Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
177.Jadi Kambing Hitam.


__ADS_3

Apa menjodohkan Panji dengan Alya, Kamu bilang." jawab Denis sambil menggelengkan kepalanya.


Alan terus melajukan mobilnya agar segera sampai di mall, Iya biar bagaimanapun Alan yang juga cemburuan seperti Denis pikirannya takut Ayumi di gangguin sama Panji.


"Den, Lagian apa salahnya sih? Kan Alya juga belum punya pacar Panji juga masih jomblo." Bujuk Alan dengan begitu hati-hati.


"Daripada mereka kelamaan sama-sama jomblo nanti mereka karatan lagi." Canda Alan agar Denis tidak terus memasang wajah kesalnya terus.


Iya jelas kesalah, Biar bagaimanapun Panji pernah suka dengan Risa wanita yang saat ini sudah sah menjadi Istrinya.


"Menyetirlah yang benar, Aku tidak mau mati muda." Omel Denis yang mengabaikan candaan Alan.


"Aku juga mau hidup bodoh!" Cetus Alan.


Sesampainya di mall Alan langsung memarkirkan mobilnya, Lalu setelah memarkirkan mobilnya Denis dan Alan langsung turun dari mobil.


Kini keduanya langsung masuk ke dalam mall tersebut.


Denis mengirim pesan kepada Risa.


Kamu dimana?


Risa membalas pesan Denis.


Aku dilantai dua, Sedang makan.


Denis membaca pesan Risa, Lalu Denis langsung mengajak Alan menuju ke lantai dua.


Sesampainya dilantai dua Denis langsung melihat sosok Risa yang sedang menikmati makanannya.


"Itu mereka." Kata Denis sambil melihat kearah Risa dan teman-temannya duduk.


"Enak ya, Satu laki-laki dikelilingi tiga wanita." Cetus Alan dengan tatapan kesalnya.


Denis dan Alan langsung menuju ke tempat Risa, Melihat Denis datang Risa langsung berhenti makan.


Kini Denis duduk disebelah Risa, Sedangkan Alan duduk disebelah Ayumi.


"Lanjutkan makannya!" Suruh Denis.


Risa langsung melanjutkan makannya, Sedangkan Panji terus melihat kearah Risa.


"Jaga matamu!" Sindir Denis.


"Dasar suami cemburuan!" Cetus Panji, Sambil melirik Denis.


Risa melihat kearah Denis, Lalu berkata pada Denis.


"Panji tidak akan mau denganku, Apalagi Aku sedang hamil." Kata Risa pada Denis.


"Iya Panji, Lebih cocok dengan Alya." Sambung Ayumi.


Alya yang minum hampir saja tersedak.


"Hey, Kenapa selalu Aku yang dijadikan kambing hitam sih." Omel Alya yang tidak terima namanya dibawa-bawa.


Kini Risa dan Ayumi saling melempar tawa, Sedangkan Denis terus menatap Panji agar tidak melirik Istrinya.


"Kalian kan sama-sama jomblo, Jadi kalian itu cocok." Timpal Alan.


Panji langsung menatap kearah Alan dengan tatapan begitu kesal.


"Apa kalian sedang menjodohkanku?" Tanya Panji tidak percaya pada Alan dan Ayumi.


Kini Alan dan Ayumi sama-sama mendukung Panji dan Alya agar mereka pacaran, Padahal mereka baru kenal kemarin tapi karena status mereka sama-sama jomblo, Jadi ya apa salahnya dijodohkan saja.


"Daripada jadi jomblo akut, Nanti karatan loh Pan." Ledek Alan dengan senyum menyebalkannya.


"Biarkan saja Dia karatan!" Cetus Denis.


"Sudah-sudah, Kalian sama saja! Lebih baik Aku pulang saja." Kesal Panji pada semuanya.


"Aku lebih suka laki-laki yang kuat bukan yang lemah seperti Dia." Cetus Alya tiba-tiba.

__ADS_1


Panji langsung menatap Alya dengan tatapan seperti ingin menerkam mangsanya, Kini Panji terus menatap Alya dengan begitu membunuh.


"Berhentilah menatapku seperti itu! Dasar laki-laki Lemah." Omel Alya.


"Kamu bilang Aku lemah," Jawab Panji tidak terima.


"Sudah-sudah, Kalian ini berdebat mulu." Lerai Denis yang langsung bangun dari tempat duduknya.


"Risa, Alya, Ayo pulang!" Ajak Denis.


"Tapi Kak, Aku mau jalan-jalan." Rengek Alya.


"Tidak ada jalan-jalan, Pulang sekarang!" Kesal Denis.


Akhirnya Risa,Alya dan Denis langsung pulang, Sedangkan Alan, Ayumi dan Panji masih duduk.


Risa dan Alya langsung masuk ke dalam mobil, Lalu Denis segera melajukan mobilnya menuju kerumahnya.


Kini Panji hanya diam, Ayumi juga hanya fokus dengan makannya.


"Panji!" Panggil Alan.


"Iya Kak kenapa?" Tanya Panji.


"Alya cantik,Kamu tidak berniat mendekatinya?" Tanya Alan pelan.


"Sudahlah Kak, Aku tidak tertarik dengannya." Tegas Panji pada Alan, Yang tidak mau membahas tentang Alya lebih lanjut.


"Yum, Aku pulang duluan ya." Pamit Panji pada Ayumi.


Panji langsung pergi meninggalkan Alan dan Ayumi, Kini hanya tinggal Alan dan Ayumi saja dimeja tempat mereka makan.


"Semuanya pada pulang." Keluh Ayumi.


"Baguslah, Jadi Kita bisa pacaran." Goda Alan dengan genit.


"Dasar Kamu ini!" Omel Ayumi pada Alan.


Akhirnya setelah makan Alan mengajak Ayumi jalan-jalan, Bahkan Alan juga mengajak Ayumi berbelanja.


Dikamar Alya.


Alya duduk dikursi meja rias, Kini rasanya sangat kesal sekali pada Denis.


"Kak Denis ih, Orang mau jalan-jalan malah disuruh pulang." Kesal Alya sambil terus menggerutu.


"Lagian mereka juga nyebelin, Selalu saja Aku dijadikan kambing hitam, Baru berapa hari kuliah sudah ngajak ribut semuanya." Kesal Alya lagi sambil terus memayunkan bibirnya.


Dikamar Denis.


Denis langsung menarik Risa ke dalam pelukannya, Karena merasa sesak Risa berusaha melepaskan pelukan Denis dari tubuhnya.


"Kamu membuatku sesak nafas!" Kesal Risa sambil berusaha melepaskan pelukannya dari tubuh Denis.


Denis terus mempererat pelukannya, Hingga membuat Risa terkunci tidak bisa keluar dari pelukannya.


"Jika Kamu sesak nafas, Aku akan memberikan nafas buatan untukmu." Bisik Denis ditelinga Risa.


"Jika Kamu terus memelukku seperti ini, Nanti Sih Ucil Kita juga bisa sesak nafas, Nanti kalau Dia kenapa-kenapa bagaimana?" Risa menakuti-nakuti Denis.


Dengan cepat Denis langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Risa, Karena takut Bayi ada didalam perut Risa kenapa-kenapa.


Denis langsung menundukkan kepalanya, Lalu mengelus perut Risa.


"Maaf ya Nak, Papa tidak akan mengulanginya lagi." Sambil mengelus perut Risa Denis langsung meminta maaf pada sang jabang bayi.


Kini Risa hanya berusaha menahan tawanya.


"Den, Kamu lucu sekali padahal mah sih Ucil tidak akan sesak nafas, hanya saja Mamanya yang menolak dipeluk." Gumam Risa yang diiringi dengan tawa jailnya.


Risa mengusap rambut Denis, Lalu Denis bangun kini Denis sudah berdiri dihadapan Risa, Risa juga langsung mengalungkan tangannya dileher Denis.


Dengan tatapan yang begitu penuh cinta, Denis langsung mencium bibir Risa, Risa juga membalas ciuman Denis.

__ADS_1


Kini keduanya saling berperang di dalam selimut, ntah apa yang Denis dan Risa lakukan, yang intinya mereka sama-sama menikmati permainannya di dalam selimut.


Panji.


Panji berjalan menuju ke kamarnya, Namun tiba-tiba Orangtuanya memanggilnya.


"Panji, Kemarilah Nak!" Panggil Papa Pandu.


"Iya Pa." Jawab Panji langsung menuju ke sofa tempat kedua Orangtuanya sedang duduk.


Mama Anita tersenyum pada Panji, Kini pikiran Panji sudah kemana-mana.


"Tumben Mama dan Papa memanggilku."Gumam Panji.


"Pan, Apa Kamu sudah punya kekasih?" Tanya Papa Pandu dengan tatapan begitu serius.


"Eemmhh, Memangnya kenapa Pa?" Bukannya menjawab Panji malah balik bertanya.


Papa Pandu dan Mama Anita, Kini mereka berdua saling menatap.


"Jawab saja dulu Pan!" Pinta Mama Anita dengan lembut.


Panji masih terdiam,Lalu Mama Anita berkata pada Panji.


"Pan, Kamu itu sudah dewasa, Sebentar lagi juga Kamu lulus kuliah." Jelas Mama Anita.


Panji semakin bingung sebenarnya, Apa yang mau Mamanya bicarakan pada dirinya?


"Iya terus Ma?" Tanya Panji penasaran.


"Iya terus, Kamu segeralah menikah!" Tegas Papa Pandu.


Panji hanya terdiam, Kini pikirannya semakin bingung, Mau menikah dengan siapa? Panji saja masih berstatus jomblo.


"Ma, Panji masih pingin fokus kerja dulu setelah lulus kuliah." Panji mencoba memberikan alasan yang tepat.


"Pan, Kamu tinggal meneruskan perusahaan Papa, Yang penting itu Kamu segera mencari calon Istri!" Tegas Papa Pandu pada Panji.


Panji hanya terdiam, Lalu tiba-tiba Mama Anita mengatakan sesuatu pada Panji yang membuat Panji sangat kaget.


"Pan, Mama sudah mencarikan jodoh buat Kamu." Kata Mama Anita tiba-tiba.


Panji langsung ternganga mendengar perkataan Mamanya, Kini otaknya sudah berpikir macam-macam.


"Apa Aku ini tidak laku, Sampai Mama harus mencarikan Aku jodoh?" Batin Panji sambil meratapi nasibnya.


"Tapi Ma...." Kata-kata Panji terpotong.


"Tidak ada tapi-tapi, Kalau Kamu tidak mau dijodohkan, Cepat bawa kekasihmu kerumah!" Pinta Mama Anita dengan tegas.


Panji hanya terdiam, Kini Panji benar-benar berpikir keras, Iyalah Panji masih berstatus jomblo wanita mana yang mau dikenalkan sama kedua Orangtuanya?


"Ma, Tunggu sampai Panji lulus kuliah!" Panji mencoba bernegosiasi sama Mamanya.


"Tidak ada, Pokoknya secepatnya harus dibawa kerumah! Kalau tidak terpaksa Kamu akan Mama jodohkan dengan Anaknya teman Mama." Tegas Mama Anita yang tidak menerima negosiasi dari Panji.


"Pak, Katakan pada Mama, Panji belum ingin menikah!" Rengkek Panji pada Papa Pandu.


"Pan, Kita ini sudah ingin menimang cucu." Jawab Papa Pandu dengan tegas.


Bukannya dibantuin bicara dengan Mamanya, Kini Papa Pandu malah sudah ngomongin cucu, Yang membuat Panji hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Mama dan Papa begitu kompak." Gumam Panji dengan raut wajah yang begitu lesu.


"Mama kasih waktu satu minggu, Pokoknya Kamu harus segera kenalkan kekasihmu pada Mama dan Papa." Kata Mama Anita dengan tegas.


Panji hanya terdiam pasrah, Lalu langsung pergi menuju ke kamarnya.


Sesampainya dikamar, Panji langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur.


"Satu minggu harus bawa kekasih kerumah? Mau cari pacar dimana Aku?" Pikir Panji.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2