
Setelah selesai makan dikantin Ayumi dan Risa langsung pulang, Risa langsung berpamitan dengan Ayumi karena Denis sudah menunggunya.
"Yum, Aku pulang dulu soalnya Suamiku sudah menungguku." pamit Risa pada Ayumi.
"Sekarang Kita tidak bisa sebebas dulu ya Ris, apalagi Kamu sudah menikah jadi Kita jarang sekali jalan berdua." kata Ayumi sambil memayunkan bibirnya.
Risa langsung menarik Ayumi kedalam pelukannya, lalu Risa berkata pada Ayumi.
"Makanya Kamu pacaranlah dengan Sekertaris Alan, biar Kita bisa sering-sering kencan ganda." kata Risa yang diiringi dengan tawa jailnya.
"Dasar Kamu ini, sana pulang!" Ayumi mengusir Risa secara halus.
Risa melepaskan Ayumi dari pelukannya, tiba-tiba Panji datang menghampiri Ayumi dan Risa.
"Kalian belum pulang?" tanya Panji pada Risa dan Ayumi.
"Belum, Kamu darimana saja sih Pan?" tanya Risa tanpa melihat kearah Panji.
Panji bergumam, sambil melihat Risa.
"Kenapa sih? Risa bicara tanpa melihatku?"
"Ris, kalau bicara itu lihat orangnya." Panji menyuruh Risa untuk melihat kearahnya.
"Aku tidak bisa Pan, atau Suamiku akan menghukumku nanti kalau melihatmu lebih dari tiga detik." kata Risa pada Panji.
Mendengar perkataan Risa, kini Ayumi dan Panji saling melempar tawa, menurut mereka itu suami Risa sangat konyol sekali.
Ayumi terus tertawa.
"Dasar suami Risa itu ya ada-ada saja masa ngelarang Risa melihat Panji lebih dari tiga detik." gumam Ayumi.
Panji terus tertawa.
"Dasar suami cemburu sampai segitunya." gumam Panji.
"Kalian berhentilah tertawa." omel Risa.
Akhir Ayumi dan Panji berhenti tertawa, lalu Risa berpamitan dengan mereka berdua.
"Aku duluan ya, takut Denis berubah jadi singa ntar Aku kuwalahan." pamit Risa pada Ayumi dan Panji.
"Iya baiklah, Kamu hati-hati." jawab Ayumi.
"Ris, bilang pada suamimu Aku masih setia menunggu jandamu." kata Panji pada Risa.
"Sudahlah Pan, lupakan itu Dia tidak akan membuatku menjadi janda." jawab Risa.
Risa langsung pergi meninggalkan Ayumi dan Panji, sedangkan Panji dan Ayumi akhirnya pergi jalan bareng.
"Pan, ayo jalan bareng." ajak Ayumi.
"Boleh, Aku juga jenuh dirumah mulu jadi apa salahnya jalan berdua dengan gadis cantik sepertimu." jawab Panji sambil mencubit hidung Ayumi.
Tanpa merasa cagung, Panji langsung menggandeng tangan Ayumi.
"Ayo jalan sekarang." Ajak Panji yang sudah mengandeng tangan Ayumi.
"Bilang pada supirmu tidak usah menjemputmu, hari ini aku yang akan mengantarkanmu pulang." kata Panji.
"Iya Pan." Jawab Ayumi.
Ayumi langsung mengabari supirnya agar hari ini tidak menjemputnya.
Risa langsung menuju ketempat Denis menunggunya.
__ADS_1
"Den, Aku sudah selesai." kata Risa sambil mengetuk jendela mobil Denis.
Denis langsung turun dari mobilnya, lalu membukakan pintu mobilnya.
"Masuklah." kata Denis.
Risa langsung masuk kedalam mobil, lalu Denis langsung menutup pintu mobilnya.
"Kita mau kemana?" tanya Risa.
"Pulang saja, Aku mau menghabiskan hari ini hanya dikamar saja denganmu." kata Denis yang langsung menyalakan mesin mobilnya.
Denis langsung melajukan mobilnya kerumahnya.
Risa hanya diam.
"Sudahlah lebih baik dirumah, Aku saja sangat lelah sekali pingin tidur saja." Gumam Risa.
Setelah menempuh perjalanan yang lumayan jauh, akhirnya Denis dan Risa sampai dirumah.
Hari ini Risa dan Denis benar-benar menghabiskan waktunya berduaan dikamar.
Dari pulang kuliah setelah selesai makan, Denis langsung membawa Risa ke kamar kini Denis dan Risa hanya tiduran diatas ranjang sambil berpelukan dengan mesra.
Panji dan Ayumi.
Panji dan Ayumi langsung menuju ke sebuah pusat perbelanjaan terbesar dikotanya, hari ini mereka akan pergi makan dan berbelanja.
"Yum, beli apa saja yang Kamu mau! nanti Aku yang bayarin." Kata Panji pada Ayumi.
Biarpun Panji masih kuliah, namun Panji sudah mempunyai penghasilan sendiri jadi kalau hanya bayarin belanjaan Ayumi itu tidak akan masalah buat Panji.
"Siap dengan senang hati Aku menerimanya." Kata Ayumi dengan senyum khas dibibirnya.
Ayumi langsung mengajak Panji kesebuah toko sandal wanita.
"Iya pilih saja yang Kamu suka." Jawab Panji.
Ayumi langsung memulai memilih-milih, Panji juga ikut membantu Ayumi memilih sandal yang menurut Panji itu cocok untuk Ayumi.
"Yum ini bagus sekali, sepertinya cocok untukmu," kata Panji sambil menunjukkan sandal pilihannya.
Ayumi menerima sandal pilihan Panji, lalu Panji membantunya memakaikannya.
Tanpa sengaja ternyata Alan sedang berada dipusat perbelanjaan yang sama, Alan ingin menuju ke toko baju laki-laki. namun tanpa sengaja Alan melihat sosok Ayumi dengan seorang laki-laki.
"Bukankah itu Ayumi?" tanya Alan pada diri sendiri.
Kini Alan terus melihat kearah Ayumi, lalu pelan-pelan mendekat kearah Ayumi.
"Ayumi dengan laki-laki, tapi laki-laki itu siapa? Apa itu Levin?" Alan bertanya-tanya pada diri sendiri.
Alan hanya melihat punggung tubuh laki-laki tersebut, jadi Alan tidak tahu siapa yang sedang bersama dengan Ayumi. karena rasa penasarannya dan ingin tahunya. akhirnya Alan langsung menghampiri Ayumi dan laki-laki tersebut.
"Ayumi...." panggil Alan.
Ayumi yang belum melihat sosok Alan, Akhirnya bergumam.
"Sepertinya itu suara laki-laki menyebalkan, apa suaranya itu menghantuiku? selain orangnya sekarang suaranya juga mengikutiku." Gumam Ayumi.
"Ayumi...." panggil Alan lagi.
"Yum, ada yang memanggilmu." kata Panji.
Ayumi yang sedang diam karena pikirannya, akhirnya tersadar.
__ADS_1
"Siapa yang memanggilku?" tanya Ayumi.
"Aku yang memanggilmu." Jawab Alan.
"Apakah ini benar suara Alan?" tanya Ayumi dengan nada pelan.
Alan yang sudah duduk disamping Ayumi dan mendengar perkataan Ayumi, Alan langsung menjawabnya.
"Tentu saja suara Alan." Jawab Alan.
Ayumi langsung menengok kesebelah, ternyata Alan sudah duduk disamping.
"Dasar siluman, kapan Kamu datang?" tanya Ayumi pada Alan.
"Sedang apa Kamu dengan laki-laki ini disini?" bukannya menjawab Alan malah balik bertanya.
Ayumi menatap Alan dengan tatapan tidak suka pada Alan.
"Memangnya Kamu tidak lihat, Aku sedang jalan berduaan dengan Panji." jawab Ayumi.
"Auh...." rintih Ayumi.
Panji yang sedang memakaikan sandal yang dicoba oleh Ayumi, langsung kaget lalu bertanya pada Ayumi.
"Kenapa?" tanya Panji.
"Sakit Pan kaki Aku." kata Ayumi dengan begitu manja.
Alan menatap Panji dengan tatapan tidak suka, lalu Alan langsung turun dari tempat duduknya kini Alan sudah duduk tepat dibawah Ayumi.
"Minggirlah, biar Aku yang melakukannya!" kata Alan yang langsung mengambil alih kaki Ayumi dari tangan Panji.
Ayumi hanya terdiam, kini Ayumi hanya menyesali perbuatannya.
"Aduh Aku cuma mau buat Dia cemburu, sekarang malah jadi senjata makan tuan. lihat saja sekarang Alan yang memasangkan sandal dikakiku." Gumam Ayumi.
"Biar Panji saja yang melakukannya." kata Ayumi dengan ketus.
"Anak kecil Kamu pulanglah, Ayumi sekarang menjadi urusanku!" kata Alan sambil melihat kearah Panji.
Alan menganggap Panji sebagai anak kecil, karena usai mereka selisih sekitar 5 tahun.
Karena Panji tidak mau berurusan lebih lagi dengan Alan, akhirnya Panji mengikuti perintah Alan dan segera pulang.
"Baiklah, awas saja jika Ayumi sampai lecet Aku akan menghajarmu." kata Panji sambil mengacam Alan.
"Tidak usah kawatir, Dia akan baik-baik saja denganku." Jawab Alan.
"Tidak...tidak Panji tidak boleh pulang." kata Ayumi dengan begitu kesal.
Panji melihat kearah Ayumi, lalu menjawab perkataan dari Ayumi.
"Tidak apa-apa Yum, aku pulang saja kamu bersenang-senang dengannya." kata Panji pada Ayumi.
Ayumi melihat kearah Panji dengan tatapan memohon, namun Panji juga tidak mau berurusan lebih lama dengan Alan lagi.
"Panggil Aku Kak Alan, Anak kecil." pinta Alan dengan wajah yang begitu tegas.
"Iya Kak Alan." Jawab Panji.
Kini Panji meninggalkan Ayumi dan Alan berduaan, Panji langsung menuju ke parkiran lalu langsung pulang kerumahnya.
Sedangkan Alan langsung memanfaatkan kesempatan ini dengan baik untuk mengambil hati Ayumi.
Ntah Alan mau mengajak Ayumi kemana lagi setelah ini?
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π