
Jam 7 malam kemudian, Risa terbangun dari tidurnya namun merasakan sakit dibagian sl*k**gannya.
"Ahh sakit...." rintih Risa.
Risa berniat menjunu ke kamar mandi, namun buat jalan rasanya sakit sekali.
"kenapa buat jalan susah sekali?" kata Risa, sambil merintih kesakitan.
Denis membuka matanya, lalu bertanya pada Risa.
"Kamu mau kemana?" tanya Denis, yang melihat Risa beranjak dari tempat tidurnya.
"Aku mau ke kamar mandi, tapi ini sakit sekali untuk berjalan" jawab Risa, sambil menunjukkan bagian yang sakit.
Denis tertawa karena merasa begitu senang.
"Itu karena Kamu baru pertama kalinya, terus Aku melakukannya agak kasar jadi sakit" Denis berusaha memberi pengertian pada Risa.
"Tau akan sesakit ini dan membuatku susah berjalan, tadinya Aku menolak saja untuk melakukannya" protes Risa.
"Tapi Kamu tadi begitu menikmati permainanku" Ledek Denis, dengan nada menggoda.
"Sekarang Aku malu sekali" gumam Risa.
Denis beranjak dari tempat tidurnya dengan keadaan masih telanjang.
"Den, pakailah bajumu dulu" pinta Risa.
"Tidak usah, lagian ini juga sudah menjadi milik Kamu" jawab Denis, sambil menunjukkan miliknya pada Risa.
Risa hanya terdiam.
"Iyalah milikku awas saja jika Kamu sampai membaginya dengan sih Maya wanita murahan itu, Aku akan mencabik-cabikmu nanti" gumam Risa.
"Ayo Aku antar Kamu ke kamar mandi" kata Denis, yang langsung mengangkat tubuh Risa untuk menuju ke kamar mandi.
Dikamar mandi Denis langsung menurunkan Risa, lalu Denis berdiri sambil menunggu Risa.
"Kamu keluarlah Aku malu" pinta Risa.
Bukannya keluar Denis malah tertawa.
"Untuk apa malu? Aku ini suamimu" jawab Denis, dengan nada tegas.
Risa yang sedang mandi, Akhirnya Denis ikut mandi juga, sekarang mereka mandi bersama.
"Aturan kita lakukan ini, waktu malam pertama kita dulu" kata Denis, yang kini sedang menyabuni tubuh Risa.
"Waktu malam pertama kan beda lagi ceritanya" jawab Risa, yang kini juga sedang meyabuni tubuh Denis.
Setelah selesai ritual mandi bersama, keduanya keluar dari kamar mandi.
"Dingin sekali" kata Risa.
"Nanti Aku hangatkan" saut Denis.
__ADS_1
Risa menatap Denis dengan tatapan kesal.
"Hangatkan?" tanya Risa.
"Iya Aku hangatkan, dijamin Kamu tidak akan kedinginan lagi" jawab Denis, sambil mengedipkan satu matanya.
Risa memilih tidak menanggapi perkataan Denis, setelah berganti pakaian Risa duduk ditepi ranjang.
"Kok masih perih ya" keluh Risa.
Denis menghampiri Risa, yang sedang duduk ditepi ranjang.
"Coba Aku cek" kata Denis, yang langsung membuka sl*k*ngannya Risa untuk mengecek bagian sensitif Risa.
Karena Risa malam ini pake baju tidur yang model rok itu membuat Denis dengan mudah untuk melancarkan aksinya.
"Maaf Risa, Aku akan mengajaknya bermain lagi malam ini" gumam Denis.
Denis meneliti bagian sensitif Risa dengan begitu teliti, disaat Risa lengah Denis malam memainkan jarinya dibagian sensitif Risa.
Risa yang tidak tau apa yang sedang Denis lakukan, tiba-tiba mendesah keenakan.
"Ahhh ahhhcchhh... Den apa yang sedang kamu lakukan?" tanya Risa, yang diiringi dengan desahan dari mulutnya.
"Aku hanya memberikanmu sedikit kenikmatan sayang" jawab Denis, yang terus melakukan aksinya.
Denis terus memainkan jarinya hingga Risa menjatuhkan tubuhnya diatas kasur, kini Risa
merasa kelimpungan karena ulah Suaminya.
Denis memberhentikan aksi jarinya, kini Denis langsung membenamkan wajahnya dibagian sensitif Risa, bibir Denis bermain-main dengan penuh kenikmatan.
"Den, kamu mau apa?" tanya Risa, yang terus mengeluarkan desahannya dari mulutnya.
Denis menghentikan aktivitasnya, lalu menjawab pertanyaan dari Risa.
"Adik kecilku minta lagi, katanya tadi masih kurang" jawab Denis, yang langsung kembali dengan aksinya.
Setelah puas dengan aksinya, tanpa meminta persetujuan dari Risa. Denis langsung memasukkan miliknya ke milik Risa.
Denis masih agak kuwalahan, karena ternyata milik Risa masih agak sempit biarpun tidak sesempit pertama kalinya.
Dengan usahanya akhirnya milik Denis masuk dengan sempurna kedalam milik Risa.
Denis mulai mengeluar masukan miliknya dengan begitu cepat.
"Ahhh... ahhhcchhh..ahh.." desahan dari mulut keduanya.
Dengan cepat Denis langsung menutup mulut Risa dengan ciuman yang begitu panas, membuat aksi Denis malah ini membuat Risa begitu kuwulahan.
Denis terus menghentak-hentakan miliknya agar lebih masuk kedalam milik Risa, bibir Denis terus ******* bibir Risa.
Malam ini Risa benar-benar dibuat kuwulahan dan kelimpungan oleh suaminya.
Denis melepaskan ciumannya dari bibir Risa, kini Risa kembali mengeluarkan desahan dan erangan Karena ulah Denis.
__ADS_1
"Sayang, tahan Aku sudah mau keluar!" pinta Denis, yang kini terus menghentakan miliknya semakin kencang.
"Ahhh ahhhcchhh... Denis..." rintih Risa, sambil memanggil nama Denis.
Setelah beberapa menit, akhirnya Denis mengeluarkan cairan hangatnya ke dalam rahim Risa.
Kini Denis sudah merasa lega, nikmat, Denis langsung mencabut miliknya dari bagian sensitif Risa.
Risa sudah merasa lemas, karena ulah suaminya. Denis langsung menjatuhkan tubuhnya disamping Risa.
Denis langsung menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya dan dirinya.
"Kamu curang" kesal Risa, dengan nada lemas.
"Aku tau jika Aku meminta padamu lagi, pasti Kamu akan menolaknya jadi aku berbuat curang" jawab Denis, sambil mencium kening Risa.
Risa terdiam.
"Kamu kenapa?" tanya Denis.
"Aku memikirkan kuliahku besok" jawab Risa.
"Kamu ambil cutti dulu, lagian itu bekas merah dilehermu juga masih terlihat jelas" kata Denis, lagian Denis juga Istrinya pasti sangat lelah.
"Baiklah" jawab Risa pasrah.
"Tunggu, apa Aku akan hamil besok?" tanya Risa dengan begitu polosnya.
"Dasar bodoh, kita saja baru bikin malam ini ya tidak mungkin besok jadi Clarissa" jawab Denis, yang merasa kesal karena pertanyaan bodoh dari istrinya.
"Lalu kalau Aku hamil bagaimana?" tanya Risa lagi, dengan wajah yang begitu polosnya.
Denis merasa kesal, namun Denis juga harus mengerti Risa belum pernah pacaran dan mungkin Risa belum paham akan masalah seperti ini.
"Pertanyaan macam apa ini?"
"Clarissa, kalau Kamu hamil Aku akan bertanggung jawab" jawab Denis, yang berusaha menahan rasa kesalnya.
Risa tertawa mendengar jawaban dari Denis.
"Iyalah Kamu yang harus bertanggung jawab, Kamu kan yang menanamnya" kata Risa, sambil tertawa.
"Clarissa....."
"Aku hanya mengerjaimu Den, agar kamu merasa kesal" kata Risa, yang kini sudah tertawa lepas.
"Awas Kamu ya..." anacam Denis.
"Mana mungkin Aku sebodoh itu Suamiku" kata Risa, sambil menjulurkan lidahnya kearah arah Denis.
Malam ini hanya ada ke bahagian diantara mereka, setelah selesai dengan candaan mereka.
Kini mereka langsung tertidur saling berpelukan.
Bersambung.
__ADS_1