung bertanya pada Ayumi.


"Apa ini sandal pilihanmu?" tanya Alan sambil melihat wajah cantik Ayumi.


"Bukan, ini pilihan Panji." jawab Ayumi dengan begitu jujur.


Tanpa meminta persetujuan dari Ayumi, Alan langsung melepaskan sandal yang ada dikaki Ayumi.


"Kenapa dilepas? Aku kan suka dengan sandalnya." protes Ayumi dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Ini jelek, Aku tidak suka, Biar Aku saja yang pilihkan." kata Alan yang langsung bangun dari tempat duduknya.


Sekarang Alan sedang mencari sandal yang cocok untuk Ayumi menurut Alan. setelah menemukan sandal yang cocok untuk Ayumi Alan langsung kembali ke tempat Ayumi sedang duduk menunggunya.


Ayumi hanya terdiam.


"Kenapa sih Dia selalu semaunya sendiri?" gumam Ayumi.


Alan tiba-tiba langsung menundukkan tubuhnya, kini Alan sudah berjongkok tepat di depan Ayumi.


"Pakailah ini, ini pilihanku." kata Alan sambil memakaikan sandal pilihannya di kaki Ayumi.


Setelah memakaikan sandal pilihannya, Alan langsung menyuruhku Ayumi untuk berdiri.


"Berdirilah!" pinta Alan.


Ayumi langsung berdiri, namun karena Ayumi tiba-tiba kehilangan keseimbangannya kini Ayumi hampir terjatuh, untung ada Alan yang langsung menangkapnya hingga Ayumi terjatuhnya dipelukan Alan.


Kini mata mereka saling menatap satu sama lain, melihat mata Ayumi begitu indah dan bibir Ayumi yang begitu munggil, Alan hampir saja mencium bibir Ayumi.


Ayumi mulai memejamkan matanya.


"Apa-apaan ini? Apa terbuai karena ketampanannya?" gumam Ayumi.


Alan sudah menelan ludah dengan begitu kasar.


"Apa Aku harus melakukannya? sungguh bibirmu membuatku ingin memakanmu." gumam Alan.


Bibir Alan sudah hampir mencium bibir Ayumi, namun Ayumi tiba-tiba bersin.


"Hacim......." Ayumi bersin tiba-tiba.


"Daripada laki-laki menyebalkan ini menciumku, lebih baik Aku pura-pura bersin saja." gumam Ayumi setelah bersin.


Alan langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Ayumi, lalu Alan membenarkan posisi Ayumi. kini Ayumi sudah berdiri tegak didepan Alan, karena takut terjatuh lagi akhirnya Ayumi memegang tangan Alan.


"Apakah cantik?" tanya Ayumi pada Alan.


"Iya cantikan pilihanku daripada pilihan Anak kecil tadi." kata Alan yang dimaksud adalah Panji.


Akhirnya Alan membelikan sandal pilihannya untuk Ayumi, lalu membayarnya setelah selesai dengan urusan sandal, kini Alan mengajak Ayumi nonton berdua.


"Gadis bodoh... ayo nonton berdua." ajak Alan.


"Hey manusia siluman, namaku Ayumi Larasati." tegas Ayumi pada Alan.


"Iya iya baiklah, Nona Ayumi ayo kita nonton berdua." kata Alan dengan begitu lembut.


"Baiklah, ayo." jawab Ayumi.


Akhirnya mereka berdua pergi nonton berdua.

__ADS_1


Didalam Bioskop.


Alan dan Ayumi duduk dipojokan, dan kebetulan malam ini bioskop sepi pengunjung ya menurut Alan ini hal yang baik apalagi malam ini mereka nonton film romantis.


Ayumi dan Alan sama-sama fokus melihat flimnya, adegan demi adegan mereka lihat dengan baik.


Dan kini adegannya ciuman, Ayumi langsung mengingat kejadian tadi waktu ditoko sandal sedangkan Alan langsung menelan ludahnya dengan begitu kasar.


Ayumi melihat flimnya, sambil tersenyum malu.


"Aduh kenapa flimnya bikin Aku terbuai sih?" gumam Ayumi.


Melihat adegan ciuman.


"Adegannya bikin Aku kepanasan, pada sudah ada AC." gumam Alan.


Kini keduanya tiba-tiba saling menatap, namun keduanya menjadi salah tingkah.


"Al..., Kita tidak usah lanjutin nonton film aja yuk." kata Ayumi.


"Ta...Pi ini sudah dipertengahan flimnya." jawab Alan terbata-bata.


"Sudahlah Aku tidak mau melanjutkan nonton filmnya lagi." kata Ayumi.


Akhirnya mau tidak mau, keduanya langsung keluar dari bioskop. lalu keduanya langsung menuju ke buah taman yang begitu indah.


Ditaman


Ayumi dan Alan duduk berdampingan sambil melihat indahnya pemandangan yang ada ditaman tersebut.


"Yum, bagaimana hubunganmu dengan Levin?" tanya Alan tiba-tiba.


"Apa Kamu sudah melihat ke brengsekkannya Dia?" tanya Alan sambil melihat wajah Ayumi.


Ayumi terdiam mencerna pertanyaan dari Alan, lalu Ayumi kembali bertanya pada Alan.


"Maksudmu?" tanya Ayumi.


"Aku hanya bertanya saja." jawab Alan.


"Apa Kamu sudah tahu tentang ke brengsekkan Levin?" tanya Ayumi penasaran.


"Aku sudah tahu." jawab Alan.


"Kapan Kamu mengetahuinya?" tanya Ayumi.


"Sudah lama, waktu itu Aku tidak sengaja melihat Dia di bar." jawab Alan.


"Apa Kamu pergi ke bar? tanya Ayumi.


Flashback.


Waktu itu Alan sedang berada diluar rumah, namun tanpa sengaja Alan melihat Levin dengan seorang wanita, lalu Alan mengikutinya diam-diam dan ternyata Levin dan wanita tersebut pergi menuju ke bar.


"Bukankah itu Levin, laki-laki yang disukai Ayumi, lalu siapa wanita yang bersamanya?" tanya Alan pada diri sendiri.


Karena merasa sangat penasaran, akhirnya Alan diam-diam mengikuti Levin. Alan juga mengambil foto mereka secara diam-diam.


"Lihat saja, Aku akan segera memberitahukan pada Ayumi sebrengsek apa dirimu." kata Alan dengan raut wajah yang begitu kesal.


Levin memberhentikan mobilnya disebuah bar, Levin dan wanita tersebut langsung masuk kedalam bar, Levin dan Wanita tersebut minum berdua sama mabuk, bahkan Levin dan Wanita itu melakukan beberapa adegan yang tidak senonoh Alan langsung melihatnya sendiri.

__ADS_1


"Dasar laki-laki brengsek, Aku tidak akan membiarkan Ayumi untuk bersama denganmu." kata Alan sambil mengepalkan kedua tangannya.


Alan terus memperhatikan Levin dan wanita yang bersamanya, setelah mereka mabuk Levin langsung membawa wanita itu kesebuah hotel yang ada didekat bar tersebut.


Lagi-lagi Alan terus mengikutinya.


"Benar-benar brengsek Kamu Vin, Aku tidak akan membiarkan Ayumi untuk bersamamu." kata Alan yang kembali menahan amarahnya.


Alan juga sudah mengambil beberapa foto Levin dan wanita itu, untuk ditunjukkan pada Ayumi.


Setelah Levin dan wanita itu, masuk ke dalam hotel. Alan langsung pergi dari hotel tersebut.


Off flashback.


Ayumi terus melihat Alan sambil mendengarkan cerita Alan dengan baik, lalu Ayumi membuka tasnya mengambil ponsel yang ada di dalam tasnya.


"Apakah ini wanita yang kamu lihat?" tanya Ayumi sambil memperlihatkan foto Levin dengan seorang wanita waktu diperpustakan.


Alan melihat foto tersebut, lalu Alan menjawab pertanyaan Ayumi.


"Bukan Yum, wanita yang bersama Levin di bar waktu itu bukan Dia." jawab Alan.


Alan mengambil ponselnya dari saku celananya, lalu menujukan foto wanita yang bersama Levin waktu di bar.


"Lihatlah, Foto wanita yang ada diponselmu beda dengan foto wanita yang ada diponselku." kata Alan sambil menunjukkan foto Levin dan wanita yang waktu di bar bersamanya.


Ayumi hanya menggelengkan kepalanya, kali ini Ayumi merasa tidak percaya karena Levin laki-laki yang selama ini dikenalnya adalah laki-laki baik, ternyata Levin adalah laki-laki brengsek yang suka gonta-ganti wanita bahkan Levin suka membawa seorang wanita ke hotel.


"Apa bukti ini sudah cukup?" tanya Alan.


"Lebih dari cukup, setidaknya Aku tidak termakan dengan rayuan manisnya." jawab Ayumi.


Ayumi terdiam.


"Benar kata Risa mending laki-laki yang menyebalkan daripada laki-laki brengsek." gumam Ayumi.


"Kenapa Kamu diam?" tanya Alan pada Ayumi.


"Aku hanya menyesal, karena Aku sudah menyukai laki-laki yang salah." kata Ayumi yang mulai meneteskan air matanya.


Alan langsung menghapus air mata Ayumi dengan jari telunjuknya, lalu bilang pada Ayumi.


"Kamu tidak pantas menangis laki-laki brengsek seperti Levin." kata Alan yang langsung menarik Ayumi kedalam pelukannya.


Kini Ayumi sudah berada dipelukan Alan.


"Rasanya nyaman sekali." gumam Ayumi yang berada dipelukan Alan saat ini.


"Mulai sekarang belajarlah menyukaiku!" kata Alan sambil mencium rambut Ayumi yang begitu wangi.


Ayumi langsung melihat wajah tampan Alan, sambil memikirkan perkataan Alan.


"Tapi...." kata-kata Ayumi terpotong.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Maaf ya kakak semuanya, Authornya lagi kurang sehat jadi up nya suka telatπŸ™


Tapi Author tetap usahakan sehari up 2 episode πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2