
Ayumi menatap Alan dengan tatapan tidak suka, sedangkan Denis hanya menggelengkan kepalanya melihat kebodohan Alan sekarang.
"Calon kekasih?" kata Ayumi.
"Iya, karena mulai sekarang Aku akan mengejar cintamu." jawab Alan sambil menatap wajah cantik Ayumi.
Denis menggelengkan kepalanya, lalu bergumam.
"Dasar bodoh, bagaimana bisa Dia mengejar wanita dengan cara seperti ini." gumam Denis.
"Lanjutkan nanti saja urusan rumah tangga kalian, Cacing diperutku sudah demo." kata Risa yang sudah merasa sangat lapar.
"Al, cepat jalankan mobilnya! Kita makan dulu setidaknya menghadapi wanita kita juga butuh tenaga." kata Denis pada Alan.
Alan tersenyum pada Ayumi, lalu mencubit pipi Ayumi.
"Kamu menggemaskan sekali, kalau sedang cemberut seperti ini." Alan meledek Ayumi sambil mencubit pipi Ayumi.
Ayumi melirik Alan dengan lirikan tajam, sedangkan Alan langsung menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya untuk menuju restauran untuk makan.
Skip..
Sampailah mereka direstauran yang tidak jauh dari kampus Risa.
Mereka berempat sudah turun dari mobil, lalu masuk kedalam restauran. kini mereka berempat sudah duduk di salah meja pelanggan Risa duduk disebelah Denis, sedangkan Ayumi duduk sebelah Alan.
Denis sudah memesan makanan untuk mereka berempat, setelah menunggu beberapa lama akhirnya pesanan mereka semua datang.
Alan melihat kearah Ayumi, lalu berkata pada Ayumi.
"Makan dulu gadis bodoh, setidaknya untuk melawanku Kamu juga butuh tenaga." kata Alan sambil menyunggingkan senyumnya para Ayumi.
Ayumi hanya fokus dengan makannya, lalu Ayumi menjawab perkataan Alan tanpa melihat kearah Alan.
"Iya, untuk menghadapi laki-laki tidak waras sepertimu, Aku harus makan yang banyak biar tidak tumbang." jawab Ayumi.
Risa tertawa lalu meyautin jawaban Ayumi.
"Tumbang, pohon kali Yum tumbang." sahut Risa yang diiringi dengan tawanya.
"Tidak apa-apa sayang, yang penting tumbangnya kehati Alan." sambung Denis yang juga sudah ikut tertawa.
Alan melihat kearah Denis, lalu menepuk pundak Denis.
"Kamu benar Den, jatuh ke pelukanku saja Aku akan siap menangkapnya dengan senang hati." kata Alan dengan senyum genitnya.
Ayumi hampir saja memuntahkan makanannya.karena mendengar perkataan dari mulut Alan.
"Sekarang laki-laki menyebalkan ini benar-benar sudah tidak waras." gumam Ayumi.
Akhirnya mereka berempat selesei makan, kini mereka kembali menuju ke mobil.
Didalam mobil.
"Al, hari ini masih ada jadwal lain tidak?" tanya Denis.
"Hari ini tidak ada jadwal sama sekali, cuma besok pagi ada metting dengan klien dari perusahaan PT X." jawab Alan.
"Baiklah, jadi hari ini Kita tidak usah balik ke kantor lagi saja, ayo Kita pergi jalan-jalan saja berempat." kata Denis pada Alan.
__ADS_1
Dengan senang hati Alan menerima ajakan Denis.
"Siap bos." jawab Alan.
Ayumi dan Risa dengan kompak menolak untuk pergi jalan-jalan.
"Aku tidak mau jalan-jalan." tolak Ayumi dan Risa secara bersamaan.
Denis dan Alan kini menatap Ayumi dan Risa secara bersamaan, lalu Denis bertanya pada Risa.
"Terus Kamu mau kemana?" tanya Denis pada Risa.
"Dirumah saja, Aku capek." jawab Risa.
"Al, kita kerumah saja!" kata Denis pada Alan.
"Ayumi, Kamu juga ikut kerumah saja." kata Risa.
Ayumi berpikir, lalu menjawab pertanyaan Risa.
"Dirumah juga sendirian, jadi apa salahnya jika Aku ikut Risa Kerumahnya." gumam Yumi.
"Iya Ris, Aku ikut lagian Aku dirumah juga sendirian." jawab Ayumi.
"Aku temanin ya biar tidak sendirian." sahut Alan tiba-tiba.
"Tidak perlu, mending sendirian daripada nyawaku dalam bahaya." jawab Ayumi.
"Memangnya apa yang akan Alan lakukan, jika berdua dirumah denganmu." tanya Denis.
Alan melihat kearah Denis, lalu menjawab pertanyaan Denis.
"Ntahlah, Aku hanya berjaga-jaga saja." jawab Ayumi.
Risa melihat kearah Ayumi, lalu berkata pada Ayumi.
"Yum, bukan nyawamu yang dalam bahaya tapi tubuh mulusmu yang dalam bahaya." kata Risa.
Mengingat dulu waktu Orangtua Risa meninggalkan Denis dan Risa berduaan dirumahnya, akhirnya Risa harus merelakan ciuman pertama untuk Denis.
Ayumi mencerna perkataan Risa, lalu menjawabnya.
"Kamu benar Ris, ntah apa yang akan terjadi nanti." jawab Ayumi sambil membayangkan apa yang akan terjadi jika berdua dengan Alan dirumahnya.
"Pasti akan terjadi hal romantis diantara Kita." sahut Alan sambil tersenyum jail pada Ayumi.
Setelah menempuh perjalanan beberapa lama, akhirnya sampailah mereka dirumah Denis dan Risa.
Skip..
Kini Denis dan Alan langsung duduk diruang tengah, Sedangkan Risa dan Ayumi pergi menuju ke dapur untuk mengambil cemilan dan minuman untuk mereka.
setelah mengambil semuanya, Risa dan Ayumi menuju ruang tengah sambil membawa cemilan dan minuman untuk mereka berempat.
"Silahkan dinikmati." kata Risa.
Alan langsung mengambil salah minuman kaleng, lalu membukanya setelah dibuka Alan memberikan minuman tersebut pada Ayumi.
"Ini minumlah." kata Alan sambil memberikan minuman yang baru saja dibuka.
__ADS_1
Ayumi menerima minuman tersebut, lalu meminumnya.
"Terimakasih." kata Ayumi.
"Sama-sama." jawab Alan.
Risa dan Denis kini sedang duduk, Denis duduk dikarpet dengan bersandaran kursi sedangkan Risa tiduran dipangkuan Denis.
"Enak ya sayang, udah halal." kata Denis.
"Iya, mau ngapain saja bebas." jawab Risa.
Alan menganti saluran televisinya, namun semua ceanel isinya sama adegan ciuman semuanya.
"Kenapa sih isinya flim romantis semua, hampir semua ceanel ciuman semuanya." gumam Alan, sambil menelan ludahnya dengan kasar.
Risa bangun dari tidurnya, lalu duduk sambil menyandarkan kepalanya di bahu Denis.
Melihat adegan ciuman ditelevisi, tanpa merasa canggung atau malu Denis langsung mempraktekkannya dengan Risa.
Tiba-tiba Denis menarik dagu Risa, lalu mencium bibir Risa dengan begitu nikmat.
Kini Risa dan Denis saling berciuman dihadapan Alan dan Ayumi.
Alan langsung menutupi mata Ayumi dengan tangannya agar tidak melihat Risa dan Denis yang sedang berciuman.
"Al, kenapa ditutup?" tanya Ayumi.
"Kamu belum cukup umur." ledek Alan pada Ayumi.
Denis melepaskan ciumannya dari bibir Risa.
"Den, kenapa menciumku di depan mereka?" Risa mengomeli Denis.
"Tidak apa-apa sayang, jika mereka mau mereka juga bisa berciuman." jawab Denis.
Alan dari tadi sudah menelan ludahnya dengan kasar, rasanya ingin sekali ******* bibir munggil Ayumi.
"Jika Ayumi kekasihku, Aku juga menciumnya."gumam Alan.
Alan membuka tangannya dari mata Ayumi.
"Sudah selesai." kata Alan.
"Kenapa sih mataku harus ditutup segala." protes Ayumi.
"Karena jomblo seperti kita tidak boleh melihat adegan seperti itu." jawab Alan.
"Makanya sama-sama jomblo itu pacaran saja." Denis menyuruh Alan dan Ayumi untuk pacaran.
Ayumi langsung melihat Alan dengan tatapan begitu kesal.
"Pacaran....." kata Ayumi.
"Iya kita pacaran saja." sahut Alan.
Risa dan Denis saling menatap untuk mendengarkan, jawaban Ayumi apa?
Bersambung π
__ADS_1
Jangan lupa like,komen,vote,dan rate.π