Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
186.Kepelet Cinta Denis.


__ADS_3

Malam minggu kemudian Risa dan Denis hanya menikmati malam minggunya dikamar saja, Malam ini Denis begitu manja pada Risa.


Risa tahu seperti apa suaminya dari dulu suaminya memang pencandu, Apalagi lagi kalau urusan ranjang Risa bisa dikurung gara-gara Denis yang tidak ada puasnya.


"Ayo jalan-jalan! Kita malam mingguan seperti anak muda yang lainnya," ajak Risa yang terus membujuk Denis. Tapi Denis hanya menggelengkan kepalanya.


Risa dan Denis sudah diatas ranjang tempat tidurnya, Kini posisi Denis tidur dipangkuan Risa.


"Apa Alya dan Panji, Mereka pacaran?" tanya Denis yang sedang tidur dipangkuan Risa.


"Aku tidak tahu, Beberapa hari lalu Panji menyatakan perasaannya sama Alya.Tapi Alya menolaknya," jawab Risa. Yang membuat Denis langsung mengeluarkan tawanya, menurut Denis Panji ditolak Alya itu sangat lucu sekali.


"Hahaha dasar anak ingusan, Dibilang belajar dulu yang pintar malah nembak anak gadis orang," kata Denis yang terus mengeluarkan tawanya. Risa hanya menggelengkan kepalanya "Dasar Denis ini senang banget denger orang ditolak cintanya," batin Risa.


"Sayang berhentilah tertawa!" omel Risa.


Denis langsung bangun dari pangkuan Risa, Lalu mengajak Risa ke kamar Alya.


"Sayang, Ayo ke kamar Alya," ajak Denis dengan begitu semangat.


"Mau ngapain?" tanya Risa dengan tatapan bingung.


"Kamu mau jalan-jalankan? Ayo malam ini aku ajak kamu dan Alya jalan-jalan, Kalian juga boleh berlanja sepuas kalian," jawab Denis dengan begitu semangat, Kali ini Risa benar-benar merasa bingung "Ada apa dengan suamiku, Mungkin dia lagi kesambet," batin Risa.


"Cepatlah!!" rengkek Denis.


Denis sengaja mengajak Alya dan Risa untuk jalan-jalan bahkan mereka boleh berlanja sepuas mereka, Karena Denis bahagia sekali Alya sudah menolak Panji.


Ntah apalah yang membuat Denis bahagia, Mungkin karena Panji dulu pernah menaruh perasaan pada Risa.


"Istriku tidak dapat dan sekarang ditolak sama Adekku," batin Denis yang merasa senang.


Risa sudah bersiap-siap, Denis juga langsung bergantian pakaian, Setelah selesei Denis langsung mengajak Risa ke kamar Alya.


Sesampainya dikamar Alya, Denis langsung membuka pintu kamar Alya karena pintunya juga belum dikunci oleh Alya.


Alya yang sedang fokus dengan laptopnya, Langsung kaget melihat kedatangan Denis dan Risa.


"Hii kalian mengagetkanku saja," omel Alya.


"Apa yang sedang kamu tonton?" tanya Denis.


"Bukan apa-apa kak, Ada apa?" elak Alya, Sambil bertanya pada Denis.


Karena Denis penasaran akhirnya Denis melihat laptopnya Alya dan ternyata Alya sedang menonton flim dewasa, Denis langsung ternganga lalu mengomeli Alya.


"Jangan nonton film seperti itu lagi!" omel Denis pada Alya.


Rasanya Alya malu sekali, Alya sengaja menonton film dewasa karena Alya penasaran dengan malam pertama, Apalagi Alya sudah dijodohkan dan akan segera menikah. Jadi Alya sengaja menonton flim dewasa untuk belajar juga.


"Haduh, Kenapa tadi aku tidak mengunci pintu," batin Alya.

__ADS_1


"Aku hanya penasaran saja kak," jawab Alya dengan raut wajah yang sudah merah seperti kepiting rebus.


Risa hanya tersenyum pada Alya, Lalu mengedipkan satu matanya pada Alya.


"Kak Risa malah main kedip-kedipan mata, Dia tidak rasanya malu sekali ketahuan sama Kakak sendiri nonton film ehem-ehem," batin Alya dengan pasrah.


"Nanti kalau kamu sudah menikah, Kamu akan tahu dan mengerti dengan sendirinya jangan pernah merasa penasaran, Karena jika sudah saatnya nanti kamu juga akan merasakan hal itu," Denis berusaha memberikan nasehat pada Alya, Membuat Alya hanya tersipu malu, Lalu Denis mengacak rambut Alya dengan tangannya.


"Sudah, Sekarang bersiaplah! Kakak mau mengajakmu jalan-jalan sekalian belanja," Kata Denis dengan senyum penuh kasih sayang pada Alya, Alya dengan cepat langsung bersiap-siap.


Sedangkan Denis dan Risa langsung keluar dari kamar Alya, Kini mereka sudah duduk di sofa ruang tengah.


"Sayang nanti sebelum tidur, Kita nonton film ehem-ehem ya! Terus kita praktekkan," kata Denis pada Risa, Yang membuat Risa langsung menatapnya dengan tajam.


"Jangan menatapku seperti itu!" omel Denis.


"Dasar mesum, Sudah tahu istrinya sedang hamil masih saja ngajak gituan mulu," Risa kembali mengomeli Denis.


"Jangan jadi istri durhaka istriku!" ledek Denis sambil nyengir pada Risa, Membuat Risa kembali menatap Denis dengan tajam.


"Untung aku sudah mencintainya, Coba kalau masih seperti dulu aku sangat membencinya pasti aku akan mencabik-cabiknya," batin Risa .


Sedang asik berdebat tiba-tiba Alya keluar dari kamarnya.


"Ayolah kak, Alya sudah siap ini!" ajak Alya dengan begitu semangat.


"Kalian itu sama saja kalau urusan belanja sama ngabisin duit paling gesit," protes Denis, Yang membuat Alya dan Risa langsung membulatkan bola matanya.


"Awas kamu kak Denis, Aku akan menghabiskan uangmu." ancam Alya.


"Sudah-sudah terserah kalian saja, Ayo kita berangkat!" lerai Denis, Yang langsung berjalan menuju keluar rumahnya.


Alya dan Risa mengikuti langkah Denis dibelakang Denis, Dengan perasaan kesal mereka berdua bergandengan tangan.


"Kak Risa kok bisa mencintainya kak Denis yang menyebalkan itu?" tanya Alya pada Risa.


"Aku juga bingung, Mungkin aku sudah kepelet cintanya Denis," jawab Risa.


"Dukun mana yang disewa kak Denis untuk memelet kak Risa?" tanya Alya dengan begitu polosnya, Membuat Risa geleng-geleng kepala.


"Iya kali Alya, Kakakmu benar-benar memeletku," batin Risa.


"Kalian cepatlah!" kesal Denis, Karena melihat Risa dan Alya asik mengobrol.


Risa dan Alya langsung terburu-buru menujun kearah Denis.


"Cepet nanti singanya ngamuk, Kita tidak jadi belanja," kata Risa pada Alya.


Denis sudah membukakan pintu mobilnya, Lalu Risa dan Alya langsung masuk kedalam mobil Denis.


"Kok kamu dibelakang?" tanya Denis pada Risa, Karena Risa duduk di jok belakang samping Alya duduk.

__ADS_1


"Aku mau dibelakang," rengkek Risa dengan manja, Membuat Denis tidak tega. Akhirnya Denis langsung masuk kedalam mobil, Dan langsung menyalakan mesin mobilnya.


Denis melajukan mobilnya dengan kecepatan agak tinggi.


"Sudah jadi ATM mereka, Sekarang juga harus jadi sopir mereka," batin Denis.


Iya malam minggu ini Denis menjadi mesin ATM sang istri dan sang adik sepupunya, Bhakan sekarang dirinya juga harus menjadi supir.


Sesampainya dipusat perbelanjaan, Alya dan Risa langsung bergandengan tangan, Dengan perasaan senang mereka langsung melihat kekiri, kekenan, ya mereka melihat berbagai macam dress-dress cantik dan benda-benda cantik lainnya.


Denis hanya mengikuti kedua wanita itu dari belakangnya saja.


Alya dan Risa begitu antusias masuk ke toko dress-dress cantik, Alya dengan senang hati memilih beberapa dress yang menurutnya bagus, Risa hanya memanyunkan bibirnya karena dia sedang hamil jadi dress-dress cantik yang ada dihadapan tidak akan muat dibadannya.


Denis yang sedang duduk, Langsung berjalan menghampiri Risa.


"Kenapa?" tanya Denis pelan.


"Dress-dress cantik ini pasti tidak akan muat dibadanku," keluh Risa dengan raut wajah sedih, Lalu Denis langsung tersenyum pada Risa lalu membalikkan tubuh Risa agar menghadap pada dirinya.


"Kamu bisa membeli yang lain yang kamu suka," kata Denis dengan lembut.


Risa tersenyum, Lalu menganggukan kepalanya. Tiba-tiba Alya datang dengan membawa banyak dress-dress ditangannya. Membuat Risa dan Denis saling menatap bingung.


"Kak aku mau semua ini," kata Alya dengan begitu centil, Denis paling tidak bisa menolak permintaan Adeknya ini, Akhirnya Denis langsung menganggukan kepalanya.


"Bawalah ke kasir, Ada lagi yang mau kamu beli?" tanya Denis pada Alya.


"Tas, Sepatu dan banyak lagi kak," jawab Alya dengan begitu antusias.


Alya langsung membawa belanjaannya ke kasir, Setelah dihitung semuanya Denis langsung membayarnya.


Kini mereka langsung menuju ke toko tas, Ditoko tas Risa begitu antusias karena banyak tas keluaran terbaru.


"Aku boleh membelinya lebih dari satu?" tanya Risa pada Denis.


"Tentu saja boleh sayang, Kamu mau membeli tokonya sekalian juga akan aku belikan," jawab Denis, Yang membuat Risa tersenyum senang.


"Waahhhh Kak Denis, Alya juga mau dibeliin sama toko-tokonya," sambung Alya dengan senyum imutnya.


"Kamu satu saja tidak boleh lebih," kata Denis.


"Dua ya kak, Kalau satu tidak cukup," rengek Alya, Sedang merengek pada Denis tiba-tiba ada seseorang laki-laki yang tiba-tiba menjawab perkataan Alya.


"Lebih dari dua akan Aku belikan," cetus laki-laki tersebut, Membuat Alya dan Denis saling menoleh kearah suara tersebut, Namun tidak ada orang disekitarnya.


"Suara siapa?" tanya Alya, Yang masih mencari-cari suara tersebut.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia πŸ™

__ADS_1


__ADS_2