
Denis dan Risa saling menatap, untuk mendengarkan jawaban dari Ayumi apa?
Ayumi menatap Alan dengan tatapan tidak suka, mungkin saat ini Ayumi sudah ingin mencakar-cakar Alan karena sudah sangat merasa kesal sekali.
"Aku tidak mau pacaran dengamu, Aku sudah menyukai Levin." jawab Ayumi dengan tegas.
Alan langsung mengepalkan kedua tangannya, lalu menatap Ayumi dengan tatapan yang begitu tajam.
Kini Alan dan Ayumi saling menatap satu sama lain, lalu Alan berkata pada Ayumi.
"Aku tidak peduli, Kamu menyukai laki-laki itu atau tidak yang jelas Aku akan tetap mengejarmu gadis bodoh." kata Alan sambil memegang dagu Ayumi.
Ayumi langsung mengibaskan tangan Alan dengan kasar.
"Jangan pernah menyentuhku!" kata Ayumi.
"Laki-laki apaan Dia ini seenaknya sendiri saja." gumam Ayumi.
Denis menggelengkan kepalanya, lalu melihat kearah Alan.
"Al, bersikaplah lemah lembut pada wanita dan jangan memaksanya." kata Denis.
"Yum, jangan terlalu membencinya nanti turun ke hati loh." sambung Risa.
Kini Ayumi dan Alan saling diam satu sama lain, Denis dan Risa hanya melihat mereka sambil bergumam.
"Dasar bodoh, ngejar wanita tapi tidak ada manis-manisnya sama sekali." gumam Denis.
"Sekertaris Alan memang hebat, beda sekali dengan Denis yang dulu plin plan dan munafik." gumam Risa yang membandingkan Alan dengan Suaminya.
Mungkin jika Denis mendengar gumaman Risa dalam hatinya, pasti Risa sudah dihukum diatas ranjang dan dibolak-balik seperti gorengan yang lagi digoreng.
"Al, dekati wanita secara perlahan-lahan jinakkan dulu agar menurut pada Kita, lalu ambil hatinya pasti Kita akan dapatkan semuanya." nasehat Denis untuk Alan.
Ayumi ngedumel didalam hatinya.
"Apa-apaan Suaminya Risa ini? nasehat macam apa yang Dia berikan pada laki-laki menyebalkan itu. jinakkan memangnya Aku singa betina." Ayumi ngedumel dalam hati.
"Lihat saja, tidak perlu waktu lama pasti Aku akan menjadikan gadis bodoh itu kekasihku." jawab Alan sambil melihat kearah Ayumi.
Alan ini memang laki-laki yang tidak suka bertele-tele, jika Dia sudah menginginkannya ya Dia juga harus mendapatkannya, apalagi masalah wanita.
Waktu sudah semakin sore, Ayumi berpamitan untuk segera pulang kerumahnya.
"Ris, sudah jam segini Aku pulang dulu ya." pamit Ayumi pada Risa.
"Iya Yum, Kamu hati-hati ya." jawab Risa.
Denis melihat kearah Alan, lalu menyuruh Alan mengantar Ayumi pulang.
"Al, antar Ayumi pulang." pinta Denis.
Alan langsung bangun dari tempat duduknya, lalu dengan penuh semangat menerima perintah dari Denis.
__ADS_1
"Siap jangankan ngantrin, nikahin aja Aku siap lahir batin Den." jawab Alan penuh dengan rasa semangat.
"Halalin Aku bang, halalin Aku.." Risa bernyanyi.
"Apasih kalian? Sudah ayo katanya mau nganterin Aku pulang." kata Ayumi dengan sorot mata yang begitu kesal.
Ayumi berjalan menuju kedepan, Alan mengikuti langkah kaki Ayumi, sedangkan Denis dan Risa juga ikut mengantar mereka berdua kedepan.
Skip ...
Ayumi dan Alan sudah masuk kedalam mobil, lalu Alan melajukan mobilnya menuju Kerumah Ayumi sedangkan Denis dan Risa kembali masuk kedalam rumah, lalu menuju ke kamar mereka.
Denis dan Risa duduk disofa yang ada dikamarnya, kini Denis merebahkan kepalanya dipangkuan Risa.
Denis mengelus-elus perut Risa, lalu Risa berkata pada Denis.
"Geli Den, jangan dielus-elus ih." kata Risa.
"Aku hanya ingin memastikan, Apakah didalam perutmu sudah ada sih Ucil belum." jawab Denis.
Risa mengusap-usap rambut Denis dengan tangannya.
"Sepertinya belum ada, tamu bulananku saja masih teratur." Risa menjelaskan pada Denis.
"Waktu itu Kamu tidak minum obat pencegah kehamilankan,?" tanya Denis kembali memastikan.
Risa menggelengkan kepalanya, lalu menjawab pertanyaan dari Denis.
"Tidak, waktu itukan ketahuan sama Kamu." jawab Risa.
"Iya Aku pasti akan meminumnya, kan dulu Kamu masih sama uler keket jadi ya buat jaga-jaga." Risa kembali menjelaskan pada Denis.
Denis menciumi perut Risa, lalu mengajak Risa untuk bermain perang-perangan diatas ranjang.
"Sayang ayo main perang-perangan diatas ranjang." ajak Denis.
Risa yang tahu maksud Denis, langsung menolak ajakan Denis bukan karena tidak patuh pada Suami. tapi karena Risa sedang kedatangan tamu bulanan.
"Aku tidak bisa Den, soalnya tamu bulanan Aku sedang datang." kata Risa.
Denis menatap Risa penuh tanda tanya dan matanya melihat Risa dengan tatapan kesal.
"Tamu bulanan, Apa Kamu punya laki-laki lain diluar sana? terus Dia mau datang gitu." kata Denis dengan raut wajah yang begitu kesal.
Risa hanya menggelengkan kepalanya.
"Aduhh Denis bodoh, kenapa jadi laki-laki lain sih." gumam Risa.
"Den, Apa Kamu tidak tahu yang dimaksud dengan tamu bulanan?" tanya Risa.
"Lagian siapa Tamu bulanan itu?" bukan menjawab Denis malah balik bertanya.
"Lagi pms Den, tamu bulanan itu nama lain dari pms Den." Risa menjelaskan pada Denis.
__ADS_1
"Ohh bilang saja sedang PMS, jangan bilang datang tamu bulanan Aku tidak mengerti." kata Denis.
"Iya sedang PMS sayang." tegas Risa.
"Jadi Aku libur main perang-perangannya sampai kapan?" tanya Denis.
"Sampai Aku selesei Pms." jawab Risa.
"Berapa lama?" tanya Denis.
"Tidak tentu, nanti Aku bilang kalau sudah selesai pms." jawab Risa.
Denis memejamkan matanya, lalu tertidur dipangkuan Risa dengan begitu nyeyak.
"Dasar bodoh, tamu bulanan saja tidak tahu, malah menuduhku punya laki-laki lain diluaran sana lagi." gumam Risa.
Denis menang tidak paham akan masalah seperti itu, yang Denis tahu namanya itu pms jadi waktu Risa bilang datang tamu bulanan, Denis langsung kesal dan pikirannya macem-macem, sampai berpikir tamu bulanan itu adalah laki-laki lain.
Alan dan Ayumi.
Alan sudah sampai dirumah Ayumi, kini mereka sudah turun dari mobil. Alan dan Ayumi kini saling berdiri berhadapan.
Visual Ayumi dan Alan.
Ayumi dan Alan saling menatap satu sama lain.
"Aku masuk dulu ya." pamit Ayumi dengan nada jutek.
"Kamu tidak menyuruhku untuk mampir." jawab Alan.
"Tidak, sana pulang!!" Ayumi mengusir Alan secara halus.
Ayumi pergi meninggalkan Alan begitu saja, namun Alan langsung menarik tangan Ayumi dengan tangannya.
Ayumi menghentikan langkah kakinya karena tangannya ditarik oleh Alan, lalu Ayumi melihat kearah Alan.
"Apalagi?" tanya Ayumi.
"Aku akan terus mengejarmu, sampai Aku bisa mendapatkanmu hati dan perasaanmu gadis bodoh." kata Alan sambil mengedipkan satu matanya pada Ayumi.
Ayumi langsung mengibaskan tangan Alan dengan kasar dari tangannya.
"Dasar laki-laki tidak waras, sama satu lagi namaku AYUMI LARASATI bukan gadis bodoh, dasar laki-laki menyebalkan." Ayumi mempertegas perkataannya pada Alan.
Alan memegang tangan sendiri, lalu menciumnya.
"Senangnya bisa menggegam tanganmu." kata Alan dengan raut wajah yang begitu tampan.
Ayumi hanya melihat Alan dengan tatapan kesal, lalu langsung berlari masuk kedalam rumahnya.
Alan terus melihat Ayumi sampai masuk kedalam rumahnya.
__ADS_1
Bersambung π
Terimakasih para pembaca setia π